Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN

DENGAN DIAGNOSA VERTIGO

KELOMPOK 1 :
1.Frida Indah Tri Utami
2.Kartika Dwi Suryani
3.Edhy Siwi
4.Budianto
5.Umi Siswati
6.Irfan F.
7.Cicik L.
PENGERTIAN
Vertigo adalah perasaan yang abnormal, mengenai
adanya gerakan sekitarnya terhadap penderita, tiba-
tiba semuanya serasa berputar atau bergerak naik
turun dihadapannya. (Manjoer, Arif, dkk. 2012).
ETIOLOGI
Lesi saraf vestibularis
Lesi batang otak, serebelum atau lobus temporal
Kelainan endokrin: hipotiroid, hipoglikemi,
hipoparatiroid, tumor medula adrenal,
Kelainan psikiatrik: depresi, neurosa cemas,
sindrom hiperventilasi, fobia.
(Lumban Tobing, 2013).
KLASIFIKASI
Vertigo diklasifikasikan menjadi dua kategori
yaitu:
1. Vertigo Periferal
2. Vertigo Sentral
(Lumban Tobing, 2013).
MANIFESTASI KLINIS
PATOFISIOLOGI
Vertigo timbul jika terdapat ketidakcocokan
informasi aferen yang disampaikan kepusat kesadaran.
Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah
susunan vestibuler atau keseimbangan, yang secara
terus menerus menyampaikan impulsnya ke pusat
keseimbangan.
PATHWAY
KOMPLIKASI
1. Cidera fisik, pasien dengan vertigo ditandai
dengan kehilangan keseimbangan sehingga
pasien tidak mampu mempertahankan diri untuk
tetap berdiri dan berjalan.

2. Kelemahan otot, pasien yang mengalami vertigo


seringkali tidak melakukan aktivitas. Sehingga
berbaring yang terlalu lama dan gerak yang
terbatas dapat menyebabkan kelemahan otot.
(Lumban Tobing, 2013). 
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan fisik : Pemeriksaan fisik umum.
 Pemeriksaan khusus : ENG (elektronistagmografi)
 Pemeriksaan tambahan : Laboratorium, Radiologi
dan EKG. (Lumban Tobing, 2013).
PENATALAKSANAAN MEDIS
Karena gerakan kepala memperhebat vertigo,
pasien harus dibiarkan berbaring diam dalam
kamar gelap selama 1-2 hari pertama.
Fiksasi visual cenderung menghambat nistagmus
dan mengurangi perasaan subyektif, pasien
vertigo anjurkan berbaring dengan kedua mata
ditutup.
Bila mual dan muntah berat, cairan intravena
harus diberikan untuk mencegah dehidrasi.
(Brunner & Suddarth. 2012).
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.R
DENGAN VERTIGO
DI RUANG SOFA-MARWAH
RSI ARAFAH REMBANG
LAPORAN KASUS
2. RIWAYAT KESEHATAN

Keluhan Utama
• Pasien mengatakan sakit kepala, pusing berputar

Riwayat Penyakit Sekarang


• Pasien datang ke IGD RSI Arafah Rembang pada tanggal 22 November
2021 pukul 08.00 WIB diantar oleh istri dan saudaranya. Pasien
mengatakan mengalami sakit kepala selama 1 hari lalu, mual muntah, dan
badan terasa sangat lemas. Nyeri di kepala terasa berputar dengan skala
nyeri 5. Hasil pengukuran TTV pasien didapatkan TD : 150/90 mmHg, RR
: 20 x/menit, N : 87x/menit, S : 36,60C, SPO2 : 97 %. Saat di IGD pasien
mendapat terapi infus RL 20 tpm drip Mersibion/24 jam, injeksi Citicolin
500mg/12 jam, injeksi Ranitidine 50mg/12 jam, injeksi Ondansetron
4mg/8jam, Histigo 3x1, Flunarizine 3x1, Diazepam 2 mg (1x1). Pasien
kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap Sofa-Marwah kamar IIIC-2 .
Riwayat Penyakit Dahulu
• Pasien mengatakan sudah menderita vertigo sejak 10 tahun yang lalu,
penyakit tersebut juga sudah secara rutin diobatkan ke rumah sakit.
Pasien juga mengatakan menderita penyakit lain yaitu hipertensi.

Riwayat penyakit keluarga


• Pasien mengatakan dalam anggota keluarganya ada yang memiliki
penyakit diabetes dan juga hipertensi.

Riwayat alergi
• Pasien mengatakan tidak memiliki alergi terhadap makanan atau obat.

KEADAAN UMUM :
• Keadaan umum pasien : lemah,
• Nilai GCS : E4 M6 V5 skor total: 15
• Kesadaran: Composmentis
PENGKAJIAN POLA KEBUTUHAN

Pernapasan dan oksigenasi


• Frekuensi pernapasan 20x/menit, pernapasan teratur, saturasi oksigen 97%
• Ststus oksigenasi sentral : nyeri kepala, berputar.
• Pemeriksaan jantung : bunyi jantung normal
• Status oksigen perifer : akral teraba hangat, CRT 1 detik.

Nutrisi
• Jenis diet : rendah kalori.
• Menu yang disajikan: nasi 1 centong, sayur 1 mangkuk, lauk tahu
tempe telur.
• Peristaltik usus : 15x/menit, Hb: 15,2 gr/dl, GDS: 130 mg/dl
• Keluhan : Pasien mengatakan mual-muntah dan tidak nafsu makan
sejak 2 hari yang lalu
Gerak dan keseimbangan
• Postur tubuh: simetris
• Kemampuan mobilisasi saat ini: bedrest total
• Keluhan pada saat aktivitas : kepala terasa nyeri,
• Kelemahan anggota gerak: ya

Kebutuhan Eliminasi
• BAB 1x/hari, konsistensi: lembek
• Alat bantu BAB: obat pencahar
• Keluhan BAB : sulit keluar karena tidak terbiasa dengan lingkungan RS
• BAK 6-7x/hari, volume 1000cc/24 jam. Warna kuning jernih

Istirahat dan tidur


• Lamanya tidur malam ±7 jam. Lamanya tidur siang ±2 jam. Tidur malam
pukul 21.00 WIB.
Kebutuhan mempertahankan suhu tubuh
• Suhu 36,60C
• Perabaan bagian punggung tangan: hangat.
• Kebiasaan khusus tiap hari untuk menjaga suhu tubuh: tidak ada

Menjaga Kebersihan
• Tampilan tubuh: bersih
• Tampilan rambut: bersih , rapi
• Kebersihan kulit: bersih

Kebutuhan bekerja
• Pasien bekerja sebagai pedagang dan juga berprofesi sebagai seniman.

Kebutuhan beribadah
• Ibadah yang dijalankan pada saat ini sholat

Kebutuhan Berpakaian
• Bahan pakaian yang nyaman menurut pasien : memakai kaos dan bawahan
sarung
Menghindari bahaya lingkungan (aman & nyaman)
• Menurut pasien kondisi yang mengancam saat ini adalah terjatuh saat
berdiri
• Kondisi ketidaknyamanan yang dirasakan saat ini: nyeri, skala nyeri 5,
lokasi nyeri di kepala, timbulnya nyeri saat bergerak dan beraktivitas.
• Alat pengaman di tempat tidur : ada bentuk manual

Rekreasi
• Rekreasi yang sering dilakukan: pergi berkunjung kerumah anak dan
saudara

Kebutuhan komunikasi
• Bahasa sehari-hari yang digunakan: bahasa Jawa
• Tipe komunikasi: bahasa sederhana
• Intonasi suara: keras
PEMERIKSAAN FISIK
• TTV : TD: 140/90 mmHg, S: 36,20C, RR : 20x/menit, N
: 81 x/menit
• Kepala : Mesosefal, rambut hitam dan tampak kusut.
• Wajah : Tampak lemas dan pucat.
• Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik.
• Hidung : Bersih, tidak ada lesi.
• Mulut : Tampak lembab
• Telinga : Pendengaran baik, simetris.
• Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
Paru
• I : Bentuk simetris, tidak ada lesi.
• P : Terdengar sonor
• P : Pengembangan dada simetris
• A : Tidak ada suara napas tambahan
Jantung
• I : Tampak ictus cordis
• P : Terdengar pekak
• P : Tidak ada pembesaran jantung
• A : Bunyi jantung normal
Abdomen
• I : Tidak ada lesi
• A : Bising usus normal
• P : Tidak ada nyeri tekan
• P : Terdengar timpani
• Genetalia : Tidak terpasang kateter urine
• Ekstremitas : Ekstremitas dapat digerakkan secara normal, pada ekstremitas
kiri atas terpasang infus.
TERAPI
•Terapi tanggal 22 November 2021 dan 23 November 2021
▫ Infus RL 20 tpm drip Mersibion/24 jam
▫ Injeksi Citicolin 500mg/12 jam
▫ Injeksi Ranitidine 50mg/12 jam
▫ Injeksi Ondansetron 4mg/8jam
▫ Obat Oral Histigo 3x1 tablet
▫ Obat Oral Flunarizine 3x1 tablet
▫ Obat Oral Diazepam 2 mg (1x1) tablet

•Terapi tanggal 24 November 2021


▫ Infus RL 16 tpm drip NB 5000/24 jam
▫ Injeksi Citicolin 500mg/12 jam
▫ Injeksi Ondansetron 4mg/8jam
▫ Obat Oral Vastigo 6 mg (3x2) tablet
▫ Obat Oral Flunarizine 5mg (3x1) tablet
▫ Obat Oral CPG 75 mg (1x1)
• 
DATA PENUNJANG
Hasil Pemeriksaan Laboratorium tanggal 22 November 2021
B. ANALISA DATA
Hari /
NO. Data Fokus Etiologi Problem
Tanggal
1. Senin / DS : Pasien mengatakan sakit Agen injuri Nyeri akut
22/11/21 kepala, pusing berputar, biologis
mual muntah dan (peningkatan
badannya sangat lemas TIK)
P : nyeri karena vertigo
Q : terasa berputar
R : di bagian kepala
S : skala nyeri 5
T : nyeri bertambah saat
gerak dan beraktivitas
DO : Keadaan umum pasien
lemah, pasien tampak
memejamkan mata,
meringis menahan nyeri.
TD : 140/90 mmHg, S:
36,20C RR : 20 x/menit,
N : 81x/menit
Hari /
NO. Data Fokus Etiologi Problem
Tanggal
2. Senin / DS : Pasien mengatakan Kelemahan Intoleransi
22/11/21 badannya lemas dan fisik aktivitas
kesulitan untuk
beraktivitas
DO : Pasien tampak lemas
- Pasien tampak dibantu saat
beraktivitas

DS : Pasien mengatakan sakit


3. Senin / Gangguan Resiko
kepala, pusing berputar,
22/11/21 keseimbangan Jatuh
mual muntah dan
badannya sangat lemas tubuh

DO : Pasien tampak lemas


Pasien tampak memejamkan
mata, meringis menahan
nyeri.
Pasien tampak berbaring
diatas tempat tidur
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Nyeri akut b.d agen injuri biologis (peningkatan TIK) d.d
klien tampak meringis menahan nyeri.
 Intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik d.d pasien
mengatakan lemas dan kesulitan beraktivitas, pasien tampak
dibantu saat beraktivitas
 Resiko jatuh b.d gangguan keseimbangan tubuh d.d pasien
mengatakan sakit kepala,
D. INTERVENSI
Hari/tgl Dx Tujuan dan Intervensi
No Rasional
Jam Kep Kriteria Hasil Keperawatan
1. Senin / I NOC NIC 1. Mengetahui
22/11/21 Pain Level, Pain Management nyeri yang
Pukul Pain Control, 1.Lakukan pengakajian dirasakan
14.35 Comfort Level nyeri secara pasien
WIB Setelah dilakukan komprehensif 2. Mengurangi
tindakan keperawatan 2.Ciptakan lingkungan rasa nyeri
selama 3x24 jam yang nyaman untuk yang
diharapkan nyeri pasien dirasakan
berkurang dengan 3.Ajarkan teknik non pasien
kriteria hasil : farmakologis 3. Memberikan
1.Pasien mampu (distraksi dan rasa nyaman
mengontrol nyeri (tahu relaksasi) pada pasien
penyebab nyeri, mampu 4.Kolaborasi dengan 4. Mengurangi
mnenggunakan teknik tim medis pemberian rasa nyeri
non farmakologis untuk obat (injeksi nyeri yang
mengurangi nyeri) Ranitidine 50mg/12 dirasakan
2.Melaporkan bahwa jam, injeksi Citicolin pasien
nyeri berkurang dengan 500mg/12 jam, Injeksi
menggunakan Ondansetron
manajemen nyeri 4mg/8jam, obat oral
3.Mampu mengenali Histigo 3x1 tab, Obat
nyeri (skala, intensitas, oral Flunarizine 3x1
frekuensi, dan tanda tab dan Obat oral
nyeri) Diazepam 2 mg 1x1
4.Menyatakan rasa tab)
nyaman setelah nyeri
2. Senin / II NOC NIC 1. Mengetahui
22/11/21 Setelah Manajemen Energi : gangguan tubuh
Pukul dilakukan 1.Identifikasi gangguan yang mengakibatkan
14.45 WIB tindakan tubuh yang kelelahan
keperawatan mengakibatkan kelelahan 2. Mengetahui dan
selama 3 x 24 2.Monitor TTV pasien memantau keadaan
jam diharapkan 3.Monitor lokasi pasien
toleransi ketidaknyamanan selama 3. Mengetahui lokasi
aktivitas melakukan aktivitas ketidaknyama-nan
meningkat 4.Bantu pasien pasien selama
dengan Kriteria indentifikasi aktivitas melakukan aktivitas
Hasil : yang mampu dilakukan 4. Membantu pasien
1.KU pasien 5.Anjurkan melakukan saat ambulasi
baik aktivitas fisik secara 5. Membantu
2.TTV normal bertahap meningkatkan
3.Tingkat daya toleransi aktivitas
tahan adekuat pasien
untuk
beraktivitas
4.Pasien
mampu
beraktivitas
secara mandiri
3. Senin / III NOC NIC 1. Meningkatkan
22/11/21 Trauma Risk Fall Prevention kenyamanan untuk
Pukul For 1.Sediakan pasien
14.50 WIB Injury Risk For lingkungan yang 2. Mencegah resiko jatuh
Setelah dilakukan aman untuk pasien dari tempat tidur
tindakan 2.Pasang restrain 3. Mengetahui kebutuhan
keperawatan pengaman pada keamanan pasien
selama 1 x 24 jam tempat tidur sesuai dengan kondisi
diharapkan pasien 3.Identifikasi fisik pasien
tidak mengalami kebutuhan keamanan 4. Meningkatkan
jatuh dengan pasien sesuai dengan keamanan pasien
kriteria hasil : kondisi fisik pasien 5. Meningkatkan
1.KU pasien baik 4.Anjurkan keluarga kenyamanan pasien
2.Gerakan untuk menemani 6. Meningkatkan
terkoordinasi : pasien keseimbangan,
kemampuan otot 5.Kontrol lingkungan mengurangi pusing,
untuk bekerja dari kebisingan mencegah jatuh dan
sama secara 6.Kolaborasi dengan mengembalikan
volunter untuk fisioterapi dalam fungsi sistem
melakukan melakukan latihan vestibuler
gerakan yang gerak fisik seperti
bertujuan senam vertigo
E. IMPLEMENTASI
No. Hari/tgl T
Dx. Implementasi
Respon T
Jam Kep Keperawatan
D
1. Senin/ I Melakukan pengakajian nyeri S : Pasien mengatakan sakit kepala, pusing
22/11/2021 secara komprehensif berputar, mual muntah dan badannya sangat µ
15.00 WIB   lemas
    P : nyeri karena vertigo
    Q : terasa berputar
    R : di bagian kepala
    S : skala nyeri 5
    T : nyeri bertambah saat gerak dan beraktivitas
  O : Keadaan umum pasien lemah, pasien
  tampak memejamkan mata, meringis menahan
  nyeri.
   
    S : Pasien mengatakan badannya lemas, kadang
    mual muntah µ
2. 15.10 WIB II Memonitor TTV pasien O : Keadaan umum pasien lemah, pasien
    tampak berbaring diatas tempat tidur.
    TD : 140/90 mmHg, S: 36,20C RR : 20
    x/menit, N : 81x/menit
     
3. 15.15 WIB I Menciptakan lingkungan yang S : Pasien mengatakan lebih nyaman jika lampu
  nyaman untuk pasien dimatikan
    O : Pasien tampak berbaring lemas µ
     
    S : Pasien mengatakan kepalanya masih terasa
4. 15.20 WIB I Mengajarkan teknik non sakit
  farmakologis (distraksi dan O : Pasien tampak berbaring lemas dan µ
relaksasi : nafas dalam) mendengarkan penjelasan dari perawat
5. 15.25 WIB II Mengidentifikasi gangguan S : Pasien mengatakan kepalanya masih terasa
    tubuh yang mengakibatkan sakit.
µ
    kelelahan Pasien juga mengatakan sudah menderita
      vertigo sejak lama
      O : Pasien tampak berbaring lemas di atas
      tempat tidur
       
6. 15.30 WIB II Memonitor lokasi S : Pasien mengatakan kepalanya masih terasa
    ketidaknyamanan selama sakit.
    melakukan aktivitas Pasien juga mengatakan tida nyaman saat µ
      vertigonya kambuh, ditambah masih sering
      mual-muntah
      O : Pasien tampak berbaring lemas diatas
      tempat tidur
       
7. 15.40 WIB II Membantu pasien untuk S : Pasien mengatakan untuk aktivitas duduk,
    indentifikasi aktivitas yang berdiri dan toileting masih dibanntu. Namun µ
    mampu dilakukan untu posisi miring kanan atau kiri bisa
      dilakukan secara mandiri
      O : Pasien tampak dibantu oleh keluarga saat
      posisi duduk, berdiri dan berjalan ke kamar
      mandi
     
     
8. 15.50 WIB II Menganjurkan pasien untuk S : Pasien mengatakan akan mulai berlatih
melakukan aktivitas fisik melakukan aktivitas secara bertahap, mulai
secara bertahap duduk, berdiri dan berjalan µ
O : Pasien tampak dibantu oleh keluarga dalam
posisi duduk
16.00 WIB III Melakukan kolaborasi dengan  S : Pasien mengatakan bersedia diajarkan µ
    fisioterapi dalam melakukan teknik latihan gerak fisik untuk mengurangi
    latihan gerak fisik seperti nyeri
    senam vertigo O : pasien tampak memperhatikan penjelasan
      yang diberikan
       
16.00 WIB I Melakukan kolaborasi dengan S : Pasien mengatakan lemas dan pusing
    tim medis pemberian obat berkurang namun kadang masih mual µ
    (Injeksi Ondansetron 4mg O : Tidak ada tanda-tanda alergi terhadap obat
    secara IV, Injeksi Citicolin yang diberikan
    500 mg secara IV, Injeksi  
    Ranitidine 50mg secara IV,  
    Histigo 1x1 p.o dan  
    Flunarizine 1x1 p.o)
     
16.10 WIB I Menginstruksikan pasien S : Pasien mengatakan sudah menerapkan
    menggunakan teknik teknik relaksasi nafas dalam saat nyeri kepala µ
    relaksasi (nafas dalam) kambuh
      O : Pasien tampak lebih rileks
       
16.20 WIB III Menyediakan lingkungan S : Pasien mengatakan merasa aman ketika
yang aman untuk pasien sudah berada di atas tempat tidur
O : Pasien tampak berbaring di atas tempat µ
tidur

16.30 WIB III Memasang restrain S : Pasien mengatakan selalu memasang


pengaman pada tempat tidur restrain pengaman tempat tidur, terlebih saat µ
sedang tidur
O : Tampak terpasang restrain pengaman
tempat tidur
Selasa, I Melakukan kolaborasi dengan S : Pasien mengatakan lemas dan pusing µ
23/11/2021 tim medis pemberian obat berkurang namun kadang masih mual
12.00 WIB (Injeksi Ondansetron 4mg O : Tidak ada tanda-tanda alergi terhadap obat
  secara IV, Injeksi Citicolin yang diberikan
  500 mg secara IV, Injeksi  
  Ranitidine 50mg secara IV,  
  Histigo 1x1 p.o dan  
  Flunarizine 1x1 p.o)  
     
12.00 WIB II Memonitor TTV pasien S : Pasien mengatakan lemas dan pusing µ
    berkurang
    O : Keadaan umum pasien sedang, pasien
    tampak berbaring diatas tempat tidur.
    TD : 130/80 mmHg, S: 36,50C RR : 22
    x/menit, N : 86x/menit
     
12.10 WIB I Melakukan pengakajian nyeri S : Pasien mengatakan sakit kepala berkurang µ
  secara komprehensif P : nyeri karena vertigo
    Q : terasa berputar
    R : di bagian kepala
    S : skala nyeri 3
    T : nyeri bertambah saat gerak dan beraktivitas
    O : Keadaan umum pasien mulai membaik,
    pasien tampak sesekali memejamkan mata,
    meringis menahan nyeri.
     
12.20 WIB II Menganjurkan pasien untuk S : Pasien mengatakan sudah berlatih
  melakukan aktivitas fisik melakukan aktivitas secara bertahap, mulai µ
  secara bertahap duduk, berdiri dan berjalan
    O : Pasien tampak bisa dalam posisi duduk
  secara mandiri
   
 
Rabu, I Melakukan kolaborasi dengan S : Pasien mengatakan lemas dan pusing µ
24/11/2021 tim medis pemberian obat berkurang namun kadang masih mual
12.00 WIB (Drip NB 5000, Injeksi O : Tidak ada tanda-tanda alergi terhadap obat
  Ondansetron 4mg secara IV, yang diberikan
  Injeksi Citicolin 500 mg  
  secara IV, Vastigo 1x2 tab p.o  
  dan Flunarizine 1x2 tab p.o)  
   
12.00 WIB II Memonitor TTV pasien  
    S : Pasien mengatakan lemas dan pusing µ
    berkurang
    O : Keadaan umum pasien sedang, pasien
    tampak berbaring diatas tempat tidur.
    TD : 130/80 mmHg, S: 36,80C RR : 22
  x/menit, N : 84x/menit
     
12.10 WIB I Melakukan pengakajian nyeri S : Pasien mengatakan sakit kepala berkurang µ
  secara komprehensif P : nyeri karena vertigo
    Q : terasa berputar
    R : di bagian kepala
    S : skala nyeri 2
    T : Hilang timbul
    O : Keadaan umum pasien baik, pasien tampak
    lebih rileks dan ceria
     
12.20 WIB  II Menganjurkan pasien untuk S : Pasien mengatakan sudah berlatih
  melakukan aktivitas fisik melakukan aktivitas secara bertahap, mulai
  secara bertahap duduk, berdiri dan berjalan µ
  O : Pasien tampak bisa dalam posisi duduk dan
  berjalan perlahan secara mandiri
 
12.30 WIB III  Menganjurkan keluarga S : Pasien mengatakan dengan µ
  untuk menemani pasien kondisinya sekarang merasa cukup aman
  dan mengontrol ketika ditinggal sendiri, karena pusing
  lingkungan dari berkurang
  kebisingan O : Pasien tampak sedang berbaring di
    tempat tidur sambil menonton TV
     
18.00 WIB I Melakukan kolaborasi S : Pasien mengatakan pusing berkurang
  dengan tim medis dan kondisinya saat ini sudah membaik
  pemberian obat O : Tidak ada tanda-tanda alergi µ
  (Vastigo 1x2 tab p.o, terhadap obat yang diberikan
Flunarizine 1x2 tab p.o,
CPG 1x1 p.o)
F. EVALUASI
N Dx T
Hari/tgl
O Ke Evaluasi T
jam
. p D
Rabu / S : Pasien mengatakan pusing berkurang dan kondisinya saat ini sudah membaik
1.
24/11/202
I
P : nyeri karena vertigo
µ
1 Q : terasa berputar µ
R : di bagian kepala
S : skala nyeri 2 µ
18.10 T : hilang timbul
O : Keadaan umum pasienbaik, pasien tampak lebih rileks dan ceria
WIB
- Pasien tampak lebih nyaman saat lampu dimatikan
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi
S : Pasien mengatakan dalam beraktivitas sudah dapat dilakukan secara mandiri, seperti
II
duduk, berdiri dan berjalan
O : Keadaan umum pasien baik, tampak pasien dapat melakukan aktivitas secara mandiri
- TD : 130/80 mmHg
- S: 36,80C
- RR : 22 x/menit
- N : 84x/menit
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi
S : Pasien mengatakan sudah tidak takut jatuh karena pusing sudah jauh berkurang dan
III kondisi badannya sudah tidak lemas lagi
O : Keadaan umum pasien baik
- Tampak terpasang restrain pengaman tempat tidur
- Pasien dapat beraktivitas secara mandiri
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi
TERIMA KASIH