Anda di halaman 1dari 22

TRANSISI

EPIDEMIOLOGI
DEWI PUSPITO SARI, S.KM.,M.K.M
KONDISI PEMBANGUNAN KESEHATAN DI
INDONESIA
Indonesia sedang mengalami transisi epidemiologi dari penyakit menular ke Penyakit
Tidak Menular (PTM).

Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 diketahui bahwa terjadi peningkatan prevalensi
kanker yang cukup signifikan yaitu sebesar 28% dan beberapa indikator GERMAS belum
menunjukkan perbaikan dibandingkan Riskesdas 2013.
TRANSISI DEMOGRAFI
HUBUNGAN BONUS DEMOGRAFI DAN TRANSISI
EPIDEMIOLOGI
Indonesia memerlukan momentum kebangkitan Indonesia untuk bisa setara dengan negara-
negara maju di dunia melalui “ledakan” populasi penduduk berusia produktif yang terjadi
sekarang diramalkan akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2030. Jika hal ini mampu
dimanfaatkan dengan baik diharapkan mampu memacu pembangunan Indonesia terutama
dari sisi perekonomian sehingga kesejahteraan penduduk pun akan makin meningkat.
LANJUTAN…

Tantangan yang harus dihadapi oleh Negara Indonesia adalah datang dari sektor kesehatan
yaitu terjadinya transisi demografi juga menyebabkan transisi epidemiologi yaitu Perubahan
besar terhadap pola penyakit yang ada di populasi
TEORI TRANSISI EPIDEMIOLOGI

Pertama kali dikenalkan oleh Abdel Omran pada taun 1971.


Tiga fase transisi epidemiologi untuk negara berkembang seperti Indonesia adalah sebagai berikut:
1. The age of pestilence and famine (masa wabah dan kelaparan), ditandai dengan tingginya angka kematian, rendahnya usia harapan hidup
yaitu dibawah 40 tahun, dan pertumbuhan populasi yang tidak terkontrol. Fase ini terjadi sejak abad 17 hingga awal abad 20. Pola penyakit
dalam fase ini ditandai dengan peningkatan paparan mikroba, gizi buruk, penyakit karena penyimpanan makanan yang tidak adekuat,
penyakit menular dan penyakit endemik.
2. The age of receding pandemics (masa menurunnya pandemi), ditandai dengan penurunan angka kematian karena penurunan epidemi, dan
peningkatan usia harapan hidup menjadi sekitar 55 tahun. Masa ini terjadi pada pertengahan abad ke 20. Pada fase ini mulai terjadi
pergeseran pola penyakit dan kematian yang awalnya dikarenakan penyakit infeksi, kini disebabkan karena penyakit degeneratif dan kronik.
3. The age of triple health burden (masa tiga beban kesehatan), ditandai dengan penurunan signifikan angka kematian dan peningkatan usia
harapan hidup menjadi mencapai 70 tahun. Fase ini terjadi pada akhir abad 20 atau awal abad 21. Frenk dan Gomez-Dantes mengatakan
triple burden of disease pada negara berkembang di fase ini meliputi; (1) Timbunan permasalahan kesehatan klasik, seperti penyakit infeksi,
gizi buruk, dan kematian ibu, (2) Meningkatnya tantangan penyakit tidak menular, seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit
mental, (3) Munculnya permasalahan kesehatan yang berhubungan dengan globalisasi, seperti new emerging disease dan permasalahan
kesehatan terkait perubahan iklim dan gaya hidup
MODEL TRANSISI EPIDEMIOLOGI
MODEL TRANSISI EPIDEMIOLOGI
DEFINISI TRANSISI EPIDEMIOLOGI

Tansisi Epidemiologi merupakan beban peyakit menular masih tinggi sementara beban
penyakit menular juga meningkat
PREVALENSI PENYAKIT MENULAR MASIH
TINGGI UNTUK JENIS PENYAKIT BERIKUT:
1. Penyakit yang belum terselesaikan( ex: Prevalensi HIV/AID, Malaria, DBD, dan MDR
TB
2. Neglected tropical diseases tropical diseases (kusta, filariasis, dan frambusia)
3. Emerging Diseases
Ancaman penyakit menular dari Negara lain (Polio, SARS, Flu Burung, MERS,
Ebola, Meningitis, Covid-19)
GAMBARAN UMUM HARAPAN HIDUP

Umur Harapan Hidup (UHH) atau life expectancy at birth mengalami peningkatan sebesar 8
tahun antara tahun 1990 dan 2016, dari 63,6 tahun menjadi 71,7 tahun, dengan UHH untuk
perempuan meningkat 7,4 tahun dari 62,4 tahun ke 69,8 tahun sedangkan perempuan dari
64,9 tahun ke 73,6 tahun (15)1990–2016 (Global Burden of Disease (GBD))
UHH Indonesia dipengaruhi oleh penyakit menular, kondisi maternal, perinatal dan
neonatal relatif terhadap PTM dan cedera. Antara tahun 2000 dan 2016, PTM terus menjadi
penyebab utama kematian
KONTRIBUSI PTM SEBAGAI PENYEBAB KEMATIAN
MENINGKAT DARI 61% KE 73% PADA PERIODE YANG SAMA.
UHH DI INDOENSIA

• Selain penyakit menular, PTM menjadi penyebab kematian tertinggi, contoh Penyakit
kardiovaskular dan diabetes merupakan 2 penyakit penyebab kematian tertinggi.
• Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Chronic Obstructive Pulmonary Diseases – COPD) juga
mengalami peningkatan sebesar 14,9% dari 43.443 menjadi 49.933 kematian tahun 2006-2016
atau sebesar 10,5% antara tahun 2007-2017.
• Penyakit Alzheimer masuk ke dalam 10 penyakit penyebab kematian tertinggi dengan
peningkatan jumlah kematian dari 32.531 menjadi 45.591 kematian pada periode 2006-2016.
Antara tahun 2007 dan 2017, kontribusi Alzheimer terhadap angka kematian meningkat hampir
50 persen.
PERUBAHAN BEBAN PENYAKIT
BEBAN GANDA PERMASALAHAN PENYAKIT DI
INDONESIA
BEBAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM)

1. PENURUNAN PRODUKTIVITAS EKONOMI (KEMATIAN DAN KECACATAN)


2. BEBAN FINANSIAL (BIAYA PELAYANAN PTM LEBIH MAHAL, BEBAN
LEMBAGA PEMBERI JAMINAN KESEHATAN, KEMISKINAN)
TRANSISI EPIDEMIOLOGI MEMPENGARUHI
TRANSISI PELAYANAN KESEHATAN

TRANSISI GAYA HIDUP TRANSISI EPIDEMIOLOGI

TRANSISI PELAYANAN
KESEHATAN
PERAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT

UPAYA
UPAYA
PREVENTIF
PROMOTIF

PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR DAN


PENYAKIT TIDAK MENULAR
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai