Anda di halaman 1dari 23

Prinsip dan Kode Etik

dalam Bisnis
Nama anggota kelompok :
- Venta Kurnia Herawati 19133100108
- Raafi Astrian Yudhistira 19133100109
- Riwang Arumsasi 19133100110

Akuntansi A3
Pengertian Profesi
Pengertian profesi mengacu pada pengertian awal yang lebih terbatas, seperti yang diyatakan oleh Widjojo
Nitisastro, Sonny Keraf, dan Brooks. Secara lebih rinci, pengertian profesi dalam konteks ini ditandai oleh ciri-
ciri sebagai berikut:

• Profesi ini berdampak luas bagi kepentingan masyarakat


• Profesi adalah suatu pekerjaan mulia. umum.

• Untuk menekuni profesi ini diperlukan pengetahuan, • Profesi ini mampu memberikan penghasilan/nafkah bagi
keahlian, dan keterampilan tinggi. penyandang profesi untuk hidup layak.

• Ada organisasi profesi sebagai wadah untuk bertukar


• Pengetahuan, keahlian, dan keterampilan diperoleh
pikiran, mengembangkan program pelatihan dan
melalui pendidikan formal, pelatihan, dan
pendidikan berkelanjutanj serta menyempurnakan,
praktik/pengalaman langsung.
menegakkan, dan mengawasi pelaksanaan kode etik di
antara anggota profesi tersebut.
• Memerlukan komitmen moral (kode etik) yang ketat.
• Ada izin dari pemerintah untuk menekuni profesi Ini.
Bisnis Sebagai Profesi

1. 3.
Profesi adalah pekerjaan dan Profesi menuntut penerapan
di dalam bisnis terdapat kaidah moral/etika yang
banyak jenis pekerjaan. sangat ketat.

2. 4.
Sebagian jenis pekerjaan Tuntutan kaidah moral yang
menuntut pengetahuan dan tinggi menjadi keharusan
keterampilan tinggi. dalam bisnis karena
pengalaman.
Prinsip – prinsip Etika Bisnis

1. Prinsip Etika Menurut Caux Round Table


Prinsip-prinsip etika bisnis menurut Caux Round Table adalah:

a. Tanggung Jawab Bisnis: dari Shareholders ke Stakeholders.

b. Dampak Ekonomis dan Sosial dari Bisnis: Menuju Inovasi, Keadilan dan Komunitas Dunia.

c. Perilaku Bisnis: dari Hukum yang Tersurat ke Semangat Saling Percaya.

d. Sikap Menghormati Aturan.

e. Dukungan bagi Perdagangan Multilateral.

f. Sikap Hormat bagi Lingkungan Alam.

g. Menghindari Operasi yang Tidak etis.


2. Prinsip Etika menurut Sonny Keraf (1998)

a. Prinsip Otonomi

b. Prinsip Kejujuran

c. Prinsip Keadilan

d. Prinsip Saling Menguntungkan

e. Prinsip Integritas Moral

 
3. Prinsip Etika Bisnis
menurut Lawrence,Weber, 4. Weiss (2006)
dan Post (2005) Mengemukakan empat
prinsip etika, yaitu:
Prinsip etis merupakan tuntunan a. martabat/hak (rights)
bagi perilaku moral. Contoh b. kewajiban (duty)
prinsip etika antara lain: c. kewajaran (fairness)
kejujuran (honesty), pegang janji d. keadilan (justice)
(keeping promises), membantu
orang lain (helping others), dan
menghormati hak-hak orang lain
(the rights of others).
Etika Lingkungan Hidup

Isu Lingkungan Hidup


DEONTOLOGIS TELEOGIS

Perilaku etis hanya dilihat dari Perilaku etis juga hanya menyorot
sudut pandang manusia, yaitu kepentingan umat manusia dilihat
sejauh mana setiap orang dari konsekuensi atau akibat dari
menghargai, mempertimbangkan, setiap keputusan dan tindakan
memelihara, dan memberdayakan manusia terhadap manusia
umat manusia sesuai dengan harkat lainnya.
dan martabatnya sebagai manusia.
Akumulasi Bahan Beracun

Masalah limbah pabrik,


menyebabkan air sungai yang Penggunaan pupuk kimia non
melewati kota kota besar tidak lagi organik yang tidak terkendali ,
jernih dan telah berubah warna menyebabkan pencemaran hasil
kehitam – hitaman sehingga tidak produksi pertanian.
lagi memenuhi syarat untuk air D
minum.

C
B
A Penggunaan nuklir

Udara tercemar karena asap


hitam dari kendarran bermotor
yang mengandung gas beracun.
Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect)

Para ahli mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya pemanasan global adalah akibat efek rumah
kaca (greenhouse effect) Hawa panas yang diterima bumi dari sinar matahari terhalang dan terperangkap
tidak dapat keluar dari atmosfer bumi oleh partikel-partikel gas polutan atau yang sering disebut gas
rumah kaca. Gas-gas yang memenuhi atmosfer bumi tersebut, di antaranya berupa: karbon dioksida
(CO2), metana (CH), ozon (O,), nitrogen oksida (NOx), dan chloro fluoro-carbon (CFC).

Gas polutan penyebab pemanasan global sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil
(minyak bumi dan batubara), yang saat ini masih menjadi sumber energi terbesar di dunia untuk
industri, transportasi, dan keperluan rumah tangga. Gas metana berasal dari pembakaran sampah kota
dan chloro fluoro carbon (CFC) yang banyak digunakan untuk penyejuk ruangan (AC), kulkas, industri
plastik, dan sebagai gas pendorong pada aerosol.
Perusakan Lapisan Ozon
Bahaya radiasi sinar ultraviolet ini, antara lain bisa menyebabkan kanker kulit,
penurunan sistem kekebalan tubuh, katarak, serta kerusakan bentuk-bentuk (spesies)
kehidupan di laut dan di daratan. Fungsi utama lapisan ozon adalah untuk menyaring
atau memperlemah daya sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh sinar matahari
sebelum memasuki bumi.

Hujan Asam (Acid Rain)


Perlombaan pendirian pabrik-pabrik di banyak kawasan industri oleh hampir semua negy, demi memacu
pertumbuhan ekonomi tanpa disertai program pengendalian limbah asap telah mengakibatkan banyaknya
volume asap hitam pekat yang terus menerus dimuntahkan dari cerobong - cerobong pabrik tersebut (Asap tebal
yang berwarna hitam pekat ini kemudian menyatu dengan udara, dan awan, yang pada gilirannya menurunkan
hujan asam (acid rain) ke bumi di sekitar awan tersebut. Bila ini terus berlangsung, maka hujan asam itu dapat
merusak hutan, mencernari air danau, dan bahkan merusak gedung-gedung.
Deforestasi dan Penggurunan
Hutan mempunyai fungsi dan kegunaan yang sangat besar untuk kepentingan lingkungan
hidup dan untuk menjamin kelangsungan dan kelestarian bumi dan seluruh isinya
Akibat negatif dari penyempitan dan perusakan hutan ini, antara lain: terjadi erosi dan banjir
yang meluas, berkurangnya fungsi hutan untuk menyerap gas polutan musnah/berkurangnya
spesies flora dan fauna tertentu, meluasnya penggurunan daratan: menurunnya kualitas
kesuburan tanah perkurangnya cadangan air tanah, serta terjadi perubahan pola cuaca
(misalnya: musim kering yang panjang, musim hujan yang makin pendek, hujan badai dan
petir).

Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati (biodiversity) adalah keragaman berbagai bentuk dan jenis kehidupan
(species) di bumi ini. Keanekaan hayati ini di samping mencerminkan keindahan dan
menunjukkan kekayaan alam, juga berfungsi sebagai unsur-unsur dalam mata rantai kehidupan
yang membentuk satu kesatuan sistem kehidupan yang utuh, sekaligus menjaga keseimbangan
alam sebagai suatu sistem.
PARADIGMA ETIKA LINGKUNGAN
Persoalan etika selama ini hanya dibahas sebatas lubungan dan pengaruh suatu keputusan dan tindakan seseorang
terhadap orang lain. Dalam bahasa kebudayaan, paradigma (pola pikir) etika yang hanya berpusat kepada manusia
disebut “antroposentrisme” Alois A. Nugroho (2001) mengatakan bahwa antroposentrisme merupakan suatu
paradigma di mana kepekaan dan kepedulian yang pada dasarnya beranggapan bahwa hanya manusia dari semua
generasi—termasuk generasi-generasi yang belum lahir—yang dapat dianggap sebagai mural patients.

beberapa (cara pandang/pola pikir) yang berkembang dalam memahami etika dalam kaitannya dengan
isu lingkungan hidup.

Etika kepentingan generasi Etika lingkungan biosentris Etika ekosistem


mendatang (ecosystem)
Prinsip dan Isu Etika untuk beberapa fungsi

Kode Etik Sumber Daya Manusia (Human Resource)


Karyawan merupakan salah satu kelompok pemangku kepentingan utama (main
stakeholder) dalam perusahaan. Tanpa karyawan, tidak mungkin perusahaan mampu
merealisasikan tujuannya

A.M. Lilik Agung (2007) mencatat setidaknya ada empat peran yang melekat
pada Departemen SDM, yaitu:

1. Peran administrative
2. Peran kontribusi
3. Peran Agen Perubahan
4. Peran Mitra Strategis

Sasaran dari pengelolaan SDM adalah agar perusahaan mampu memiliki karyawan yang
tepat dilihat dari kuantitas (jumlah) dan kualitas yang dibutuhkan
Berdasarkan studi oleh Weaver, Trevino, dan Cochran (dalam Brooks, 2003: 349), diperlukan paket program
implementasi dengan memperhatikan sedikitnya enam dimensi program etik agar suatu kode etik dapat
dipatuhi. Enam dimensi tersebut adalah sebagai berikut:

Kode etik formal Komite Etika Sistem komunikasi


etika

Pejabat etika Program Proses penetapan disiplin


pelatihan etika dalam hal terjadi perilaku
tidak etis.
Kode Etik Pemasaran
Fungsi pemasaran di dalam perusahaan memegang peranan yang sangat penting dan
menentukan bagi kelangsungan hidup perusahaan karena menjadi ujung tombak
perusahaan yang bersentuhan langsung dengan pelanggan di luar perusahaan.

Fungsi pemasaran juga antara lain meliputi: aktivitas perencanaan dan


pengembangan produk (product): perencanaan dan pengembangan sistem promosi
termasuk riset dan target pasar (promotion), merancang kebijakan harga (price),
menilai lokasi penjualan yang dianggap strategis (places): mengevaluasi dan
merumuskan sistem dan saluran distribusi yang dianggap tepat (distribution), serta
aktivitas lainnya yang semuanya memang ditujukan untuk mendukung penjualan
perusahaan. Oleh karena itu, efektivitas fungsi pemasaran akan terlihat dari
pencapaian target penjualan serta loyalitas dan kepuasan pelanggan terhadap produk
dan layanan perusahaan.
Kode Etik Akuntansi
Fungsi akuntansi di dalam organisasi atau perusahaan dilakukan
oleh departemen akuntansi yang di bawahnya adalah akuntan
manajemen. Tugas utama akuntan manajemen adalah merancang
dan memelihara sistem informasi akuntansi agar departemen
akuntansi mampu menghasilkan 2 jenis laporan akuntansi, yaitu :

(1) laporan keuangan (financial statement), dan

(2) laporan manajemen.

Efektivitas fungsi akuntansi ditentukan oleh laporan akuntansi yang relevan dan dapat diandalkan.

Organisasi profesi di bidang akuntansi adalah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).


Kode Etik Akuntan Manajemen
Menurut Duska & Duska (2005)

Objektivitas Resolusi atas


Kompetensi ● Mengomunikasikan informasi secara adil konflik etis
dan objektif.
● Memelihara tingkat kompetensi yang layak
● Mengungkapkan semua informasi
● Menjalankan kewajiban profesional
relevan D
● Menyiapkan laporan dan rekomendasi yang
lengkap dan jelas
C
B
Integritas
A ● Menghindari konflik kepentingan
Kerahasiaan ●

Menahan diri melalukan ikatan yang menimbulkan prasangka
Menolak pemberian dan pelayanan yang memengaruhi tindakan
● Menjaga informasi rahasia ● Menahan diri dari tindakan menyimpang
● ● Mengomunikasikan informasi, pendapat dan penilaian yang
Menjalankan tugas sesuai kewenangan
profesional
● Memberitahukan dan memantau kerahasiaan informasi ● Menahan diri dari ikatan yang mendiskreditkan profesi.
● Menahan diri menggunakan informasi rahasia untuk
kepentingan tidak etis atau melawan hukum
Kode Etik Keuangan

Fungsi keuangan adalah mengelola arus kas, Kode etik keuangan yaitu meliputi :
termasuk menetapkan struktur permodalan dan • Kompetensi
mencari sumber-sumber dan jenis pembiayaan • Integritas
baik untuk membiayai kegiatan operasi untuk
• Martabat (dignity)
rencana investasi. Pengelolaan tersebut banyak
• Kerahasiaan
memanfaatkan laporan keuangan yang dibuat
oleh fungsi akuntansi. • Objektivitas
• Independensi
Organisasi profesi di bidang keuangan adalah
• Kehati-hatian
Association for Investment Management and
Research (AIMR). • Larangan menggunakan informasi non publik
Kode Etik Teknologi Informasi

Kode etik dalam organisasi profesi di bidang teknologi informasi meliputi


keharusan umum untuk anggota mencakup kontribusi bagi masyarakat dan
kesejahteraan umat manusia, menghindari merugikan orang lain, bertindak jujur
dan dapat dipercaya, adil dan tidak melakukan diskriminasi, menghormati hak
kekayaan termasuk hak cipta dan hak paten, menghormati privasi orang lain,
menghargai kerahasiaan, dll.
Organisasi profesi di bidang teknologi informasi adalah Association for
Computing Machinary (ACM).
Kode Etik Fungsi Lainnya

Setiap elemen di dalam perusahaan akan berinteraksi satu dengan


lainnya yang akan mempengaruhi perusahaan secara keseluruhan,
sekecil apapun perannya yang dimainkan oleh setiap elemen tersebut.
Semua karyawan pada semua fungsi harus bersikap profesional, yaitu
menguasai bidang ilmu dan keterampilan teknis pada bidangnya, serta
harus mempunyai sikap dan perilaku etis.
Perbandingan Kode Etik
American
Marketing Association Association for Association for
Institute of Management
(AMA) Investment Management Computing Machinary
Accountants
and Research (AIMR) (ACM)

Tanggung jawab Tanggung jawab dan


Kompetensi Kompetensi
komitmen

Kejujuran dan Kewajaran Integritas,


Integritas Jujur dan dapat dipercaya
Martabat (dignity)

Hak dan Kewajiban Kerahasiaan, Kerahasiaan,


Kerahasiaan,
Objektivitas, Menghormati hak kekayaan
Objektivitas
Independensi intelektual

Hubungan organisasi Kehati-hatian, Adil dan tidak diskriminasi,


Resolusi atas konflik etis Larangan menggunakan Menghormati privasi orang
informasi nonpublik lain
Konsep pedoman kode etis suatu profesi

Integritas Kompetensi
● Utuh dan tidak terbagi Penguasaan ilmu/pengetahuan dan
● Menyatu
● Kokoh dan konsisten
keterampilan, serta mempunyai sikap
dan perilaku etis.

Whistleblowing Objektivitas dan


Tindakan membocorkan kecurangan. Independensi
● Internal whistleblowing
● External whistleblowing ● Independent in fact
● Independent in appearance
TERIMA KASIH