Anda di halaman 1dari 11

BENANG BEDAH

 Defenisi
Benang bedah ( suture ) adalah materi
berbentuk benang yang berfungsi untuk ligasi
(Mengikat) pembuluh darah atau aproksimasi
(mengikat / menyatukan jaringan )
Ada tiga hal yang menentukan pemilihan jenis
benang jahit, yaitu jenis bahannya,
kemampuan tubuh untuk menyerapnya dan
susunan filamentnya. Penyerapan benang
oleh jaringan dapat berlangsung antara tiga
hari sampai tiga bulan, tergantung jenis
benang dan kondisi jaringan yang dijahit
Berdasarkan keberadaannya didalam tubuh pasien dibagi atas :
Diserap ( absorbable sutures )
 Merupakan jenis benang yang materialnya dibuat dari jaringan collagen
mamalia sehat atau dari sintetik polimer. Material di dalam tubuh akan
diserap yang lamanya bervariasi, sehingga tidak ada benda asing yang
tertinggal di dalam tubuh
Tidak diserap ( non ansorbable sutures )
 Merupakan benang yang dibuat dari material yang tahan terhadap
enzim penyerapan dan tetap berada dalam tubuh atau jaringan tanpa
reaksi penolakan selama bertahun – tahun.
 Kelebihan dari benang ini adalah dapat memegang jaringan secara
permanen. Kekurangan dari benang ini adalah benang ini menjadi
benda asing yang tertinggal didalam tubuh dan kemungkinan akan
menjadi fistel
Bahan benang yang bisa diserap
Benang yang satu ini biasanya digunakan untuk menutupi bagian paling dalam dari sayatan. Meski
begitu, benang ini juga bisa digunakan untuk permukaan kulit. Berikut bahan-bahan pembuatnya:
Gut (usus)
Benang monofilamen alami ini digunakan untuk menjahit luka atau robekan jaringan lunak bagian
dalam. Gut biasanya tidak boleh digunakan untuk prosedur kardiovaskular atau sistem saraf. Sebab,
tubuh memiliki reaksi kuat terhadap benang yang satu ini dan jutsru bisa melukai.
Oleh sebab itu, benang ini biasanya hanya digunakan untuk operasi ginekologi (operasi yang
berhubungan dengan alat reproduksi).
Polydioxanone (PDS)
Benang monofilamen sintesis ini bisa digunakan untuk memperbaiki luka jaringan lunak, seperti untuk
perut atau jantung anak.
Poliglecaprone (Monocryl)
Benang monofilamen sintetis ini biasanya digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak yang terbuka.
Namun, bahan yang satu ini tak boleh digunakan untuk prosedur kadiovaskular atau sistem saraf.
Benang yang satu ini paling sering digunakan untuk menutup luka kulit agar tak terlihat.
Poliglaktin (Vicryl)
Benang multifilamen ini biasanya digunakan untuk memperbaiki luka robek tangan atau wajah.
Benang ini juga termasuk yang tidak boleh digunakan untuk prosedur penjahitan bagian
kardiovaskular atau sistem saraf.
Bahan benang yang tidak dapat diserap

Semua jenis bahan benang operasi yang tidak dapat diserap biasanya
dapat digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak, termasuk untuk
prosedur kardiovaskular dan sistem saraf.
Selain itu, benang ini biasanya digunakan untuk jaringan yang
memerlukan proses penyembuhan yang lama, seperti jahitan di
tendon, menutup dinding perut, dan penjahitan kulit.

Berikut beberapa bahan benang operasi yang tak bisa diserap, yaitu:
 Nilon, benang monofilamen alami.
 Polypropylene (Prolene), benang monofilamen sintetis.
 Sutra, benang multifilamen alami (berbentuk jalinan yang dikepang).
 Poliester (Ethibond), benang multifilamen sintesis (berbentuk jalinan
yang dikepang).
Ukuran benang bedah disepakati adalah sebagai berikut :
 Ukuran terbesar adalah 1 dan ukuran terkecil adalah 11-0 atau
12-0.
 Ukuran dimulai dari nomor 1 dan ukuran bertambah besar
dengan bertambah 1, sedangkan apabila ukuran bertambah
kecil maka ditambah 0.
 Ukuran benang system Eropa ( metric gauge ) adalah metric 0,1
( 0,010 – 0,019 mm ) sampai metric 10 ( 1,00 – 1,09 ).
 ukuran benang system Amerika ( imperial gauge ) ukuran 11-0
( 0,010 – 0,019 ) sampai ukuran 7 ( 1,00 – 1,09 ).
 Dalam kemasan selain dicantumkan diameter juga panjang
benang dalam cm.
Jenis jenis Benang yang Digunakan dalam Penjahitan Luka
 1. Seide (Silk/Sutra) : Bersifat tidak licin seperti sutera biasa karena sudah dikombinasi
dengan perekat, tidak diserap oleh tubuh. Pada penggunaan disebelah luar, maka
benang harus dibuka kembali. Berguna untuk menjahit kulit, mengikat pembuluh
arteri besar. Ukuran yang sering digunakan adalah nomor 2 nol 3 nol, 1 nol dan nomor
1.
 2. Plain Catgut : Bersifat dapat diserap tubuh, penyerapan berlangsung dalam waktu
710 hari dan warnanya putih kekuningan. Berguna untuk mengikat sumber
pendarahan kecil, menjahit subcutis dan dapat pula digunakan untuk bergerak dan
luas lukanya kecil. Benang ini harus dilakukan penyimpulan 3 kali karena dalam tubuh
akan mengembang. Bila penyimpulan dilakukan hanya 2 kali akan terbuka kembali.
 3. Chromic Catgut : Bersifat dapat diserap oleh tubuh, penyerapannya lebih lama yaitu
sampai 20 hari. Chromic Catgut biasanya menyebabkan reaksi inflamasi yang lebih
besar dibandingkan dengan plain catgut. Berguna untuk penjahitan luka yang
dianggap belum merapat dalam waktu 10 hari dan bila mobilitas harus segera
dilakukan.
Berbagai jenis produk benang
 B-braun
 Ethicon
 Coviden
 Triton
 Sinorgmed
 Sutures
 Vicryl
 GEA
 Ensoval
 DameTECH
 Asucryl
Infeksi akibat luka operasi yang bisa menyebabkan sakit
Infeksi pasca operasi adalah infeksi dari luka yang didapat
setelah operasi. Dapat terjadi diantara 30 hari setelah operasi,
biasanya terjadi antara 5 sampai 10 hari setelah operasi. Infeksi
luka operasi ini dapat terjadi pada luka yang tertutup maupun
pada luka yang terbuka. Infeksi dapat terjadi pada jaringan
superfisial (yang dekat dengan kulit) ataupun pada jaringan
yang lebih dalam. \
Berikut gejala infeksi luka operasi:
 Terdapat nanah, darah atau cairan yang keluar dari luka operasi
 Terdapat rasa nyeri, bengkak, memerah, menghangat dan
demam
 Luka operasi yang tidak kunjung sembuh atau mengering
TERIMAKASIH...

Anda mungkin juga menyukai