Anda di halaman 1dari 8

BAB 5

ALQURAN DAN
TANTANGAN ZAMAN
Alquran menurut Non Islam
• Menurut Paus Benedictus XVI:
– Alquran sama sekali bukan kata-kata Nabi Muhammad sehingga
Alquran bersifat abadi. Tidak bisa dikondisikan (diaplikasikan) dan
tidak bisa ditafsirkan kembali (diubah).
– Berbeda dengan bibel yang sama-sama firman Tuhan tetapi
mengandung unsur manusia, unsur kelogikaan (hermeneutika).
• Menurut Daniel Pipes:
– Alquran tetap bisa diinterpretasikan, dan penafsiran itu selalu
berubah.
– Islam tidak statis, tetapi untuk berubah atau diubah diperlukan
upaya yang besar.
– Islam sebagai agama yang selalu berkembang mengikuti zaman dan
situasi.
Tantangan Zaman
• Alquran diperangi terang-terangan oleh
Yahudi-Nasrani karena al-quran adalah satu-
satunya kitab suci yang bersikap begitu kritis
terhadap kitab dan kepercayaan agama lain.
Tantangan Zaman
• Banyak pemuka agama Yahudi-Nasrani yang mengatakan
bahwa “Alquran hanyalah syair Muhammad yang
membenci Yahudi-Nasrani. Dia hanya menjiplak bibel dan
mengklaim bahwa itu semua dari Allah. Padahal
sebenarnya ia hanyalah utusan the devil untuk menjadi
anti-Kristus”
• Namun, ada Cendekiawan barat, Dr. Maurice,
mengungkapkan bahwa mustahil alquran merupakan
ciptaan nabi Muhammad. Dia menemukan ilmu sains
dalam Alquran: tahap-tahap perkembangan janin
manusia.
Fenomena di Indonesia
• Upaya desakralisasi Alquran menimbulkan kasus pelecehan Al-
Quran. Dikatakan oleh para orientalis bahwa “kita tidak perlu
mengagungkan Al-Quran karena alquran hanyalah berupa
tulisan. Yang perlu diagungkan itu makna yang ada dalam
tulisan tersebut”. Paham yang seperti ini menggiring konsep
bahwa tidak masalah Alquran diinjak, dirobek, diletakkan
dibawah, dlsb.
• Yang parahnya lagi, kaum orientalis juga menuduh sahabat dan
ulama. Mereka menuduh bahwa Alquran ini ada campur tangan
sahabat nabi dalam masa kekhalifahannya. Ditambah tuduhan
bahwa ulama mendukung penulisan alquran ini karena ia
merupakan keturunan suku dari penulis al-quran ini (Kaum
Quraisy)
Beda Konsep
• Konsep “teks” alquran dengan konsep “teks”
bibel itu berbeda. Alquran murni firman Allah.
Bibel juga firman Allah tetapi ditulis oleh penulis
Bibel yang terinspirasi dari Roh Kudus.
– Bagi kaum Nasrani, Bibel dalam bahasa apapun tetap
diakui sebagai “Holy Bibel” atau “Alkitab”, tidak ada
Bibel terjemahan.
– Bagi Muslim, tidak ada AlQuran selain Mushaf
Utsmani yang berbahasa Arab, dan teksnya tidak
mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Selain
yang berbahasa arab maka disebut terjemahan dari
AlQuran.
Beda Konsep
• AlQuran sudah dihafal dan ditulis hingga kini dan nanti.
Kondisi ini tidak ditemui pada Bibel yang memang tidak
mungkin dihafal karena banyaknya keragaman teksnya.
Mereka menolak teks Bibel dan menggunakan berbagai
cara agar teks Bibel itu tidak mengikat kehidupan
mereka (contohnya: hukum perzinaan, homoseksual,
dan makanan yang diharamkan).
• AlQuran memang memiliki konsep teks dan metode
penafsiran sendiri, yang berbeda dengan Bibel dan kitab-
kitab lainnya.
Kesimpulan