Anda di halaman 1dari 31

REFERAT OSTEOARTRITIS

Pembimbing: dr. Sigit Dhewanto, Sp. OT


Oleh: Tea Karina Sudharso (201806010049)
LATAR BELAKANG

• OA -> penyakit sendi yang paling sering ditemukan


• Penyebab utama nyeri & disabilitas di seluruh dunia
• ↓ fungsi & QoL
• Beban sosial & ekonomi
• Sekuele fisik & psikologis
• CDC -> prevalensi OA genu simtomatik mencapai 50% pada usia 85 tahun
• Pentingnya pemahaman yang baik mengenai OA -> membantu pengelolaan
pasien lebih tepat & aman

Sen R, Hurley JA. Osteoarthritis. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 [cited 2021 Apr 16].
TUJUAN PENULISAN

• Mengetahui definisi OA
• Mengetahui epidemiologi OA
• Mengetahui etiologi OA
• Mengetahui patofisiologi OA
• Mengetahui gambaran klinis OA
• Mengetahui tatalaksana OA
MANFAAT PENULISAN

• Bidang akademik:
• Menambah pengetahuan mengenai OA
• Bidang kesehatan
• Meningkatkan pengetahuan para penyedia layanan kesehatan mengenai pendekatan
diagnosis dan penatalaksanaan OA yang sesuai dengan harapan meningkatkan kualitas
hidup dan mengoptimalkan kemandirian pasien, mencegah berulangnya episode akut,
mencegah komplikasi lanjut, serta mencegah progresifitas penyakit.
SENDI
PENUAAN NORMAL KARTILAGO
AURIKULAR

• Kemampuan regenerasi kartilago artikular terbatas


• Kehilangan proteoglikan perlahan (komponen dasar matriks kartilago) ->
fibrilasi kartilago (parut) -> kurang efektif sebagai shock absorber, rentan friksi
• Kartilago lembut, licin, muda -> kasar
OSTEOARTRITIS

= Penyakit degenerati sendi yang diawali dengan deterioriasi local kartilago


articular dan memiliki karakteristik degenerasi progresif kartilago, hipertrofi,
remodeling tulang subkondral, dan inflamasi sekunder membrane synovial.

Salter RB. Degenerative Disorders of Joints and Related Tissues. In: Textbook of Disorders and Injuries of the Musculoskeletal System. 3rd ed. USA: Lippincott Williams & Wilkins; 1999.
EPIDEMIOLOGI

• OA -> tipe artritis tersering (>> RA)


• Tipe primer / idiopatik -> lebih sering pada wanita dewasa
• Tipe sekunder -> lebih sering pada pria dewasa
• Perbedaan ras/etnis -> perbedaah prevalensi & distribusi
• OA panggul superolateral -> sering pada Kaukasia, jarang pada Cina (perbedaan
bentuk skeletal)

Litwic A, Edwards M, Dennison E, Cooper C. Epidemiology and Burden of Osteoarthritis. Br Med Bull. 2013;105:185–99.
Berdasarkan Lokasi Sendi yang Terkena
KLASIFIKASI OA

Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis. Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Jakarta; 2014.
9
ETIOLOGI

Primer
(Idiopatik)

Sekunder

Blom A. Apley & Solomon’s System of Orthopaedics and Trauma 10th Edition. Boca Raton: CRC Press; 2018.
10
Perhimpunan Reumatologi Indonesia, 2014, Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis, Perhimpunan Reumatologi Indonesia, Jakarta.
FAKTOR RISIKO

Blom A. Apley & Solomon’s System of Orthopaedics and Trauma 10th Edition. Boca Raton:
CRC Press; 2018.
Varshney MK. Essential Orthopedics Principles and Practice. 2016
Perhimpunan Reumatologi Indonesia, 2014, Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis,
Perhimpunan Reumatologi Indonesia, Jakarta. 11
PATO-
FISIOLOGI

12
PATOLOGI
THE OUTERBRIDGE CLASSIFICATION
MANIFESTASI KLINIS

Blom A. Apley & Solomon’s System of Orthopaedics


15 and Trauma 10th Edition. Boca Raton: CRC Press; 2018.
OA GENU

• Paling sering pada sendi


tibiofemoral media
• OA patellafemoral -> nyeri
anterior lutut, diperburuk
saat naik turun tangga
(patella terkompresi femur)
• Krepitus, instabilitas
(perasaan lutut akan terlepas)
• Deformitas gradual lutut
(terutama varus)
OA GENU

• PF: gait atalgik, wasting otot quadrisep, efusi sendi, deformitas sendi, krepitus
per palpasi
• DD:
• Misalignment tungkai bawah yang menyebabkan OA lutut (contoh: varus,
vagus)
DIAGNOSIS

Anamnesis
● Nyeri (kuantitas, kualitas)
○ Gradual
○ Saat beraktivitas
● Respon inflamasi
○ Tidak ada inflamasi → kaku sendi < 30 menit
○ Inflamasi → hangat, bengkak, x kemerahan
● Tidak ada gejala sistemik
● Lokasi: tangan (CMC I, PIP, DIP), kaki (MTP I), lutut, servikal, lumbal,
hip
● FR: usia tua, riwayat keluarga, aktivitas berat, obesitas, trauma

Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis. 2014.


18
DIAGNOSIS (2)

Pemeriksaan Fisik
- Antropometri: BMI - Palpasi
- General - Nyeri tekan
- Gaya berjalan - Krepitus
- Kelemahan/atrofi otot - Deformitas
- Inspeksi - Gangguan fungsi/keterbatasan
- Tanda inflamasi - Penonjolan tulang (nodul
- Gerak sendi Bourchard’s dan Heberden’s)
- Nyeri saat digerakkan - Pembengkakan jaringan lunak
- Instabilitas sendi

Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis. 2014.


19
DIAGNOSIS (3)

Pemeriksaan Penunjang
- Pemeriksaan darah →
menyingkirkan diagnosis dan
monitoring terapi
- Pemeriksaan radiologis →
klasifikasi diagnosis/merujuk ke
ortopedi

Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis. 2014.


20
DIAGNOSIS (4)

Klasifikasi Diagnosis OA Lutut


1. Klinis
2. Klinis + radiologis
3. Klinis + lab

Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis. 2014.


21
22
DIAGNOSIS (6)

Blom A. Apley & Solomon’s System of Orthopaedics and Trauma 10th Edition. Boca Raton:
23 CRC Press; 2018.
KELLGREN-LAWRENCE GRADING
TATALAKSANA

Tahap Kedua (Farmakologi)


Tahap Pertama (Non- Nyeri
Farmakologi)
- Ringan-sedang: acetaminophen <4 g/hari
- Edukasi pasien atau NSAID
- Modifikasi gaya hidup - Ringan-sedang dengan risiko ggn.
- Program penurunan BB pencernaan: acetaminophen <4 gr/hari,
(target BMI 18,5 - 25) NSAID topikal, atau NSAID oral +
- Latihan aerobik gastroprotective agent
- - Sedang-berat, disertai pembengkakan sendi:
Terapi fisik
- Injeksi intraartikular
- Terapi okupasi
- NSAID Oral

Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis. 2014.


25
INJEKSI INTRAARTIKULAR

Kortikosteroid Hyaluronan
- Simtomatik - Viskosuplementasi
- Triamnisolone hexacetonide, - Modifikasi perjalanan
metilprednisolon penyakit
- Untuk nyeri sedang berat - Efek lebih lama dari steroid
yang tidak responsif terhadap
NSAID
TATALAKSANA (2)

Rujuk
- Gejala klinis OA berat, nyeri
menetap, bertambah BB
Tahap Ketiga - Progresif dan mengganggu aktivitas
- Artritis inflamasi → bursitis, sehari-hari
efusi sendi - Penurunan kualitas hidup
- Artritis infeksi → risiko - Deformitas varus atau valgus >20
sepsis tinggi derajat pada OA lutut
- Subluksasi ligamen lateral/dislokasi
- Gejala mekanik berat
- Operasi penggantian sendi lutut

Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis. 2014.


27
Perhimpunan Reumatologi
Indonesia. Diagnosis dan
Penatalaksanaan
Osteoartritis. 2014.
28
KESIMPULAN

• OA -> penyakit sendi yang paling umum di seluruh dunia, terutama lansia
• Progresif lambat
• Nyeri & disabilitas signifikan -> beban fisik, psikologis, sosioekonomi
• Faktor risiko: obesitas, trauma local, okupasi
• Gejala dan temuan radiografik berkorelasi rendah
• Intervensi dapat sangat bervariasi bergantung derajat patologi, sendi yang
terkena, tingkat disfungsi, usia, dan harapan
DAFTAR PUSTAKA

1. Osteoarthritis. In: Apley and Solomon’s System of Orthopaedics and Trauma.


10th ed. Taylor & Francis Group, LLC; 2018.
2. Sen R, Hurley JA. Osteoarthritis. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island
(FL): StatPearls Publishing; 2021 [cited 2021 Apr 16]. Available from:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482326/
3. Litwic A, Edwards M, Dennison E, Cooper C. Epidemiology and Burden of
Osteoarthritis. Br Med Bull. 2013;105:185–99.
4. Salter RB. Degenerative Disorders of Joints and Related Tissues. In: Textbook
of Disorders and Injuries of the Musculoskeletal System. 3rd ed. USA: Lippincott
Williams & Wilkins; 1999.
5. Newberry SJ, FitzGerald J, SooHoo NF, Booth M, Marks J, Motala A, et al.
Introduction [Internet]. Treatment of Osteoarthritis of the Knee: An Update
Review [Internet]. Agency for Healthcare Research and Quality (US); 2017 [cited
2021 Apr 16]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK447530/
TERIMA KASIH