Anda di halaman 1dari 7

DERIVATIVE

DERIVATIVE
 Sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran
pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari
produk yang menjadi “acuan pokok” atau juga disebut
“produk turunan / underlaying product”; daripada
memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu
aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling
mempertukarkan uang, aset atau nilai disuatu masa yang
akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi
acuan pokok.
KARAKTERISTIK DERIVATIVE
 Nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel
yang telah ditentukan (underlying), seperti suku bunga,
harga komoditas, nilai tukar mata uang asing.
 Tidak memerlukan investasi awal neto atau memerlukan
investasi awal neto dalam jumlah yang lebih kecil.
 Diselesaikan pada tanggal tertentu di masa mendatang.
SIFAT DERIVATIVE
 Derivative komoditas, kontrak derivative pada barang
komoditi seperti produk hasil pertanian, perkebunan,
perikanan, emas.

 Derivative keuangan, kontrak derivative pada instrumen


keuangan, seperti mata uang, saham, indeks gabungan.
INSTRUMEN DERIVATIF
 Forward Contract

 Future Contract

 Option

 Swaps Contract, merupakan kesepakatan antara dua pihak


atau perusahaan untuk saling mempertahankan arus kas
selama kurun waktu tertentu yang akan datang.
Kesepakatan ini ditentukan secara spesifik tanggal
pembayaran tunai dan cara menghitung jumlah tunai yang
akan saling dipertukarkan.
HEDGING (LINDUNG NILAI)
 Teknik manajemen risiko dengan menggunakan
derivative atau instrumen hedging lainnya untuk
mengkompensasi (offset) perubahan nilai wajar atau
perubahan arus kas terkait asset, kewajiban, dan
transaksi-transaksi di masa depan.
 Dua unsur aktifitas hedging :
 Instrumen hedging ; derivative, aset keuangan non derivative,
kewajiban keuangan non derivative.
 Item yang dilindungi ; asset, kewajiban, komitmen
perusahaan, transaksi yang akan terjadi di masa depan.
KRITERIA HEDGE ACCOUNTING
 Hedge accounting boleh diterapkan apabila kondisi-
kondisi berikut terpenuhi :
 Instrumen Hedging dan item yang dilindunginya harus
dinyatakan secara jelas dalam dokumentasi formal,
dilengkapi dengan tujuan dan strategi manajemen risiko yang
melandasi aktivitas hedging.
 Hubungan antara intrumen hedging dengan item yang
dilindunginya efektif.
 Untuk lindung arus kas atas transaksi di masa depan,
kemungkinan terjadinya transaksi yang dilindungi harus
sangat tinggi dan transaksi itu harus beresiko, rentan terhadap
variasi arus kas yang akan mempengaruhi laba / rugi
perusahaan.