Anda di halaman 1dari 91

Analisis

Laporan
Keuangan

KR Subramanyam
John J Wild

McGraw-Hill/Irwin Copyright © 2009 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.
2-2

Tinjauan Analisis Laporan


Keuangan

2
PERTEMUAN
2-3

PENGERTIAN ANALISIS LAPORAN


KEUANGAN
2-4

PENTINGNYA ANALISIS LAPORAN


KEUANGAN
Penting?  Dilihat dari karakteristik laporan keuangannya
sendiri, dan dikaitkan dengan kebutuhan / fokus utama
dari si pemakai laporan keuangan (biasanya untuk
pengambilan keputusan)
Laporan keuangan melaporkan “apa yang telah terjadi
selama periode tertentu atau rangkaian periode
tertentu” yang merupakan dokumen historis dan statis
Padahal yang kebanyakan pemakai laporan keuangan
inginkan adalah “apa yang mungkin terjadi pada masa
mendatang”
2-5

PENTINGNYA ANALISIS LAPORAN


KEUANGAN

Dapat memprediksi masa depan?  informasi


laporan keuangannya bagus
Pengolahan informasi  proses pembandingan,
evaluasi, dan analisis tren
Hasil analisis akan mampu membantu proses
interpretasi berbagai hubungan kunci dan
kecenderungan yang dapat memberikan dasar
berpikir mengenai potensi kesuksesan hotel di
masa depan
2-6

Tujuan Analisis Laporan Keuangan


Tujuan Analisis Laporan
Keuangan
TUJUAN ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN
TUJUAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
2-10

Manfaat ALK
2-11

Laporan Keuangan Wajib


(Statutory Financial Reports)
Merupakan produk ligkungan pelaporan keuangan yang
paling penting. Informasi dalam laporan keuangan dinilai
relatif berdasarkan (1) kebutuhan informasi dari pengguna
laporan keuangan dan (2) sumber informasi alternatif
seperti data ekonomi dan industri, laporan analsis, dan
pengungkapan sukarela manager. Faktor-faktor utama
tersebut adalah prinsip-prinsip akutansi yang berlaku
umum (GAAP), motivasi manager, mekanisme
pengawasan dan pelaksanaan, badan pengatur, sifat
industri, dan sumber informasi lain.
2-12

Faktor yang Mempengaruhi Laporan Keuangan Wajib

1. Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang


Berlaku Umum (generally accepted
accounting principles-GAAP)
 GAAP merupakan kumpulan standar,
pengumuman, pendapat, interpretasi,
dan panduan praktik.dari sudut pandan
analisis
2-13

Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang


Berlaku Umum (GAAP)
Jenis
Jenisaturan
aturandan
danpedoman
pedomanAkuntansi
Akuntansi
ooPernyataan
PernyataanStandar
StandarAkuntansi
AkuntansiKeuangan
Keuangan
ooOpini
OpiniAPB.
APB.
ooBuletin
BuletinPenelitian
PenelitianAkuntansi
Akuntansi(ARB).
(ARB).
ooPernyataan
PernyataanAICPA.
AICPA.AICPA
AICPAmengeluarkan
mengeluarkanpedoman
pedoman
untuk
untuktopik
topiktertentu
tertentuyang
yangbelum
belumdibahas
dibahasoleh
olehFASB
FASB
dalam
dalamPernyataan
PernyataanPosisi
Posisi(SOP)
(SOP)atau
atauuntuk
untukhal-hal
hal-hal
yang
yangmelibatkan
melibatkanhal-hal
hal-halkhusus
khususindustri
industridalam
dalam
Pedoman
PedomanAuditAuditdan
danAkuntansi
AkuntansiIndustri.
Industri.
ooBuletin
BuletinEITF.
EITF.Buletin
BuletinEITF
EITFditerbitkan
diterbitkanoleh
olehGugus
Gugus
Tugas
TugasMasalah
MasalahBerkembang
BerkembangFASB. FASB.
ooPraktik
Praktikindustri.
industri.
2-14

Faktor lingkungan

Badan Pengawas Pasar Modal AS


(Securities and Exchange Commission-SEC)
2-15

Faktor lingkungan
Standar
StandarPelaporan
PelaporanKeuangan
Keuangan
Internasional
Internasional(IFRS)
(IFRS)
2-16

Faktor yang Mempengaruhi Laporan Keuangan Wajib...lanjutan

2.
2.Manajer
ManajerPerusahaan
Perusahaan
Tanggung
Tanggungjawab
jawabutama
utamauntuk
untuklaporan
laporanyang
yang
adil
adil&&akurat
akurat
Menerapkan
Menerapkanakuntansi
akuntansiuntuk
untukmencerminkan
mencerminkan
aktivitas
aktivitasbisnis
bisnis
Kebijaksanaan
Kebijaksanaanmanajerial
manajerialdiperlukan
diperlukandalam
dalam
akuntansi
akuntansi
Pelobi
Pelobiutama
utamadi diGAAP
GAAP
2-17

Faktor lingkungan
Tata kelola perusahaan

ooPengawasan
Pengawasandewan
dewandireksi
direksi
ooKomite
Komiteaudit
auditdewan
dewan
oomengawasi
mengawasiproses
prosesakuntansi
akuntansi
oomengawasi
mengawasipengendalian
pengendalianinternal
internal
oomengawasi
mengawasiaudit
auditinternal
internal/ /eksternal
eksternal
ooAuditor
Auditorinternal
internal
2-18

Faktor lingkungan
Pengguna internal Pengguna
Eksternal
2-19

Kualitas Informasi Akuntansi yang


Diinginkan
2-20

KEPENTINGAN PARA PEMAKAI


LAPORAN KEUANGAN
2-21

KEPENTINGAN PARA PEMAKAI


LAPORAN KEUANGAN
Bagi Para Pemegang Saham (Investor), misalnya
apakah akan keep or sell saham hotel yang
mereka miliki; apakah akan mempertahankan atau
mengganti jajaran manajemen yang ada, dan
apakah akan menyetujui usaha manajemen hotel
untuk menerbitkan atau mencari pinjaman baru.
Bagi Para Kreditur, misalnya apakah laba hotel
cukup untuk membayar beban bunga periodik
atau apakah hotel dapat mengembalikan pokok
pinjaman saat jatuh tempo
2-22

KEPENTINGAN PARA PEMAKAI


LAPORAN KEUANGAN
Bagi Para Manajer, misalnya apakah hotel yang
dikelolanya mampu membayarkan dividen (dividend
policy), apakah ada dana yang dapat digunakan untuk
pengembangan usaha, dan berapa besar kemungkinan
hotel akan sukses di bawah kepemimpinannya.
Bagi Analis Sekuritas, dimana informasi tentang estimasi
laba di masa depan merupakan elemen penting untuk
dasar penentuan nilai sekuritas.
Bagi Analisis Kredit, dimana informasi aliran dana di
masa depan merupakan elemen penting untuk dasar
penentuan rating / risiko kredit
2-23

PROSEDUR ANALISIS
2-24

METODE DAN TEKNIK


ANALISIS
2-25

METODE DAN TEKNIK


ANALISIS
Analisis rasio keuangan merupakan teknik yang paling
banyak dipakai dalma praktiknya. Seorang akan
mengklasifikasikan rasio secara berbeda dengan orang
lainnya. Dalam penggunannya perlu ditekankan pada
makna dan kegunaan masing-masing angka rasio
tersebut
Likuiditas (liquidity), struktur modal (capital structure),
Return on Investment (ROI), pemanfaatan aktiva, dan
kinerja operasi adalah 5 area analisis yang harus
menjadi fokus untuk kita bisa mengetahui kekuatan dan
kelemahan hotel kita.
2-26

TEKNIK ANALISIS LAPORAN


KEUANGAN
 Teknik komparatif.
 Teknik common size statement.
 Teknik rasio.
 Teknik trend
 Teknik dupont analysis.
 Teknik analisis sumber dan penggunaan dana.
2-27
Analisis Laporan Keuangan Komparatif

Pendekatan Year-to-year
Changes Analysis
dalam
melakukan
teknik Index-Number Trend
Series Analysis
komparatif
2-28

Tujuan dan Manfaat Analisis Komparatif

 Tujuan analisis komparatif adalah untuk


memperoleh gambaran tentang arah dan
kecenderungan (tendensi) tentang
perubahan yang mungkin akan terjadi
pada setiap elemen laporan keuangan di
masa yang akan datang.
 Informasi hasil analisis komparatif
bermanfaat untuk memperediksi tentang
kemungkinan yang akan terjadi pada
setiap elemen laporan keuangan di masa
yang akan datang.
2-29

Pendekatan Teknik ALK Komparatif


2-30

year-to-year changes analysis

Fokus pendekatan year-to-year changes analysis


adalah besarnya perubahan yang terjadi beserta
penyebab-nya.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya


perubahan pada elemen-elemen neraca pada dasar-
nya adalah:
1. Laba bersih dan pembagian dividen
2. Penarikan dan pelunasan utang jangka panjang
3. Penerbitan dan penarikan kembali saham
4. Perubahan modal kerja
5. Perubahan bentuk aktiva
11/09/21 30
2-31

year-to-year changes analysis(Lanjutan)

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya


perubahan pada elemen-elemen Laporan Laba-Rugi
pada dasarnya adalah:
1. Perubahan volume penjualan
2. Perubahan harga pokok penjualan
3. Perubahan biaya operasi
4. Perubahan pendapatan & biaya di luar operasi
5. Perubahan pendapatan & biaya luar biasa
6. Perubahan pajak penghasilan
2-32

year-to-year changes analysis(Lanjutan)

2012 2011 Perubahan Perubahan


Rekening
(Rp000) (Rp000) Absolut Relatif (%)
Kas 2.400 2.600 (200) (7,69)
Piutang Dagang 2.000 2.400 (400) (16,67)
Persediaan 7.100 4.400 2.700 61,36
Tanah 8.500 4.600 3.900 84,78
Gedung 8.000 8.000 0 0
Akum Dep Gedg (1.000) (750) 250 33,33
Mesin 10.000 8.000 2.000 25
Akum Dep Mesin (2.000) (1.250) 750 60
Total Aktiva 35.000 28.000 7.000 25
2-33

Contoh
Contoh year-to-year (Lanjutan)
changes analysis(Lanjutan)

2012 2011 Perubahan Perubahan


Rekening
(Rp000) (Rp000) Absolut Relatif (%)
Utang Lancar 4.400 5.000 (600) (12)
Utang Jk Pjg 12.000 9.000 3.000 33,33
Modal Saham 7.500 7.500 0 0
Agio Saham 2.500 2.500 0 0
Laba Ditahan 8.600 4.000 4.600 115
Total Ut & Mdl 35.000 28.000 7.000 25
2-34

Contoh year-to-year changes analysis(Lanjutan)

2012 2011 Perubahan Perubahan


Rekening
(000) (000) Absolut Relatif (%)
Penjualan 40.000 30.000 10.000 33,33
HPP (12.000) (10.000) 2.000 20
Laba Kotor 28.000 20.000 8.000 40
Biaya Ad & Um (6.800) (5.000) 1.800 36
Biaya Penjualan (5.600) (4.000) 1.600 40
Laba Usaha 15.600 11.000 4.600 41,81
Biaya Bunga (2.800) (2.000) 800 40
Laba Sblm Pajak 12.800 9.000 3.800 42,22
Pajak Penghsln (1.920) (1.350) 570 42,22
Laba Stlh Pajak 10.880 7.650 3.230 42,22
2-35

Contoh Kesimpulan

Dari sisi neraca, pada tahun 2011 aktiva perusahaan


mengalami peningkatan sebesar 25%. Kenaikan itu
disebabkan oleh adanya kenaikan baik pada aktiva
lancar maupun aktiva tetap. Hal itu meng-indikasikan
bahwa pada tahun 2012 perusahaan telah melakukan
perluasan usaha untuk mening-katkan aktiva
lancarnya untuk mendukung pening-katan penjualan.
Dari sisi neraca, pada tahun 2012 utang khususnya
utang jangka panjang dan modal perusahaan juga
mengalami peningkatan dalam jumlah yang sama
dengan peningkatan aktiva (25%). Hal itu disebab-kan
karena perusahaan harus mendanai kegiatan
perluasan usahanya.
2-36

Contoh Kesimpulan (Lanjutan)

Dari sisi laba-rugi, pada tahun 2012 penjualan dan


laba perusahaan juga mengalami peningkatan masing-
masing sebesar 33% dan 42%. Hal itu me-nunjukkan
bahwa perusahaan benar-benar dapat memanfaatkan
perluasan usaha yang telah dilaku-kan.
Dari sisi laba-rugi juga nampak bahwa sebagai aki-
bat adanya perluasan usaha perusahaan meningkat-
kan efisiensi kegiatan produksinya. Hal itu tercermin
pada peningkatan HPP (20%) yang diperlukan un-tuk
mendukung peningkatan penjualan lebih kecil
daripada peningkatan penjualannya (33%), sehingga
peningkatan laba yang terjadi (42%) jauh lebih be-sar
daripada peningatan penjualan (33%).
2-37

Contoh Kesimpulan (Lanjutan)

Dengan kata lain, berbagai keputusan yang diambil oleh


perusahaan pada tahun 2012 untuk melakukan perluasan uasaha
nampaknya cukup tepat karena perusahaan benar-benar dapat
memanfaatkannya untuk meningkatkan perolehan laba.

Namun demikian, karena perluasan usaha tersebut didanai


dengan menggunakan tambahan utang jangka panjang dan
tambahan modal, maka di masa yang akan datang perusahaan
harus dapat lebih efektif dan efisien lagi lagi operasinya. Hal itu
disebabkan karena beban keuangan (bunga dan dividen) yang
harus ditanggung oleh perusahaan di masa yang akan datang
juga semakin berat.
2-38

index-number trend series


analysis
 Dalam pendekatan index-number trend series
analysis perbandingan dibuat dengan cara
menghitung perubahan relatif (persentase) setiap
elemen laporan keuangan selama beberapa tahun
berdasarkan tahun dasar tertentu.

 Biasanya yang ditetapkan sebagai tahun dasar


adalah tahun (periode) paling awal dari serangkaian
periode laporan keuangan yang dianalisis. Namun
demikian pertimbangan utama dalam penentuan
tahun dasar adalah periode laporan keuangan yang
menunjukkan kondisi paling normal.
2-39

ANALISIS KOMPARATIF (Lanjutan)

 Analisis trend merupakan metode analisis kompa-ratif


yang lebih tepat untuk digunakan apabila periode
laporan keuangan yang dianalisis lebih dari dua tahun.

 Informasi hasil analisis trend dapat memberikan


gambaran yang lebih baik daripada analisis year –to-
year change tentang arah dan kecenderungan
(tendensi) perubahan yang mungkin akan terjadi pd
setiap elemen laporan keuangan di masa y.ad.

 Fokus perhatian analisis trend adalah arah dan


kecenderungan perubahan yang mungkin akan terjadi
pada setiap elemen laporan keuangan di masa yang
akan datang.
2-40

ANALISIS TREND (Contoh)

2008 2009 2010 2011 2012


Rekening
(Rp Jt) (Rp Jt) (Rp Jt) (Rp Jt) (Rp Jt)
Kas 400 350 300 250 200
Piutang Dagang 300 520 685 930 1.112
Persediaan 500 450 400 350 300
Aktiva Lancar 1.200 1.320 1.385 1.530 1.612
Aktiva Tetap 600 700 800 800 850
Total Aktiva 1.800 2.020 2.185 2.330 2.462
2-41

Contoh (Lanjutan)

2008 2009 2010 2011 2012


Rekening
(Rp Jt) (Rp Jt) (Rp Jt) (Rp Jt) (Rp Jt)
Utang Dagang 200 230 220 210 200
Utang Obligasi 500 575 625 650 660
Total Utang 700 805 845 860 860
Modal Saham 800 800 800 800 800
Laba Ditahan 300 415 540 670 802
Total Modal 1.100 1.215 1.340 1.470 1.602
Total Ut & Mdl 1.800 2.020 2.185 2.330 2.462
2-42

Contoh (Lanjutan)

2008 2009 2010 2011 2012


Rekening
(Rp Jt) (Rp Jt) (Rp Jt) (Rp Jt) (Rp Jt)
Penjualan 1.000 1.150 1.300 1.400 1.450
Harga Pokok Penj 500 575 650 700 725
Laba Kotor 500 575 650 700 725
Biaya Adm Umum 100 100 100 100 100
Biaya Pemasaran 100 130 175 210 229
Laba Operasi 300 345 375 390 396
Biaya Bunga 50 57,5 62,5 65 66
Laba Sebelum Pjk 250 287,5 312,5 325 330
Pajak 100 115 125 130 132
Laba Setelah Pjk 150 172,5 187,5 195 198
2-43

Contoh (Lanjutan)

2008 2009 2010 2011 2012


Rekening
(%) (%) (%) (%) (%)
Kas 100 87,5 75 62,5 50
Piutang Dagang 100 173,3 228,3 310 370,7
Persediaan 100 90 80 70 60
Aktiva Lancar 100 110 115,4 127,5 134,3
Aktiva Tetap 100 116,7 133,3 133,3 141,7
Total Aktiva 100 112,2 121,4 129,4 136,8
2-44

Contoh (Lanjutan)

2008 2009 2010 2011 2012


Rekening
(%) (%) (%) (%) (%)
Utang Dagang 100 115 110 105 100
Utang Obligasi 100 115 125 130 132
Total Utang 100 115 120,7 122,9 122,9
Modal Saham 100 100 100 100 100
Laba Ditahan 100 138,3 180 223,3 267,3
Total Modal 100 110,5 121,9 133,6 145,6
Total Ut & Mdl 100 112,2 121,4 129,4 136,8
2-45

Contoh (Lanjutan)

2008 2009 2010 2011 2012


Rekening
(%) (%) (%) (%) (%)
Penjualan 100 115 130 140 145
Harga Pokok Penj 100 115 130 140 145
Laba Kotor 100 115 130 140 145
Biaya Adm Umum 100 100 100 100 100
Biaya Pemasaran 100 130 175 210 229
Laba Operasi 100 115 125 130 132
Biaya Bunga 100 115 125 130 132
Laba Sebelum Pjk 100 115 125 130 132
Pajak 100 115 125 130 132
Laba Setelah Pjk 100 115 125 130 132
2-46

Contoh Kesimpulan

Dari sisi laba-rugi, selama lima tahun terakhir


perusahaan berhasil meningkatkan penjualan dan
laba. Namun peningkatan (pertumbuhan) yang terjadi
pada laba ternyata lebih kecil daripada peningkatan
(pertumbuhan) penjualan. Hal itu disebabkan karena
usaha untuk meningkatkan penjualan tersebut harus
dilakukan dengan pening-katan biaya operasi
khususnya biaya pemasaran dalam jumlah yang lebih
besar.

Berarti usaha peningkatan penjualan selama lima


tahun terakhir tersebut belum sepenuhnya berhasil
dalam usaha meningkatkan laba.
2-47

Contoh Kesimpulan (Lanjutan)

Dari sisi neraca, selama lima tahun terakhir aktiva


perusahaan juga terus mengalami peningkatan.
Kenaikan aktiva tetap disebabkan karena
perusahaan telah melakukan ekspansi untuk
mendukung usaha peningkatan penjualan. Kenaikan
aktiva lancar ter-utama disebabkan oleh adanya
peningkatan piutang.

Berarti usaha peningkatan penjualan dilakukan


dengan cara penjualan kredit. Namun sayangnya,
perusahaan gagal dalam mengumpulkan pelunasan
piutang, hal itu nampak dari terjadinya penurunan
kas selama lima tahun terakhir.
2-48

Contoh Kesimpulan (Lanjutan)

Berarti keputusan perusahaan melakukan


ekspansi untuk mendukung usaha peningkatan
penjualan dalam menghasilkan laba dan kas selama
lima tahun terakhir belum sepenuhnya berhasil.
Dengan demikian di masa-masa y.a.d. perusahaan
perlu meninjau kembali kebijakan penjualan kredit-
nya, dan mengefektifkan proses penagihan piutang-
nya, serta lebih mengefektifkan lagi pemanfaatan
aktiva hasil ekspansi dalam usaha meningkatkan
penjualan, laba, dan kas.
2-49
2-50

ANALISIS COMMON-SIZE (lanjutan)


 Informasi hasil analisis bermanfaat untuk menilai
tepat tidaknya kebijakan (operasi, investasi, dan
pendanaa) yang diambil oleh perusahaan di masa
lalu, serta kemungkinan pengaruhnya terhadap
posisi dan kinerja keuangan perusahaan di masa
yang akan datang.
 Persentase per komponen setiap elemen laporan
keuangan dapat dihitung dengan rumus sbb:
1. Elemen2 Aktiva = Elemen ybs / Total Aktiva
2. Elemen2 Pasiva = Elemen ybs / Total Pasiva
3. Elemen2 Laba/Rugi = Elemen ybs / Penjualan
2-51

Suatu neraca yang disusun dalam persentase per-


komponen (Common-size statement) dapat
memberikan informasi sebagai berikut: 
• Komposisi investasi (aktiva) suatu perusahaan
dapat memberikan gambaran tentang posisi
relatif aktiva lancar terhadap aktiva tak lancar.
• Struktur modal (komposisi pasiva), yang dapat
memberikan gambaran mengenai posisi relatif
utang perusahaan terhadap modal sendiri.
2-52

Apabila Neraca dalam persentase per-komponen disusun


secara komparatif (misalnya dua tahun berturut-turut), dapat
memberikan informasi mengenai perubahan komposisi,
baik komposisi investasi maupun struktur modal.

Laporan laba-rugi yang disusun dalam persentase per-


komponen (Common-size percentage)
dapat menggambarkan distribusi/alokasi setiap Rp 1,00
penjualan kepada masing-masing elemen biaya dan laba.
Apabila disusun secara komparatif, dapat menggambarkan
perubahan distribusi tersebut.
2-53

Contoh Analisis Common Size


2-54

Lanjutan contoh common size

Cara perhitungan persentase per-komponen adalah: Pos-pos di dalam neraca dikategorikan


menjadi dua, yaitu aktiva dan pasiva. Masing-masing kategori ini (total aktiva dan total
pasiva) dinyatakan sebesar 100%, sedangkan masing-masing pos yang termasuk pada
masing-masing kategori dinyatakan dalam persentase atas dasar total aktiva atau pasiva
(kategori).

% Kas = (Saldo Kas/Total Aktiva) x 100% = (Rp 1.300/Rp 14.000) x 100% = 9,92%
⇒ Yang lainnya dihitung dengan cara yang sama.

Dari neraca yang disusun dalam persentase per-komponen tersebut, tampak bahwa selama
dua tahun, telah terjadi perubahan pada komposisi, baik aktiva (misalnya kas, persediaan)
maupun pasiva (misalnya utang jangka panjang).
2-55

Analisis Du Pont
Menurut Syamsudin (2000:64), analisis Du
Pont adalah ROA yang dihasilkan melalui pekalian
antara keuntungan dari komponen-
komponen sales serta efisiensi penggunaan total
aset di dalam menghasilkan keuntungan tersebut.
Sedangkan pendapat Sutrisno (2001:256),
analisis Du Pont adalah suatu analisis yang
digunakan untuk mengontrol perubahan dalam
rasio aktivitas dan net profit margin dan seberapa
besar pengaruhnya terhadap ROA.
2-56

Menurut Syafarudin (2003:128), analisis Du


Pont penting bagi manajer untuk mengetahui faktor
mana yang paling kuat pengaruhnya antara profit
margin dan total asset turnover terhadap ROA.
Disamping itu dengan menggunakan analisis ini,
pengendalian beban dapat diukur dan efisiensi
perputaran aset sebagai akibat turun naiknya
penjualan dapat diukur.
Menurut Soediyono (2001:137), yang dapat
diuraikan dengan menggunakan analisis Du
Pont adalah ROA (Return On Assets) yang
merupakan angka pembanding atau rasio antara
laba yang diperoleh perusahaan dengan besarnya
total aset perusahaan.
2-57

Pahami cara menghitung ROA


Rumus ROA adalah Laba bersih/rata-rata aset
total. Sehingga nilai laba bersih dan aset
total perusahaan selama tahun berjalan dan
tahun sebelumnya haruslah di cari.
Untuk mencari laba bersih, haruslah dilihat
pada laporan L/R, sedangkan untuk mencari
rata-rata total aset haruslah dilihat pada
laporan posisi keuangan/laporan neraca.
2-58

Contoh Perhitungan ROA


(Return On Asset)
Berdasarkan laporan keuangan per tanggal
31-12-2017, Laba bersih atau Net Income
PT. Waskita Karya Persero Tbk adalah Rp.
1,713 triliun sedangkan Total Asetnya ialah
sebanyak Rp. 61,433 triliun. Berapakah
jumlah ROA atau Return on Assets (Tingkat
pengembalian aset) PT. Waskita Karya
Persero Tbk ?
2-59

Jawab:
ROA = Laba bersih setelah Pajak / Total Aset (atau rata-rata Total Aset)
ROA = Rp. 1,713 triliun / Rp. 61,433 triliun
ROA = 2,79%

Maka ROA PT. Waskita Karya Persero Tbk dengan kode emiten WSKT ini
ialah sebesar 2,79%.
2-60
2-61
2-62

Analisis Trend
S.Munawir (2007:17), Trend atau tendesi analisis adalah teknik analisa yang
digunakan untuk mengetahui tendensi dari pada keadaan keuangan, posisi, dan
kemajuan keuangan yang dinyatakan dalam prosentase, yang menunjukan apakah
tendensi tetap, naik atau mungkin bahkan turun.
Dengan teknik analisis trend maka akan dapat diketahui perubahan mana yang cukup
penting untuk dianalisis lebih lanjut. Teknik analisis trend akan menjadi praktis
hanya bila digunakan untuk menganalisa dua atau tiga (periode) laporan
keuangan, karena bila laporan keuangan yang diperbandingkan lebih dari tiga
tahun akan ditemui kesulitan.
Maka, cara yang terbaik yang digunakan untuk menganalisis LK yang time
periodenya lebih dari tiga tahun adalah dengan menggunakan angka index, dan
semua data laporan keuangan yang dianalisa dihubungkan dengan angka index
tersebut yang dinyatakan dalam persentase. Dengan menganalisa LK untuk jangka
waktu lebih dari tiga tahun akan diketahui kecenderungan atau arah trend dari
posisi keuangan ataupun hasil-hasil yang telah dicapai oleh entitas yang
bersangkutan, apakah menunjukkan arah yang tetap, meningkat atau bahkan
menurun.
2-63
Penjelasan:

Berdasarkan analisis trend dapat kita lihat bahwa


tingkat pertumbuhan PT MAHARI FAEREL semakin
lama semakin menurun. Tumbuh tidaknya suatu
perusahaan dapat dilihat dari nilai aset yang dimiliki,
jika semakin lama semakin bertambah aset yang
dimiliki maka perusahaan tersebut dapat dikatakan
“tumbuh”. Sementara untuk PT MAHARI FAEREL
terbukti bahwa semakin bertambah tahun malah
semakin berkurang nilai aset nya, ini mengindikasikan
bahwa perusahaan tersebut mengalami penurunan.
Dapat dilihat dari persentase total aset untuk tahun
2011 (sebagai tahun dasar) sebesar 100%, tahun
2012 sebesar 77%, tahun 2013 sebesar 64%, tahun
2014 sebesar 48%. Terbukti setiap tahun perusahaan
mengalami penurunan nilai total aset, besar
kemungkinan untuk tahun dimasa yang akan datang
akan mengalami penurunan juga, ini berarti
manajemen perusahaan tidak berkinerja secara baik
dalam meningkatkan nilai aset.

Selain dilihat dari nilai total aset, tumbuh tidaknya


suatu perusahan juga dapat dilihat dari laba yang
dihasilkan setiap periode nya. Terbukti bahwa PT
MAHARI FAEREL juga tidak mampu menghasilkan
laba yang konstan apalagi laba yang tinggi, justru
setiap tahunnya perusahaan mendapatkan laba yang
menurun dari tahun-tahun sebelumnya.
2-64

ANALISIS RATIO
RATIO LIKUIDITAS
RATIO SOLVABILITAS
RATIO RENTABILITAS /
PROFITABILITAS
RATIO LAVERAGE
RATIO ACTIVITY
RATIO PRODUKTIVITY / GROWTH
2-65

RATIO LIKUIDITAS
Untuk menggambarkan kemampuan perusahaan/
entitas ekonomi dalam membayar utang jangka
pendeknya.

• Ratio Lancar : Aktiva Lancar / Hutang Lancar


Ratio Cepat (Quick Ratio) :
Kas + Surat Berharga + Piutang atau AL – (Persed + PE)
------------------------------------------------------------------------
Hutang Lancar
• Ratio lainnya adalah cash ratio : Kas / Hutang Lancar.
2-66

Ratio Solvabilitas,
untuk melihat kemampuan perusahaan memenuhi atau
menyelesaikan kebutuhan jangka panjang.

Ratio utang atas modal : Total Utang / Modal

• Debt Service Ratio


Laba bersih + Bunga + Depresiasi + Beban non kas
-----------------------------------------------------------------
Pembayaran Bunga dan Pinjaman
 
• Ratio Utang atas Aktiva : Total Utang / Total Aktiva
2-67

Ratio Rentabilitas/ provitabilitas,


yaitu untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
dari sumber yang ada (penjualan, kas, modal, dll)

• Profit Margin : Pendapatan bersih / Penjualan


• Return on Asset (ROA) : Penjualan bersih / Total Aktiva
• Return on Investment : Laba bersih / Rata-2 modal
• Return on Total Asset : Laba Bersih / Rata-2 Total Asset
• Earning per share : laba bagian saham ybs / jumlah saham
• Contribution Margin : Laba Kotor / Penjualan
2-68

Ratio Leverage,
untuk mengetahui posisi utang perusahaan /
entitas ekonomi terhadap modal maupun asset
Leverage : Utang / Modal

Dalam Perbankan juga dikenal Capital


Adequacy Ratio (CAR) atau biasa dikenal
dengan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko
(ATMR)
2-69

Ratio activity,
digunakan untuk mengetahui aktivitas perusahaan dalam menjalankan
operasinya baik dalam penjualan maupun kegiatan lainnya

Inventory Turn Over (ITO) : HPP / Rata-2 Persed. Brg. Dag.


Receivable Turn Over : PEnjualan Kredit Bersih / Rata-2
Piutang
Fixed Asset Turn Over : Penjualan / Aktiva Tetap bersih
Total Asset Turn Over : Penjualan / Total Asset
Periode Penaghn Piutang : Piutang rata-2 / Penjualan per hari
2-70

Ratio Produktivitas/Ratio Pertumbuhan


(Growth), untuk melihat productivitas unit yang
dinilai.
• Kenaikan Penjualan :
Penjualan tahun ini – Penjualan tahun lalu
-------------------------------------------------------
Penjualan Tahun Lalu
• Kenaikan Laba Bersih :
Laba bersih tahin ini – laba bersih tahun lalu
--------------------------------------------------------
Laba bersih tahun lalu
2-71

Ratio Produktivitas
Lanjutan……
• Earning Per Share (EPS) :
EPS tahun ini – EPS tahun lalu
------------------------------------
EPS tahun lalu
• Dividen Per Share (DPS) :
DPS tahun ini – DPS tahun lalu
---------------------------------------
DPS tahun lalu
2-72

ANALISIS SUMBER DAN


PENGGUNAAN DANA
2-73
ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN
DANA
2-74

Uraian ini menunjukkan bahwa pengertian dana dapat


dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu:
2-75

Pada dasarnya penggunaan dana dapat digolongkan


menjadi 2 bagian :
2-76

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

Disebut juga Analisa Aliran Dana


Merupakan alat analisa finansial yang sangat penting bagi
financial manager untuk mengetahui bagaimana dana
digunakan dan bagaimana kebutuhan tersebut dibelanjai.
Dalam analisa sumber & penggunaan dana yang perlu
diperhatikan adalah
- penyusunan laporan perubahan neraca yang disusun atas
dasar dua neraca dari dua waktu
- laporan laba ditahan
2-77

Dana dalam artian Kas


Langkah-langkah dalam menyusun laporan sumber & penggunaan
dana dalam artian kas

1. Menyusun laporan perubahan neraca

2. Mengelompokkan perubahan dalam golongan yang memperbesar


kas & golongan yang memperkecil kas

3. Mengelompokkan elemen dalam laopran R/L atau laporan laba


ditahan ke dalam gol.yang memperbesar kas & yang memperkecil
kas

4. Mengadakan konsolidasi dari informasi tersebut ke dalam laporan


Sumber & Penggunaan dana
2-78

Sumber dana berasal dari mana?

Perubahan dari elemen neraca 2 titik yang efeknya


memperbesar kas disebut sebagai Sumber Dana adalah sbb:
Berkurangnya aktiva lancar selain kas
Berkurangnya aktiva tetap
Bertambahnya setiap jenis hutang
Bertambahnya modal
Adanya keuntungan operasional
2-79

Penggunaan dana terjadi bila …

Perubahan yang efeknya memperkecil kas disebut sebagai


Penggunaan Dana :

Bertambahnya aktiva lancar selain kas

Bertambahnya aktiva tetap

Berkurangnya hutang

Berkurangnya modal

Pembayaran dividen tunai

Adanya kerugian operasional


2-80

neraca
2012 2013 debet kredit
aktiva
Kas 600 700 100
Efek 700 500 200
Piutang 1200 1000 200
Inventory 2200 2600 400
Mesin 4000 5000 1000
Ak.deoresiasi (400) (600) 200
Bangunan 4000 4000
Ak.depresiasi (600) (900) 300
Tanah 2300 3700 1400
Jumlah aktiva 14000 16000
2-81

neraca
2012 2013 debet kredit
Utang&modal
sendiri
Utang 1500 1000 500
perniagaan
Utang wesel 1000 1200 200
10 % obligasi 4599 6000 1500
Modal saham 5000 5000
Surplus modal 1000 1000
Laba ditahan 1000 1800 800
Jumlah utang 14000 16000
dan modal
sendiri
jumlah 3400 3400
2-82

Selama tahun 2012 terdapat keuntungan


bersih setelah pajak sebesar Rp.1500
dan dibayarkan cash divien Rp.700.dari
data tersebut diatas dapat disusun
laporan sumber dan penggunaan dana
sbb:
2-83

Laporan sumber & penggunaan dana 2012 - 2013

Sumber dana Penggunaan


yang berasal dari dana
operasi
Keuntungan bersih 1500 Cash dividen 700
Depresiasi 500 Bertambahnya 1000
Berkurangnya efek 200 mesin
Berkurangnya 200 Bertambahnya 1400
piutang tanah
Bertambahnya 200 Bertambahnya 400
hutang wesel barang
Bertambahnya 1500 Berkurangnya 500
obligas hutang perniagaan
Bertambahnya kas 100

jumlah 4100 4100


2-84

Dari laporan tersebut penggunaan dana yang


menonjol adalah:
1.penambahan mesin,
2.penambahan tanah
3. dan pembayaran dividen
Sumber dana yang menonjol adalah :
1.Dana yang berasal dari keuntungan netto
2.Depresiasi
3.Hutang jangka panjang (obligasi)
2-85

Dana dalam artian modal kerja

Sumber dan penggunaan dana yang berasal


dariunsur modal kerja sendiri,karena perubahan
yang hanya menyangkut unsur aktiva lancar dan
hutang lancar saja
Sumber yang memperbesar modal kerja
Berkurangnya aktiva tetap
Bertambahnya setiap jenis hutang
Bertambahnya modal
Adanya keuntungan operasional
2-86

Penggunaan modal kerja


Yang memperkecil modal kerja
Bertambahnya aktiva tetap
Berkurangnya hutang
Berkurangnya modal
Pembayaran dividen tunai
Adanya kerugian operasional
2-87

Langkah-langkah dalam menyusun laporan sumber &


penggunaan dana dalam artian modal kerja

1. Menyusun laporan perubahan modal kerja

2. Mengelompokkan perubahan dalam unsur non current accout


ke dalam golongan yang memperbesar modal kerja &
golongan yang memperkecil modal kerja

3. Mengelompokkan elemen dalam laporan laba ditahan ke


dalam gol.yang memperbesar modal kerja & yang
memperkecil modal kerja

4. Mengadakan konsolidasi dari informasi tersebut ke dalam


laporan Sumber & Penggunaan modal kerja
2-88

Laporan sumber & penggunaan modal kerja 2012 - 2013

Sumber Penggunaan
Keuntungan 1500 Cash dividen 700
bersih 500 Bertambahnya 1000
Depresiasi 1500 mesin
Bertambahnya Bertambahnya 1400
obligas tanah
Bertambahnya 400
modal kerja
3500 3500
jumlah
2-89

Analisa sumber dan penggunaan danan


dapat dilakukan pada :
1. laporan di waktu yang lalu
2. kaporan yang diproyeksikan untuk
periode yang akan datang
2-90

Arti Pentingnya Analisa Sumber-Sumber Dan


Penggunaan Dana

Laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan dari


periode ke periode atau dari tahun ke tahun dapat
dimanfaatkan untuk mengetahui atau mendeteksi aliran
dana yaitu dari mana sumber dana itu berasal atau
dihasilkan dan untuk apa serta bagaimana dana tersebut
digunakan atau dibelanjakan. 

Laporan sumber dan penggunaan dana ini merupakan


suatu laporan yang berguna bagi pihak manajemen
perusahaan, para kreditur, para pemegang saham, dan
pihak-pihak lainnya.
2-91