Anda di halaman 1dari 18

LITERATUR REVIEW

Gambaran Tingkat Pengetahuan Dengan


Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi
Pada Usia Remaja

Ni’matur Rohmah, NIM. 1711B0052

9/3/20XX Presentation Title 1


Pendahuluan
• Kebersihan diri (personal hygiene) merupakan kebersihan diri sendiri yang dilakukan untuk
mempertahankan kesehatan baik secara fisik maupun psikologisnya (Rejeki, 2015). Personal hygiene
menjadi penting karena dapat meminimalkan pintu masuk (portal of entry) mikroorganisme yang
akhirnya dapat mencegah seseorang terkena penyakit (Saryono, 2010). Perilaku hygiene
kewanitaan jika tidak dilakukan dengan baik maka akan berdampak buruk terhadap kesehatan
reproduksi . Salah satu dampak kurangnya menjaga personal hy giene adalah terjadinya keputihan,
kemungkinan terjadi kanker leher rahim dan Infeksi Salurah Reproduksi (ISR). Penyebab utama
terjadinya infeksi saluran reproduksi yaitu : imunitas yang lemah (20%) , hygiene menstruasi yang
kurang (30%) dan penggunaan pembalut yang tidak sehat saat mentruasi (50%) (Rahmatika, 2012) .
Penelitian Kansal, dkk.(2016) menyatakan bahwa infeksi saluran reproduksi lebih banyak terjadi pada
seseorang yang tidak menjaga hygiene saat menstruasi.

9/3/20XX Presentation Title 2


Lanjutan

• Berdasarkan data WHO tahun 2010 , angka kejadian infeksi saluran reproduksi (ISR) tertinggi di dunia
adalah pada usia remaja (35%-42%) dan dewasa muda (27%-33%) angka prevalensi candidiasis (25-50%) ,
bacterial vaginosis (20-40%) dan trichomoniasis (5-15%) .

• Di Indonesia , prevalensi terjadinya infeksi saluran reproduksi akibat kurang nya hygiene pada organ
genetalia masih cukup tinggi , jumlah penderita infeksi saluran reproduksi di Indonesia adalah 90-100 kasus
per 100.000 penduduk pertahun (Depkes RI, 2014)

• Jumlah kasus ISR dijawa timur seperti kandidiasis dan servisitis yang terjadi pada remaja putri sebanyak
86,5% ditemukan di Surabaya dan malang . Penyebab paling tinggi kasus tersebut adalah jamur candida albican
sebanyak 77% berkembang biak dengan kelembapan tinggi.

9/3/20XX Presentation Title 3


Tujuan Penelitian
• Tujuan Umum
o Tujuan umum literatur review ini
adalah untuk mengetahui gambaran
tingkat pengetahuan dengan
perilaku personal hygiene saat
menstruasi.
• Tujuan Khusus
Tujuan khusus literatur review ini
adalah:
o Mengetahui tingkat pengetahuan
personal hygiene saat menstruasi
pada usia remaja.
o Mengetahui perilaku personal
hygiene saat menstruasi.

Presentation Title
Menstruasi atau haid mengacu kepada
pengeluaran secara periodik darah dan sel-
sel tubuh dari vagina yang berasal dari
dinding rahim wanita . Menurut putri dan
setianingsih (2016), menstruasi atau haid
adalah perdarahan secara periodik dan
siklik dari uterus , disertai pelepasan
(deskuamasi) endometrium . Lama haid
Konsep teori biasanya antara 3-6 hari ,1-2 hari diikuti
darah sedikit sedikit dan ada yang sampai
7-8 hari . pada setiap wanita biasanya
Menstruasi lamanya tetap .Lamanya siklus menstruasi
yang normal adalah 28 hari ditambah atau
dikurangi 2 sampai 3 hari. Siklus ini dapat
berbeda pada setiap wanita yang sehat dan
normal. Siklus menstruasi mulai teratur
jika wanita sudah berumur 25 tahun
(wardiah A, 2016)
Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu
dan ini terjadi setelah orang melakukan
pengindraan terhadap objek tertentu .
Konsep teori Pengindraan terhadap objek terjadi melalui
panca indera manusia, yaitu , penglihatan ,
pengetahuan pendengaran , penciuman , rasa dan raba .
Sebagai besar pengetahuan manusia diperoleh
dari mata dan telinga.

9/3/20XX Presentation Title 6


Konsep teori personal
hygiene
Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk
memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang
untuk kesejahteraan , baik fisik maupun psikisnya
(andramoyo, 2012).
Konsep teori personal
hygiene saat menstruasi
Hygiene pada saat menstruasi merupakan hal
penting dalam menentukan Kesehatan organ
reproduksi remaja , agar terhindar dari infeksi
alat reproduksi . Oleh sebab itu pada saat
menstruasi seharusnya perempuan dapat
menjaga organ reproduksinya dengan baik ,
terutama pada bagain vagina , apabila tidak
dijaga kebersihannya , maka akan
menimbulkan mikroorganisme seperti jamur ,
bakteri dan virus yang berlebih sehingga dapat
mengganggu fungsi organ reproduksi .

Presentation Title 8
METODE PENELITIAN
• Pertanyaan penelitian
Dalam penulisan artikel ilmiah ini penulis mengambil judul “Gambaran tingkat pengetahuan dengan perilaku
personal hygiene saat menstruasi pada usia remaja” dimana jika dipecah dengan analisis PICO adalah sebagai
berikut :
P (problem) : perilaku personal hygiene saat menstruasi .
I (intervention) : menunjukan perilaku personal hygiene saat menstruasi yang tepat
C (Comparasion) : Tidak ada pembanding
O (outcome) : pengetahuan remaja tentang personal hygiene saat menstruasi menjadi meningkat
• Inklusi dan Eksklusi
Hasil pencarian dibatasi tahun 2010 sampai tahun 2020 serta secara manual memilih artikel yang relevan atau
sesuai dengan pertanyaan penelitian. Kriteria inklusi artikel yaitu : (1) partisipan adalah remaja. (2) intervensi
yang digunakan menunjukan perilaku personal hygiene saat menstruasi yang tepat . (3) hasil penelitian
menunjukkan adanya pengaruh pengetahuan personal hygiene saat menstruasi
• Studi literatur
Pencarian literatur dilakukan dengan mengidentifikasi semua jenis artikel international mengenai pengetahuan
personal hygiene saat menstruasi . database elektronik yang digunakan adalah google scholar dan pubmed
dengan strategi pencarian menggunakan metode PICO.
9/3/20XX Presentation Title 9
Hasil Penelitian

9/3/20XX Presentation Title 10


Gambaran Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Usia Remaja
Literatur review ini merupakan 11 artikel yang membahas tingkat pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat
menstruasi pada remaja putri
 (Lajuna, L., Ramli, N., & Liana, 2019) memaparkan dalam penelitian nya bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat
pengetahuan cukup , ada 4 responden (66,7%) yang memiliki menstuasi hygiene yang baik dan 2 responden (33,3%) yang
memiliki menstruasi hygiene yang buruk . Sedangkan dari 24 responden dengan tingkat pengetahuan kategori kurang
terdapat 4 responden (16,7%) yang memiliki menstruasi hygiene baik dan 20 responden (83,3%) yang memiliki menstruasi
hygiene yang buruk. Penyebab kurangnya pengetahuan belum mendapatkan penyuluhan kesehatan reproduksi dan
dukungan fasilitas sekolah yang belum memadai.
 (Sitarani, C., Rumiati, F., & Sumbayak, 2020) memaparkan hasil penelitiannya sebanyak 90 siswi kelas 2 SMAN 23
Jakarta. Sebanyak 8 (8,9%) responden memiliki pengetahuan buruk sebelum dilakukan penyuluhan . Terdapat peningkatan
pengetahuan remaja putri tentang perubahan hormon saat menstruasi , sebelum dilakukan penyuluhan sebanyak 4
responden (4,4%) memiliki pengetahuan yang buruk .Terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri tentang personal
hygiene saat menstruasi , sebelum dilakukan penyuluhan sebanyak 65 responden (72,2%) memiliki pengetahuan baik dan
setelah dilakukan penyuluhan memingkat menjadi 88 responden (97,8%). Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan
merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kebersihan organ reproduksi.
 (Pertiwi, T, I., & Megatsari, 2018) memaparkan hasil penelitian nya , populasi penelitian seluruh siswa kelas 5 dan 6 yang
sudah melalui masa menarche di SDN 4 Pacarkembang surabaya. Jumlah responden yang mengikuti 30 responden .
Terdapat 3 responden (10,00%) yang memiliki tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi baik, sedangkan ada 11
responden (36,66) yang memiliki tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi cukup. Sebanyak 16 responden (53,33)
memiliki tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi kurang. Berdasarkan hasil tersebut bahwa sebagian responden belum
melakukan tindakan membersihkan organ genetalia dengan benar.

9/3/20XX Presentation Title 11


Gambaran Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Usia Remaja
 (Liza., 2019) memaparkan hasil penelitianya bahwa jumlah distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat pengetahuan
personal hygiene saat menstruasi yang kurang baik sebanyak sebanyak 38 responden (65,5%) sedangkan responden dengan
tingkat pengetahuan personal hygiene saat menstruasi baik hanya 20 responden (34,5%) . Pengetahuan responden tentang
pengetahuan meliputi kempuan untuk menjawab materi tentang pengertian menstruasi, pengetian personal hygiene,
pengertian personal hygiene saat menstruasi tujuan personal hygiene, dampak jika tidak melakukan personal hygiene yang
baik saat menstruasi.
 (Wianti, 2018) memaparkan hasil penelitian nya bahwa penelitian yang dilakukan pada 35 responden, menunjukan hasil
bahwa tingkat pengetahuan tentang personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri dengan kategori baik sebanyak 14
responden (40,0%) dikarenakan responden menarche saat awal kelas VII dan pendidikan kesehatan yang diberikan sekolah
disetiap semester. Pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 18 responden (51,4%) dikarenakan responden menarche
saat pertengahan semester . Pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 3 respoden (8,6%) dikarenakan responden
menarche baru beberapa bulan ini sehingga sudah lupa dengan materi kesehatan reproduksi yang diberikan setiap awal
semester.
 (Meilan, 2019) memaparkan dalam penelitian nya, tingkat pengetahuan remaja kelas VII tentang personal hygiene saat
menstruasi di SMPN 31 Kota Bekasi Tahun 2018, tingkat pengetahuan remaja mengenai personal hygiene saat menstruasi
sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 39 responden (59,1%) dan yang memiliki pengetahuan baik tentang
personal hyiene saat menstruasi sebanyak 27 responden (40,9%).
 (Simanjuntak, J. M. L., & Siagian, 2020) memaparkan dalam penelitian nya, sampel penelitian adalah siswa SMPN 3
Parongpong sebanyak 92 siswa. Pengumpulan data menggunakan 25 pertanyaan untuk pengetahuan, 20 pernyataan untuk
sikap dan 25 pernyataan untuk perilaku. Hasil penelitian tentang responden yang memiliki pengetahuan yang kurang
mengenai personal hygiene saat menstruasi (95,7%). Sikap siswa yang mendukung personal hygiene ketika menstruasi
(51,5%). Siswa yang memiliki perilaku kurang baik mengenai personal hygiene saat menstruasi (68,5%).
9/3/20XX Presentation Title 12
Gambaran Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Usia Remaja
 (Tantry, Y. U., Solehati, T., & Yani, 2019) memaparkan dalam penelitia nya , responden penelitian ini sebanyak 188
siswa putri yang sudah mengalami menstruasi dari kelas 7 dan 8 SMPN 13 Bandung . Sebagian besar responden
(69,1%) memiliki pengetahuan yang buruk mengenai perawatan diri selama menstruasi. Hasil sikap responden
sebanyak (52,7%) cenderung mendukung dalam perawatan diri selama menstruasi. Perilaku para responden
sebagian besar pada kategori baik (54,3%) karena di SMPN 13 Bandung sudah memiliki faktor-faktor untuk
mendukung siswa memiliki perilaku perawatan diri saat menstruasi.
 (Putri, N. A., & Setianingsih, 2017) memaparkan dalam penelitian nya , penelitian perilaku terhadap perilaku
personal hygiene pada saat menstruasi menunjukan bahwa dari 102 responden dari SMP Patriot yang mempunyai
perilaku baik terhadap personal hygiene pada saat menstruasi berjumlah 30 siswa (29,4%) sedangkan responden
yang mempunyai perilaku kurang baik berjumlah 72 siswa (70,6%). Pengetahuan tentang personal hygiene saat
menstruasi di SMP Patriot adalah kurang baik , sehingga menjadikan perilaku personal hygiene saat menstruasi juga
kurang baik.
 (Yusiana, M. A., & Saputri, 2016) memaparkan dalam penelitianya, populasi dari penelitian semua siswa kelas X di
SMAK St.Augustinus Kediri. Penelitian ini ada sebanyak 48 responden yang terlibat. Hasil yang didapatkan siswa
kelas X sebanyak (58,3%) responden memiliki perilaku personal hygiene cukup.
 (Belayneh, Z., & Mekuriaw, 2019) memaparkan dalam penelitianya, dari total 791 responden yang mengikuti
penelitian, (68,3%) responden memiliki pengetahuan menstruasi yang buruk. Sekitar (48,1%) responden
menggunakan bahan penyerap dan (69,5%) responden membersihkan alat kelamin. Umumnya (60,3%) responden
memiliki praktik kebersihan menstruasi yang buruk. Sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang buruk
tentang menstruasi.

9/3/20XX Presentation Title 13


PEMBAHASAN

9/3/20XX Presentation Title 14


Gambaran Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Usia Remaja

Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menstruasi


• Berdasarkan fakta dan menurut penelitian (Lajuna, L., Ramli, N., & Liana, 2019) bahwa sebagian besar
responden kurang memiliki pengetahuan tentang menstruasi. Kurang nya informasi dan materi tentang
menstruasi pada mata pelajaran IPA menjadi salah satu penyebabnya . Artinya semakin sedikit informasi
yang diterima tentang menstruasi semakin rendah pula tingkat pengetahuan tentang menstruasi .

• Juga didukung oleh peneliti (Wianti, 2018) kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi tentang personal
hygiene pada remaja putri yang diperoleh dari orang tua maupun sekolah , menyebabkan pengetahuan dan
perilaku remaja putri tentang personal hygiene masih kurang . Sehingga masih ada remaja putri yang belum
mengetahui cara personal hygiene yang baik dan benar saat menstruasi .

• Pengetahuan yang baik , akan menunjukan perilaku kesehatan yang baik pula. Informasi yang didapat oleh
seseorang dapat memperngaruhi pengetahuan yang dimilikinya. Personal hygiene saat menstruasi yaitu
tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan dalam daerah kewanitaan pada saat menstruasi agar
terhindar dari bakteri yang mengakibatkan infeksi.

9/3/20XX Presentation Title 15


Gambaran Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Usia Remaja

Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi


• Berdasarkan fakta dan menurut penelitian (Tantry, Y. U., Solehati, T., & Yani, 2019) perilaku responden
mengenai personal hygiene saat menstruasi sebanyak 102 responden (54,3%) berperilaku baik dan sebanyak
86 responden (45,7%) berperilaku buruk . Di tempat penelitian ini sudah memiliki faktor-faktor pendukung
para remaja putri memiliki perilaku perawatan diri menstruasi yang baik .
• Juga didukung oleh penelitian (Yusiana, M. A., & Saputri, 2016) diketahui bahwa lebih dari 50% responden
memiliki perilaku personal hygiene yang cukup yaitu 28 responden (58,3%) mereka mendapatkan informasi
mentruasi tentang berperilaku personal hygiene pada saat menstruasi rata-rata mendapatkan nya dari guru
pengajar disekolah .

• Perilaku hygiene merupakan tema penting yang perlu di mengerti secara mendalam . Hal ini karena
berdasarkan kajian teori yang ada salah satu upaya menggurangi gangguan pada saat menstruasi yaitu
membiasakan diri dengan perilaku hygiene

9/3/20XX Presentation Title 16


Kesimpulan

Berdasarkan hasil jurnal lieratur review yang telah dilakukan bahwa


masih sedikit informasi yang diketahui remaja putri tentang
pengetahuan personal hygiene saat menstruasi , sehingga masih
banyak remaja putri yang belum tau pengertian dan cara personal
hygiene yang baik dan benar saat menstruasi. Kurang nya informasi
tentang pengetahuan dari guru , sekolah dan tenaga kesehatan . dan
masih banyak sekolah yang belum memberikan fasilitas untuk
menambah informasi remaja putri tentang peronal hygiene saat
menstruasi . remaja putri yang sudah melakukan perilaku personal
hygiene saat menstruasi dalam kategori cukup . mereka mendapatkan
informasi dari guru , orang tua dan lingkungan sekitar . sekolah belum
memberikan pendidikan khusus tentang perilaku personal hygiene saat
menstruasi dan kurang nya fasilitas untuk melakukan perilaku personal
hygiene saat menstruasi.

9/3/20XX Presentation Title 17


Thank you
.