Anda di halaman 1dari 17

‫عل َيْك ُ ْم َو َر ْح َم ُة اهللِ َو َب َر َكاتُ ُه‬

َ ‫الَسال َ ُم‬
َّ‫ّـ‬
Pembelajaran interprofesional dan bekerja interdisiplin,
Refleksi dalam praktik klinik,
Penurunan resiko dan promosi kesehatan pada persalinan
dan BBL

Kelompok 5
Maretania 2007152
Meysi Afrida Yenti 2007175
Cilia Afanti 2007139
Gina sonia 2007145
Rasi Navithugana 2007171
1. Pembelajaran interprofesional dan bekerja
interdisiplin

Pengertian pemebelajaran interprofesional dan bekerja interdisilpin


Interprofessional education (IPE) adalah suatu pelaksanaan pembelajaran
yang diikuti oleh dua atau lebih profesi yang berbeda untuk meningkatkan
kolaborasi dan kualitas pelayanan dan pelaksanaanya dapat dilakukan dalam
semua pembelajaran, baik itu tahap sarjana maupun tahap pendidikan klinik
untuk menciptakan tenaga kesehatan yang professional dan Interdisiplin
adalah cara pandang yang melibatkan transfer suatu disiplin akademik ke
dalam disiplin akademik lainnya untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu,
melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.
interprofesional adalah suatu kolaborasi internal yang terjadi bagi
pelayan kesehatan dengan latar belakang pendidikan yang berbeda yang
dapat mendukung pelayanan kesehatan dalam mencapai kesehatan serta
keselamatan pasien.
next

Model Praktik Kolaborasi Interprofesional Pelayanan kesehatan (MPKIPK)


merupakan tatanan pelayanan yang dirancang untuk menyelaraskan berbagai
profesi yang terlibat (antara lain dokter, bidan,perawat, farmasi, dan gizi) dalam
memberikan pelayanan kepada pasien yang menjalani hospitalisasi (Susilaningsih,
2011).
 
Model ini terdiri dari 4 komponen yaitu
1. alur klinis pengelolaan pasien (integrated care pathway),
2. pengelolaan pasien secara tim,
3. dokumentasi asuhan terpadu dan penyelesaian masalah bersama melalui diskusi
kasus secara interprofesional.
4. Esensi dasar praktik interdisiplin diadopsi dari Sullivan (1999) yaitu
penggunaan informasi secara bersama (information sharing), perhatian
terhadap tumpang tindihnya peran dan tanggung jawab (attention to
overlapped responsibility), rentang kendali (sense of control) dan kepastian
siapa melakukan apa (structuring intervention).
next

Manfaat atau kompetensi yang didapat ketika seseorang mengikuti program interprofesional education
adalah

1. Mengetahui peran/kompetensi masing-masing profesi,


2. Mengetahui tugas dan wewenang tiap profesi,
3. Memiliki keahlian masing-masing,
4. Meningkatkan keterampilan komunikasi yang efektif,
5. Mengetahui dinamika kelompok antar profesi,
6. Meningkatkan skills organisasi/leadership,
7. Mampu bersosialisasi,
8. Meningkatkan sikap menghargai dan menjunjung tinggi etika,
9. Menghilangkan sifat atau perasaan superior terhadap profesi tertentu,
10. Percaya diri akan profesinya masing-masing,
11. Meningkatkan kemampuan teamwork,
12. Kolaborasi antar profesi,
13. Rasa saling membutuhkan,
14. Mendapatkan kemampuan negosiasi,
15. Mendapatkan kemampuan kepemimpinan,
16. Dapat bertukar pengetahuan dan informasi,
17. Dapat berbagi cara mengambil keputusan,
18. Dapat mengatur/ menyelesaikan konflik,
next

19. Dapat memberikan pelayanan kepada pasien dengan pasien sebagai


pusatnya,
20. Meningkatkan kualitas pelayanan,
21. Membuat tim tenaga kesehatan kohesif/ berbaur karena
menghilangnya stereotipe,
22. Kolaboratif dalam praktik.
2. Refleksi dalam praktik klinik

• Refleksi praktik dalam pelayanan kebidanan


dimaksudkan sebagai bentuk pedoman/acuan
yang merupakan kerangka kerja seorang bidan
dalam memberikan asuhan kebidanan,
dipengaruhi oleh filosofi yang dianut bidan
(filosofi asuhan kebidanan) meliputi unsur-
unsur yang terdapat dalam paradigma
kesehatan (manusia-perilaku, lingkungan &
pelayanan kesehatan).
NEXT

Praktik dalam Asuhan Kebidanan


a. Monitoring keadaan fisik, psikologis spiritual dan sosial
perempuan dan keluarganya sepanjang siklus reproduksinya
b. Menyediakan kebutuhan perempuan seperti pendidikan,
konseling dan asuhan keahmilan; pendamping asuhan
berkesinambungan selama,kehamilan, persalinan dan
periode post partum
c. Meminimalkan intervensi
d. Mengidentifikasi dan merujuk perempuan yang memiliki
tanda bahaya
NEXT

Model Praktek Kebidanan di Indonesia


1) Primary Care
Bidan sebagai pemberi asuhan bertanggung jawab sendiri dalam memberikan
asuhan yang berkesinambungan sejak hamil, melahirkan dan post partum,sesuai
kewenangan bidan.
2) Continuity of Care
a) Diselenggarakan oleh sekelompok bidan dengan standard praktik yang sama
filosofi dan proses pelayanannya adalah partneship dengan perempuan
b) Setiap bidan mempunyai komitmen sebagai berikut :
• Mengembangkan hubungan yang baik dengan pasien sejak hamil
• Mampu memberikan pealyanan yang aman secara individu
• Memberikan dukungan pada pasien dalam persalinan
• Memberikan perawatan yang komprehensif kepada ibu dan bayi
3) Collaborative Care
Bidan perlu berkolaborasi dengan professional lain untuk menjamin kliennya
menerima pelayanan yang baik bila terjadi sesuatu dalam asuhan. Kolaborasi
dilaksanakan dengan informed choice demi keuntungan ibu dan bayi.
3. PENURUNAN RISIKO DAN
PROMOSI KESEHATAN PADA
PERSALINAN DAN BBL

Dalam rangka menurunkan risiko angka kematian ibu (AKI) dan (AKB) di
Indonesia, Kementerian Kesehatan menetapkan lima strategi operasional
yaitu penguatan Puskesmas dan jaringannya; penguatan manajemen
program dan sistem rujukannya; meningkatkan peran serta masyarakat;
kerjasama dan kemitraan; kegiatan akselerasi dan inovasi tahun 2011;
penelitian dan pengembangan inovasi yang terkoordinir. Dan penting nya
tenaga kesehatan terkhususnya bidan melaksakan promosi kesehatan untuk
tindakan pencehaan adanya faktor risiko Terlambat yaitu terlambat
mengambil keputusan di tingkat keluarga, terlambat merujuk/ transportasi
dan terlambat menangani dan melahirkan terlalu muda (dibawah 20
tahun), terlalu tua (diatas 35 tahun), terlalu dekat (jarak melahirkan kurang
dari 2 tahun) dan terlalu banyak (lebih dari 4 kali).
3. PENURUNAN RISIKO DAN
PROMOSI KESEHATAN PADA
PERSALINAN DAN BBL

Pelayanan kebidanan berfokus pada upaya pencegahan, promosi


kesehatan, pertolongan persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan
anak, melaksanakan tindakan asuhan sesuai dengan kewenangan atau
bantuan lain jika diperlukan, serta melaksanakan tindakan kegawat
daruratan. Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan
pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada
keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan
antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada
kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan
asuhan anak.
a.Pengertian promosi kesehatan

Promosi kesehatan menurut WHO adalah suatu proses yang memungkinkan individu
untuk meningkatkan kontrol dan mengembangkan kesehatan mereka.
b.Promosi kesehatan pada ibu bersalin

Lingkup promosi kesehtan terhadap ibu bersalin meliputi persiapan


persalinan,menyangkut kebutuhan nutrisi dan cairan elektrolit, kesehatan janin,
sertapemberian dukungan suami, keluarga, dan bidan agar dapat mengurangi
rasasakit saat melahirkan.
Promosi kesehatan terhadap ibu bersalin dapat mencegah terjadinya depresi saat
atau setelah melahirkan. Persalinan dan kelahiran merupakan proses fisiologis dan
merupakan peristiwa sosial yang ibu dan keluarga nantikan selama 9 bulan. ketika
persalinann dimulai, peranan ibu adalah untuk melahirkan bayinya. Cemas
menghadapi persalinan adalah hal yang wajar. Namun, seorang bidan harus
mampu membantu ibu mengatasi hal tersebut. Salah satu caramengatasinya
adalah dengan prmosi kesehatan ibu bersalin. Pemberian promosi kesehatan
dapat mengatasi rasa cemas, khawatir, panik, dan depresi ibu bersalin. Promosi ini
lebih baik diberikan jauh hari sebelum bersalin, misalnya saat hamil trimester 3.
c.Promosi kesehatan
persalinan

Persalinan adalah suatu hal yang akan dialami oleh wanita dan dianggap sebagai
sesuatu yang alamiah. walaupun demikian, dimasa persalinan ibu memerlukan
bantuan bidan. Menghadiran bidan adalah untuk menyelamatkan ibu dan
bayinya melalui bimbingan dan bantuan agar persalinan terjadi secara fisiologis
didalam kondisi lingkungan yang sehat.
d.Promosi Kesehatan BBL

Perawatan bayi baru lahir merupakan hal penting yang harus di perhatikan oleh
seorang ibu karena masa ini merupakan “ GOLDEN PERIOD” yang akan sangat
berpengaruh pada perkembangan selanjutnya.
d.Promosi Kesehatan BBL

Beberapa peran bidan dalam promosi kesehatan pada Persalinan dan bbl
diantaranya :
Promosi kesehatan terhadap ibu bersalin dapat mencegah terjadinya depresi
saat atau setelah melahirkan. Menghadiran bidan adalah untuk
menyelamatkan ibu dan bayinya melalui bimbingan dan bantuan agar
persalinan terjadi secara fisiologis didalamkondisi lingkungan yang sehat.
Pada bbl :
 Dalam Pemberian ASI
 Mempromosikan vaksinasi
 Perawatan tali pusat
DAFTAR PUSTAKA

https://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/download/14870/7871
http://lisnamegaresky.blogspot.com/2012/12/makalah-refleksi-praktik-dalam.html
https://promkes.kemkes.go
http://dr-suparyanto.blogspot.com/2012/08/promosi-kesehatan-neonatal.html?m=1

https://gestyfaradilla94-wordpress-
com.cdn.ampproject.org/v/s/gestyfaradilla94.wordpress.com/2015/03/17/promosi-kesehatan-
upaya-promosi-dalam-pelayanan-kebidanan-pada-bayi-baru-lahir/amp/?
amp_js_v=a6&amp_gsa=1&usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D
%3D#aoh=16350128175029&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari
%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fgestyfaradilla94.wordpress.com
%2F2015%2F03%2F17%2Fpromosi-kesehatan-upaya-promosi-dalam-pelayanan-kebidanan-pada-
bayi-baru-lahir%2F
https://id.scribd.com/document/339964716/Promosi-Kesehatan-Pada-Ibu-Bersalin
ُ‫َو َعلَ ْي ُك ْم ال َّسالَ ُم َو َر ْح َمةُ هللاِ َوبَ َر َكاتُه‬
ขอขอบคุณสำหรับความสนใจของคุณ
ご清聴ありがとうございました
관심을 가져 주셔서 감사합니다

Anda mungkin juga menyukai