Anda di halaman 1dari 24

BAB 1

SIFAT-SIFAT
KOLIGATIF
LARUTAN
1.1 Kemolalan dan Fraksi Mol
1.2 Penurunan Tekanan Uap Larutan
1.3 Kenaikan Titik Didih dan
Penurunan Titik Beku
1.4 Tekanan Osmotik Larutan
1.5 Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
1.6 Penggunaan Sifat Koligatif
Larutan
KENAIKAN TITIK DIDIH
 Pernahkan Anda memperhatikan ibu ketika
memasak sayur/kolak pisang? Saat kuah
bergolak kemudian sayur masuk maka kuah
berhenti bergolak. Selanjutnya mendidih lagi
jika pemanasan lanjut. Mengapa?
PENURUNAN TITIK BEKU

 Untuk mengatasi jalanan bersalju ditaburi


campuran garam NaCl dan CaCl2 supaya salju
mencair
TEKANAN OSMOTIK
 Cairan infus harus isotonik dengan cairan
intrasel agar tidak terjadi osmosis, baik ke
dalam ataupun ke luar sel darah
PENURUNAN TEKANAN UAP

 Pada saat berenang di laut mati, kita tidak


tenggelam karena konsentrasi zat terlarutnya
yang sangat tinggi
Sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat
terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel zat
terlarutnya disebut sifat koligatif.

Sifat koligatif larutan hanya bergantung pada konsentrasi


partikel terlarut, bukan pada jenisnya sehingga sifat koligatif
larutan elektrolit akan berbeda dengan sifat koligatif larutan
nonelektrolit.

Sifat koligatif meliputi:


a. tekanan uap,
b. penurunan titik beku,
c. kenaikan titik didih, dan
d. tekanan osmotik.
Kemolalan (m)
Kemolalan atau molalitas menyatakan jumlah mol (n) zat
terlarut dalam 1 kg (= 1.000 g) pelarut.

dengan, m = kemolalan larutan


n = jumlah mol zat terlarut
p = massa pelarut (dalam kg)
Jika massa larutan dinyatakan dalam gram, maka
Fraksi Mol (X)
Fraksi mol (X) menyatakan perbandingan jumlah mol zat
terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan.
Jika jumlah mol zat pelarut adalah nA, dan jumlah mol zat
terlarut adalah nB, maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut
adalah:

Jumlah fraksi mol pelarut dengan zat terlarut adalah 1.


Contoh
Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan urea 20%
(Mr urea = 60).
Jawab:
Dalam 100 gram larutan urea 20% terdapat 20 gram urea dan
80 gram air.
Pengertian Tekanan Uap Jenuh
Tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh suatu zat
disebut tekanan uap zat itu.
Tekanan Uap Larutan dan Hukum Raoult
Raoult menemukan bahwa tekanan uap suatu komponen
bergantung pada fraksi mol komponen itu dalam larutan.

dengan, PA = tekanan uap komponen A


P°A = tekanan uap A murni
XA = fraksi mol komponen A
Jika zat terlarut sukar menguap, maka:
Selisih antara tekanan uap pelarut dengan tekanan
uap larutan disebut penurunan tekanan uap (ΔP).

Nilai penurunan tekanan uap larutan (ΔP) dapat dikaitkan


dengan fraksi mol terlarut
Titik Didih dan Titik Beku Larutan
Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarutnya
disebut kenaikan titik didih (ΔTb = boilling point elevation).
Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan
disebut penurunan titik beku (ΔTf = freezing point deppression).
ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut
Tb larutan = titik didih larutan
Tb pelarut = titik didih pelarut
ΔTb = kenaikan titik didih
ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan
Tf larutan = titik beku larutan
Tf pelarut = titik beku pelarut
Δ Tf = penurunan titik beku
Hubungan Konsentrasi dengan ΔTb dan ΔTf
Untuk larutan encer, kenaikan titik didih (ΔTb) maupun
penurunan titik beku (ΔTf) sebanding dengan kemolalan larutan.

dengan, ΔTb = kenaikan titik didih


ΔTf = penurunan titik beku
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
Kf = tetapan penurunan titik beku molal
m = kemolalan larutan
Diagram Fase atau Diagram P-T

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari diagram fase:


a. Garis BC pada Gambar 1.6 disebut garis didih.
b. Garis BD pada Gambar 1.6 disebut garis beku.
c. Garis AB pada Gambar 1.6 disebut garis sublimasi.
d. Perpotongan antara garis didih dengan garis beku dan garis sublimasi
disebut titik tripel.
Osmosis

Osmosis adalah perembesan


molekul pelarut dari pelarut
ke dalam larutan, atau dari
larutan lebih encer ke larutan
lebih pekat, melalui selaput
semipermeabel.
Tekanan Osmosis
Hubungan Tekanan Osmotik dengan Konsentrasi Larutan
Menurut van't Hoff, tekanan osmotik larutan-larutan encer dapat
dihitung dengan rumus yang serupa dengan persamaan gas ideal.

atau

dengan, π = tekanan osmotik


V = volum larutan (dalam liter)
n = jumlah mol zat terlarut
T = suhu absolut larutan (suhu kelvin)
R = tetapan gas (0,08205 L atm mol–1 K–1)
Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
Perbandingan antara harga sifat koligatif yang terukur dari
suatu larutan elektrolit dengan harga sifat koligatif yang
diharapkan dari suatu larutan nonelektrolit pada konsentrasi
yang sama disebut faktor van't Hoff dan dinyatakan dengan
lambang i.

dengan α = derajat ionisasi elektrolit; n = jumlah ion yang dapat


dihasilkan oleh 1 satuan rumus senyawa elektrolit.
Misalnya, untuk NaCl: n = 2; untuk K2SO4: n = 3.
rumus-rumus sifat koligatif untuk larutan elektrolit
menjadi:

Khusus untuk tekanan uap, pertambahan jumlah partikel


diperhitungkan pada fraksi mol pelarut dan terlarut.
Penggunaan Sifat Koligatif Larutan
Sifat koligatif larutan dimanfaatkan dalam kehidupan
sehari-hari, ilmu pengetahuan, dan industri, antara lain:
1. membuat campuran pendingin
2. cairan antibeku
3. pencairan salju di jalan raya
4. menentukan massa molekul relatif
5. membuat cairan infus
6. desalinasi air laut (osmosis balik)