pasal 21 & 26

PPh

Dasar Hukum
PPH PASAL 21/26
y Undang-undang no 28 tahun 2007 K.U.P y Undang-undang no 36 tahun 2008 Pajak Penghasilan. y Peraturan MenKeu no 250/PMK 03/2008: : biaya jabatan &

biaya pensiun. y Peraturan MenKeu no 252/PMK 03/2008: petunjuk pelaksanaan pemotongan pajak atas penghasilan sehub dg pekerjaan, jabatan dan jasa. y Peraturan Menkeu no 254/PMK 03/2008: pegawai harian & pegawai tidak tetap y Peraturan Dirjen Pajak no 31/PJ/2009: pedoman teknis tatacara pemotongan,penyetoran dan pelaporan PPh ps21.

y PER-57/PJ/2009 : perubahan Per 31/PJ/2009 y PER-32/PJ/2009 : form SPT Masa PPh 21 & 26 y PMK no43/PMK o3/209 : PPh ps 21 dtanggung pemerintah y PP 68 tahun 2009 : tarip PPh psl 21 untuk

pesangon.manfaat pensiun,THT,JHT yang dibayar sekalihus

PPh atas orang pribadi y PPh pasal 21/26 merupakan pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan. y Penghasilan yang diterima oleh orang pribadi biasanya merupakan penghasilan yang melekat pada karyawan atau pegawai baik pegawai tetap maupun tidak tetap. tunjangan dan lain sebagainya. antara lain gaji. upah. jasa dan kegiatan yang dilakukannya. .

Witholding tax y PPh pasal 21/26 merupakan pajak yang dipotong oleh pihak lain (withholding tax). y PPh pasal 21 dikenakan untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri. . y PPh pasal 26 dikenakan untuk wajib pajak orang pribadi luar negeri.

sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai. honorarium.Pemotong PPh pasal 21/26 Pemberi kerja yang terdiri dari orang pribadi dan badan. a) . upah. baik merupakan pusat maupun cabang. perwakilan atau unit yang membayar gaji. b) Bendahara atau pemegang kas pemerintah pusat maupun daerah. tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun .

Honorarium atau pembayaran lain kepada SPDN 2. Honorarium atau pembayaran lain kepada SPLN 3. d) Orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas serta badan yang membayar : 1. Honorarium atau imbalan lain kepada peserta pendidikan.Dana Pensiun. pelatihan dan magang c) . Badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja dan badan-badan lain yang membayar uang pensiun dan tunjangan hari tua atau jaminan hari tua.

4.Penyelenggara kegiatan termasuk badan pemerintah. .perkumpulan. orang pribadi serta lembaga lainnya yang menyelenggarakan kegiatan yang membayar honorarium. hadiah atau penghargaan dalam bentuk apapun kepada wajib pajak orang pribadi dalam negeri berkenaan dengan suatu kegiatan. organisasi yang bersifat nasional dan internasional .

   Pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan tinggal bersama mereka dengan syarat: bukan WNI di Indonesia tidak memperoleh penghasilan lain diluar jabatan asas timbal balik .Tidak termasuk penerima penghasilan 1.

tidak menjalankan usaha/kegiatan/pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan lain di Indonesia .2.Pejabat perwakilan organisasi internasional dengan syarat: .bukan WNI .

Kewajiban Pemotong Pajak (pemberi kerja): y Menghitung PPh pasal 21 penghasilan karyawan y Memotong dari penghasilan karyawan y Menyetorkan pph pasal 21 yang telah dipotong y Melaporkan pajak yang telah dipotong y Memberikan bukti pemotongan pajak. .

Batas waktu penyetoran & pelaporan PPh pasal 21

y PPh pasal 21 terutang masa. y Batas waktu penyetoran adalah tanggal 10 setelah akhir

bulan terutang pajak (menggunakan SSP) dan y Batas waktu pelaporan adalah tanggal 20 setelah akhir bulan terutang pajak, dengan menyampaikan SPT Masa PPh pasal 21.

Hak Pemotong Pajak
y Dapat mengkompensasikan PPh pasal 21 yang

lebih Bayar kebulan berikutnya.
y Mengajukan keberatan dan banding.

Subjek Pajak :
y Subjek pajak yang dipotong PPh pasal 21/26 adalah

orang pribadi yang menerima/memperoleh penghasilan dari pekerjaan, jabatan dan jasa.

termasuk apabila terdapat perubahan.Hak dan kewajiban bagi subyek yang dipotong 1. Berhak meminta bukti pemotongan pajak. 3. Orang pribadi berstatus karyawan wajib menyerahkan surat pernyataan tertulis mengenai jumlah tanggungan keluarga untuk perhitungan PTKP. Wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP dan menyampaikan SPT PPh. 2. .

Ù Pemotong pajak dana pensiun dalam hal yang bersangkutan mulai menerima pensiun dalam tahun berjalan. Wajib untuk menyerahkan bukti pemotongan PPh pasal 21 kepada: Ù Pemotong pajak kantor cabang baru dalam hal yang bersangkutan dipindahtugaskan Ù Pemotong pajak tempat kerja yang baru dalam hal yang bersangkutan pindah kerja.4. .

Pegawai y Pegawai Tetap adalah pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur. serta pegawai yang bekerja berdaarkan kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu sepanjang pegawai yang bersangkutan bekerja penuh (full time) dalam pekerjaan tersebut. termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas yang secara teratur terus menerus ikut mengelola kegiatan perusahaan secara langsung. .

jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan atau penyelesaian suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja.y Pegawai tidak tetap/tenaga kerja lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai ybs bekerja berdasarkan jumlah hari kerja. .

. seminar. olahraga atau kegiatan lainnya dan menerima atau memperoleh imbalan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut. sidang. pendidikan.y Peserta kegiatan adalah orang pribadi yang terlibat dalam suatu kegiatan tertentu termasuk mengikuti rapat. pertunjukan. lokakarya (workshop).

tunjangan-tunjangan. Penghasilan yang diterima oleh penerima pensiun secara teratur :uang pensiun atau penghasilan sejenisnya. jasa produksi .uang tunggu.OBYEK PEMOTONGAN PPH PASAL 21 a.premi asuransi yang dibayar pemberi kerja.uang lembur. honorarium.premi bulanana.uang ganti rugi.bonus.uang sokongan. Penghasilan yang diterima secara teratur atau tidak teratur oleh pegawai tetap :Gaji. . b.

. f.Penghasilan sehubungan dengan dpemutusan hubungan kerja dan penghasila sehubungan dengan pensiun yang diterima sekaligus berupa uang pensiun. T dHT.uang manfaat pensiun. d. Imbalan kepada peseta kegiatan :uang saku. upah borongan atau upah yang dibayarkan secara bulanan.JHT. Imbalan kepada bukan pegawai : honorarium.uang rapat c.jasa dan kegiatan yang dilakukan. e. komisi. dan pembayaran sejenis. Penghasilan pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas berupa upah harian. fee dan imbalan sehubungan dengan pekerjaan. upah mingguan. upah satuan.

.

Penerimaan dalam bentuk natura dan kenikmatan. yang diberikan olah Wajib Pajak atau Pemerintah. dwiguna dan asuransi beasiswa.kecuali yang natura dan kenikmatan yang diberikan oleh bukan wajib pajak atau diberikan oleh wajib pajak yang dikenakan PPH Final atau dikenakan PPH berdasarkan Norma Perhitungan Khusus (Deemed Profit) Iuran pensiun yang pendiriannya telah di sahkan oleh menteri keuangan. jiwa. kecelakaan. 3. iuran Jaminan Hari Tua kepada badan penyelenggara Jamsostek yang dibayar oleh pemberi kerja .PENGHASILAN YANG DIKECUALIKAN DARI PEMOTONGAN PPH PASAL 21/26 1. 2. Pembayaran manfaat atau santunan asuransi dari perusahaan asuransi kesehatan.

kepemilikan atau penguasaan diantara pihak-pihak ybs. 5. Kenikmatan berua pajak yang ditanggung pemberi kerja 6. .untuk pendidikan formal atau non formal . pekerjaan.tidak ada hubungan istimewa 4.Zakat yang diterima oleh orang pribadi yang berhak dari badan atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia yang diterima oleh orang yang berhak dari lembaga keagamaan sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. Beasiswa dengan syarat : .

000.000 25 % y > Rp 500.000.000 s/d Rp 50.000.000 10 % y > RP 50.000 s/d Rp 500.000.TARIP PAJAK PPH PASAL 21 y Tarip dasar ( pasal 17 UU no 36 tahun 2008 : PPh ) y Penghasilan Kena Pajak y 0 s/d Rp 25.000.000 30 % .5% y > Rp 25.000.000.

domisili kantor pusat. baik tempat tinggal orang pribadi. .TEMPAT TERUTANG PPH PASAL 21/26 y PPh pasal 21/26 terutang ditempat pemotong pajak melakukan pembayaran. maupun lokasi kantor cabang.

.Golongan orang pribadi yang menerima/ memperoleh penghasilan. . atau kontrak kerja yang dibuat. seperti yang tercantum didalam SPT PPh pasal 21/26. .Jenis Obyek Pajak atau jenis penghasilan yang diterima/diperoleh. y Secara umum variasi perhitungan PPh pasal 21 dapat disebabkan oleh tiga hal : .Prosedur dan tata cara pembayaran yang dilakukan.UNSUR-UNSUR PENGHITUNGAN PPH PASAL 21 y Perhitungan PPh pasal 21 memiliki tata cara dan variasi yang beragam .

Pegawai Tetap
y Penghasilan Bruto sebulan««««««xxxxx y Biaya Jabatan 5% x PB,

maks Rp 500.000««.( xxxx ) Iuran dibayar karyawan«««««««(xxxx ) ---------Penghasilan neto sebulan««««««.xxxxxx Penghasilan neto setahun««««« xxxxx PTKP setahun««««««««««« (xxxxx) -----------Penghasilan Kena Pajak setahun« xxxxx PPh pasal 21 setahun :tarip x PKP «««...xxxxx PPh pasal 21 sebulan««« ««««««««....xxxx
y

Pegawai Tetap

Penghasilan Bruto karyawan
Termasuk dalam gunggungan penghasilan karyawan tetap y Gaji pokok y Tunjangan-tunjangan y Premi Jaminan Asuransi yang dibayar perusahaan ke Jamsostek:
1. 2. 3.

Jaminan Asuransi Kecelakaan Kerja (JAKK) Jaminan Asuransi Kematian (JAK) Jaminan Asuransi PemeliharaanKesehatan (JPK)

.y Imbalan yang diterima oleh karyawan tetap dalam bentuk natura. bukan merupakan obyek PPh karyawan.misal selain gaji juga beras . Badan organisasi Internasional yang diakui.kecuali pemberi kerjanya bukan subyek PPh. : Kedutaan asing .

2.400. maksimal Rp 2.00 per bulan. .000. Besarnya biaya pensiun 5 % x Penghasilan Bruto.000.00 setahun atau Rp 200.BIAYA PENSIUN (untuk penerima pensiun berkala) Biaya ini hanya boleh dikurangkan dari penghasilan bruto seorang pensiunan berupa uang pensiun yang dibayarkan secara berkala(bulanan).

biasanya hanya diperuntukkan bagi pegawai tetap. . sebagian iuran pensiun atau THT/JHT ditanggung oleh pemberi kerja dan sebagian lagi dibayar sendiri oleh karyawan.3. Umumnya. Iuran THT/JHT yang dapat dikurangkan adalah iuran yang dibayar karyawan sebesar 2 % dari gaji.Iuran Pensiun dan Iuran Jaminan Hari Tua(JHT): Pengurangan penghasilan bruto berupa iuran pensiun dan iuran JHT yang ditanggung atau dibayar sendiri oleh karyawan .

baik pegawai tetap atau pegawai tidak tetap. termasuk pensiunan. pemagang dan calon pegawai harian lepas dan distributor multilevel marketing/direct selling.PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK Pengurangan PTKP hanya diberikan pada orang pribadi yang berstatus pegawai. .

y Bagi karyawati berstatus tidak kawin. . PTKP yang dapat dikurangkan. yang menyatakan bahwa suaminya tidak bekerja atau tidak berpenghasilan. y Bagi karyawati yang berstatus kawin. dapat menanggung keluarganya. hanya untuk dirinya sendiri.PTKP y Penentuan besarnya PTKP ditentukan menurut kondisi awal tahun pajak (1 Januari). y Bagi karyawati kawin yang dapat menunjukkan surat keterangan tertulis dari Pemda setempat. PTKP yang dapat dikurangkan meliputi diri sendiri dan keluarga yang menjadi tanggungannya.

)@ Rp 1.320.00 y Kawin Rp 1.000.000.320.PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK ( berlaku mulai 1 Januari 2009) y Wajib Pajak sendiri Rp15.840.00 y Tanggungan ( maks 3.000.00 (Yang dapat ditanggung adalah hubungan keluarga sedarah dan semenda dalam garis keturunan lurus satu derajat) .00 y Istri punya penghasilan sendiri diluar usaha suami Rp15.840.000.

JPK .Rumus Perhitungan PPh pasal 21 untuk karyawan tetap Penghasilan sebulan : y Gaji y Tunjangan-tunjangan y Premi Jamsostek: xxxxxxx xxxxxxx xxxxxxx xxxxxxx xxxxxxx ---------------y Penghasilan bruto sebulan.JAK .JAKK . xxxxxxx .

y Penghasilan bruto sebulan y Dikurangi: xxxx Biaya jabatan 5% x PB Iuran pensiun Iuran JHT ( xxxx) ( xxxx) (xxxx) ------------ y Penghasilan neto sebulan xxxx -------------xxxx .

y Penghasilan neto disetahunkan xxxxxxx y PTKP (xxxxxxx) y ------------------y Penghasilan Kena Pajak. xxxxxxx y PPh pasal 21 setahun = tarip x PKP = xxxxxxx y PPh pasal 21 sebulan = xxxxxxx .

00 Premi asuransi Jamsostek dibayar perusahaan terdiri atas Jaminan asuransi kematian (JAK) Rp 40.000. Dalam tahun 2009. Imbalan yang diperolehnya sebulan sebagai berikut: y Gaji Rp 2.000.Contoh Perhitungan PPh pasal 21 untuk karyawan tetap y Contoh Perhitungan PPh pasal 21 untuk karyawan tetap: y Tuan Rahman bekerja pada PT Alamanda sejak tahun 2005 sebagai kepala bagian Akunting.00 Iuran Jaminan Hari Tua (JHT)dibayar perusahaan 3.00 tunjangan jabatan Rp 500.7 % dari gaji .000.00 dan jaminan asuransi kecelakaan kerja (JAKK) Rp 60. .400.000. Tuan Rahman menanggung 2% dari gaji.

000.y Selain itu PT Alamanda ikut program pensiun dimana perusahaan membayarkan sebesar Rp 40.00 y Tuan Rahman sudah menikah dan anak kedua lahir tanggal 31 Maret tahun 2009 .00 dan Tuan Rahman menanggung Rp 25.000.

000.000.00 Rp 60.000.00 Rp 40. 2.00 Rp 500.400.000.00 -------------------Rp 3.000.000.00 .Perhitungan PPh ps 21 Tn Rahman y Perhitungan PPh pasal 21 : y Penghasilan sebulan: y y y y y y Gaji Tunjangan Jabatan Jaminan As Kematian Jaminan As Kecelk Kerja Penghasilan Bruto Rp.

00) (Rp 25.00 Rp 3.324.00) (Rp 48.y Penghasilan Bruto y Biaya jabatan 5 % x PB y Iuran Pensiun y Iuran JHT Penghasilan neto sebulan y Penghasilan Neto setahun y 12 x Rp 2.000.00 = Rp 33.00 ( Rp 150.777.000.000.0 .000.000.000.777.000.000.00) ------------------------Rp 2.

00 .000.00 = Rp 61.844.00 PPh pasal 21 setahun : 5 % x Rp 14.000.00 12 x Rp PTKP : WP sendiri Rp 15.320.000.000.324.480.00 T/1 Rp 1.320.00 Kawin Rp 1.200.00 PPh pasal 21 sebulan : 1/12 x Rp 742.000.844.850.200.y y y y y y y y y y y y Penghasilan Neto setahun Rp 33.00 ----------------------------Penghasilan Kena Pajak Rp 14.000.00 = Rp 742.840.000.00 (Rp 18.

TAKE HOME PAY y y y PPh pasal 21 ditanggung karyawan :THP = (Gaji + Tunjanga) ± (Iuran pensiun + Iuran JHT+ PPh pasal 21) PPh pasal 21 ditanggung pemberi kerja :THP = (Gaji + Tunjangan) ± (Iuran Pensiun + Iuran JHT) PPh psl 21 diberikan dalam bentuk Tunjangan Pajak :THP = (Gaji + Tunjangan + Tunjangan Pajak) ± (Iuran Pensiun +Iuran JHT) ± selisih TP dng PPh 21 .

2. y Dalam hal PPh pasal 21 ditanggung perusahaan. karena itu tidak masuk sebagai penghasilan karyawan. .PPh pasal 21 ditanggung perusahaan. pajak yang ditanggung merupakan kenikmatan.

maka tunjangan pajak tersebut ditambahkan kedalam penghasilan bruto. yang berarti akan mengurangi Take Home Pay- . Selisih antara PPh pasal 21 dengan tunjangan pajak dapat ditanggung perusahaan atau dibebankan kepada karyawan.Karyawan diberi tunjangan pajak. y Dalam hal kepada wajib pajak diberi tunjangan pajak.

00 - xxxxxx xxxxxx ------------xxxxxxx y Penghasilan neto sebulan xxxxxxx ---------------xxxxxxx .000.Rumus Perhitungan PPh pasal 21 untuk Pensiunan y y y y y y Penghasilan pensiun sebulan: Tunjangan Penghasilan bruto sebulan Dikurangi: Biaya pensiun 5% dari PB maks Rp 200.

y Penghasilan neto sebulan y Penghasilan neto setahun y PTKP xxxxxxx xxxxxxxx (xxxxxxx) ________ y Penghs Kena Pajak setahun xxxxxxxx y PPh pasal 21 setahun y = tarif x PKP = y PPh pasal 21 sebulan = xxxxxxx xxxxxxx .

Jasa Produksi dll dalam bentuk uang. premi jamsostek ) dan penghasilan tidak teratur (bonus atau jasa produksi dll). Menghitung PPh pasal 21 setahun atas penghasilan teratur (gaji. Bonus. Selisih PPh pasal 21 ( no 2 no 1) = PPh pasal 21 atas penghasilan tidak teratur (bonus atau jasa produksi. (Tunjangan Hari Raya. 2. 3. Menghitung PPh pasal 21 atas penghasilan teratur saja setahun. dll) .) 1. tunjangan.Apabila dalam tahun berjalan karyawan menerima penghasilan tidak teratur.

000.00.000.000.000. y Dalam tahun akhir tahun 2009 Sapto menerima bonus sebesar Rp 5.00 sebulan.000.Contoh karyawan yang menerima penghasilan tidak teratur y Saptono (tidak kawin) bekerja pada PT Tri Jaya dengan memperoleh gaji sebesar Rp 3.00 Setiap bulannya Sapto membayar iuran pensiun ke dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 60. .

1.000.000.00 .000.PPh atas gaji dan bonus y y y y y y y y y y y y PPh pasal 21 atas Gaji dan Bonus : Gaji setahun 12 X Rp 3.00 Bonus Rp 5.00 Penghasilan brutto setahun Rp 41.000.000.000.00 Pengurangan : Biaya jabatan 5% X Rp 41.000.000.00 Rp 36.00 maksimum Iuran pensiun setahun 12 X Rp 60.000.000.000.000.000.00 + Rp Penghasilan netto setahun Rp 38.984.00 Rp 720.

000.157.144.144.000.200.840.00 (Rp 15.000.984.y Penghasilan netto setahun y PTKP setahun y Untuk WP y y Rp 38.00 = Rp 1.00 .00) -------------------------- Penghasilan Kena Pajak Rp 23.000.00 y PPh pasal 21 terutang y 5% X Rp 23.

000.016.984.296.000.00 Rp 2.00 .00 -------------------------Rp 36.000.000.000.00 Rp 720.000. PPh atas gaji y y y y y y y y y y y y PPh pasal 21 atas gaji Gaji setahun (12 X Rp 3.00 Rp 36.00 Iuran pensiun setahun 12 X Rp 60.000.000.2.00) Penghasilan brutto setahun Pengurangan : Biaya jabatan 5% X Rp 36.00 Rp 1.000.000.00 ------------------------Penghasilan netto Rp 33.000.000.000.

00 y Penghasilan Kena Pajak Rp 18.000.00 = Rp 250.840.00 y .200.PPh atas bonus y Penghasilan netto setahun y Rp 33.000.984.144.00 .3.000.157.00 y PTKP setahun y Untuk WP Rp 15.000.000.200.00 PPh pasal 21 terutang y 5% X Rp 18.Rp 907.144.00=Rp 907.00 PPh pasal 21 atas bonus y Rp 1.200.

y Misalnya karyawan tersebut baru mulai bekerja tanggal 1 Maret maka penghasilan neto setahun dihitung 10 bulan. .Rumus perhitungan PPh pasal 21 atas penghasilan yang berhubungan dengan kewajiban pajak subyektifnya. y Tetapi apabila seorang karyawan ( WNA) baru mulai bekerja tidak pada awal tahun. maka penghasilan neto setahun akan dihitung 12 bulan.maka penghasilan neto setahun akan dihitung jumlah bulan riil dalam tahun tersebut. y Apabila seorang karyawan ( WP Dalam Negeri ) baru mulai bekerja tidak pada awal tahun.

/2000. y .Penghasilan neto Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-545/PJ. . y Jika kewajiban pajak subjektif tidak dimulai pada awal tahun atau berakhir ditengah tahun. penyetahunan wajib dilakukan sedangkan jika kewajiban pajak subjektif dimulai sejak awal tahun. maka tidak perlu dilakukan penyetahunan.

PTKP yang digunakan adalah PTKP setahun . termasuk sebagai salah satu jenis Wajib Pajak yang kewajiban Pajak Subjektifnya tidak dimulai sejak awal tahun sehingga untuk penghitungan PPh Pasal 21. Dalam hal ini. penghasilan netonya wajib disetahunkan.y Orang asing yang bekerja pada pertengahan tahun.

000..400.00. Gaji sebulan sebesar Rp 2. y Perhitungan PPh pasal 21 tahun 2009 adalah sebagai berikut : .Kewajiban pajak subyektif sudah ada pada awal tahun y Contoh Perhitungan : y Paijo bekerja pada PT Bintang Abadi sebagai pegawai tetap sejak 1 September 2009.000.00 dan iuran pensiun yang dibayar setiap bulan sebesar Rp 25. Paijo menikah tetapi belun punya anak.

00 = Rp 9.ke hal selanjutnya .00 Iuran pensiun Rp 2.000.00 .000.255.00 Rp 25.y y y y y y y y y y :Gaji sebulan Pengurangan : Biaya jabatan : 5% X Rp 2.000.000..400.000.00 Rp 120.020.000.00 Penghasilan netto setahun 4 X Rp 2.000.400.255.000.00 Penghasilan netto sebulan Rp 2.00 Rp 145.

840.00 Rp 17.255.000.00 Rp 9.000.000.00 Tambahan WP kawin Rp 1.160.00 ---------------------------Penghasilan Kena Pajak setahun NIHIL PPh pasal 21 terutang dalam tahun 2009 NIHIL PPh pasal 21 sebulan NIHIL .000.00 PTKP Untuk Wajib Pajak Rp 15.000.320.020.y y y y y y y y y y Penghasilan netto setahun 4 X Rp 2.

Ia bekerja di Indonesia s.Kewajiban pajak subyektif baru ada dalam tahun berjalan y Michael Johnson (K3) WNA Australia mulai bekerja 1 September 2009. Agustus 2010.-. Selama tahun 2009 menerima gaji per bulan sebesar Rp 30.000. .d.000.

00 Rp 354.00.000.000.000.000.000.000.00 = Rp 120. y 5% x Rp 120.000.000.000.00-) y Pengh netto atas gaji 4 bulan y Penghasilan netto setahun y 12/4 X Rp 118.00 y y Biaya jabatan.000.00 Rp 118.000.00 .y Gaji 4 bulan = 4 X Rp 30.000.000.00 y maksimum diperkenankan y (4 X Rp 500.00 Rp 2.000.

00 .00 PTKP (K3) setahun Untuk Wajib Pajak Rp 15.00 Tambahan WP setahun Rp 1.000.000.00 Tambahan 3 orang anak (3 X Rp 1.000.-) Rp 3.120.00 ----------------------------Penghasilan Kena Pajak Rp 332.000.960.000.568.y y y y y y y y y y y Penghasilan netto setahun 12/4 X Rp119.00 = Rp 354.000.000.320.880.00 ------------------------Rp 21.840.000.000.320.

000.000.00 .000.000.00 = Rp 20.000.000.00 15% XRp 200.880.000.970.00 --------------------------Rp 51.00 = Rp 1.00 = Rp 30.000.y Penghasilan Kena Pajak y PPh pasal 21 setahun Rp 332.000.00 5% X Rp 50.250.880.000.00 25% x Rp 82.000.720.

00 .323.000.y PPh pasal 21 terutang dalam tahun 2009 y 4/12 X Rp 51.00 : 4 = Rp 1.00.708. Rp 17.333.970.333.082.00 = y y PPh pasal 21 per bulan y Rp 17.323.

Bruto ± PTKP setahun PPh psl 21 sebulan = PPh setahun : 12 .Pegawai harian/mingguan/satuan y Dibayar bulanan : PPh ps 21 = tarip psl 17 x PKP disetahunkan PKP disetahunkan = P.

00 dan sebulan 26 hari =Rp 1.Jumlah sehari < Rp 150.000. .y Dibayar harian/mingguan satuan 1.000. jumlah sebulan <Rp 1.000.00 Contoh : Upah harian Rp 40.320.000.0 PPh psl 21 tidak terutang.040.00.

000.040.00 Upah sebulan 8 hari = Rp 1.00/hari Contoh : Upah harian Rp 160. jumlah sebulan < Rp 1. Jumlah sehari > Rp 150.000.2.320.000.00 .000.000.00 5% x Upah ±Rp 150.00.

00 5% x Upah .000.3.400.00 Upah sebulan 10 hari = Rp 1.PTKP sebenarnya Contoh : Upah sehari p 140.320.00 .000.Jumlah sehari < Rp150.000.000.00 Jumlah sebulan > Rp 1.

000.00 Jumlah sebulan > Rp 1320. Jumlah sehari > Rp 150.000.00 Upah sebulan 12 hai = Rp 1.920.000.00 .000.4.00 5% x Upah ± PTKP sebenarnya PTKP/360 x hari kerja Contoh Upah harian Rp 160.

00 ps 17 x PKP disetahunkan y (PKP = Pengh neto ± PTKP ) Contoh Upah harian Rp 240.000.000.00 Upah sebulan 24 hari = Rp 6.000.00 y y Jumlah bulanan > Rp 6.000.00 .y 5.Jumlah harian Rp > Rp 150.000.240.

y Jika pegawai tetap menerima gaji yang dibayar mingguan. baru disetahunkan . perhitungan selanjutnya sama. . maka gaji mingguan dijadikan sebulan (x 4).

-) .000.00 = Rp X .Upah Harian y Pengurangan yang diberikan bagi penerima upah y y y y y harian sebesar Rp 150.000.Rp 150.000..000.00 N (banyak) hari = n ( X Rp 150.320..-) PPh pasal 21 = 5 % x n ( X Rp 150.dan tidak dibayar bulanan. Upah sehari = Rp X Upah sehari > Rp 150.sehari dengan ketentuan apabila dalam sebulan upah tidak melebihi Rp 1.000.000.

000. Upah > Rp 1320.100.Upah melebihi Rp 1.000.320.00Jumlah hari kerja (n) x upah sehari = Rp x PTKP = n(PTKP / 360 hari) = Rp Y --------------------Upah terutang pajak Rp ( X Y ) PPh pasal 21 = tarip pasal 17 x Rp ( X Y ) . Jika upah harian dibayar bulanan. penghasilan neto disetahunkan dan pengurangan dengan PTKP setahun serta tarip PPh mengikuti pasal 17 UU PPh.000.- y y y y y y y maka PPh pasal 21 akan dihitung kembali dan pengurangan yang diberikan adalah PTKP harian.00 y Jika upah harian sudah melampaui jumlah Rp 1.

00 (Rp 165. PPh Pasal 21 terutang pada hari pertama Upah sehari Penghasilan sehari di atas Rp 150.00 PPh Pasal 21 sehari = 5% x Rp 15.000.00 .000.000.000.y Contoh 6 (2009) y Fina (TK/0) pada bulan Januari 2009 bekerja selama y y y y y y 10 hari kerja pada PT Pancoran Mas di Jakarta dengan menerima upah sebesar Rp 165.00= Rp 750.000.00 per hari.00 Rp 150.0= Rp 15.000.

sehingga telah melebihi Rp 1.320.00 y ( 9x Rp 165.320.00).485. Dengan demikian PPh Pasal 21 atas penghasilan Fina pada bulan Januari 2009 dihitung sebagai berikut : .000.000. Fina telah menerima penghasilan sebesar Rp 1.000.y PPh Pasal 21 terutang pada hari setelah terlampauinya batasan penghasilan Rp 1.000.00 y Pada hari ke 9 pada bulan takwim yang bersangkutan.

450.000.000.000.450.000.000.089.00 Upah harian terutang pajak Rp 1.089.00 .y y y y y y y y y Upah 9 hari kerja Rp1.00 PTKP 9/360 x Rp 15.000 = Rp 396.485.840.00 PPh Pasal 21 yang telah dipotong 8 hari = 8x Rp 750.00 Dibulatkan PPh Pasal 21 seharusnya terutang 5% x Rp 1.00 = Rp 6.00 PPh Pasal 21 kurang dipotong Rp 48.00 = Rp 54.

9 adalah y .y Jumlah Rp 28.000.00 dipotongkan dari upah harian sebesar Rp 165.417.00 sehingga y upah yang diterima Fina pada hari kerja ke.

00 -------------------------Upah harian terutang pajak Rp 121.00 .050.00 PTKP1/360 x Rp 15.000.00 Rp 44.840.000.00 = Rp 6.y PPh terutang pada hari ke-8 dan seterusnya y Upah 1 hari kerja y y y y Rp 165.000.00 PPh pasal 21 terutang : 5% x p 121.000.

00 perbuah TV dan dibayarkan tiap minggu.Upah yang diterimanya Rp 1.00 .000.200.Upah yang dibayar berdasarkan jumlah satuan yang diselesaikan yaitu Rp 100.000.Upah Satuan y Iwan(TK) adalah karyawan yang bekerja sebagai perakit TV pada suatu perusahaan elektronik. y Dalam waktu 1 minggu (6 hari kerja) dihasilkan sebanyak 12 buah TV.

00 : 6 y PTKP sehari y 1/360 x Rp 13.200.000.00 PPh ps 21 atas upah satuan : 5% x Rp 979.00 .200.000 y y y y y y = Rp 200.667.000.00 = Rp 979.333.333.00 -------------------------------Upah sehari terutang PPh = Rp 163.000.998.00 = Rp 36.00 = Rp 49.Perhitungan PPh ps 21 Iwan y Upah sehari: y Rp 1.00 Upah satuan terutang PPh= 6 x Rp 163.998.

000.000.000.000.000.000.00 :0% : 5% : 15% : 25% .000.000.00 > Rp 50.00 s/d Rp 100.00 > Rp 500.000.000.Pembayaran Sekaligus ( PP no 68/2009) Uang pesangon Tarip .000. apabila PKP s/d Rp 50.00 > Rp 100.000.00 s/d Rp 500.

y Tuan Ali menerima uang pesangon sebesar Rp200.00 -------------------------Rp 17.500.500.000.00 15% x Rp 100.000.000.000.000.000.00 = Rp 15.000.00 .00 = Rp 2.000.000.00 y PPh ps 21 : 5% x Rp 50.000.

y Uang Manfaat Pensiun.00 : 0% : 5% dibayarkan sekaligus apabila uang pensiun.000. . JHT Tarip apabila PKP : s/d Rp 50.000.00 > Rp 50.000. THT. THT. uang manfaat pensiun.000. JHT yang dibayarkan sebagian atau seluruh pembayarannya dilakukan dalam jangka waktu 2 tahun kalender.

00 = Rp 3.000.000.000. Tuan Umar menerima manfaat pensiun senilai Rp 120. JHT.00 PPh pasal 21 5% x Rp 70. THT.y Uang Manfaat Pensiun.000.500.00 .000.

bonus atau imbalan lain yang bersifat tidak teratur yang diterima oleh mantan pegawai y Penarikan dana pensiun oleh peserta program pensiun yang berstatus sebagai pegawai dari Dapen yang pendiriannya telah disahkan Menkeu. Tarip ps 17 x Penghasilan Bruto Kumulatip .Mantan Pegawai. y Jasa Produksi. gratifikasi. penarikan Dana Pensiun y Honorarium yang bersifat tidak teratur yg diterima Komisaris/ Dewan pengawas yang bukan pegawai tetap pada perusahaan yang sama.Komisaris. tantiem.non pegawai Tetap.

.

Pemain musik. pemaha.peragawan/peragawati.bintang iklan.konsultan. notaris.akuntan. foto model. pelatih.. Pengarang. penari. kru film.penilai dan aktuaris. penyanyi. Olahragawan Penasihat. sutradara.t. pembawa acara. . pemain drama.pelukis.Non Pegawai y Tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas: y y y y pengacara. pengajar. penceramah.dokter.dan seniman lainnya.peneliti dan penerjemah. pelawak. arsitek. bintang film.

ekono mi dan sosial serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan.elektronika. y Agen iklan y Pengawas atau pengelola proyek y Pebawa pesanan atau yang menemukan langganan atau yg menjadi perantara .telekounikasi.fotografi.y Pemberi jasa dalam segala bidang termasuk teknik kouter dan sistim aplikasinya.

y Petugas penjaja barang dagangan y Petugas dinas luar asuransi y Distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan kegiatan sejenis lainnya .

. tidak berkesinambungan.non pegawai Non pegawai.konsultan.penilai.Tenaga Ahli.notaris.arsitek. aktuaris y Tarip: ps 17 x jumlah kumulatip 50% xPenghasilan Bruto . y Pengacara.akuntan.

500.000.000.000.000.00 y Bulan Juli 2009 Rp 50.000.00 Maret : 5% x 50% x Rp 100.00 = Rp 3.000.00 Juli : 15% x 50% x Rp 75.00 = Rp 2.y Contoh : Ir Rudianto adalah seorang arsitek menerima fee dari PT Wita Karya sebagai imbalan jasa pada ( 2 x pembayaran) y Bulan Maret 2009 Rp 100.000.000.750.000.000.00 .

000.Bruto DPP DPP Kumu latip 4 Tarip Ph ps 21 1 Maret Juli Jumlah 2 100.000.000 50.000.000.000.000.000 .250.000 3 (50%)x2 5 5% 15% 6 2.750.000 6.Perhitungan PPh ps 21 Bulan P.500.000 50.000.000 3.000 75000.000 75.000 150.000 50.000 25.

Dokter y Tarip PPh ps 21 untuk dokter : y Tarip pasal 17 x jumlah kumulatip 50% dari penghasilan yang dibayar oleh pasien melalui rumahsakit atau klinik sebelum dipotong biaya-biaya atau bagi hasil oleh rumah sakit/klinik tersebut. .

Rp 30.00 Maret«««.000.000.00 .Rp 25. Jasa yang dibayarakan adalah sbb Januari««. praktek di RS Harapan Kita.000.000.000.00 Pebruari««Rp 30.Untuk setiap jasa dokter yang dibayarkan oleh pasien akan dipotong 20% oleh RS dan sisanya 80% dibayarkan kepada r aisal pada setiap akhir bulan.000.y Dr Faisal adalah dokter spesialis THT.

Honorarium y Pejabat negara y PNS y Anggota ABRI yang bersumber dari APBN/APBD tarip : 15% x Penghasilan Bruto (final) .

Petugas Dinas Luar y Dinas Luar Asuransi y Penjaja barang dagangan tarip: 5% x Penghasilan bruto ( final bukan untuk pegawai tetap) .

Penerima hadiah undian y Hadiah undian tarip: 25% x jumlah bruto nilai hadih yang dibayarkan atau nilai pasar hadiah Bersifat final .

ITR vol 111 /edisi 12/ 2010«««contoh hal 39. Pengakuan penghasilan yang dipotong PPH ps 21 y Per 57/PJ/2009: PPh psl 21 dan atau psl 26 terutang pada saat dilakukan pembayaran atau pada saat terutangnya penghasilan yabs. PPh psl 21 dan atau psl 26 terutang bagi bpemotong PPh psal 21 atau psl 26 untuk setiap masa paja. .Saat terutang PPh pasal 21. penghasilan ybs 4.. 3. «. Saat terutang untuk setiap masa pajak sebagaimana dimaksud ayat 2 adalah akhir bulan dilakukan nya pembayaran atau pada akhir bulan terutangnya 1. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful