Anda di halaman 1dari 14

ORGANISASI DAN

MANAJEMEN RUMAH SAKIT


RUMAH SAKIT SEBAGAI
ORGANISASI
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.
Setiap Rumah Sakit harus memiliki organisasi yang efektif, efisien, dan
akuntabel.

Organisasi Rumah Sakit paling sedikit terdiri atas


• Kepala Rumah Sakit atau Direktur Rumah Sakit,
• unsur pelayanan medis,
• unsur keperawatan,
• unsur penunjang medis,
• komite medis,
• satuan pemeriksaan internal,
• administrasi umum dan keuangan.
TUGAS UTAMA STRUKTUR
ORGANISASI RS

Kepala bidang
Direktur Rumah Kepala bagian
pelayanan dan
Sakit tata usaha
penunjang

• Mengkoordinasikan • Memberikan • Merencanakan


pelaksanaan upaya pelayanan teknis dan operasional Rumah
kesehatan administrasi kepada Sakit,
• Melaksanakan upaya semua unsur di • Mengevaluasi dan
rujukan lingkungan kantor melaporkan
• Melaksanakan Rumah Sakit. penyelenggaraan
pelayanan yang tugas bidang
bermutu sesuai pelayanan dan
standar pelayanan penunjang
rumah sakit.
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH
SAKIT UMUM TIPE A
Untuk Rumah Sakit Umum kelas A, susunan
organisasinya diatur sesuai dengan SK Menkes No.
543/VI/1994 adalah sebagai berikut.:
1. Direktur
2. Wakil Direktur yang terdiri dari:
– Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan
– Wadir Penunjang Medik dan Instalasi
– Wadir Umum dan Keuangan
– Wadir komite Medik
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH
SAKIT UMUM TIPE A
Tiap-tiap Wadir diberikan tanggung jawab dan
wewenang mengatur beberapa bidang/bagian
pelayanan dan keperawatan serta instalasi.

Instalasi RS diberikan tugas untuk menyiapkan fasilitas


agar pelayanan medik dan keperawatan dapat
terlaksana dengan baik.
Instalasi RS dipimpin oleh seorang kepala yang
diberikan jabatan non struktural.
STAF MEDIK FUNGSIONAL PADA
RS TIPE A
SMF yang menggantikan UPF ( Unit Pelaksanaan
Fungsional) terdiri dari dokter umum, dokter gigi, dokter
spesialis, dan dokter subspesialis.

Untuk RS kelas A jumlah SMF yang dimiliki minimal 15


bagian yaitu bedah ,kesehatan anak ,kebidanan dan
penyakit kandungan ,penyakit dalam ,penyakit saraf
,penyakit kulit dan kelamin ,THT ,gigi dan mulut ,mata
,radiologi ,patologi klinik ,patologi Anatomi ,kedokteran
kehakiman,rehabilitasi medik ,anestesi.
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH
SAKIT UMUM TIPE B

Susunan RSU kelas B hampir sama dengan


kelas A. Bedanya hanya terletak pada jumlah dan
jenis-jenis masing-masing SMF. Untuk RSU kelas B
ada minimal 11 spesialis dan subspesialisasinya.
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH
SAKIT UMUM TIPE C DAN D

Susunan organisasi RS kelas C dan D lebih


sederhana jika dibandingkan dengan kelas A dan
B.

Di sini tidak ada wakil direktur, tetapi dilengkapi


dengan staf khusus yang mengurus administrasi.
MANAJEMEN RUMAH SAKIT
Dalam menjalankan fungsinya, rumah sakit membutuhkan
suatu sistem manajemen yang bersifat menyeluruh dan
berkelanjutan.

Rumah sakit perlu menerapkan sistem manajemen yang


berorientasi pada kepuasan pelanggan.Kinerja yang
unggul atau Performance Excellence merupakan salah
satu faktor utama yang harus diupayakan oleh setiap
organisasi untuk memenangkan persaingan global.
MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Dalam penerapannya, manajemen di rumah


sakit dapat dilihat dari :
1. Fungsi perencanaan rumah sakit
2. Fungsi pergerakan dan pelaksanaan rumah sakit.
FUNGSI PERENCANAAN RS
1. Analisis situasi
Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data atau fakta.
2. Mengidentifikasi masalah dan prioritasnya
Masalah dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu masalah tentang penyakit, masalah manajemen
pelayanan kesehatan dan masalah program.
3. Penentuan tujuan program
Tujuan adalah hasil yang diinginkan (tolok ukur keberhasilan kegiatan).Tujuan harus sesuai
dengan masalah, bisa dicapai, bisa diukur, bisa dilihat hasilnya.
4. Mengkaji hambatan dan kelemahan program
Sebelum menentukan tolak ukur, perlu dipelajari hambatan-hambatan program kesehatan
yang pernah dialami atau diperkirakan baik yang bersumber dari masyarakat, lingkungan,
Puskesmas maupun dari sektor lainnya.
5. Membuat rencana kerja operasional
Dengan Rencana Kerja Operasional (RKO) akan memudahkan pimpinan mengetahui sumber
daya yang dibutuhkan dan sebagai alat pemantau.
FUNGSI PENGGERAKAN DAN
PELAKSANAAN RUMAH SAKIT
Penerapan fungsi actuating di RS akan sangat tergantung dari empat
faktor.

1. Kepemimpinan direktur RS
2. Koordinasi yang dikembangkan oleh masing-masing Wakil Direktur
dengan kepala SMF dan kepala instalasinya
3. Komitmen dan profesionalisme tenaga medis dan non medis di RS
(dokter, perawat, dan tenaga penunjang lainnya)
4. Pemahaman pengguna jasa pelayanan RS (pasien dan keluarganya)
terhadap jenis pelayanan kesehatan yang tersedia di RS.
Kepemimpinan, komunikasi, koordinasi merupakan
faktor penting didalam pengembangan fungsi
actuating.

Ketiganya akan memudahkan penjabaran visi dan


misi serta strategi pimpinan RS mengembangkan
mutu pelayanan kesehatan di masing-masing SMF.
TH
AN
K
YO
U.

Anda mungkin juga menyukai