Anda di halaman 1dari 6

Penjualan Cicilan dengan

Tukar Tambah
Asumsikan bahwa barang tertentu dengan harga pokok sebesar $675
dijual seharga $1,000. Sebuah barang bekas pakai diterima sebagai
uang muka, dengan nilai tukar tambah sebesar $300. Perusahaan
memperkirakan biaya perbaikan barang bekas pakai ini sebesar $20
dan harga jual setelah diperbaiki sebesar $275. Perusahaan biasanya
mengharapkan laba kotor sebesar 20% atas penjualan barang bekas
pakai.
Nilai barang tukar tambah dan jumlah nilai
tukar lebih dihitung sebagai berikut:
Jumlah yang ditetapkan atas tukar tambah $300
Nilai barang tukar tambah:
Nilai penjualannya $275
Dikurangi: Biaya perbaikan$20
Laba kotor yang direalisasi atas
penjualannya Kembali, 20%
dari $275 55 75 200
Nilai tukar lebih$100
Jurnal :
Barang Dagangan Tukar Tambah $200
Nilai Tukar Lebih Atas Penjualan Cicilan Dengan Tukar Tambah 100
Piutang usaha Cicilan, Tahun 1987 700
Penjualan Cicilan $1,000
Harga Pokok Penjualan Cicilan $675
Barang Dagangan Baru $675
Ketidakmampuan Membayar dan Pemilikan
Kembali
Diketahui:
Total penjualan cicilan tahun 1987 $100,000
Tingkat laba kotor atas penjualan cicilan tahun 1987 36%
Dalam tahun 1988, seorang pelanggan tidak mampu membayar kontrak
penjualan cicilan sebesar $600, yang berasal dari transaksi tahun 1987.
Total yang telah ditagih pada tahun 1987 sebelum pelanggan itu tidak
mampu membayar adalah sebesar $250. Barang yang telah dijual
kepadanya diambil dan dimiliki kembali; nilainya bagi perusahaan
adalah sebesar $180, yaitu jumlah yang ditetapkan sebagai biaya
perbaikan dan laba kotor normal atas penjualannya kembali.
Jurnal untuk mencatat ketidakmampuan
membayar dan pemilikan Kembali:
Barang Dagangan Pemilikan Kembali $180
Laba kotor yang ditangguhkan, tahun 1987 126
Kerugian atas pemilikan Kembali 44
Piutang usaha cicilan, tahun 1987 $350

126 = 36% x $350


44 = (350-126) - 180