Anda di halaman 1dari 12

KEGUNAAN DAN CARA

MENGGUNAKAN ALAT UKS


Tugas Bimbingan Konseling
Oleh : Rasikha Nasha Rahmad (26)
1. LILA
LILA merupakan gambaran tentang keadaan
jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit.
Pengukuran LILA dilakukan pada pertengahan
antara pangkal lengan atas dan ujung siku
dalam ukuran cm (centi meter) (Zeman dan
Ney, 1988).
Langkah-langkah pengukuran LILA secara urut yaitu :

1. Tetapkan posisi bahu (acromion) dan siku (olecranon)


2. Letakkan pita pengukur antara bahu dan siku
3. Tetukan titik tengah lengan
4. Lingkarkan pita LILA tepat pada titik tengah lengan
5. Pita jangan terlalu ketat, jangan pula terlalu longgar
6. Pembacaan skala yg tertera pada pita dalam cm (centi meter)
2. Tensi Meter
Tensimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah.
Cara menggunakan :
1. Orang yang akan diukur tekanan darahnya berbaring, atau duduk, selanjutnya manset
tensimeter diikatkan pada lengan atas, sekitar 2 jari diatas lipatan siku.
2. Stetoskop diletakkan pada arteri brakhialis yang berada pada lipatan siku.
3. Sambil mendengarkan denyut nadi, tekanan didalam tensimeter dinaikkan dengan cara
memompa sampai sekitar 140 mmHg, jika orang yang kita ukur terkena hipertensi
naikkan hingga 160 mmHg sehingga denyut nadi tidak terdengar lagi, kemudian
tekanan didalam tensimeter pelan-pelan diturunkan.

4. Pada saat denyut nadi mulai terdengar lagi, baca tekanan yang terdapat pada batas atau permukaan air raksa yang
terdapat pada tensi meter, jika misalnya menunjukkan angka 110 mmHg maka berarti tekanan tekanan sistolnya
adalah 110 mmHg.
5. Pada proses pengukuran, tekanan didalam tensimeter tetap diturunkan. Suara denyut nadi akan terdengar lebih jelas
sampai suatu saat suara denyutan terdengar melemah dan akhirnya menghilang. Saat denyut terdengar melemah,
kembali kita lihat tekanan dalam tensimeter,jika misalnya menunjukkan angka 82 mmHg, maka tekanan diastolnya
adalah 82 mmHg.
3. SNELLEN
Snellen merupakan media yang digunakan untuk test char bertuliskan huruf-
huruf dengan ukuran besar tertentu dan ukuran tersebut harus dapat dilihat
oleh mata yang normal pada jarak tertentu.
Cara menggunakan :
1. Pasien diberi jarak dari Snellen Chart sejauh 5 meter atau
20 kaki.
2. Tingkat mata pasien dengan Snellen Chart harus sejajar
dan lurus.
4. TIMBANGAN
Timbangan untuk mengukur berat badan seseorang.
Cara menggunakan :
1. Letakkan alat timbangan berat badan tersebut.
2. Setelah alat siap. Mintalah subjek untuk melepaskan alas kaki
(sepatu dan kaos kaki), asesoris yang digunakan (jam, cincin,
gelang kalung, kacamata, dan lain-lain yang memiliki berat maupun
barang yang terbuat dari logam lainnya) dan pakaian luar seperti
jaket. Saat menimbang sebaikya subjek menggunakan pakaian
seringan mungkin untuk mengurangi bias / error saat pengukuran.

3. Setelah itu mintalah subjek untuk naik ke atas timbangan, kemudian berdiri tegak pada
bagian tengah timbangan dengan pandangan lurus ke depan.
4. Pastikan pula subjek dalam keadaan rileks / tidak bergerak-gerak.
5. Catat hasil pengukuran dalam satuan kilogram (Kg).
5. Mikrotoise
Mikrotois adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur
tinggi badan seseorang.
Cara menggunakan :
a. Tempelkan microtoise dengan paku pada dinding yang lurus datar
setinggi tempat 2 meter. Angka nol pada lantai yang datar dan rata.  
b. Lepaskan sepatu atau sandal.

c. Responden harus berdiri tegak seperti sikap siap sempurna, kaki lurus, tumit,  pantat,
punggung dan kepala bagian belakang harus menempel pada dinding dan muka menghadap
lurus dengan pandangan kedepan.
d. Turunkan microtoise sampai rapat pada kepala bagian atas, siku-siku harus lurus menempel pada
dinding.
e. Baca angka skala yang nampak pada lubang dalam gulungan microtoise.
6. Stetoskop
“Alat bantu pendengaran” yang sederhana ini memungkinkan
dokter mendengar suara-suara yang berasal dari dalam tubuh,
terutama jantung dan paru selain persendian serta arteri yang
tersumbat secara parsial.
Cara menggunakan :
1. Ketika chestpiece diteempelkan pada tubuh pasien yang
diperiksa, akan menangkap suara dari organ tubuh manusia
kemudian diperjelas oleh sistem membram yang ada pada
chestpiece tersebut.
2. Suara tersebut lalu dialirkan melalui tubing atau selang karet pada stetoskop tersebut.
3. Selanjutnya suara diteruskan melalui binauran atau atau pipa besi kembar berbentuk Y.
4. Lalu suara dapat diterima oleh pemeriksa melalui lubang yang ada pada chestpiece.
7. Bak instrument
Bak instrument merupakan alat kesehatan yang berupa bak atau
berbentuk seperti balok dengan ukuran yang bermacam. Berfungsi
sebagai tempat untuk menaruh instrument-instrument atau alat-alat
kesehatan seperti gunting anatomis, prinset, dll agar alat-alat kesehatan
tersebut mudah dibawa atau tetap dalam kondisi yang steril.
8. Bengkok
Bengkok adalah wadah instrument dab disposible yang biasannya digunakan oleh
petugas kesehatan seperti, dokter, bidan, dan perawat dalam tindakan operasi minor
dan hecting. Alat ini disebut waskom bengkok atau bengkok saja karena bentuknya
menyerupai ginjal manusia.bengkok terdapat beberapa ukuran ada yang 23, 21, 19 cm
dan ukuran lainnya.. Alat ini ada yang terbuat dari stainlesstell ada pula yang dari
plastik. Bengkok yang terbuat dari stainles steel lebih tahan panas sehingga bisa
disterilisasi menggunakan pemanas dan atoklaf sedangkan yang terbuat dari plastik
disterilkan dengan bahan kimia atau sinar uv.
9. Tandu
Tandu merupakan alat yang digunakan untuk memudahkan mengevakuasi
korban dari tempat kejadian ke tempat yang lebih aman atau rujukan.
10. Ishihara
Buku ishihara adalah buku yang digunakan untuk mengetahui seseorang yang
mengalami buta warna atau tidak.
TERIMA KASIH