Anda di halaman 1dari 18

Kelompok 8

(Struktur Aljabar Ring)


Matematika-2 / Semester 6

MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
T.A 2020/2021
Apa Yang Akan Kita Pelajari ?

Isomorfisma
Ring
Team
Presentation

Sulaiman Ananda Harahap Ziana Syahputri Hendri Sagala

Data Analyst, Pengusaha Pebisnis, Matematikawan


Matematikawan

sulaimananandahrp@gmail.com ziana.syahputri@gmail.com hendrisagala2018@gmail.co


m
Hendri Sagala
Sulaiman Ananda Harahap Ziana Syahputri
@Sulaiman_ananda_hrp @ziana_syahputri @Sagala_hendri08

S c i e n c e Te c h n o l o g y E n g i n e e r i n g A r t s M a t h e m a t i c s
Konsep Isomorfisma
ISOMORFISMA

HOMOMORFISMA SIFAT

PENJUMLAHAN PERKALIAN SATU-SATU PADA


PEMBAHASAN KONSEP

Misalkan (R,+,.) dan (R’, +, .) merupakan ring-ring pemetaan


f:R R’ disebut homomorfisma dari R ke R’ jika memenuhi
sifat-sifat
1. f(a+b)=f(a) + f(b)
2. f(a.b)=f(a) . f(b)
Jika f.R R’ diatas merupakan pemetaan 1-1 (injektif) dan
Onto (surjektif), maka f disebut isomorfisma; R dikatakan
isomorfik dengan R’, dan ditulis R ≅ R’
Pembuktian Teorema Isomorfisma Ring 1
“Setiap peta isomorfisma dari suatu ring , Isomorfis dengan satu ring kelas residunya”

Misalkan R dan R’ suatu ring dan f : R R’ suatu homomorfisma dari ring R, pada ring R’ dengan
inti K (K=Ker (f)) maka R/K ≅ R’

Definisi suatu pemetaan g: R/K R’ ϶ g adalah suatu Isomorfisma . Karena f adalah homomorfisma dari
R pada R’. R’ dinyatakan sebagai:
R’={f(a):a ∈ R}
Sehingga pemetaan g dapat didefinisikan sebagai g(K+a) = f(a) ∀ (K+a). Karena pendefinisian g
melibatkan koset domainnya, kita harus memperlihatkan bahwa g didefinisikan dengan baik.
Untuk membuktikan bahwa g suatu pemetaan, diambil sebarang (K+a), (K+b) di R/K dengan K+a = K+b.
Akibatnya
K+a =K+b (a-b)K
(f(a-b)=0
f(a) – f(b)=0
f(a) = f(b)
g(K+a) = g(K+b) (Jelas bahwa g merupakan fungsi)
Lanjutan….
1) g Homomorfisma Ring 2) g Satu-satu 3. g Onto

Misalkan K+a, K+b dua anggota Misalkan K+a, K+b dua anggota Misalkan a’ anggota sebarang di R’
sebarang dari R/K sebarang dari R/K dengan karena
g(K+a)+(K+b) = g[K+(a+b)] g (K+a) = g (K+b) atau F: R R’ homomorfisma onto,
g(K+a)+(K+b) = f(a+b) f(a) = f(b) maka ada a ∈ R sehingga f(a) = a’
g(K+a)+(K+b) = f(a)+f(b) f(a) – f(b) =0’ tetapi f(a) merupakan peta dari koset
= g(K+a) + (K+b) f(a) + f(-b) = 0’ (K+a) di R/K, dengan demikian
f(a-b) =0
Dan a-b ∈ K [K= Ker (f)] a’ = f(a) = g(K+a)
g[(K+a)(K+b)] = g[K+(ab)] K+a = K+b
g[(K+a)(K+b)] = f(ab) Jadi g Onto
g[(K+a)(K+b)] = f(a).f(b) Jadi g Satu-satu
= g[(K+a)(K+b)]

Jadi g Homomorfisma Ring


 Dari 1, 2, 3 maka dapat disimpulkan bahwa R/K
isomorfis dengan R’ atau R/K R’
Pembuktian Teorema Isomorfisma Ring 2
“Misalkan R adalah ring M dan N masing-masing ideal dari R dan M+N ={m+n}; m ∈ M,n ∈ N} maka
M+N adalah ideal dari R dan (M+N) / ≅ M/(M ∩ N)”

1. Bukti (M ∩ N) merupakan ideal dari R

Karena M dan N masing-masing merupakan ideal, maka


a. 0 ∈ M,N dan berakibat 0 ∈ M ∩ N. Dengan demikian M ∩ N ≠ ∅
b. Ambil sembarang a,b M ∩ N ≠ ∅ maka a,b ∈ M dan a,b ∈ N
Karena M dan N masing-masing merupakan ideal, maka –b ∈ M dan –b ∈ N. Dengan
demikian a-b ∈ M ∩ N
c. Ambil sembarang a ∈ M ∩ N, maka a ∈ M dan a ∈ M N
Karena M dan N masing-masing merupakan ideal maka untuk sembarang r ∈ R, berlaku ar
= ra ∈ M dan ar = ra ∈ N. Dengan demikian ar= ra ∈ M ∩ N

Terbukti bahwa M ∩ N merupakan ideal pada R


Lanjutan….
2. Bukti (M+N) merupakan ideal dari R c. Ambil sembarang a ∈ M + N pilih a = m1+n1
∀ m1 ∈ M dan n1, ∈ N. Karena M dan N
Perhatikan bahwa M+N ={m+n | m M, n ∈ N}. masing-masing merupakan ideal maka untuk
Karena M dan N masing-masing merupakan ideal, sembarang r ∈ R, berlaku m1r = rm1 ∈ M dan
maka n1r = m1 ∈ N. Dengan demikian
a. 0 ∈ M,N dan berakibat 0 = 0+0 ∈ M+N.
Dengan demikian M+N ≠ ∅ ar = (m1+n1)r
b. Ambil sembarang a,b ∈ M, N maka a = M1 + n1 = m1r + n1r
dan b = m2 + n2 = rm1 + rn1
∀ m1, m2 ∈ M dan n1, n2 ∈ N = r(m1+n1)
Karena M dan N masing-masing merupakan ideal, = ra ∈ M + N
maka m1- m2 ∈ M dan n1 – n2 ∈ N
Dengan demikian , a – b = (m1 + n1) – (m2 + n2) Jadi, terbukti bahwa M+N merupakan ideal pada
= m1 + n1 – m2 – m2 R
= m1 – m2 + n1 – n2
= (m1 – m2) + (n1 – n2)
Karena (m1 – m2) M dan (n1 – n2) ∈ N, maka (m1
– m2) + (n1 – n2) ∈ M + N Terbukti (M ∩ N) dan (M+N) adalah
ideal dari R
Lanjutan….
Defenisi Pemetaan .….
Lebih lanjut ∀ m + N adalah anggota dari
f: M (M+N)/N oleh f(m) = m + N, akan (M + N)/N
ditunjukkan bahwa f adalah homomorfisma Maka
surjektif dengan Ker (f) = (M ∩ N).
Teorema Isomorfisma Ring Pertama menjamin m + N ∈ (M + N) / N
bahwa: m ∈ (M + N)
M/(M ∩ N) ≈ (M + N)/N m = (m+n), ∀ m ∈ M, n ∈ N
Ambil sembarang m1, m2 ∈ M diperoleh m + N = (m + n) + N
f(m1 + m2) = (m1 + m2) + N m + N = (m + N) + (n + N)
= (m1 + N) + (m2 + N) m + N = (m + N) + N
=f(m1) + f(m2) Dan m + N = (m + N)
m + N = f(m)
F(m1.m2) = (m1.m2) + N
= (m1 + N).(m1.N) Jadi, koresponden ∀ anggota (m+N) di (M +
= f(m1).f(m2) N)/N aada m anggota m ∈ M maka f(m) =
m + N. Sehingga f adalah suatu
Sehingga f adalah suatu homomorfisma ring homomorfisma surjektif
Lanjutan….
Ker (f) = (M ∩ N)

Perhatikan bahwa definisi Ker(f) = {m ∈ M; f(m) = Dari persamaan (1) dan persamaan (2) maka
N} didapatkan Ker (f) = (M ∩ N). Jadi, (M+N)/N
Misalkan m adalah elemen dari Ker (f), Maka m ∈ homomorfisma surjektif di M dan kernel
Ker(f) homomorfisma adalah (M ∩ N)
f(m) = N, m ∈ M
m + N =, m ∈ M Kesimpulannya, terbukti (M+N)/N = M/(M ∩ N)
m ∈ M, m ∈ N
m∈MN
Jadi, Ker(f) ⊆ (M ∩ N) ……..Persamaan (1)

Sebaliknya, misalnya x elemen di (M ∩ N)


Maka, x ∈ (M ∩ N)
X M, x ∈ N
f(x) = x+N, x ∈ N
f(x) = N
x ∈ Ker(f)
Jadi, (M ∩ N) ⊆ Ker(f) …….Persamaan (2)
Pembuktian Teorema Isomorfisma III (Ketiga)

“Misalkan R adalah suatu ring. Jika M dan N Masing-masing adalah ideal dari R sehingga M ≤
N, R/N = (R/M) / (N/M)”

Karena M adalah ideal dari R. Maka simbol R/M juga sama. Demikian juga, N
adalah ideal dari R, maka simbol N/M juga sama.
Selanjutnya diperkuat oleh definisi ideal N adalah ideal R, dan M adalah ideal dari
R berlaku hubungan M ⊆ N ⊆ R. Jadi jelas bahwa M adalah subring di N, karena
M juga ideal di R. Maka simbol N/M adalah sama.

Akan ditunjukkan bahwa N/M ⊂ R/M. Jika (a + M) adalah elemen peubah di N/M
maka
(a + M) ∈ N/M a∈n
a∈R
(a = M) ∈ R/M
Lanjutan…..
Selanjutnya M) adalah subring di R/M, jika (a + M) dan (b + M)
adalah dua anggota di N/M maka
(a + M) ∈ N/M, (b + M) ∈ N/M
a ∈ N, b ∈ N
a – b ∈ N, ab ∈ N
a – b ∈ R, ab ∈ R
(a – b) + M ∈ R/M, (ab) + M ∈ R/M Jika (a + M) adalah elemen peubah di N/M dan (r
(a + M) – (b + M) ∈ R/M, (a + M) . (b + M) ∈ R/M + M) adalah elemen peubah di R/S maka
(a+M)(r+M) ∈N/M, (r+M)(a+M) ∈ N/M
(a+M) ∈ N/M, (r+M) ∈ R/S
a ∈ N dan r ∈ R
ar ∈ N dan ra ∈ N
(ar)+ M ∈ N/M dan (ra)+ M ∈ N/M
(a+M) . (r+M) ∈ N/M dan (r+M).(a+M) ∈
N/M

Jadi, N/M adalah ideal di R/S


Berikut f bersifat surjektif

 
Didefinisikan pemetaan Jadi, f bersifat surjektif karena koresponden masing-
F: R/M R/N atau f(a+M) = (a+N), R masing subset anggota (a+N) di R/N adalah subset
Pemetaan f mengawetkan kedua komposisi di R/N, jika (a+M) anggota (a+M) di R/M maka f(a+M) = (a+N), ∀ a ∈
dan (b+M) adalah dua anggota subset di R/M. R
Maka
f[(a+M)+(b+M)]
f[a+M+b+M]
f[a+b+M+M]
f[(a+b)+M]
(a+b)+N
(a+N)+(b+N)
f(a+M) + f(b+M)

Dan
f[(a+M).(b+M)]
f[(ab) + M]
(ab) + N
(a+N).(b+N)
f(a+M).f(b+M)
Berikut bahwa Kernel Homomorfisma adalah N/M

Didefinisikan Ker(f) = {a+M ∈ R/M, f(a+M) = N}


Misalkan (a+M) ∈ Ker (f)
Maka (a+M) ∈ Ker (f)

f(a+M) = N, (a+M) ∈ R/M


a+N = N, (a+M) ∈ R/M
a ∈ N, (a+M) ∈ R/M
N/M

Selanjutnya R/N adalah homomorfisma surjektif di R/M, dan kernel dari


koresponden homomorfisma N/M sesuai dengan Teorema Isomorfisma pertama
maka kita dapat R/N ≈ (R/M) / (N/M)

Kesimpulannya, terbukti R/N = (R/M) / (N/M)


Contoh Soal 1:
Tentukan apakah pemetaan φ : Z Z, dengan φ(a) = 2a, a ∈ Z berikut merupakan
isomorfisma atau bukan
Jawaban:
Z adalah Ring terhadap operasi penjumlahan dan perkalian bilangan bulat .

φ(a+b) = φ(a) + φ(b)


φ(a+b) = 2(a+b)
=2a+2b
= φ(a) + φ(b)
Selanjutnya untuk :
φ(a.b) = 2ab
≠ 2a.2b
≠ φa.φb

Sehingga φ bukanlah homomorfisma, karena φ bukan homomorfisma maka φ bukan


merupakan isomorfisma
 
Contoh Soal 2:
Diketahui Ring (R, +, x) isomorfis dengan Ring (apabila didefinisikan
suatu pemetaan Dari R ke , dengan definisi sebagai berikut:  φ suatu homomorfisma

Untuk membuktikan bahwa φ suatu isomorfisma, maka φ harus bijektif


dan φ suatu homomorfisma.
φ suatu pemetaan yang bijektif, misal diberikan dan , sehingga a = ln b

Diperoleh :
Sehigga φ suatu pemetaan yang surjektif. Selanjutnya untuk membuktikan Terbukti bahwa φ adalah suatu
φ adalah pemetaan yang injektif: homomorfisma. Jadi Ring isomorfis
Andaikan dengan Grup

Maka

Karena aka φ adalah ffiungsi yang injektif atau satu-satu. Terbukti φ


fungsi bijektif
Terimakasih