Anda di halaman 1dari 24

PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH

(BMN/D)
TUJUAN PEMBELAJARAN

Kompetensi Dasar
Setelah mendapatkan materi ini, seluruh peserta Diklat diharapkan dapat
memahami mengenai aset negara, rusunawa sebagai aset negara dan
konsep pengelolaan aset negara

Indikator Keberhasilan
1. Menjelaskan konsep mengenai aset, barang milik negara (BMN) dan
barang milik daerah (BMD)
2. Menjelaskan mengenai sistem regulasi terkait dengan pengelolaan
BMN/D
3. Menjelaskan lingkup pengelolaan BMN/D
4. Menjelaskan mengenai pengelolaan rusunawa sebagai BMN/D
RUSUNAWA SEBAGAI BMN/D
• Rusunawa dibangun dengan menggunakan APBN  merupakan Barang Milik
Negara
• Setelah siap untuk dihuni, maka dilaksanakan proses pemindahtanganan
(hibah) untuk menjadi milik pemerintah daerah  menjadi Barang Milik
Daerah (atau proses alih status untuk pemindahan status kepada sesama
kementerian/lembaga)
• Pengelolaan rusunawa sebagai aset negara/daerah harus tertib dan sesuai
ketentuan yang berlaku dalam rangka memastikan aset tersebut memiliki nilai
tambah dan manfaat

Dibutuhkan pemahaman mengenai


BMN/D dalam mengelola rusunawa
Pemahaman Dalam rangka Dengan sasaran :
mengenai mewujudkan • Semua barang tercatat
BMN/D dan tertib
pengelolaannya administrasi dan dengan baik
tertib • Pengelolaan BMN
pengelolaan dilakukan berdasarkan
BMN/D asas fungsional, kepastian
hukum, transparansi dan
keterbukaan, efesiensi,
akuntabilitas, serta
kepastian nilai
• Dapat terus diketahui
gambaran jumlah, kondisi
dan nilai BMN yang wajar
Pengertian Aset
 Barang yang memiliki nilai ekonomi Contoh : Tanah, rumah, saham,
(economic value), nilai komersial deposito, mobil dan lainnya
(comercial value) dan nilai tukar
(exchange value)

Benda tidak bergerak dan benda


 Dalam pengertian hukum bergerak, baik yang berwujud
(tangible) maupun yang tidak
berwujud (intangible), yang
tercakup dalam aktiva/kekayaan
atau harta kekayaan dari suatu
instansi, organisasi, badan usaha
atau individu perorangan

 Perspektif pembangunan • Sumber daya alam


berkelanjutan • Sumber daya manusia
• infrastruktur
Barang Milik Negara/Daerah Berdasarkan PP 27/2014

 BMN/D adalah barang  aset negara/daerah


 BMN/BMD adalah barang yang diperoleh atas beban APBN/APBD,
atau dengan cara :

• Hibah, sumbangan
• Melalui sebuah perjanjian/kontrak
• Cara lain yang sesuai dengan peraturan perundangan
• Cara lain yang melalui putusan pengadilan dan berkekuatan
hukum tetap
 Rusunawa diperoleh dengan menggunakan APBN, kemudian
dihibahkan  BMN menjadi BMD
Pengertian terkait Pengelolaan BMN/D (PP 27/2014)
1. Pengelola Barang pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab
(Menteri Keuangan) menetapkan kebijakan dan melakukan pengelolaan
BMN/D
2. Pengguna Barang Pemegang kewenangan Penggunaan BMN/D
(Menteri/ Ka. Lembaga)
3. Kuasa Pengguna Pejabat yang ditunjuk oleh Pengguna Barang untuk
Barang menggunakan barang yang berada dalam
(Ka. Kantor/Ka. Satker) penguasaannya
4. Penggunaan (PMK Kegiatan yang dilakukan oleh Pengguna Barang dalam
246/2014 jo PMK mengelola BMN/D sesuai dengan tugas dan fungsinya
87/2016)
5. Pemanfaatan (PMK Pendayagunaan BMN/D yang tidak digunakan untuk
78/2014) penyelenggaraan tugas dan fungsi lembaga dan/atau
optimalisasi BMN/D dengan tidak mengubah status
kepemilikan
6. Pemindahtanganan Pengalihan kepemilikan BMN/D
(PMK 111/2016)
7. Hibah (PMK 111/2016) Pengalihan kepemilikan barang tanpa memperoleh
penggantian
Hibah Rusunawa
Pembangunan Rusunawa dengan
menggunakan APBN

Aset Negara (BMN)

Dalam rangka menciptakan


pengelolaan yang efisien, efektif dan
bernilai tambah lebih besar :
Hibah ke Daerah

Prosedur penghapusan dan


pemindahtanganan Aset Negara

Menjadi Aset Daerah (BMD)


Sistem Regulasi
UU 17/2003 tentang UU 1/2014 tentang
Keuangan Negara Perbendaharaan Negara

PP 6/2006 jo PP 38/2008 jo PP
27/2014 tentang Pengelolaan
BMN/D

• Permenkeu Nomor 150/PMK.06/2014 tanggal 16 Juli Permendagri 17/2007 tentang


2014, tentang Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Pedoman Teknis Pengelolaan
Negara Barang Milik Daerah
• Permenkeu Nomor 98/PMK.06/2013 tentang Perubahan
atas Permenkeu No. 125/PMK.06/2011 Pengelolaan BMN
yang berasal dari Dana DK/TP tahun anggaran 2011
• Permenkeu Nomor 33/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Diganti dengan:
Pelaksanaan Sewa Barang Milik Negara PMK 246/2014 jo 87/2016  Penggunaan
PMK 78/2014  Pemanfaatan
• Permenkeu Nomor 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara
PMK 83/2016  Pemusnahan &
Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan Penghapusan
dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara PMK 111/2016  Pemindahtanganan
Substansi Umum Peraturan Rujukan

1. UU Nomor 17 Tahun Presiden selaku pemegang pemegang kekuasaaan keuangan


2003 tentang Keuangan negara :
Negara • Memberikan kuasa kepada Menteri Keuangan dalam
pemilikan kekayaan negara
• Memberikan kuasa kepada menteri atau pimpinan
lembaga negara lainnya selaku pengguna anggaran atau
barang
• Menyerahkan kepada gubernur/bupati/walikota untuk
mengelola keuangan daerah dan menjadi wakil
pemerintah daerah atas kekayaan pemerintah daerah
yang dipisahkan
2. UU Nomor 1 Tahun • Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara
2014 tentang menetapkan kebijakan dan pedoman pengelolaan BMN
Perbendaharaan • Menteri atau Pimpinan Lembaga Negara menjadi
Negara pengguna barang pada kementerian/lembaga-nya
3. PP Nomor 27 Tahun • Menteri Keuangan merupakan pengelola BMN
2014 tentang Pedoman • Menteri atau Pimpinan Lembaga Negara adalah
Pengelolaan BMN/D pengguna BMN di lingkungan Kementerian/ Lembaganya
• Gubernur/Bupati/Walikota merupakan pemegang
kekuasaan pengelolaan BMD
• Sekretaris Daerah adalah pengelola BMD
• Kepala Satuan Kerja pada SKPD adalah pengguna BMD
• Menjabarkan lingkup pengelolaan BMN/D
• Menteri Dalam Negeri menetapkan pedoman teknis
pengelolaan barang milik daerah (BMD)
4. Permendagri Nomor 17 • Menjabarkan secara teknis pengelolaan BMD
Tahun 2007 tentang
Pedoman Teknis
Pengelolaan Barang
Milik Daerah
5. 1) Permenkeu Nomor 150/PMK.06/2014 tanggal 16 Menjabarkan secara teknis
Juli 2014, tentang Perencanaan Kebutuhan Barang tata cara perencanaan
Milik Negara kebutuhan, pelaksanaan
2) Permenkeu Nomor 98/PMK.06/2013 tentang sewa, penggunaan,
Perubahan atas Permenkeu No. 125/PMK.06/2011 pemanfaatan,
Pengelolaan BMN yang berasal dari Dana DK/TP penghapusan dan
tahun anggaran 2011 pemindahtanganan Barang
Milik Negara
3) Permenkeu Nomor 33/PMK.06/2012 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Sewa Barang Milik Negara
4) Permenkeu Nomor 96/PMK.06/2007 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan,
Penghapusan dan Pemindahtangan Barang Milik
Negara

Diganti dengan:
PMK 246/2014 jo 87/2016  Penggunaan
PMK 78/2014  Pemanfaatan
PMK 83/2016  Pemusnahan & Penghapusan
PMK 111/2016  Pemindahtanganan
Kelembagaan Pengelolaan BMN/D
Pengelola BMN
Merumuskan kebijakan, menyetujui rencana
Menteri Keuangan penggunaan, menetapkan status penguasaan dan
sebagai Pengelola BMN penggunaan, memberikan masukan ke Presiden
dan DPR, pengawasan, pengendalian dan
pelaporan atas penggunaan BMN

Menteri/Pimpinan Lembaga Menetapkan Kuasa Pengguna Barang, mengajukan


Keuangan sebagai Pengguna rencana kebutuhan, penganggaran, dan
BMN pengadaan BMN, melakukan penguasaan dan
penggunaan BMN, melakukan pengamanan dan
pemeliharaan, pengawasan, dan pengendalian
atas penggunaan, pelaporan atas penggunaan

Kuasa Pengguna BMN di Mengajukan rencana kebutuhan dan permohonan


Lingkungan penetapan status, menggunakan BMN untuk
Kementerian/ Lembaga kepentingan penyelenggaraan TUPOKSI,
mengamankan, pelaporan
Pengelola BMD

Gubernur/Bupati/Walikota
sebagai Pemegang Kekuasaan
• Menetapkan pejabat yang mengurus dan
Pengelolaan BMD
menyimpan BMD
• Meneliti dan menyetujui rencana pengelolaan,
pemeliharaan dan perawatan BM
Sekretaris Daerah sebagai • Mengatur pelaksanaan pemanfaatan, penghapusan
Pengelola BMD dan pemindahtanganan BMD dengan persetujuan
Kepala Daerah
• Inventarisasi, pengawasan dan Pengendalian BMD

• Mengajukan Rencana Kebutuhan Barang Unit


(RKBU)
• Mengajukan permohonan penetapan status
Kepala SKPD sebagai penguasaan/penggunaan BMD
Pengguna BMD • Melakukan pencatatan dan inventarisasi BMD
• Menggunakan BMD untuk pelaksanaan tupoksi
• Mengamankan dan memelihara BMD
• Mengajukan usulan pemindahtanganan BMD
• Pengawasan dan pengendalian penggunaan BMD
Lingkup Pengelolaan BMN/D

PMK 181/2016
Menteri sebagai Menteri Keuangan Pengguna Barang Pihak Lain
Pengguna Barang sebagai Pengguna Lainnya
Barang

Sumber : Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan


Pemanfaatan BMN/D Rusunawa  sewa

 BMN/D dapat disewakan pada pihak lain berdasarkan perjanjian


 Yang memberikan sewa adalah Pengguna Barang atas persetujuan
Pengelola Barang
 Jangka waktu penyewaan paling lama 5 tahun dan dapat diperpanjang
 hunian termasuk ke dalam alasan penyewaan yang diizinkan
 Formulasi besar nilai sewa BMD ditetapkan oleh kepala daerah
 Hasil penyewaan disetorkan ke Kas Umum Daerah
Pemindahtanganan BMN/D untuk Rusunawa

1. Subjek pelaksana • Yang dapat melakukan hibah : pengelola barang


hibah dan pengguna barang
• Pengguna barang dapat melakukan hibah pada
BMN yang sejak dari perencanaannya sudah
dimaksudkan untuk dihibahkan
• Pengguna barang dapat melakukan hibah dengan
persetujuan pengelola barang

2. Penerima hibah • Lembaga-lembaga sosial, keagamaan dan


organisasi kemanusiaan yang sesuai dengan
ketentuan & lembaga pendidikan NonKomersial
• Pemerintah Daerah
3. Persyaratan hibah • Barang yang dihibahkan : (1) sudah dimaksudkan
untuk dihibahkan sejak perencanaannya, (2) bukan
barang rahasia negara, berasal dari hasil perolehan
yang sah
• Harus digunakan sesuai dengan fungsinya
sebagaimana saat dihibahkan

4. Nilai yang dihibahkan • Nilai Barang Milik Negara hasil dari pelaksanaan
kegiatan anggaran, yang dari awal pengadaannya
telah direncanakan untuk dihibahkan didasarkan
pada realisasi pelaksanaan kegiatan anggaran yang
bersangkutan;
• Nilai Barang Milik Negara didasarkan pada hasil
penilaian
Pengelolaan Rusunawa pada Siklus
Manajemen BMN/D

 Tupoksi UPT Rusunawa relevan pada tahap penggunaan,


pemanfaatan serta pengamanan dan pemeliharaan
rusunawa sebagai BMN/BMD
 Pengelola rusunawa merupakan unit atau pihak yang ditunjuk
oleh Pengguna Barang untuk mengelola rusunawa sebagai
BMN/D
 Pengelolaan rusunawa sudah dilaksanakan sejak saat belum
dihibahkan
Rusunawa selesai dibangun
Proses hibah rusunawa yang melibatkan
Pemerintah Daerah, Kementerian PU dan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Perumahan Rakyat dan Kementerian
mengeluarkan Surat Penugasan kepada UPT
Keuangan
Rusunawa untuk mengelola Rusunawa yang sudah
siap untuk dihuni

• Bupati/Walikota menganggarkan pengelolaan


rusunawa berdasarkan surat penugasan
menteri tersebut
• UPT rusunawa melaksanakan pengelolaan Proses hibah rusunawa selesai
berdasarkan surat penugasan menteri tersebut

Pemerintah Kabupaten/Kota melaksanakan rusunawa PMK 111/2016


sebagai aset daerah sesuai dengan peraturan daerah
dan peraturan lainnya yang berlaku

Proses alih status penggunaan rusunawa


Kementerian dan Lembaga lain, menerima yang melibatkan Kementerian dan
alih status penggunaa BMN dari Lembaga lain, Kementerian PU dan
Kementerian PU dan Perumahan Rakyat PMK 246/2014 Perumahan Rakyat dan Kementerian
Keuangan
Kriteria Keberhasilan Pengelolaan Rusunawa
sebagai BMN/D

 Pengelola mengetahui barang atau aset apa saja yang


dimiliki/dikuasainya.
 Pengelola mengetahui bagaimana kondisi aset yang
dimilikinya/dikuasainya.
 Pengelola mengetahui berada di mana saja barang atau aset tersebut.
 Pengelola mengetahui siapa yang bertanggung jawab dan memanfaatkan
suatu aset tertentu.
 Pengelola mengetahui bagaimana pemanfaatan dari setiap aset yang
dimiliki/dikuasainya.
 Pengelola mengetahui berapa nilai dari aset yang dimiliki/dikuasainya.
 Pengelola melakukan evaluasi secara regular atas semua aset yang
dimiliki/dikuasainya apakah masih sesuai dengan kebutuhan organisasi
PROSES HIBAH/ALIH STATUS RUSUNAWA

 Alih status dilaksanakan pada Rusun Sewa yang dibangun diatas tanah
milik negara
 Pemenuhan Dokumen pendukung
• DIPA Pembangunan Rusun Sewa
• Kontrak Pengadaan
• Sertifikat tanah
• Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
• Kartu Identitas Barang (KIB)
• Pernyataan Bersedia Menerima BMN
• Rincian Barang
 Mengikuti Tahapan hibah yang sudah ditentukan
• Tahap pengajuan usulan
• Tahap persetujuan
• Tahap penghapusan
• Tahap penetapan status penggunaan
• Tahap serah terima
• Tahap pencatatan
PENUTUP
Materi mengenai pengelolaan barang milik negara atau daerah (BMN/D) ini
merupakan konsep dan pemahaman mengenai aset secara keseluruhan dan
BMN/D secara khusus. Dengan pemahaman ini diharapkan pengelolaan
rusunawa tetap pada kerangka ketentuan mengenai BMN/D yang berlaku
sebagai rujukan dalam pengelolaan rusunawa itu sendiri.