Anda di halaman 1dari 14

EVIDANCE BASED PRACTICE

EFEKTIFITAS PERAWATAN LUKA MODERN DRESSING MOIST


WOUND

DISUSUN OLEH :
1. PINAKA SWASTI RS
2. LAILI HIKMAWATI
3. WULAN OKTAVIANI
4. PUTRI OKTAVIANI
5. NURUL HIDAYATUNISA
EVIDANCE BASED PRACTICE
EFEKTIFITAS PERAWATAN LUKA MODERN DRESSING MOIST WOUND
Latar Belakang
Diabetes adalah penyakit kronis yang serius terjadi karena pangkreas tidak menghasilkan
cukup insulin (hormone yang mengatur gula darah atau glukosa) atau ketika tubuh tidak dapat
secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Diabetes mellitus diklasifikasikan atas
DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe gestasional.
Faktor risiko diabetes melitus terdiri atas dua, yaitu faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor
yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah berat badan
lebih, obesitas abdominal/sentral, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemia, diet tidak
sehat dan tidak seimbang (tinggi kalori).

TUJUAN
Untuk mengetahui justifikasi intervensi sesuai kasus
IDENTIFIKASI ARTIKEL EVIDANCE BASED
PRACTICE

A. Identifikasi artikel
Artikel 1
• Judul artikel : Efektifitas Perawatan Luka Modern Dressing dengan Metode Moist
Wound Healing Pada Ulkus Diabetik di Klinik Perawatan Luka ETN Centre Makassar
• Nama peneliti : Sri Angriani
• Tahun terbit : 2019
• Penerbit : Jurnal Media Keperawatan
Artikel 2
• Judul artikel : Efektivitas Perawatan Luka Teknik Balutan Wet-Dry dan Moist Wound
Healing pada Penyembuhan Ulkus Diabetik
• Nama peneliti : Maria Imaculata Ose
• Tahun terbit : 2018
• Penerbit : Journal of Borneo Holictic Health
Artikel 3
• Judul artikel : Efektifitas Perawatan Luka Kaki Diabetik Menggunakan Balutan Modern
di RSUP Sanglah Denpasar dan Klinik Dhalia Care
• Nama peneliti : Tiara
• Tahun terbit : 2012
B. Grap of knowledge
• Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa pada kelompok balutan modern didapatkan
rata-rata penurunan skor derajat luka.
C. Justifikasi Intervensi
Artikel 1
Prinsip moisture dalam perawatan luka adalah untuk mencegah luka menjadi kering dan
keras, meningkatkan laju epitilisasi, meningkatkan jaringan epidermis dan lain-lain. Metode
perawatan luka dengan prinsip moisture disebutkan lebih efektif dibandingkan dengan metode
konvensional.
Artikel 2
Proses penyembuhan luka dengan teknik moist healing lebih cepet penyembuhannya daripada
menggunakan balutan wry dry. Balutan moist healinjg bersifat lembut dan dapat memberikan
kesan yang lembab serta tidak memberikan nyeri maupun perdarahan saat balutan diangkat
dari luka.
Artikel 3
Prinsip dari perawatan luka modern adalah memperthankan dan menjaga lingkungan luka
tetap lembab untuk proses penyembuhan luka agar lebih cepat sembuh
Lingkungan luka yang lembab dapat mempercepat proses penyembuhan luka dengan cara
membantu menghilangkan fibrin, selain itu juga bisa untuk menurunkan angka kejadian
infeksi dibandingkan dengan balutan kering
D. Hasil Penelitian
Berdasrkan dari hasil analisis penelitian balutan modern mempunyai perkembangan yang lebih
baik untuk proses penyembuhan luka.
BAB III
PEMBAHASAN
Riwayat penyakit sekarang, Pasien mengeluh ada luka dijempol kaki kiri dan kelingking
kaki kanan, luka pada kaki awalnya hanya lecet sedikit namun makin hari lukanya semakin
lebar dan susah kering. Pasien mengatakan selalu rutin ganti balut 3-4 hari sekali setiap
minggu dihomecare namun belum ada perubahan pada lukanya.
Keluhan utama, nyeri pada ulkus diabetikum ibu jari dan jari kelingking. Riwayat penyakit
dahulu, pasien sudah mengalami DM sejak 5 tahun yang lalu, DM terdeteksi saat sebelum
naik haji, sebelumnya tidak tahu dan pasien tidak rutin untuk cek gula darahnya. Riwayat
penyakit keluarga pasien mengatakan kakak permpuannya juga memiliki riwayat DM
KONDISI PASIEN
Penampilan umum, tingkat kesadaran : Comphosmenthis, tinggi badan : 156 Cm, berat badan:
52 Kg, tekanan darah: 115/ 83 mmHg, pernafasan : 20x/ menit, nadi: 88x/ menit, suhu tubuh:
36.5oC. Mukosa bibir lembab, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. Pasien bisa menelan (+)
Kulit ikterik (-) kulit kering dan pada baian kaki lapisan terluar kulit menegelupas, ada ulkus
pada kaki kanan dan kiri. Ekstremitas, Tidak ada kekakuan sendi, ada ulkus diabetikum pada
ekstremitas bawah namun tidak begitu mengganggu aktifitas
ANALISIS HASIL PENELITIAN
BERDASARKAN TINAJUAN TEORI
Berdasarkan dari ke tiga artikel yang menerapkan pemberian intervensi balut luka modern
wound pada pasien ulkus DM dari hasil identifikasi ini menyarankan agar balut luka secara
modern ini dapat dilakukan karena memiliki perkembangan perbaikan luka yang baik..
Selain itu perawatan luka modern adalah mempertahankan dan menjaga lingkungan luka
tetap lembap untuk proses penyembuhan luka agar lebih cepat sembuh. Lingkungan yang
lembap (moist) dapat mempercepat proses penyembuhan luka dengan cara membantu
menghilangkan fibrin dan bisa menurunkan angka kejadian infeksi dibandingkan dengan
balut kering. Metode ini digunakan untuk mempertahankan kelembapan luka dengan
menggunakan balutan penahan kelembapan sehingga penyembuhan luka dan pertumbuhan
jaringan dapat secara alami
ANALISA HASIL PENELITIAN
BERDASARKAN TINJAUAN KASUS
Berdasarkan dari artikel diatas menyebutkan bahwa pemberian intervensi balut luka lembap
berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka menjadi cepat. Dari hasil pengkajian dan
perawatan luka selama pasien dirawat didapatkan hasil luka tidak ada nananhnya setelah
diberikan intervensi pertma kali, kondisi luka tidak mengalami kekakuan, tidak berbau khas
DM sama seperti saat baru datang, kondisi kulit sekitar luka lembap.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan hasil identifikasi EBP dari ke tiga artikel yang menerapkan intervensi balut luka
modern wound pada pasien ulkus DM. Dari hasil identifikasi ini menyarankan agar balut luka
secara modern ini dapat dilakukan karena memiliki perkembangan perbaikan luka yang baik.

Saran
Berdasarkan hasil EBP dalam perawatan luka pada pasien DM disarankan dengan
menggunakan ataupun tetap menjaga area luka agar tetap moist tujuannya untuk mempercepat
penyembuhan jaringan secara alami.