Anda di halaman 1dari 21

SEMINAR PERPAJAKAN

Modul ke

2
Pertemuan ke-2

Revaluasi Aset
Fakultas

Ekonomi dan Bisnis


Oleh :
Program Studi Dr. Diana Dari, SE, M.Si., Ak., QIA, CA, ACPA.
S1 Akuntansi Dr. Dyah Purnamasari, SE, M.Si., Ak, CA
Yati Mulyati, S.E.,M.Ak.,Ak.,CA
Dasar Hukum
1. Undang Undang No. 28 tahun 2008 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
2. Undang Undang No. 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan
3. Peraturan Menteri Keuangan No 79/PMK.03/2008 Tentang Penilaian Kembali Aktiva
Tetap Perusahaan Untuk Tujuan Perpajakan,
4. Peraturan Menteri Keuangan No 191/PMK.010/2015 Tentang Penilaian Kembali Aktiva
Tetap Untuk Tujuan Perpajakan Bagi Permohonan Yang Diajukan Pada Tahun 2015 Dan
Tahun 2016,
5. Peraturan Menteri Keuangan No 29/PMK.03/2016 Tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.010/2015 Tentang Penilaian Kembali
Aktiva Tetap Untuk Tujuan Perpajakan Bagi Permohonan Yang Diajukan Pada Tahun 2015
Dan Tahun 2016
6. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 37/PJ/2015 Tentang Tata Cara Pengajuan
Permohonan Dan Pengadministrasian Penilaian Kembali Aktiva Tetap Untuk Tujuan
Perpajakan Bagi Permohonan Yang Diajukan Pada Tahun 2015 Dan Tahun 2016.
Latarbelakang

Stabilitas Perekonomian

Paket kebijakan perekonomian


Definisi

PSAK 16

• Aset tetap adalah aktiva berwujud yang


diperoleh dalam bentuk siap pakai atau
dengan dibangun lebih dahulu, yang
digunakan dalam operasi perusahaan,
tidak dimaksudkan untuk dijual dalam
rangka kegiatan normal perusahaan dan
mempunyai masa manfaat lebih dari
satu tahun.
Definisi

Revaluasi

• Revaluasi adalah proses pencatatan nilai wajar pada


tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi
setelah tanggal revaluasi. Revaluasi harus dilakukan
dengan keteraturan yang cukup regular untuk
memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda
secara material dan jumlah yang ditentukan dengan
nilai wajar pada tanggal neraca, selain itu revaluasi
juga mempunyai dua konsekuensi yaitu increment
(kenaikan nilai aset) dan decrement (penurunan nilai
aset).
Definisi

PSAK 16
• Revaluasi merupakan salah satu metode
penilaian aset tetap. Jika suatu entitas
memilih menggunakan metode revaluasi
maka metode ini harus diterapkan secara
konsisten oleh perusahaan. Perusahaan
tidak hanya menggunakan metode revaluasi
sesekali untuk tujuan tertentu, tetapi
revaluasi harus dilakukan secara regular dan
konsisten.
Definisi

UU 36/2008
• Menteri Keuangan berwenang
menetapkan peraturan tentang
penilaian kembali aktiva dan faktor
penyesuaian apabila terjadi
ketidaksesuaian antara unsur-unsur
biaya dengan penghasilan karena
perkembangan harga.
Revaluasi Aktiva Tetap PMK No. 79/PMK.03/2008

Revaluasi aktiva tetap dilakukan oleh jasa penilai.


Penilaian dilakukan atas:

1. Seluruh aktiva tetap berwujud, termasuk tanah yang


berstatus Hak Milik atau Hak Guna Bangunan (HGB)

2. Seluruh aktiva tetap berwujud tidak termasuk tanah,


yang terletak atau berada di Indonesia, dimiliki, dan
dipergunakan untuk mendapatkan, menagih, dan
memelihara penghasilan yang merupakan objek pajak.
PMK No. 79/PMK.03/2008

• Penilaian kembali aktiva tetap dapat dilaksanakan minimal 5


tahun sekali.
• Penilaian kembali menggunakan nilai wajar / nilai pasar yang
berlaku
• Orang / badan yang berhak melakukan penilaian kembali
adalah perusahaan jasa penilai /ahli penilai yang memperoleh
izin
• Tariff pajak 10% atas selisih lebih penilaian kembali aktiva tetap
perusahaan di atas nilai sisa buku fiskal
• Pajak Penghasilan yang bersifat final.
• Dasar penyusutan fiscal dan masa manfaat umur ekonomi
aktiva tetap ditentukan kembali setelah dilakukan penilaian
kembali aktiva tetap tersebut.
Pelaksanaan Revaluasi Aktiva Tetap
• Penilaian kembali aktiva tetap perusahaan harus dilakukan
berdasarkan nilai pasar atau nilai wajar aktiva tetap
tersebut yang berlaku pada saat penilaian kembali aktiva
tetap yang ditetapkan oleh perusahaan jasa penilai atau ahli
penilai, yang memperoleh izin dari Pemerintah.
• Dalam hal nilai pasar atau nilai wajar yang ditetapkan oleh
perusahaan jasa penilai atau ahli penilai ternyata tidak
mencerminkan keadaan yang sebenarnya, Direktur Jenderal
Pajak menetapkan kembali nilai pasar atau nilai wajar aktiva
yang bersangkutan.
• Penilaian kembali aktiva tetap perusahaan dilakukan dalam
jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun sejak tanggal
laporan perusahaan jasa penilai atau ahli penilai
Revaluasi Aktiva Tetap PMK No. 191/PMK.010/2015

Tarif Permohonan Diajukan


3% 20 Oktober 2015 s.d 31 Desember 2015
4% 01 Januari 2016 s.d 30 Juni 2016
6% 01 Juli 2016 s.d 31 Desember 2016
Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

PMK No. 191/PMK.010/2015

• Hasil penilaian kembali


• Hasil perkiraan penilaian kembali oleh
wajib pajak
Hasil Penilaian kembali

Tanggal Jatuh Tempo


Permohonan Diajukan
Penilaian Kembali
31 Desember 2016 20 Oktober 2015 s.d 31 Desember 2015
30 Juni 2017 01 Januari 2016 s.d 30 Juni 2016
31 Desember 2017 01 Juli 2016 s.d 31 Desember 2016
Wajib Pajak Yang Mengajukan Revaluasi AT
Badan/OP yang melakukan
Revaluasi aktiva tetap

• Wajib Pajak Badan


• Bentuk Usah Tetap (BUT)
• Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan
pembukuan
• Wajib Pajak yang menyelenggarakan
pembukuan dalam bahasa Inggris dan mata
uang Dollar Amerika Serikat
Objek Pajak

Aktiva Tetap

• yang terletak atau berada di Indonesia


• dimiliki, dan dipergunakan untuk
mendapatkan, menagih, dan
memelihara penghasilan yang
merupakan Objek Pajak
• yang mempunyai masa manfaat lebih
dari 1 tahun
Lampiran

• Permohonan tertulis kepada Kepala Kanwil DJP


• SSP bukti pelunasan PPh atas perkiraan penilaian
kembali aktiva tetap
• daftar aktiva tetap yang akan dinilai kembali
beserta perkiraan nilainya
Prosedur Pengajuan

• Permohonan tertulis kepada Kepala Kanwil DJP


melalui KPP tempat Wajib Pajak terdaftar
• SSP bukti pelunasan PPh atas penilaian kembali
aktiva tetap
• Daftar aktiva tetap hasil penilaian kembali
• Fotokopi surat izin usaha KJPP atau ahli penilai
• Laporan penilaian aktiva tetap oleh KJPP atau ahli
Laporan keuangan tahun buku terakhir sebelum
penilaian kembali aktiva tetap
Kelengkapan lainnya

• SSP bukti pelunasan PPh atas penilaian kembali


aktiva tetap dalam hal terjadi kekurangan
pembayaran pajak terutang
• daftar aktiva tetap hasil penilaian kembali
• fotokopi surat izin usaha KJPP atau ahli penilai,
• laporan penilaian aktiva tetap oleh KJPP atau ahli
penilai laporan keuangan tahun buku terakhir
sebelum penilaian kembali aktiva tetap
Keuntungan Revaluasi Aset

1. Mencerminkan nilai yang sesungguhnya (nilai


wajarnya), lebih baik dalam pengambilan
keputusan bagi perusahaan maupun investor.
2. Perusahaan yang akan atau yang sudah go publik,
revaluasi berguna untuk menyusun nilai asetnya
ke harga yang realistis.
3. Meningkatkan kepercayaan kreditur, sebagai
dampak membaiknya beberapa rasio keuangan
perusahaan.
4. Penilaian kembali aktiva tetap dapat dilakukan
oleh perusahaan yang ingin merger.
Kerugian Revaluasi Aset Tetap

PT. Perdana melakukan revavaluasi atas aktiva tetap


yang dimilikinya dan diajukan terlebih dahulu
kepada DJP. Nilai buku aktiva tetap sebesar Rp.
100.000.000, kemudian dilakukan penilaian kembali
oleh ahli penilai atau KJPP dan nilai aktiva tersebut
sebesar Rp. 150.000.000. Maka berdasarkan
penilaian dengan menggunakan nilai wajar/nilai
pasar terdapat kenaikan asset sebesar Rp.
50.000.000. PPh final atas penilaian kembali aktiva
tetap tersebut sebesar 3% x Rp. 50.000.000= Rp.
1.500.000.
Contoh

1. Perusahaan tidak mendapatkan aliran kas masuk,


perusahaan hanya melakukan window dressing
untuk pelaporan keuangan.
2. Membayar PPh final sebesar 10%.
3. Penilaian aset kembali embutuhkan jasa penilai
(assessor), sehingga akan makin menambah biaya
yang keluar untuk menilai asset – aset tersebut