Anda di halaman 1dari 82

dr. Nevita Yonnia Ayu Soraya Sp.

M
Ilmu Kesehatan Mata
Tumor → Pertumbuhan jaringan abnormal pada
daerah mata → proses apoptosis → proliferasi
menjadi tidak terkontrol

Tumor dibedakan menjadi:


1.Jinak → batas tegas dan tidak menyusup  tidak
merusak jaringan sekitar
2.Ganas  berkembang biaknya sel jaringan sekitar
infiltrat  merusak jaringan sekitar
Tumor berdasarkan lokasi

Tumor Tumor
Tumor Eksternal
Intraokular Retrobulbar

Palpebr
Konjungtiva
a
Tumor Jinak Palpebra :
Tumor Ganas Palpebra :
1. Seborrhoic Keratosis
1.Karsinoma Palpebra:
2. Veruca Vulgaris (Wart)
- Karsinoma Sel
3. Molluscum Contagiosum
Basal
4. Nevus
- Karsinoma Sel
5. Oculodermal
Squamous
melanocytosis (nevus of ota)
- Sebaceus
6. Xanthelasma
Adenocarsinoma
7. Hemangioma :
2. Melanoma Maligna
- Kavernosa
3. Kaposi Sarcoma
- Kapilare
Tumor Jinak Palpebra
- Menyerang middle aged
dan elderly

- Bentuk: pedunculated,
berpigmen dan
hiperkeratosis

- Terapi: Eksisi pada


dermal-epidermal
junction
- Lokasi: Margo palpebra
- Penyebab: infeksi epidermal  Human Papilloma
Virus (HPV) tipe 6 atau 11
- Bentuk: multilobular
- Terapi:* Eksisi dan kauterisasi
* Cryotheraphy membuang lesi dan
meminimalisir resiko penyebaran virus
- Penyebab: Infeksi virus  kontak langsung dengan
penderita
- Kelopak mata  sering pada anak-anak
- Lesi multiple dewasa Acquired Immunodeficiency
Syndrome (AIDS)
- Bentuk: nodular dengan umbilikasi sentral
- Pemeriksaan histologi: eosinofil, intracytoplasmic
inclusions (Henderson-Patterson bodies)
- Dapat resolusi spontan  bulan sampai dengan tahunan
- Terapi: Observasi, Eksisi, Cryotheraphy, atau Kuretase
- Dari sel nevus  proliferasi inkomplit dari jaringan melanosit
- Nevus tidak muncul saat lahir  muncul saat anak-anak 
pigmentasi meningkat saat pubertas

3 bentuk: 2. Compound:
1.Junctional: - Lokasi: dari
- Lokasi: junctional zone
lapisan basal dari 3. Dermis:
pada epidermis
epidermis pada - Lokasi: pada
dan dibawah
dermal-epidermal dermal
dermis
junction - Usia 70 an
- Usia 20 an
- Anak-anak - Bentuk : lost
- Bentuk:
- Bentuk: pigmentation
elevated,
flat, pigmented pigmented
macules papules
Terapi:
- Asimptomatik  no treatment
- Simptomatik (membesar dan menutupi visus) 
eksisi
 Kongenital blue nevus dari kulit periokular
 Proliferasi melanosit dari saraf trigeminus cabang
1 dan 2
 Pigmentasi pada episklera dan uvea
 5%  bilateral
 1 dari 400 pasien  uveal melanoma
 Tidak ada tindakan khusus
- Lokasi: sering pada kantus medialis  kelopak mata atas
dan bawah
- Bentuk: plak berwarna kekuningan. Lipid-laden
macrophages pada jaringan dermis dan subdermis
- Berhubungan dengan hiperkolesterolemia atau kelainan
kongenital dengan metabolisme lipid
- Dapat recurrent
- Terapi: Eksisi serial, C02 laser ablation, atau topical 100%
trichloroacetic acid
Hemangioma ada dua bentuk:
1.Hemangioma Kavernosa
2.Hemangioma Kapilare

Hemangioma Kavernosa:
Hemangioma Kapilare:
- Mengenai pembuluh
- Berwarna merah terang
darah subkutan
seperti strawberry
- Berwarna kebiruan
- Sering pada bayi
dan berkelok-kelok
- Terjadi pelebaran vena
- Endotel menebal 
dan proliferasi endotel
aliran darah terhambat

Terapi:
- Observasi
- Eksisi
- CO2 (Cryo terapi)
- Steroid intralesi
- Tumor jinak tersering pada anak
- Lesi dapat muncul pada saat lahir atau beberapa
minggu setelah lahir  membesar pada umur 6-12
bulan  involusi setelah satu tahun
- 75% lesi membaik setelah umur 4-5 tahun

Terapi:
- Observasi, Koreksi refraksi dan Terapi ambliopia
- Steroid intralesi
- Eksisi  pada lesi kecil, nodular, subkutan atau
refrakter terhadap steroid
- Radioterapi  katarak, bony hypoplasia, keganasan
- Tumor jinak tersering pada dewasa
- Wanita > Pria
- Klinis: Slowly progressive
Proptosis
Meningkat selama kehamilan
- Jarang involusi spontan
- Terapi: Eksisi  bila sudah menganggu fungsi
Tumor Ganas Palpebra
Tumor ganas palpebra paling sering (90-95%)
Lokasi:
- Margo palpebra inferior (50%-60%)
- Dekat kantus medial (25%-30%)
- Margo palpebra superior (15%)
- Kantus lateral (5%)
Faktor resiko:
- Eksposure matahari
- Perokok
- Sering pada usia muda

Klinis: loss of eyelashes (madarosis)


4 bentuk:
1.Nodular:
- paling sering
- bentuk:
pearly nodule,
telangiectasia dan
central ulceration
2. Ulcerative
3. Pigmented
4. Morpheaform:
- jarang
- bentuk:
slightly elevated
Penanganan:
- Insisional biopsi
- Eksisional biopsi
Teknik : Mohs micrographic technique
atau frozen-section technique
- Eksenterasi orbita
- Cryotheraphy-Radioterapi
- Jarang terjadi
- Lebih agresif
- Berhubungan dengan
imunodefisiensi
- Metastasis  jaringan
limfatik, blood-bone, ekstensi
langsung atau sepanjang saraf
- Terapi hampir sama dengan
karsinoma sel basal:
* Mohs micrographic
resection atau surgical
excision dengan
wide margins dan frozen
sections
* Invasi orbita  Eksenterasi
- Sangat ganas, lethal tumor
- Berasal dari: kelenjar meibom, kelenjar zeis,
kelenjar sebaceous
- Lokasi: upper eyelid > lower eyelid
- Bentuk: berwarna kekuningan  lipid material
dari sel neoplastik
- Klinis: chalazia, chronic blepharitis, basal cell
atau squamous cell carcinoma, loss of eyelashes

Terapi:
- Wide surgical excision
- Eksenterasi orbita,
bila mengenai orbita
- Radioresistant
- 5% dari kanker kulit
- Multiple factors: sunlight exposure, genetik dan
environmental mutagens
- Klinis: pigmentasi gelap sepanjang lesi, tepi irregular,
ulceratif dan berdarah
- 4 bentuk:
* Lentigo maligna melanoma
* Nodular melanoma
* Superficial spreading melanoma
* Acrolentiginous melanoma
Terapi:
- Wide surgical excision
- Regional lymph node dissection atau SLN
biopsi
- Kemoterapi atau External beam radioterapi
-
- Bentuk: berwarna kemerahan, terdiri dari sel spindle
dari endotel
- Berhubungan dengan AIDS
- Terapi:
* Cryotheraphy
* Eksisi
* Radioterapi
* Intralesi kemoterapi
- Dapat membaik dengan terapi antiviral untuk infeksi HIV
Tumor Jinak
Konjungtiva: Tumor Ganas Konjungtiva:
1.Squamous Papilloma 1.Squamous Cell Carcinoma
2.Ocular Melanocytosis 2.Sebaceous Gland Carcinoma
3.Nevus 3.Melanoma
4.Pyogenic Granuloma 4.Kaposi Sarcoma
5.Lymphoma
TumorJinak Konjungtiva
2 bentuk:
1.Sessile:
- HPV 16 dan 18
- Seperti strawberry
- Gambaran
keratinisasi, (leukoplakia),
simblepharon, inflamasi
2. Pedunculated:
- HPV 6 (anak-anak)
atau 16 (dewasa)
- fleshy, exophytic
growth dengan jaringan
fibrovascular, tangkai,
multilobulated
Terapi:
- Sebagian besar regresi spontan
- Lesi kecil  observasi
- Lesi besar  eksisi + cryotheraphy
- Cimetidine oral  immunomodulator

Komplikasi : recurrent
- Kongenital
- Proliferasi jaringan epitelial melanosit
- Klinis: pigmentasi episklera berwarna abu-abu,
immobile, sering unilateral
- 50%  ipsilateral dermal melanositosis (Nevus of Ota)
Gambaran okular dan dermal melanositosis 
Oculodermal melanositosis
- 10%  glaukoma sekunder
* Bentuk : junctional, compound, atau subepithelial
* Klinis :
- Lokasi mendekati limbus  flat
- Lokasi di bulbar konjungtiva, plika semilunaris,
caruncula, eyelid margin  elevasi
- Pigmentasi bervariasi  coklat atau amelanositik
- Subepithelial nevus  cobblestone appearance
- Jarang menjadi ganas

* Terapi: Eksisional biopsi


Penyebab:
- Chalazion
- Riwayat trauma atau pembedahan  merangsang jaringan
granulasi dan tumbuhnya proliferasi kapiler

Klinis:
- Kemerahan, pedunculated, dan smooth
- Mudah berdarah

Terapi:
- Topical atau intralesi kortikosteroid
- Eksisi dan kauteterisasi pada dasar luka
- Primary closure pada luka
- Postoperatif topikal kortikosteroid
* Proliferasi monoklonal dari limfosit B

* Klinis:
- Non-Hodgkin B-cell lymphoma 
salmon pink
- Sering unilateral

* Terapi:
- Konsul Onkologist  31% menjadi
sistemik lymphoma
- Kecil  Insisional biopsi
- Local external-beam radiation
therapy  lesi di konjungtiva
- Kemoterapi  sistemik lymphoma
- Cryotherapy dan intralesi
kemoterapi dengan interferon-a2b
Tumor Ganas Konjungtiva
* Klinis:
- Plaquelike, gelatinous, atau papilliform growth
- Basis  sering pada limbus
- Leukoplakic
- Engorged conjunctival vessels

* Penyebab: radiasi ultraviolet, viral dan genetik


* Lebih agresif pada penderita immunocompromized
* High Reccurent

* Terapi:
- Eksisi
- Chemotherapy
- Orbital exenteration
- Radiation therapy
- Sering pada usia tua
 tetapi dapat
muncul pada usia
muda pasca
radioterapi
- Dapat timbul setelah
terjadi chalazion atau
chronic unilateral
blepharoconjunctivitis
-
- Penyebaran Intralymphatic  meningkatkan resiko metastasis
- Sering pada bulbar konjungtiva atau limbus
- Pigmentasi bervariasi  25% dari conjunctival melanoma 
amelanotik
- Metastasis ke regional lymph nodes, otak, paru, hepar, dan tulang
- Terapi:
* Eksisi
* Invasi orbita  Eksenterasi orbita
- Tumor ganas dari endotel vaskular  mengenai kulit dan
membran mukosa
- Penyebab: Human Herpesvirus (HSV) 8.
Pada usia muda  muncul pada penderita AIDS.
- Klinis: reddish, highly vascular subconjunctival lesi
- Lokasi: sering pada fornix inferior
- Terapi:
* Not kuratif
* Mengontrol gejala :
- Surgical debulking, cryotherapy, and radiotherapy.
- Local atau sistemik chemotherapy
- Intralesional interferon-a2
Tumor Jinak Intraokular:
1.Iris Nevus Tumor Ganas
2.Ciliary body atau choroid Intraokular:
nevus 1.Iris Melanoma
3.Choroidal Hemangioma 2.Ciliary body atau
4.Capillary Choroid Melanoma
hemangioblastoma 3.Retinoblastoma
5.Hemangioma Cavernosa
6.Racemose hemangioma
TumorJinak Intraokular
- Klinis: Pigmen gelap dari
stroma iris
- 2 bentuk:
1. Circumscribed iris nevus:
nodular, mengenai
beberapa bagian dari iris
2. Diffuse iris nevus:
mengenai seluruh sector
atau seluruh iris

- Insiden meningkat pada


pasien neurofibromatosis
- No treatment
* No clinical symptoms
* Choroidal nevus:
- flat atau sedikit elevasi,
pigmented (gray-brown)
* Diagnosis banding: Choroidal
melanoma

* Choroidal melanocytic tumor


dengan:
Ketebalan:
> 3mm  Melanoma
< 1-2 mm  Nevus
Diameter basal:
< 6mm  Jinak
> 6 mm  Ganas
2 bentuk:
1. Circumscribed choroidal
hemangioma:
- Tidak ada kelainan sistemik
- Klinis: berwarna kemerahan
atau orange
- Lokasi: zona postequator,
sering di makula
2. Diffuse choroidal
hemangioma:
- Sering pada penderita Sturge-
Weber syndrome
(encephalofacial angiomatosis)
- Tomato ketchup fundus
- Retinal detachment and
glaukoma
Terapi:
- Asimptomatik  no treatment
- Laser photocoagulation
- Photodynamic therapy (PDT)
- Brachytherapy and charged-particle therapy
- Externalbeam radiotherapy
- Vascular endothelial growth factor (VEGF)
inhibitors
Klinis:
- Berwana merah atau orange
- Pembuluh darah retina besar dan tortuosity
- Von Hippel disease  berhubungan dengan cerebellar
hemangioblastoma  Von Hippel-Lindau syndrome
- Trias von Hippel-Lindau syndrome : cerebellar
hemangioblastomas, renal cell carcinomas, and
pheochromocytomas
Terapi:
- Laser photocoagulation  lesi kecil
- Cryotherapy  lesi besar dan perifer
- Scleral buckling dengan cryotherapy atau
penetrating diathermy  retinal detachment
- External-beam and charged-particle radiotherapy
- PDT
- VEGF inhibitors
Klinis:
- Seperti grape
- Pembuluh darah
berdinding tipis
dan melebar

Berhubungan
dengan lesi kulit
dan CNS

Tidak ada Eksudasi


 no treatment
Racemose
hemangioma atau
Congenital retinal
arteriovenous
malformation:
- Kelainan hubungan
antara arteri dan
vena
- Dekat dengan optic
disc atau perifer
- Pembuluh darah
tortuousity
Tumor Ganas Intraokular
- Diagnosis banding: Iris Nevus
- Klinis :
Ectropion iridis, prominent vascularity, sectoral cataract,
glaukoma sekunder, mengenai sudut BMD, ekstensi
extrascleral
• Amelanotik sampai lesi berwarna dark brown, ¾ kuadran
mengenai iris bagian inferior
- Terapi: eksisi, brachytheraphy, proton-beam radiotherapy
- Fase awal  asimptomatik
- Gejala: vision loss, fotopsia, atau gangguan lapang pandang
- Sering tidak tampak sampai pupil dilebarkan
- Klinis: pembuluh episklera melebar, katarak, subluksasi
lensa, glaukoma sekunder, retinal detachment,
neovaskularisasi iris.
* Klinis:
pigmented, elevated,
dome-shaped subretinal
mass

* Diagnostik:
- Indirect
ophthalmoscopic  gold
standard
- B scan Ultrasonography
 dome atau mushroom
shaped choroidal mass
- Computed tomography
(CT) Scan
- Magnetic resonance
imaging (MRI)
Terapi:
- Observasi
- Enukleasi  terapi
utama
- Brachytherapy
(radioactive plaque)
- External Beam Radiasi
- Photoablation and
hyperthermia
- Cryotheraphy
- Chemotheraphy
- Immunotheraphy
- Exenterasi
- Tumor ganas paling sering pada anak-anak
- Mutasi RBI tumor suppressor gene pada kromosom 13
at locus 14 (13q14)
- 90% pada anak-anak usia < 3 tahun
- 60-70% unilateral
30-40% bilateral

- Bentuk: Herediter / familial


Non herediter / sporadik

- Gejala:
leukocoria (white pupillary reflex)
strabismus
ocular inflammation
Klinis:
- Berwarna abu-abu sampai putih, pembuluh darah
dilatasi dan tortuousity, kalsifikasi
- Endophytic  ke cavum vitreous
Exophytic  serous retinal detachment
Trilateral retinoblastoma : bilateral retinoblastoma dengan
intracranial retinoblastoma

Tujuan Terapi:
- Menyelamatkan hidup
- Menyelamatkan mata
- Menyelamatkan tajam penglihatan

Terapi:
enucleation, chemotherapy, photocoagulation,
cryotherapy, external-beam radiation therapy, and plaque
brachytherapy

Kolaborasi dengan tim: ocular oncologist, pediatric


ophthalmologist, pediatric oncologist, dan radiation
Oncologist.
- Dapat regresi spontan

Prognosis:
- Intraocular retinoblastoma  prognosis baik
- Extraocular extension  sclera atau saraf optik
 prognosis jelek

Kanker paling sering pada penderita


retinoblastoma  Osteosarcoma
Prognosis survival < 50%
Neural Tumor:
1.Optic nerve gliomas
2.Neurofibromas
3.Meningiomas
4.Schwannomas
Mesenchymal Tumor:
1.Rhabdomyosarcoma
2.Miscellaneous Mesenchymal Tumor
-Fibrous histiocytoma
-Fibrous dysplasia
-Osteomas
-Liposarcoma, fibrosarcoma, chondrosarcoma,
and osteosarcoma

Lacrimal Gland Tumor:


Epithelial:
1.Adenoma Pleomorphic
2.Adenoid cystic carcinoma
3.Malignant mixed tumor
Non epithelial: Limfoid
Neural Tumor
- Sering pada anak-anak, usia 10 tahunan
- 50%  neurofibromatosis
Klinis:
painless, unilateral axial proptosis, loss of vision dan
afferent pupillary defect

Diagnostik:
CT Scan dan MRI fusiform enlargement dari saraf optik,
stereotypical kinking dari saraf.
MRI  degenerasi cystic

Terapi:
- Observasi
- Eksisi
- Radioterapi
- Kemoterapi
- Proliferasi sel schwan pada
selubung saraf
- Jenis:
1.Plexiform neurofibromas
- Sering pada
neurofibromatosis 1 (NFl).
- Lesi vascularisasi
dan infiltratif
- Ptosis pada kelopak
mata atas  S-shaped
deformity
2. Discrete neurofibromas 
jarang
- Berasal dari villi
arachnoid

Klinis:
- Visual field defects dan
papilledema atau optic
atrophy
- Proptosis
- Edema palpebra,
kemosis konjungtiva

Jenis:
1.Sphenoid wing
meningioma 
hiperostosis tulang dan
hiperplasia jaringan lunak
2. Optic Nerve Sheath
Meningiomas (ONSM):
- berasal dari arachnoid dari
selubung saraf optik
- perempuan >>
- usia 30-40 tahunan
Gejala:
- painless, unilateral loss of vision
- penurunan tajam penglihatan
dan relative afferent pupillary
defect.
- Proptosis dan ophthalmoplegia
- Bilateral dan berhubungan
dengan neurofibromatosis

CT Scan dan MRI diffuse tubular


enlargement dari saraf optik
Terapi:
- Observasi
- Bila terdapat proptosis, compressive optic
neuropathy, motility impairment, atau cerebral
edema subtotal resection dari tumor
- Radioterapi
Schwannomas (neurilemomas)
- Proliferasi sel Schwann cells yang dibungkus
perineurium
- Biphasic pattern dari area solid dengan nuclear
palisading (Antoni A pattern) dan area myxoid
(Antoni B pattern)
- Terapi: eksisi
Mesenchymal Tumor
- Tumor ganas orbita paling sering pada anak-anak
- Usia 8-10 tahun
Klinis:
- Sudden onset dan rapid progression dari unilateral proptosis
- Lokasi: kuadran superonasal dari eyelid
- Riwayat trauma pada orbita yang tidak berhubungan
4 bentuk:
1.Embrional : paling sering, lokasi kuadran superonasal orbita
2.Alveolar: inferior orbita, paling ganas, survival rate (10%)
3.Pleomorfik: paling jarang, good survival rate (97%)
4.Botryoid : seperti grape, invasi sekunder dari sinus paranasal atau
konjungtiva

Terapi:
-Radioterapi dan Kemoterapi
-Eksenterasi
Lacrimal Gland Tumor
- Paling sering
- Usia 40-50 tahunan
- Laki-laki >
Perempuan

Klinis:
- Progresif, painless,
displacement
downward dan inward
dengan proptosis
aksial  > 12 bulan
- Massa dapat
dipalpasi pada
superolateral orbita
- Tumor ganas kelenjar lakrimalis yang sering
terjadi
- Nyeri  invasi perineural dan destruksi tulang
- < 1 tahun
- Gambaran seperti benign mixed tumors  tetapi
terdapat area malignant
- Faktor resiko:
* Long-standing primary benign mixed tumors
* Benign mixed tumor yang recurrent

Terapi:
- Biopsi
- Exenteration dan radical orbitectomy
- Radioterapi
- Kemoterapi
TERIMA KASIH
- Diagnosis ?
- Penyebab ?
- Diagnosis ?
- Penyebab ?
- Diagnosis ?
-Diagnosis ?
- Klinis ?
-Diagnosis ?
- Jenis ?
- Penyebab ?
- Diagnosis ?
- Klinis?
-Diagnosis ?
- Penyebab ?
- Gejala ?
-Diagnosis ?
- Klinis ?