Anda di halaman 1dari 61

AKUNTANSI KEUANGAN

MENENGAH
VOLUME 2
EDISI IFRS

Donald E. Kieso
Jerry J. Weygandt
Terry D. Warfield
BAB 20
AKUNTANSI PENSIUN DAN IMBALAN
PASCAKERJA
Akuntansi Pensiun dan Imbalan Pascakerja

www.penerbitsalemba.com
DILEMA PENSIUN

 Perusahaan terbesar di Inggris menutup program pensiunnya dalam


waktu yang sangat cepat  jika kecepatan tersebut berlanjut  imbalan
pascakerja dari gaji terakhir akan segera menjadi masa lalu  total biaya
jasa turun sebesar 15%.

 United Utilities (GBR) telah membuat program pensiun imbalan pasti


yang dimiliki kurang menguntungkan bagi karyawan.

 Perusahaan mengatakan bahwa ia telah mengubah persyaratan program


imbalan pasti untuk meningkatkan iuran yang dibayar oleh peserta, selain
itu juga menaikkan usia pensiun dan pembatasan kenaikan gaji pension.

www.penerbitsalemba.com
DILEMA PENSIUN

 Marks and Spencer plc (GBR) berencana untuk meningkatkan


iuran program pensiunnya untuk mengatasi defisit aset program
sehubungan dengan kewajiban pensiunnya.

 Pensiun adalah bentuk kompensasi yang ditangguhkan.

 Perusahaan dan pemerintah harus menyisihkan aset untuk


memenuhi kewajiban pensiun  ketika masa ekonomi sulit 
ketika masa ekonomi sulit  defisit pensiun dan uang pensiun
karyawan.

www.penerbitsalemba.com
SIFAT PROGRAM PENSIUN
Program pensiun (pension plan) adalah pengaturan di mana pemberi kerja memberikan imbalan (pembayaran) kepada
pensiunan karyawan atas jasa yang diberikan selama bekerja

Akuntansi pensiun: akuntansi untuk pemberi kerja dan akuntansi untuk dana pensiun

Program pensiun didanai (funded) saat pemberi kerja melakukan pembayaran ke agen pendanaan

www.penerbitsalemba.com
Arus Kas antara Peserta Program Pensiun

www.penerbitsalemba.com
SIFAT PROGRAM PENSIUN
Pensiun iuran ●
Karyawan turut menanggung sebagian biaya dari imbalan
yang dinyatakan atau secara sukarelamelakukan
(contributory) pembayaran untuk meningkatkan imbalan mereka

Pensiun non-iuran ●
Pemberi kerja menanggung
(non-contributory) keseluruhan biaya

Program pensiun ●
Adanya pengurangan iuran pemberi kerja terhadap dana pensiun
dan status bebas pajak penghasilan dari aset dana pension
berkualifikasi (qualified ●
Dana pensiun harus merupakan entitas hukum dan akuntansi yang
pension plans) terpisah
www.penerbitsalemba.com
Dana Pensiun dan Beban Pensiun

www.penerbitsalemba.com
SIFAT PROGRAM PENSIUN

Jenis ●
Program iuran pasti (defined
utama contribution plan), pemberi kerja setuju
untuk memberikan iuran dalam jumlah
program tertentu kepada wali amanat pensiun
setiap periode,berdasarkan rumus yang
pensiun ●
ditetapkan
Program imbalan pasti (defined benefit
yang plan) menetapkan imbalan yang akan
diterima karyawan saat mereka pensiun
umum
www.penerbitsalemba.com
Program Pensiun
Program Iuran Pasti Program Imbalan Pasti
Tidak menetapkan imbalan yang akan dibayarkan kepada karyawan Fungsi dari masa kerja karyawan dan tingkat kompensasi pada
pada saat pensiun tahun-tahun menjelang pensiun
Bergantung pada: jumlah yang awalnya dikontribusikan pada wali Karyawan adalah penerima manfaat dari wali amanat iuran pasti,
amanat pensiun, pendapatan terakumulasi dalam wali amanat, dan tetapi pemberi kerja adalah penerima manfaat dari wali amanat
perlakuan terhadap penyitaan dana yang disebabkan oleh penghentian imbalan pasti
awal karyawan lainnya
Perusahaan biasanya mengalihkan jumlah iuran awal ke wali amanat Ttujuan utama wali amanat adalah melindungi dan
pihak ketiga yang independen menginvestasikan aset sehingga cukup untuk membayar kewajiban
pemberi kerja kepada karyawan
Terpisah dan berbeda dari pemberi kerja Selama program berlanjut, pemberi kerja bertanggung jawab atas
pembayaran imbalan pasti (tanpa memerhatikan apa yang terjadi
dalam wali amanat)
Karyawan dapat manfaat berupa keuntungan (atau risiko kerugian) dari Bergantung pada sejumlah faktor seperti perputaran (turnover),
aset yang dikontribusikan pada program pensiun mortalitas, masa bakti karyawan, tingkat kompensasi, dan
pendapatan bunga
Memberikan iuran setiap tahun berdasarkan formula yang ditetapkan Pemberi kerja menanggung risiko dengan program imbalan pasti
dalam program karena mereka harus memberi iuran dengan cukup untuk
Biaya (beban pensiun) tahunan pemberi kerja hanya sejumlah iuran memenuhi biaya atas imbalan yang telah ditetapkan oleh program
yang dibayarkan kepada wali amanat pensiun

www.penerbitsalemba.com
Peran Aktuaris dalam Akuntansi Pensiun

 Perusahaan melibatkan aktuaris (actuaries) untuk memastikan


bahwa program pensiun telah sesuai untuk kelompok karyawan
yang tercakup dalam program.

 Aktuaris membuat prediksi (disebut asumsi aktuarial) atas tingkat


mortalitas, perputaran karyawan, tingkat bunga dan pendapatan,
frekuensi pensiun dini, gaji masa depan, dan faktor lain yang
diperlukan untuk mengoperasikan program pensiun.

 Akuntansi untuk program pensiun imbalan pasti sangat bergantung


pada informasi dan pengukuran yang diberikan oleh aktuaris

www.penerbitsalemba.com
Jenis Program Pensiun yang Disponsori

www.penerbitsalemba.com
AKUNTANSI PENSIUN

Muncul dua pertanyaan

Berapa kewajiban pensiun Berapa beban


yang harus dilaporkan
perusahaan dalam laporan pensiun untuk
keuangan? periode berjalan?

www.penerbitsalemba.com
Pengukuran Liabilitas Pensiun
Kewajiban pensiun pemberi kerja adalah kewajiban kompensasi tangguhan yang diberikan kepada karyawannya atas masa
kerjanya sesuai dengan persyaratan program pensiun

Ukuran dari kewajiban pensiun adalah mendasarkannya hanya pada imbalan telah menjadi hak (vested benefits)
kepada karyawan

Perusahaan menghitung kewajiban imbalan yang vested (vested benefit obligation) dengan hanya menggunakan
imbalan yang telah menjadi hak pada tingkat gaji terkini

www.penerbitsalemba.com
Pengukuran Liabilitas Pensiun

Cara lain untuk mengukur kewajiban adalah dengan menggunakan masa kerja yang vested atau belum vested

Pengukuran kewajiban pensiun ini disebut akumulasi kewajiban imbalan (accumulated benefit obligation)

Pengukuran ketiga mendasarkan pada jumlah kompensasi yang ditangguhkan pada masa kerja yang vested atau
belum vested dengan menggunakan gaji di masa depan

www.penerbitsalemba.com
Pengukuran Kewajiban Pensiun yang Berbeda

www.penerbitsalemba.com
Kewajiban (Aset) Imbalan Pasti Neto

 Liabilitas (aset) imbalan pasti neto (net defined benefit liability


(asset)—disebut juga status pendanaan (funded status)—adalah
defisit atau surplus yang terkait dengan program pensiun pasti.

Defisit atau surplus = Kewajiban imbalan pasti − Nilai wajar aset


program (jika ada)

 Jika kewajiban imbalan pasti lebih besar dari aset program, maka
program pensiun mengalami defisit. Sebaliknya, jika kewajiban pensiun
pasti kurang dari aset program, maka program pensiun tersebut
memiliki surplus.

www.penerbitsalemba.com
Kewajiban (Aset) Imbalan Pasti Neto
Penyajian Status Pendanaan

Kewajiban (aset) imbalan pasti neto sering disebut sebagai


liabilitas pensiun atau aset pensiun pada laporan posisi
keuangan

www.penerbitsalemba.com
Kewajiban (Aset) Imbalan Pasti Neto

 Perusahaan harus melaporkan aset pensiun atau liabilitas


pensiun terkait dengan program pensiun pada laporan posisi
keuangan (sering disebut sebagai pendekatan neto)

 Beberapa percaya bahwa perusahaan harus melaporkan secara


terpisah antara kewajiban imbalan pasti dan aset program pada
laporan posisi keuangan  pendekatan bruto

www.penerbitsalemba.com
Pelaporan Perubahan Kewajiban (Aset) Imbalan Pasti
IASB mensyaratkan bahwa semua perubahan kewajiban imbalan pasti dan aset program pada periode berjalan diakui
dalam laba rugi komprehensif

Perusahaan sering melaporkan hanya sejumlah beban pensiun dalam laporan laba rugi komprehensif sebelumnya

Laporan tersebut menyediakan segmentasi tambahan komponen biaya pensiun (components of pension cost)
yang memberikan transparansi tambahan tentang sifat biaya

www.penerbitsalemba.com
Pelaporan Perubahan Kewajiban (Aset) Imbalan Pasti

Komponen biaya pensiun

Pengukuran kembali adalah

Biaya jasa (service Bunga neto dihitung keuntungan dan kerugian sehubungan
dengan kewajiban imbalan pasti
dengan mengalikan tingkat (perubahan tingkat diskonto atau
cost) terdiri atas diskonto dengan status asumsi aktuarial lainnya) dan
pendanaan program keuntungan atau kerugian pada nilai
biaya jasa kini dan (kewajiban imbalan pasti
wajar dari aset program (imbal hasil
aktual dikurangi pendapatan bunga
biaya jasa lalu dikurangi aset program) yang dimasukkan dalam komponen
keuangan)

www.penerbitsalemba.com
Pelaporan Perubahan Kewajiban (Aset) Imbalan Pasti

Pelaporan Perubahan Kewajiban (Aset) Pensiun

www.penerbitsalemba.com
Biaya Jasa

 Perusahaan harus mempertimbangkan tingkat kompensasi masa


depan dalam mengukur kewajiban kini dan beban pensiun
berkala jika formula imbalan program menggabungkannya.

 Dewan menerapkan metode Projected Unit Credit (sering


disebut sebagai metode imbalan yang diakru secara prorata
sesuai jasa atau sebagai metode imbalan atau jasa tahun—
benefits/years-of-service method), yang menentukan beban
pensiun atas dasar tingkat gaji masa depan

www.penerbitsalemba.com
Bunga Neto

Bunga Neto = (Kewajiban Imbalan Pasti × Tingkat Diskonto) −


(Aset Program × Tingkat Diskonto)

 Dalam menghitung bunga neto, perusahaan mengasumsikan


bahwa tingkat diskonto, kewajiban imbalan pasti neto, dan aset
pensiun yang ditentukan pada awal.

 Tingkat diskonto (discount rate) didasarkan pada imbal hasil


obligasi berkualitas tinggi dengan persyaratan yang konsisten
dengan kewajiban pensiun perusahaan

www.penerbitsalemba.com
Bunga Neto

 Beban pensiun terdiri dari dua komponen: (1) biaya jasa dan (2)
bunga neto.

 Perusahaan dapat memilih untuk melaporkan komponen biaya


jasa dalam laba operasi dan bunga neto pada bagian terpisah
yang berkaitan dengan pendanaan.

www.penerbitsalemba.com
Aset Program dan Imbal Hasil Aktual
Aset program (plan assets) pensiun biasanya merupakan investasi pada
saham, obligasi,efek lain, dan real estat yang dimiliki perusahaan untuk
mendapatkan tingkat imbal hasil yang wajar

Iuran pemberi kerja dan imbal hasil aset program aktual (actual
return on plan assets) akan meningkatkan aset program pensiun

Imbalan yang dibayarkan kepada karyawan pensiunan


mengurangi aset program

www.penerbitsalemba.com
Aset Program dan Imbal Hasil Aktual
Penentuan Aset Pensiun

Dalam beberapa kasus, perusahaan menghitung imbal hasil aktual tersebut dengan menyesuaikan perubahan
aset program yang ditimbulkan iuran selama tahun berjalan dan imbalan yang dibayarkan sepanjang tahun.

Persamaan untuk Menghitung Imbal Hasil Aktual


Imbal Hasil Aktual = (Saldo Akhir Aset Program – Saldo Awal Aset Program) – (Iuran – Imbalan yang
Dibayarkan)

www.penerbitsalemba.com
Aset Program dan Imbal Hasil Aktual

Perhitungan Imbal Hasil Aset Program Aktual

www.penerbitsalemba.com
PENGGUNAAN KERTAS KERJA PENSIUN

 Perusahaan sering menggunakan kertas kerja untuk mencatat informasi


terkait pensiun.
 Kertas kerja hanya sebagai alat untuk memudahkan penyusunan jurnal
dan laporan keuangan
Format Dasar Kertas Kerja Pensiun

www.penerbitsalemba.com
Jurnal dan Kertas Kerja 2011

Kertas Kerja Pensiun—2011

www.penerbitsalemba.com
Jurnal dan Kertas Kerja 2011

Daftar Rekonsiliasi Pensiun—31 Desember 2011

www.penerbitsalemba.com
Biaya Jasa Lalu

 Biaya jasa lalu (past service cost) adalah perubahan nilai kini
kewajiban imbalan pasti yang diakibatkan oleh amendemen
program atau kurtailmen.

 Kurtailmen (curtailment) terjadi ketika perusahaan memiliki


penurunan signifikan yang dilakukan oleh entitas dalam hal
jumlah karyawan yang ditanggung oleh program.

www.penerbitsalemba.com
Biaya Jasa Lalu

Jenis Biaya Jasa Lalu

www.penerbitsalemba.com
Biaya Jasa Lalu

Beberapa pihak tidak setuju


Akuntansi untuk biaya jasa lalu
dengan posisi IASB untuk
sangat mudah-membebankan
menghabiskan biaya ini pada
biaya jasa lalu selama periode
tahun program diubah atau
amendemen atau kurtailmen
dikurangi

Namun, IASB memutuskan Memungkinkan untuk


bahwa setiap perubahan dalam menurunkan biaya jasa lalu
kewajiban imbalan pasti atau dengan mengurangi kewajiban
aset program harus diakui pada imbalan pasti (disebut sebagai
periode berjalan biaya jasa lalu bernilai negatif)
www.penerbitsalemba.com
Jurnal dan Kertas Kerja 2012

www.penerbitsalemba.com
Jurnal dan Kertas Kerja 2012

Daftar Rekonsiliasi Pensiun—31 Desember 2012

 Rekonsiliasi (reconciliation) adalah rumus yang membuat kertas kerja benar-benar bekerja
dengan baik.

 Rekonsiliasi menghubungkan satu komponen akuntansi pensiun, baik yang dicatat maupun tidak
tercatat, dengan komponen yang lain.

www.penerbitsalemba.com
Pengukuran Kembali

Pengukuran kembali terdiri


atas dua jenis

Keuntungan dan Keuntungan dan


kerugian atas aset kerugian atas kewajiban
program imbalan pasti

www.penerbitsalemba.com
Keuntungan dan Kerugian Aset

 Keuntungan dan kerugian atas aset program (disebut keuntungan dan kerugian
aset—asset gains and losses) adalah selisih antara tingkat imbal hasil aktual dengan
pendapatan bunga yang dihitung dalam menentukan bunga neto.

Perhitungan Keuntungan Aset

www.penerbitsalemba.com
Keuntungan dan Kerugian Liabilitas

 Keuntungan atau kerugian dari perubahan kewajiban imbalan


pasti disebut keuntungan dan kerugian liabilitas (liability gains
and losses).

 Perusahaan melaporkan keuntungan liabilitas (akibat penurunan


saldo liabilitas yang tidak terduga) dan kerugian liabilitas (akibat
kenaikan saldo liabilitas yang tidak terduga) pada Penghasilan
Komprehensif Lain (G/L).

www.penerbitsalemba.com
Jurnal dan Kertas Kerja 2013

Kertas Kerja Pensiun-2013

www.penerbitsalemba.com
Jurnal dan Kertas Kerja 2013

www.penerbitsalemba.com
Jurnal dan Kertas Kerja 2013

Kertas Kerja Pensiun Parsial—2014

www.penerbitsalemba.com
ROLLER COASTER

o Beberapa tahun terakhir, program pensiun telah bangkit kembali, dan pada tahun
2007 telah selesai lagi.
o Adanya kemerosotan, program sekarang kekurangan dana lagi dan masa depan
sangat tidak pasti.
o Faktor penyebab: suku bunga rendah menentukan imbal hasil aset program pensiun
dan menggunakan suku bunga rendah untuk mendiskontokan pembayaran imbalan
yang diproyeksikan akan menyebabkan liabilitas pensiun lebih tinggi.
www.penerbitsalemba.com
PELAPORAN PROGRAM PENSIUN DALAM LAPORAN KEUANGAN

Pensiun melibatkan persyaratan pelaporan dan pengungkapan yang luas.

Membahas dua kategori: (1) persyaratan dalam laporan keuangan dan (2) persyaratan dalam
catatan atas laporan keuangan

www.penerbitsalemba.com
Persyaratan dalam Laporan Keuangan
Beban pensiun (biaya jasa dan bunga neto) memengaruhi laba neto dan laba dilaporkan dalam laporan laba rugi komprehensif

Keuntungan dan kerugian aset dan liabilitas diakui pada penghasilan komprehensif lain

Amati ilustrasi penyajian penghasilan komprehensif lain dan akumulasi penghasilan komprehensif lain (other comprehensive income—OCI) yang terkait

www.penerbitsalemba.com
Persyaratan dalam Laporan Keuangan

www.penerbitsalemba.com
Persyaratan dalam Laporan Keuangan

www.penerbitsalemba.com
Persyaratan dalam Laporan Keuangan
Perusahaan harus mengakui laporan posisi keuangan sebagai status pendanaannya terlalu tinggi (aset pensiun) atau terlalu
rendah (liabilitas pensiun) atas program pensiun imbalan pasti.

IASB tidak menunjukkan apakah perusahaan harus membedakan antara bagian lancar dan tidak lancar atas aset dan
liabilitas yang timbul dari imbalan pensiun.

Dasar pemikiran untuk klasifikasi tidak lancar adalah aset ini digunakan untuk mendanai kewajiban imbalan
pasti, sehingga klasifikasi tidak lancar menjadi sesuai.

Bagian lancar dari liabilitas pensiun neto mencerminkan jumlah pembayaran manfaat yang harus dibayar dalam 12 bulan ke
depan (atau siklus operasi, mana yang lebih lama), jika jumlah tersebut tidak dapat didanai dari aset program yang ada.

www.penerbitsalemba.com
Persyaratan dalam Laporan Keuangan

Beberapa perusahaan memiliki dua atau lebih program pensiun

Dewan mengambil posisi bahwa pada umumnya program pensiun tidak


harus digabungkan

Situasi pengimbangan diperbolehkan yaitu:


Memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk menggunakan surplus dalam satu
program untuk menyelesaikan kewajiban dalam program lainnya
Berusaha untuk menyelesaikan kewajiban dengan dasar neto, atau untuk
merealisasikan surplus dalam satu program dan menyelesaikan kewajibannya
berdasarkan program lainnya secara bersamaan

www.penerbitsalemba.com
Persyaratan dalam Catatan atas Laporan Keuangan

Informasi mengenai program pensiun sangat penting untuk


memahami posisi keuangan perusahaan, hasil operasi, dan
arus kas

Meningkatkan pemahaman tentang program pensiun, perusahaan diwajibkan untuk


mengungkapkan informasi yang:
Menjelaskan karakteristik program imbalan pasti dan risikonya
Mengidentifikasi dan menjelaskan jumlah dalam laporan keuangannya yang timbul dari program imbalan
pasti
Menggambarkan bagaimana program imbalan pasti dapat memengaruhi jumlah, waktu, dan ketidakpastian
arus kas masa depan perusahaan

Perusahaan harus memberikan pengungkapan yang luas terkait


dengan program imbalan pasti

www.penerbitsalemba.com
Persyaratan dalam Catatan atas Laporan Keuangan

www.penerbitsalemba.com
Persyaratan dalam Catatan atas Laporan Keuangan

Rekonsiliasi merupakan elemen kunci dari paket pengungkapan pensiun

Dengan melakukan rekonsiliasi perubahan aset dan liabilitas dari awal tahun sampai akhir tahun, para pembaca
laporan dapat lebih memahami ekonomi yang mendasari program

Pengungkapan ini berisi informasi dalam kertas kerja pensiun untuk kolom kewajiban imbalan pasti dan aset
program sesuai dengan persyaratan IAS 19

www.penerbitsalemba.com
Persyaratan dalam Catatan atas Laporan Keuangan

www.penerbitsalemba.com
Imbalan Pascakerja Lain

 Selain pensiun, perusahaan sering menjanjikan imbalan pascakerja lain.


 Imbalan pascakerja lain termasuk asuransi jiwa di luar program pensiun;
perawatan medis, gigi, dan mata; jasa hukum dan pajak; dan seterusnya.

www.penerbitsalemba.com
Pengamatan Penutup

Perubahan terbaru pada IFRS telah mengklarifikasi banyak


masalah ini dan harus membantu pengguna memahami
implikasi keuangan dari program pensiun perusahaan
mengenai:

posisi hasil arus


keuangan; operasi; kas.
www.penerbitsalemba.com
Dampak Akuntansi Utama dan Konsekuensinya

www.penerbitsalemba.com
VOLATILITAS

Volatilitas laba neto yang berkurang bisa menjadi keuntungan yang signifikan ketika
perusahaan menerapkan peraturan baru.

www.penerbitsalemba.com
VOLATILITAS

• Grafik menunjukkan bahwa jika


peraturan baru tersebut akan
diterapkan pada tahun 1998-2009
(garis hitam), perubahan laba neto
akan jauh lebih tidak stabil,
dibandingkan dengan perubahan
laba neto yang dilaporkan
berdasarkan peraturan
sebelumnya (garis abu-abu).
• Perubahan yang dapat merugikan.
• Dalam kasus ini, perubahan pada
peraturan baru kemungkinan akan
mengurangi kerugian terkait
dengan volatilitas laba neto.

www.penerbitsalemba.com
Kunjungi

www.penerbitsalemba.com
Fan Page
www.facebook.com/penerbit.salemba
Follow Us On
@penerbitsalemba
Follow Us On
penerbitsalemba
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai