Anda di halaman 1dari 8

Tuning Supriyadi, M.Pd.

Widyaprada Ahli Madya

MEMBUA
T KARYA
TULIS
ILMIAH
POPULER
Karya Tulis Ilmiah Populer
  karya tulis yang dibuat dengan menggunakan standar
atau kaidah ilmiah. Hanya saja, karya tulis ilmiah
memakai bahasa yang lebih santai dana cenderung tidak
kaku. Sehingga karya tulis ilmiah populer lebih mudah
dipahami oleh pembaca. Alih-alih membosankan,
pembaca justru lebih menikmati bacaan ilmiah dengan
gaya bahasa yang sederhana.
Karya Tulis Ilmiah Populer

Di buat dengan cara


 menyadur,
 mengutip, dan
 meramu informasi dari berbagai tulisan orang lain.
 Jadi karya tulis populer tidak bisa dikatakan
sebagai gagasan murni , pendapat, atau pernyataan
penulis sendiri.
Karya Tulis Ilmiah Populer

Opini
Laporan kegiatan
REVIEW BUKU
Informasi ttg aturan
Opini
 Topik tidak harus masalah yang berat. Tidak harus memiliki fakta-fakta empirik (penelitian)
seperti dalam tulisan ilmiah, tetapi bisa saja hanya berdasarkan hasil pengamatan dan
perenungan penulisnya saja.
 Tujuannya sekadar memberikan sumbangan pemikiran berdasarkan wawasan penulisnya dan
diharapkan menjadi wacana atau pengetahuan bagi para pembaca.
 Pembahasan topiknya tidak perlu terlalu dalam dan detail, tetapi yang lebih penting alur
pemikirannya dibuat sistematis, sehingga pembaca mudah mencerna maksud yang hendak
disampaikan oleh penulis.
 Format penulisannya (sistematika) tidak mengikuti aturan yang biasa berlaku dalam tulisan
ilmiah. Artinya Anda bebas mengatur format penulisannya. Namun, agar Anda tidak bingung,
saya akan memberikan sedikit acuannya.
 Dalam menulis "ARTIKEL POPULER" yaitu setidaknya ada empat poin yang perlu Anda
perhatikan, yaitu: pertama, ada judulnya; kedua, ada bagian pembuka (prolog); ketiga, ada
bagian isi (pendapat yang ingin Anda sampaikan, berikut argumentasinya); dan keempat, ada
bagian penutup.
 Gaya bahasa tidak terlalu formal dan memakai kata-kata atau kalimat yang sederhana, agar
mudah dimengerti oleh pembaca. Oleh sebab itu hindari penggunaan kata-kata asing atau ilmiah
yang berlebihan. Kalau pun terpaksa, sebaiknya dijelaskan maknanya. Boleh juga menggunakan
kata-kata tidak baku.
 Dalam menyampaikan gagasan sebaiknya disertai dengan referensi, baik dari bahan bacaan
maupun dari para ahli yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Hal ini diperlukan guna
lebih meyakinkan pembaca, agar mereka setuju atau terpengaruh dengan pendapat penulis.
 Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda.
Laporan Kegiatan

Lead (masalah/keberhasilan)
Mengapa dilakukan/Regulasi
Siapa sasarannya
Bagaimana pelaksanaan
Apa hasilnya
Kesimpulan
Review Buku/Modul
 Lead (masalah/keberhasilan)
 kebenaran isi/konsep: kesesuaian dengan KI dan KD, kesesuaian dengan
perkembangan peserta didik (konkret, semi konkret, dan abstrak), kesesuian
dengan kebutuhan bahan ajar, kebenaran substansi materi pelajaran, manfaat
untuk penambahan wawasan, kesesuaian dengan nilai moral dan nilai-nilai
sosial;
 koherensi penyajian gagasan: Kompetensi Sikap, Pengetahuan dan
Keterampilan (tahapannya lihat pada Permendikbud tentang Standar Proses)
 kelayakan bahasa: keterbacaan, kejelasan informasi, kesesuaian dengan
kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, pemanfaatan bahasa secara
efektif dan efisien (jelas dan singkat);
 fisibilitas implementasi contoh-contoh kegiatan pembelajaran pada
tingkat sekolah tertentu: dapat diimplementasikan pada level satuan
pendidikan tersebut (sesuai atau tidak, dilakukan untuk level dimaksud);
 kelayakan perujukan pada sumber yang dirujuk: kesesuaian keterangan
dan/atau gambar dengan konteks dari konsep yang dipelajari; dan
 kegrafikaan: lay-out atau tata letak, ilustrasi, gambar, foto, desain
tampilan, identitas/keterangan gambar, dll
 Kesimpulan
Informasi ttg aturan

Lead (Pentingnya aturan


ini)
Mengapa harus
memperhatikan?
Apa yang harus dilakukan
Kesimpulan