Anda di halaman 1dari 14

SISTEM

PENGORGANISASIAN
RUMAH SAKIT
PERPRES NO 77 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN
ORGANISASI RS

KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR


1 TAHUN 2002 TENTANG PEDOMAN SUSUNAN
ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT
DAERAH

PERMENKES NO 1045 TAHUN 2006 TENTANG


PEDOMAN ORGANISASI RS DI LINGKUNGAN
DEPKES
PENGERTIAN
 Proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan
tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya

 Suatu langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur


berbagai macam kegiatan.

 Penetapan tugas dan wewenang seseorang, pendelegasian


wewenang dan seterusnya dalam rangka untuk mencapai tujuan.
PENGERTIAN
• GR. TERRY :
Pengorganisasian : Tindakan mengusahakan hubungan - hubungan
perilaku yang efektif antara orang - orang, bekerjasama secara efisien,
sehingga memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas –
tugas tertentu dalam kondisi likungan tertentu guna mencapai tujuan atau
sasaran tertentu. 

• SP HASIBUAN :
Pengorganisasian : suatu proses penentuan, pengelompokan dan
pengaturan bermacam – macam aktifitas yang diperlukan untuk mencapai
tujuan, menempatkan orang - orang pada setiap aktifitas, menyediakan
alat - alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relatif
didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktifitas
tersebut.
Penetapan Struktur Organisasi
 Menekankan  Membagi habis fungsi
Mengacu pada :
- Visi dan Misi Rumah Sakit
- Prinsip Kaya Fungsi Miskin Struktur

 Dasar  Menggabungkan berbagai bentuk organisasi dengan Peran


Fungsional yang didukung oleh Manajerial / Struktural

 Seluruh fungsi yang dijalankan oleh rumah sakit harus tertampung 


Struktur organisasi
FUNGSI
• Public Responsibility  Fokus Organisasi  Pelayanan Pelanggan 
Melalui Pemberdayaan dan peran utama dari instalasi lini bisnis

• Pemberdayaan dan pengembangan SDM profesional dan fungsional 


dalam wadah profesi serta peran keprofesian  kegiatan di Instalasi

• Pemberdayaan dan pengembangan SDM Manajerial dan Struktural 


mendukung kegiatan profesional dan fungsional memberikan pelayanan
kepada pelanggan

• Pengembangan etika dan hukum rumah sakit


• LAYER I (lapisan) ADALAH DIREKSI :
Leadership RS
Manajemen Strategik
Rencana Bisnis dan Anggaran RS  Persetujuan
Dewan Pengawas

• LAYER II a  MENJALANKAN MANAJEMEN TAKTIS :


Komite – Komite :
Komite Medis, Keperawatan
Komite Etika dan Hukum, dll
Satuan Pemeriksaan Interen (SPI)
• LAYER II.b  MANAJEMEN OPERASIONAL :
Para Profesional & Fungsional
Manajerial / Struktural lain
Kelompok Staf Medis Fungsional

• Instalasi ‘utama’ : Inst Rawat Inap, Rajal, Gawat Darurat,


Radiologi , Laboratorium, Kamar Operasi, Kamar Bersalin,
Farmasi, Rehabilitasi Medik, Pemulasaran Jenazah 
Melakukan Fungsi Pelayanan langsung kepada Pelanggan

• Instalasi Penunjang  Fungsi dukungan pada lini bisnis


ANALISIS JABATAN

• SUATU CARA SISTEMATIS UNTUK MENGUMPULKAN DAN


MENGANALISA INFORMASI TTG ISI PEKERJAAN DAN
KEBUTUHAN TENAGA MANUSIA DAN KONTEKS DIMANA
PEKERJAAN DILAKSANAKAN (ROBERT L. MTHIS Cs.2000)

• SUATU PROSES PENYELIDIKAN SECARA MENDALAM TTG


TUGAS, KEWAJIBAN DAN TANGGUNGJAWAB DARI SUATU
JABATAN/JOB (SOEJADI,FX)

• JOB ANALYSIS  A PROCESS FOR ABTAININGALL PERTINENT JOB


FACT : OBSERVATION, QUESIONNAIRE, INTERVIEW (Rakich, at all 1985)
JOB ANALYSIS
A PROCESS FOR ABTAINING ALL PERTINENT JOB FACT :
OBSERVATION, QUESIONNAIRE, INTERVIEW

JOB DESCRIPTION JOB SPECIFICATION


a statement containing such a statement of the human
qualifications necessary to do
item as : the job, usually contains such
* Job title item as :
* Location * Education ; experience
* job summary * Trainning ; judgement
* Duties * Initiative ; physical effort
* Mechine, tools, equipment * physical Skill ;
* Material n form use responsibilities
* Supervision given or received * Comunication skills,
* Working condition * Emotional, characteristics,
unusual sensory demand ;
* Hazard sight, smell,, hearing at work
Source : Adapted from Dale S Beach, Personnels The management
Syarat – Syarat Jabatan
• SYARAT PENDIDIKAN : SMU, SMK, DIII,S1,S2,S3, KEJURUAN,
SPESIALIS, DLL

• SYARAT KESEHATAN : TIDAK BERKACA MATA, TIDAK BUTA


WARNA, TIDAK SAKIT PARU, DLL

• SYARAT FISIK : tinggi badan, BB, umur, jenis kelamin, dll

• SYARAT LAIN : menikah/ belum, jumlah anggota keluarga,


mempunyai kepribadian tertentu, paras muka menarik

• PENETAPAN SYARAT HARUS DISESUAIKAN DENGAN SITUASI


DAN KONDISI
CARA-CARA MELAKUKAN ANALISA JABATAN

1. JABATAN DIKELOMPOKKAN DALAM TUGAS


2. TUGAS DIPECAH MENJADI KEGIATAN
(OPERASIONAL)
3. KEGIATAN DIPECAH MENJADI RANGKAIAN
LANGKAH-LANGKAH (STEPS) UNTUK MELAKUKAN
PEKERJAAN TSB  IDENTIFIKASI :
A. KETERAMPILAN APA
B. PENGALAMAN APA
C. BUTUH ALAT APA
D. KEMUNGKINAN RESIKO, DLL
ANALISA JABATAN & AKTIFITAS SDM

PERENCANAAN
HUBUNGAN SDM
SERIKAT PEREKRUTAN
PEKERJA

ANALISIS
PEKERJAAN
KESEHATAN
KESELAMTAN SELEKSI
& KEAMANAN URAIAN PEK

SPESIFIKASI PEKJ.

PENILAIAN KOMPENSASI
KINERJA
PELATIHAN &
PENGEMBANGAN
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai