Anda di halaman 1dari 30

ANALISA bentuk Raster

1. Pengukuran
meliputi:
a) Location:
▪ Lokasi suatu sel pada raster ditentukan berdasarkan titik acuan
dan resolusi raster tsb.
▪ Acuan lokasi suatu sel bisa terletak pada titik tengah ataupun
sudut2 sel tsb.
b) Distance:

▪ Fungsi jarak pada raster ditentukan


berdasarkan lokasi titik tengah dari sel.

▪ Jika raster digunakan utk


merepresentasikan garis, maka panjang
garis tsb merupakan jumlah dari jarak sel.
c) Area Size :

▪ Area Size = Jumlah Sel x Resolusi

▪ Jika resolusi diketahui, maka luas


area tiap sel juga dapat diketahui.
▪ misal. utk resolusi 30m x 30m, luas c per-sel
area tiap selnya adalah 900 m2
2. Raster Overlay
adalah metode analisa spasial yg umum digunakan untuk data dalam bentuk raster.
Persyaratan utama Raster Overlay adalah data raster yg menjadi input memiliki posisi dan
resolusi yg persis sama.
Pada Raster Overlay, tiap sel pada data raster memiliki nilai tertentu yg akan
digabungkan dgn nilai pada raster yang lain.

Penggabungan ini dapat menggunakan operator Aritmatika :


(+, -, *, / ), atau dengan operator Boolean (AND, OR, NOT).

Jenis Operasi Raster Overlay:

• Arithmatic
• Weighted
• Comparison/Logical
• Conditional
Boolean
Operator ....!
DEM (Digital Elevation Model),
yang merupakan susunan data elevasi yang memiliki titik tinggi di setiap cell-nya, sehingga dianggap
model permukaan bumi yang mendekati nyata.
berdasarkan jenis datanya memiliki dua macam, yaitu DEM raster dan DEM vektor.

DEM raster menggunakan grid ataupun piksel sebagai elevasinya, sedangkan DEM vektor menggunakan
TIN (Triangulated Irregular Network).

Faktanya DEM dan TIN tidak dapat digunakan secara bersamaan, namun DEM dapat diubah menjadi TIN
dan begitupun sebaliknya TIN dapat diubah menjadi DEM.

Pada DEM raster tersusun atas rangkaian piksel yang masing-masing memiliki nilai ketinggian, biasanya
semakin cerah warnanya maka nilai DEM semakin tinggi nilai elevasinya.
Interpolasi

adalah suatu metode atau fungsi matematika yang menduga nilai pada lokasi-lokasi yang datanya tidak
tersedia.

Interpolasi spasial mengasumsikan bahwa atribut data bersifat kontinu di dalam ruang (space) dan
atribut ini saling berhubungan (dependence) secara spasial. Kedua asumsi tersebut mengindikasikan
bahwa pendugaan atribut data dapat dilakukan berdasarkan lokasi-lokasi di sekitarnya dan nilai pada
titik-titik yang berdekatan akan lebih mirip dari pada nilai pada titik-titik yang terpisah lebih jauh.
ada empat teknik interpolasi yang diterapkan, yaitu :

a. Jarak Inverse Tertimbang (IDW)


Teknik interpolasi ini mengasumsikan bahwa setiap titik memiliki pengaruh lokal, yang berbanding terbalik
dengan kekuatan yang dipilih dari kejauhan

b. Spline
Metode interpolasi bahwa perkiraan nilai dengan menggunakan fungsi matematika yang meminimalkan
keseluruhan permukaan kelengkungan dan menghasilkan permukaan yang halus yang melewati titik-titik
masukan.

c. Kriging
Teknik interpolasi ini menghitung jarak atau arah antara titik sampel untuk menunjukkan korelasi spasial
yang dapat membantu untuk menggambarkan lokasi

d. Trend
Interpolasi teknik ini sesuai fungsi matematika, polinomial tatanan tertentu, ke semua titik masukan
Profil
adalah irisan penampang 2-Dimensi dari suatu permukaan.
Berdasarkan profil dapat dipergunakaan untuk analisa morfologi permukaan seperti : kecekungan
permukaan, perubahan permukaan, kecembungan permukaan, dan ketinggian maksimum permukaan
lokal.
Prespektif 3D
menghasilkan penyajian permukaan dan informasi terrain