Anda di halaman 1dari 21

PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA

DOSEN: WINDAWATI PINEM, S. Sos., M.I.P

KELOMPOK 2
ABRAR HADI ANGKAT : 5203111002
DEPITA ROMAITO GULTOM : 5203111025
EBEN EZER PANGGABEAN : 5202411007
EVA SAPUTRY PULUNGAN : 5201111009
EFHRONI PANDIANGAN : 5202411009
JELITA AGUS SINAGA : 5202411001
LABAS NABABAN : 5203111015
YANRI LUMBANTORUAN : 5202411003
YEYEN NURHAYATY MANALU : 5203111007
PENGERTIAN ETIKA

Kata etika yang secara etimologis dari kata Yunani “ethos” secara harfiah
berarti adat kebiasaan. Watak atau kelakukan manusia. Dalam KBBI, etika di
artikan sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak
dan kewajiban moral (akhlak).
Pengertian Etika bisa beragam menurut pada ahli, namun dapat di klasifikasikan
ke dalam 2 makna (Sudarminta, 1997) ;
1. Sebagai sistem nilai,Kata etika disini berarti nilai – nilai dan norma – norma
moral yang menjadi pegangan hidup sebagai pedoman penilaian baik
buruknya perilaku manusia, baik secara individu maupun sosial dalam suatu
masyarakat.
2. kode etik, yang mana merupakan kumpulan norma dan nilai moral yang
wajib diperhatikan oleh pemegang profesi tertentu.
Menurut Bertens (2000), kata etika dapat di arikan sebanyak 3 jenis yaitu :

1. Etika berarti nilai – nilai dan norma – norma moral yang menjadi
pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok yang mengatur
tingkah lakunya. Hal ini biasa diartikan sebagai sistem nilai yang
berfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun staf sosial.
2. Etika di artikan sebagai kumpulan asas dan moral yaitu kode etik.
3. Etika berarti ilmu tentang yang baik atau buruk.
Selain etika, dikenal juga dengan istilah etiket, yang berasal dari bahasa
prancis, etiquette, berarti moral namum etiket adalah sopan santun, di
nyatakan bahwa :
1. Etiket menyangkut cara sesuatu perbuatan yang harus dilakukan
manusia, sedangkan etika tidak terbatas pada cara dilakukannya
sesuatu perbuatan, etika memberi norma pada perbuatan itu sendiri.
2. Etiket hanya berlaku dalam pergaulan, sedangkan etika tidak
bergantung pada hadir tidaknya orang lain.
3. Etiket bersifat relatif, sedangkan etika bersifat absolut.
4. Etiket berarti memandang manusia hanya dari segi lahiriahnya,
sedangkan etika menyangkutkan manusia dari segi dalam.
Macam – Macam Etika Ataupun Filsafat Moral

Secara umum dapat dibedakan menjadi dua cabang besar


etika :

1. Etika umum adalah etika yang menyajikan beberapa


pengertian dasar dan pengaji beberapa permasalahan
pokok dalam filsafat moral.
2. Etika khusus adalah etika yang membahas beberapa
permasalahan moral dalam bidang khusus.
Macam – Macam Etika Ataupun Filsafat Moral

1. Etika deskriptif,Hanya melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas, misalnya adat kebiasaan
suatu kelompok, tanpa memberikan penilaian. Etika deskriptif mempelajari moralitas yang
terdapat pada kebudayaan tertentu, dalam periode tertentu. Etika ini dijalankan oleh ilmu – ilmu
sosial : antropologi, sosiologi, psikologi, dll. Jadi termasuk ilmu empiris bukan filsafat.
2. Etika normative,Etika yang tidak hanya melukiskan, melainkan melakukan penilaian
(preskriptif : memerintahkan). Untuk itu ia mengadakan argumentasi, alasan – alasan mengapa
sesuatu di anggap bak atau buruk. Etika normatif dibagi menjadi dua yaitu etika umum yang
mempermasalahkan tema – tema umum, dan etika khusus yang menerapkan prinsip – prinsip
etis ke dalam wilayah manusia yang khusus, misalnya masalah kedokteran, penelitian. Etika
khusus disebut juga etika terapan.
3. Metaetika,Meta berarti melampaui atau melebihi. Yang dibahas bukanlah moralitas secara
langsung, melainkan ucapan – ucapan kita di bidang moralitas. Metaetika bergerak pada tatanan
bahasa, atau mempelajari logika khusus dari ucapan – ucapan etis.
Aliran – Aliran Dalam Filsafat Moral
 Etika Keutamaan
Etika keutamaan mempelajari (virtue),sifat dan watak yang dimiliki manusia. Aristoteles
mengatakan (arête) dimana berbahasa yunani yang berarti keutamaan, ada kaitannya dengan
keunggulan (excellence) serta dipakai untuk menunjukkan bahwa seseorang bisa melaksanakan
fungsi pokoknya dengan baik.
 Etika Deontology
Etika deontology adalah teori yang membicarakan kewajiban moral sebagai hal yang benar dan
bukan membicarakan tujuan atau akibat dari etika deontology dalam memberi tekanan dan fokus
perhatiannya pada prinsip – prinsip yang mendasari tindakan, serta mengajarkan bahwa sebuah
tindakan itu benar, kalau tindakan tersebut selaras dengan prinsip kewajiban yang relevan
untuknya.
 Etika Teleology
Etika teleology adalah teori yang menyatakan bahwa hasil dari tindakan moral menentukan nilai
tindakan atau kebenaran tindakan. Etika teleology menganggap nilai moral dari suatu tindakan
di nilai berdasarkan pada jauh mana tindakan tersebut mencapai tujuannya.
KODE ETIK PROFESI

Etika Kehidupan Berbangsa sebagaiman ketetapan MPR No.


VI/MPR/2001 bersifat garis-garis besar dan pokok-pokoknya saja.
Tindak lanjut atau kaidah pelaksanaan dari pokok-pokok etika ini
adalah mengembangkannya ke dalam etika profesi, seperti etika
profesi hukum, politik, ,kedokteran,guru,dan jurnalistik.
NORMA ETIK BERSUMBERKAN PANCASILA
1) Nilai Pancasila sebagai sumber norma etik Nilai – nilai yang tertuang dalam Pancasila menjadi
inpirasi sekaligus pegangan hidup dalm mewujudkan harapan dan cita – cita bangsa.
 Nilai dasar yang tertuang dalam sila pertama pancasila adalah nilai ketuhanan.Dimana yang
menyangkut pada keyakinan dan kepercayaan yan di miliki oleh bangsa ini. Agama merupakan
salah satu sumber moralitas (sudaryanto 20017)aspek etis yang tercermikan dari sila pertama
pancasila adalah jaminan bagisetiap penduduk untuk mengidentifikasi dirinya berdasarkan
keyakian atau agama tertentu.
 Didalam sila ke-2 menunjukan bahwa kedudukan manusia yang sederajat dan bermartabat.
Manusia di tempatkan di dalam kedudukan yang terhormat.Kemanusiaan menyakut segala unsure
yang melekat pada diri manusia sebagaimahluk monopluralis (notonagono1980). Dan didalam
nya melekat atribut adil dan beradab yang mempertegas orientasi kemanusiaan berdasar
pancasila.
 Didalam sila ke-3 mengikat seluruh perbedaan yang niscaya dalam bangsa ini.Persatuan juga
merupakan modalitas utama dalam mengintegrasikan seluruhkepentingan di bawah paying
kebangsaaan. Pemerintah dan rakyat harus secarasadar menjaga dan memelihara kohesivitas yang
melekatkan entitas bangsa inidalam satu bingkai kebangsaan.
 Didalam sila ke-4 Menepatkan masyarakat sebagai nilai universal yang melengkapi sila
sebelumnya. Nilai kerakyatan menegaskan bahwa orientasi sesungguhnya darikeberadaan bangsa
ini harus bermuara pada kepentingan rakyat. Rakyat adalahkekuatan terbesar yang menentukan
2) Etika Pancasila dalam ketetapan MPR RI No.II/MPR/1978

Dalam kedudukan sebagai dasar filsafat negara, maka nilai nilai Pancasila harusdijabarkan
kedalam norma yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan bernegara, berbangsa, dan
bermasyarakat. Ada dua norma dalam hidup bernegara, yakni normahukum dan norma moral atau
etik (Kaelan, 2013). Pancasila menjadi sumber norma hukum adalah implikasi yuridis dari pancasila
dasar filsafat negara.

Pancasila menjadi sumber norma etik adalah implikasietis dari pancasila dasar filsafat
negara.Dalam kaitannya dengan etika, maka nilai pancasila menjadi sumber normaetik bernegara.
Nilai pancasila terjabarkan kedalam norma etik bernegara. Nilai pancasila terjabarkan kedalam
norma etik bernegara. Dalam pengalaman sejarah bernegara diindonesia, ketetapan MPR No.
II/MPR/1978 Tentang penghayatan dan pengalaman pancasila atau ekaprasetya pancakarsa dapat
dipandang sebagai contoh norma etik 12 bernegara.
Butir – Butir Norma Sila Pancasila
A. KETUHANAN YANG MAHA ESA
1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing yang adil dan beradab.
3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut
kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.
5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan
pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing.
7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
B. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAP

1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat danmartabatnya sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa.
2) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiapmanusia, tanpa
membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial,
warna kulit dan sebagainya.
3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia
4) Mengembangkan sika saling tenggang rasa dan tea selira
5) Mengembangkan sika tidak semena-mena terhadap orang lain
6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
8) Berani membela kebenaran dan keadilan
9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia
10) Mengembangkan sikap hormat menghoarmati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
C. Persatuan Indonesia

1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dankeselamatan


bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama diataskepentingan pribadi dan
golongan.
2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentinga negara dan bangsa
apabiladiperlukan
3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa
4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia
5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaianabadi,
dan keadilan sosial.
6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika
7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
D.KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM
PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN.
1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesiamempunyai kedudukan,
hak, dan kewajiban yang sama.
2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain
3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan Bersama.
4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan
5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagaihasil musyawarah.
6) Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakanhasil keputusan
musyawarah.
7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yangluhur
9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moralkepada Tuhan Yang
Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabatmanusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan
mengutamakan persatuan dankesatuan demi kepentingan Bersama.
10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untukmelaksanakan
permusyawaratan.
E. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.
1) Mengembangkan perbuatan yang luhr, yang mencerminkan sikap dan suasanakekeluargaan dan
kegotongroyongan.
2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesame.
3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4) Menghormati hak orang lain.
5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasanterhadap orang lain.
7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dangaya hidup mewah.
8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikankepentingan umum.
9) Suka bekerja keras.
10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dankesejahteraan
Bersama.
11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang meratadan berkeadilan
sosial.
3) Etika Pancasila dalam ketetapan MPR RI no.V/MPR/2001
Kebutuhan akan norma etik disisi norma hukum diawal era reformasi
akhirnyadisadari oleh penyelnggara negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat
menetapkan 2 ketapan berkenaan dengan ini,

1. Yang khusus berkenaan dengan penyelenggaraan negara, yaituketetapan MPR


No. XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan
bebaskorupsi, kolusi, dan nepotisme.
2. Yang bersifat lebih umum, yaitu ketetapan MPR No.VI/MPR/2001 tentang etika
kehidupan berbangsa.Etika kehidupan berbangsa dapat dikatakan sebagai norma
etik negara.
Bidang kehidupan yang sangat perlu adanya Etika

 Etika social dan budaya


Etika ini bertolak belakang dari rasa kemanusiaan yang mendalam
denganmenampilkan kembali sIkap jujur, saling peduli, saling memahami,
saling menghargai, saling mencintai, dan saling tolong menolong di antara
sesama manusia dan warga bangsa.
 Etika politik dan pemerintahan
Etika ini dimaksudkan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih,
efisien,efektif serta menumbuhkan suasana politik yang demokratis yang
dicirikanketerbukaan, rasa tanggung jawab, tanggap akan aprisiasi rakyat,
menghargai perbedaan, jujur dalam persaingan, kesediaan untuk menerima
pendapat yang lebih benar, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dan
keseimbangan hak dankewajiban dan kehidupan bernegara.
 Etika ekonomi dan bisnis
Etika dimaksudkan agar prinsip dan perilaku ekonomi, baik oleh pribadi,institusi,
maupun pengambilan keputusan dalam bidang ekonomi dapat melahirkan kondisi
dan realitas ekonomi yang bercirikan persaingan yang jujur, berkeadilan,
mendorong berkembangnya etos kerja ekonomi, daya tahan ekonomi
dankemampuan saing, dan terciptanya suasana kondusif untuk pemberdayaan
ekonomiyang berpihak kepaeda rakyat kecil melalui kebijakan yang
berkesinambungan.
 Etika penegakan hukum yang berkeadilan
Etika ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tertib
sosial,ketenangan dan keteraturan hidup bersama hanya dapat diwujudkan dengan
ketaatanterhadap hukum dan seluruh peraturan yang ada. Etika ini meniscayakan
penegakanhukum secara adil, perlakuan yang sama dan tidak diskriminatif terhadap
setiapwarganegara dihadapan hukum, dan menghindarkan penggunaan hukum
secara salahsebagai alat kekuasaan dan bentuk-bentuk manipulasi hukum lainnya.
 Etika keilmuan
Etika keilmuan dimaksudkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan,ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu
menjaga harkat dan martabatnya,berpijak kepada 18 kebenaran untuk mencapai
kepentingan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. Etika ini
diwujudkan secara Pribadi maupun kolektif dalam karsa,cita dan karya, yang
tercermin dalam perilaku kreatif,inovatif,inventif,dan komunikatif dalam
kegiatan membaca,belajar,meneliti,menulis,berkarya,serta menciptakan iklim
kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
 Etika lingkungan
Etika lingkungan menegaskan pentingnya kesadaran menghargai dan
melestarikan lingkungan hidup serta penataan tata ruang secara berkelanjutan
dan bertanggung jawab.
KESIMPULAN

Pendukung dari Pancasila sebagai etika adalah Pancasila memegang


peranan dalam perwujudan sebuah sistem etika yang baik di negara ini. Di
setiap saat dan dimana saja kita berada kita diwajibkan untuk beretika
disetiap tingkah laku kita.
Seperti yang tercantum di sila ke dua pada Pancasila, yaitu
“Kemanusian yang adil dan beradab” sehingga tidak dapat dipungkiri
bahwa kehadiran pancasila dalam membangun etika bangsa ini sangat
berarti.
Dengan menjiwai butir-butir Pancasila masyarakat dapat bersikap
sesuai etika baik yang berlaku dalam masyarakat maupun bangsa dan negara
SARAN

a) Etika (nilai, norma dan moral) harus senantiasa di terapkan


dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari,
sehingga terwujud perilaku yang sesuai dengan adat, budaya
dan karakter bangsa Indonesia.
b) Nilai-nilai Pancasila senantiasa harus diamalkan dalam setiap
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Agar
tercipta persatuan dan kesatuan antar warga Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai