Anda di halaman 1dari 36

ANALISIS DAN PEMANFAATAN

DATA EPPGBM PUSKESMAS PAUH


KAMBAR TAHUN 2021

OLEH
YENIZAR DWI PUTRI, SGZ
TARGET INDIKATOR RPJMN - RENSTRA 2020 -2024
TARGET 2020-2024
RPJMN /
No INDIKATOR RENSTR
2020 2021 2022 2023 2024 A

1 Prevalensi Stunting (pendek dan 24,1 21,1 18,4 16,0 14,0 RPJMN
sangat pendek) pada Balita
2 Prevalensi wasting (kurus dan sangat 8.1 7.8 7.5 7.3 7.0 RPJMN
kurus) pada balita.
Sesuai dengan PMK No 2/2020
istilah kurus dan sangat kurus
menjadi gizi kurang dan gizi buruk
3 Persentase ibu hamil Kurang Energi 16 14,5 13 11,5 10 RPJMN
Kronik (KEK) RENSTR
A
4 Persentase Kabupaten/kota yang 51 70 80 100 100 RPJMN
Melaksanakan Surveilans Gizi RENSTR
A
5 Persentase Puskesmas Mampu 10 20 30 45 60 RENSTR
Tatalaksana Gizi Buruk pada Balita A
6 Persentase bayi usia kurang dari 6 40 45 50 55 60 RPJMN
bulan mendapat ASI Eksklusif RENSTR
A

Jumlah Puskesmas di Indonesia : 10.134


DISAIN PROGRAM KONVERGENSI STUNTING DI TINGKAT DESA
elaksanaan kegiatan konvergensi pencegahan stunting dilakukan untuk memastikan
emenuhan layanan konvergensi pencegahan stunting di desa bagi masyarakat miskin d
ntan khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan dapat terpenuhi dengan baik, serta
eningkatkan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam memantau pemenuhan
yanan konvergensi stunting di desa
Peningkatan APBDes Dalam Pemenuhan Hak
Dasar Masyarakat Melalui Peningkatan Peran
Kader Pembangunan Manusia (KPM)
ACTION PLAN Mengoptimalkan peran KPM di desa untuk mengidentifikasi cakupan 5
program pencegahan stunting untuk keluarga 1000 HPK , yaitu:
FOR
ACCELERATIO
N OF
1 1.
2.
3.
Pelayanan kesehatan ibu dan anak
Pelayanan konseling gizi terpadu
Air bersih dan sanitasi
STUNTING 4. Layanan asuransi social (PKH, NIK, JKN, dll)
PREVENTION 5. Pendidikan anak usia dini (PAUD)
CONVERSION Pendampingan proses perencaan desa/nagari dalam pencegahan
IN THE
VILLAGE
2 stunting melalui peningkatan peran serta masyarakat

3 Koordinasi dan implementasi program spesifik dan sensitive di


desa/nagari

Source: 4 Monev laporan program penanggulangan stunting


khususnya pada keluarga target 1000 HPK
LANGKAH SELANJUTNYA
FASILITASI PROGRAM KONVERGENSI
STUNTING
1. Kebijakan BIG DATA di desa :
By Name By Address”
Tentukan “Red Stunting Village" (Prevalensi
stunting ≥14% dan indicator kesehatan
masyarakat sangat kurang/jelek)
Peningkatan
kapasitas 2. RED STUNTING VILLAGE sebagai
masyarakat dan target (lokus) untuk koordinasi LP/S
pemerintah
PENCEGAHAN nagari
STUNTING DI 3. Monev terintegrasi
DESA
4. Pengembangan RDS sebagai
secretariat bersama dan pusat literasi
dan kegiatan bersama
Source:
ANALISIS DATA EPPGBM
SEKILAS TENTANG E-PPBGM
Bagaimana Menyikapi Data e-PPBGM?

• Cek jumlah sasaran, apakah semua ibu hamil, ibu nifas, dan
balita sudah dientry?
• Cek jumlah sasaran yang diukur, berapa % dari total jumlah
sasaran?
• Apakah sasaran yang diukur adalah sasaran yang sama dari
waktu ke waktu? – penting untuk memastikan perubahan antar
waktu
• Jika % sasaran yang diukur sudah diatas 80%, apakah proses
pengukuruan sudah dilakukan dengan benar? – apakah ada
kemungkinan kesalahan dalam proses pengukuran yang
bersumber dari alat, petugas dan proses pengukuran?
Bagaimana menindak lanjuti data e-PPBGM?

1) Perhatikan tanda lonceng pada aplikasi – berapa banyak:


• Balita dengan BB kurang atau sangat kurang
(underweight) – BB/U
• Balita dengan TB/PB pendek atau sangat pendek
(stunting) – TB/U
• Balita dengan gizi kurang dan gizi buruk (wasting) –
BB/TB
• Ibu hamil KEK (LILA <23.5 cm)
• Ibu hamil dengan anemia (Hb <11mg/dl)
Bagaimana menindak lanjuti data e-PPBGM?

2. Cek apakah sasaran yang memiliki masalah gizi sudah


mendapatkan paket intervensi gizi (spesifik dan atau
sensitive)
3. Pelajari factor penyebab terjadinya masalah gizi – mengacu
pada kerangka konsep terjadinya masalah gizi
4. Lakukan koordinasi LP – LS, tim konvergensi stunting, respon
cepat terhadap sasaran yang bermasalah dan berisiko
5. Lakukan pendampingan dalam memberikan intervensi gizi
spesifik dan sensitive
6. Lakukan monitoring dan evaluasi intervensi yang diberikan
Tindak lanjuti data e-PPBGM

• Analisis data di tingkat wilayah (desa, kecamatan, wilayah


kerja puskesmas) – petakan dan identifikasi wilayah yang
memiliki masalah dan perlu diprioritaskan (red villages)
• Identifikasi factor penyebab masalah antar wilayah –
masalah yang sama dapat disebabkan oleh factor yang
berbeda
• Lakukan perencanaan program intervensi untuk tingkat
wilayah/masyarakat sesuai dengan akar permasalahan –
program intervensi dapat berbeda untuk wilayah yang
berbeda, meskipun masalah gizinya sama
SASARAN PRIORITAS INTERVENSI

INDIVIDU KELUARGA MASYARAKAT


• Ibu hamil • Sosial ekonomi • Sosial ekonomi
lemah lemah
• Ibu nifas
• Prilaku • Prilaku kesehatan
• Ibu menyusui tidak memadai
kesehatan
• Baduta tidak memadai • Pola asuh anak
• Balita tidak memadai
• Pola asuh anak
• Rematri/WUS • Akses terbatas
tidak memadai (infrastruktur,
• Berkebutuhan pendidikan dan
khusus informasi)
Gizi Ibu yang optimal selama kehamilan
• Pemberian TTD untuk semua ibu hamil
• Suplement Kalsium untuk ibu yang berisiko
kekurangan
• PMT ibu hamil KEK
• Konsumsi garam beryodium
Pemberian Makan bayi dan anak
(PMBA)
Paket • ASI ekslusif samapai usai 6 bulan, dan tetap disusui samai usaia
dua tahun
Intervens • Edukasi PMBA berbasis pangan local pada masyarakat dengan
i ketersediaan bahan pangan memadai dan bantuan pangan pada
masyarakat di daerah rawan pangan
Suplementasi Mikronutrient pada balita
berisiko

• Vitamin A untuk anak 6-59 bulan


• Supplement zink untuk anak 12-59 bulan
Penanganan gizi kurang dan gizi buruk

• PMT Pemulihan untuk anak gizi kurang


• Tatalaksana gizi buruk

The
PROGRAM INTERVENSI GIZI
SENSITIVE

Progam intervensi yang bertujuan mengatasi faktor


penyebab masalah gizi dan membutuhkan Kerjasama
lintas sector

• Pertanian dan ketersediaan • Jaringan Pengaman Sosial


pangan • Kesehatan mental ibu
• Pendidikan Anak Usia Dini • Perlindungan anak
• Pemberdayaan perempuan • Air bersih, hygene dan
• Peningkatan pendidikan sanitasi
• Pelayanan kesehatan dan KB

The
Dampak dari 10 jenis intervensi dengan cakupan
90%

Angka kematian balita dapat diturunkan sampai 15% (rentang 9-19%) melalui :
• Penurunan 35% (19-43) angka kesakitan diare
• Penurunan 29% (16-37) angka kematian oleh pneumoni - ISPA
• Penurunan 39% (23-47) kematian akibat cacar
• Penurunan kematian akibat asphyxia and congenital
anomalies

Angka stunting dapat turun 20.3% (range 11.1-28.9%)

Angka gizi buruk dapat turun 61.4% (range 35.7-72%).

The
PROSES INTERVENSI SENSITIVE PENURUNAN
STUNTING TERINTEGRASI DI
DESA KUNCI:
• Integrasi Lokus
BOK BKKBN: Dana PKH (Desa)
• Integrasi Sasaran
Kemkes: Kampung KB Kemensos: (Keluarga Bumil
Intervensi Program dan Balita)
Spesifik dan Keluarga
PMT Harapan
Pola Asuh Kemenag:
Ormas: Program Catin
Balita
Asupan Makanan
Kampanye, KUKM:

Survailans Gizi
Edukasi Usaha UKM

Dana Desa
Dana CSR Kemendes:
Perusahaan: Bantuan
CSR bantuan Kegiatan
Ketahanan Pangan Posyandu
PMT
Keluarga
Lumbung Pangan
POTE Dana Bedah Desa
NSI Rmh, Dana KRPL Dana Bibit
Sanitasi Ikan
SUMB Kementan:
ER PUPR: Kawasan KKP:
Bedah Rumah, Rumah Kampanye
DAYA PAMSINAS, Pangan Makan Ikan
STBM Lestari
PERAN PEMERINTAH
DESA/KELURAHAN

“Desa berkewajiban mendukung kegiatan-kegiatan


pembangunan yang menjadi program prioritas
nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota sesuai
dengan kewenangannya”
(Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014)
Peran pemerintah desa untuk
mendukung pencegahan stunting:
a. Mensosialisasikan kebijakan pencegahan
stunting kepada masyarakat.
b. Melakukan pendataan terhadap kelompok
sasaran, permasalahan terkait stunting,
cakupan layanan dasar kepada masyarakat,
kondisi penyedia layanan,dan sebagainya .
c. Pembentukan dan pengembangan Rumah Desa
Sehat (RDS) sebagai sekretariat bersama yang
berfungsi untuk ruang belajar bersama,
penggalian aspirasi, aktualisasi budaya,
aktivitas kemasyarakatan, akses informasi serta
forum masyarakat peduli kesehatan, pendidikan
dan sosial.
Peran pemerintah desa untuk mendukung pencegahan
stunting (lanjutan..):

d. Menyelenggarakan rembuk stunting desa.


e. Tersusunnya rencana aksi pencegahan stunting di desa dan
daerah.
f. Menyiapkan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan pelaku
desa lainnya yang terkait dengan pencegahan stunting.
g. Meningkatkan pelayanan posyandu, peningkatan layanan
kegiatan pengasuhan, penyuluhan pola hidup sehat pada PAUD,
dan lainnya dalam upaya pencegahan stunting.
h. Meningkatkan atau membangun sarana dan prasarana intervensi
gizi sensitif sesuai dengan kewenangannya.
Peran pemerintah desa untuk mendukung pencegahan
stunting (lanjutan..):

i. Meningkatkan kapasitas aparat desa, KPM, dan masyarakat


melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun
lembaga non pemerintah lainnya.
j. Pemantauan pelaksanaan program/kegiatan pencegahan stunting,
serta pengisian dan pelaporan scorecard desa kepada OPD
terkait.
k. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pencegahan stunting,
mengukur capaian kinerja desa, dan melaporkan kepada
bupati/walikota melalui camat.
l. Melakukan pemutahiran data secara berkala sebagai dasar
penyusunan rencana program/kegiatan pencegahan stunting
tahun berikutnya
HASIL ANALISIS
EPPGBM PUSKESMAS
PKB
TREND STATUS GIZI STUNTING (TB/U < -2 SD)
BALITA KEC NAN SABARIS 2019 - 2021
2019 2020 2021

  NAGARI Feb Agus Feb Agus Feb Agus

Abs % Abs % Abs % Abs % Abs % Abs %

1 SUNUA 32 20.51 27 17.31 28 17.18 21 12.50 17 9.55 18 10.53

PADANG
2 24 19.51 21 18.26 21 18.75 29 21.48 6 4.08 14 10.29
BINTUNGAN

3 PAUAH KAMBA 72 18.00 42 13.59 38 11.01 23 5.75 43 10.31 34 8.11

4 KAPALO KOTO 21 22.83 8 9.41 10 10.53 11 10.68 10 9.80 12 11.65

5 KURAI TAJI 34 7.89 43 10.44 42 8.92 44 9.24 30 5.86 23 4.64

PDG KDG PULAU


6 AIE 1 1.79 1 1.85 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00

7 SUNUA TANGAH 33 22.45 25 18.94 13 9.03 21 14.48 18 11.76 5 3.82

8 SUNUA BARAT 24 17.14 23 17.16 25 17.99 18 13.14 17 12.06 24 16.55

9 KURAI TAJI TIMUR 20 15.38 21 18.10 8 6.72 18 13.14 11 7.97 15 10.64

JUMLAH 261 15.58 211 13.95 185 11.24 185 10.45 152 8.15 145 8.01
TREND STATUS GIZI WASTING (TB/U < -2 SD)
BALITA KEC NAN SABARIS 2019 - 2021
2019 2020 2021
NO NAGARI Feb Agus Feb Agus Feb Agus
Abs % Abs % Abs % Abs % Abs % Abs %
1 SUNUA 6 3.85 8 5.13 18 11.04 21 12.50 12 6.74 7 4.09
PADANG
2 BINTUNGAN 6 4.88 3 2.61 9 8.04 10 7.41 17 11.56 14 10.29

3 PAUAH KAMBA 12 3.00 11 3.56 31 8.99 7 1.75 14 3.36 8 1.91

4 KAPALO KOTO 2 2.17 4 4.71 5 5.26 15 14.56 11 10.78 8 7.77

5 KURAI TAJI 13 3.02 14 3.40 28 5.94 42 8.82 25 4.88 9 1.81

6 PDG KDG PULAU 1 1.79 0 0.00 2 3.45 2 2.86 2 2.63 2 2.90


AIE
7 SUNUA TANGAH 7 4.76 9 6.82 17 11.81 17 11.72 11 7.19 9 6.87

8 SUNUA BARAT 7 5.00 3 2.24 11 7.91 14 10.22 4 2.84 12 8.28


KURAI TAJI
9 TIMUR 6 4.62 7 6.03 14 11.76 10 7.30 5 3.62 9 6.38

JUMLAH 60 3.58 59 3.90 135 8.20 138 7.79 101 5.42 78 4.31
TREND STATUS GIZI UNDERWEIGHT (BB/U < -2 SD)
BALITA KEC NAN SABARIS 2019 - 2021
2019 2020 2021
NO NAGARI Feb Agus Feb Agus Feb Agus
Abs % Abs % Abs % Abs % Abs % Abs %

1 SUNUA 16 10.26 26 16.67 28 17.18 29 17.26 23 12.92 20 11.70

2 PADANG 20 16.26 18 15.65 15 13.39 18 13.33 23 15.65 21 15.44


BINTUNGAN
3 PAUAH KAMBA 44 11.00 28 9.06 29 8.41 19 4.75 35 8.39 22 5.25

4 KAPALO KOTO 14 15.22 10 11.76 14 14.74 13 12.62 17 16.67 12 11.65

5 KURAI TAJI 29 6.73 37 8.98 49 10.40 49 10.29 40 7.81 17 3.43


PDG KDG PULAU
6 1 1.79 0 0.00 2 3.45 2 2.86 2 2.63 1 1.45
AIE
7 SUNUA TANGAH 26 17.69 22 16.67 21 14.58 20 13.79 20 13.07 9 6.87

8 SUNUA BARAT 22 15.71 22 16.42 22 15.83 18 13.14 14 9.93 23 15.86


KURAI TAJI
9 TIMUR 15 11.54 14 12.07 15 12.61 15 10.95 11 7.97 14 9.93

JUMLAH 187 11.16 177 11.70 195 11.85 183 10.33 185 9.92 139 7.68
REKAP STATUS GIZI BALITA PUSKESMAS PAUH KAMBAR
HASIL PENIMBANGAN MASSAL FEBRUARI 2021

BB/U TB/U BB/TB BALITA BALITA BALITA


UNDERWEIG STUNTING WASTING GIZI BURUK
JML DI HT (BB/U) (TB/U) (BB/TB) (BB/TB)
NO POSYANDU RESI TIM
BB RESI BANG
SGT KRG NOR KO SGT PDK NOR TING GZ GZ NOR KO GZ OBES
KRG MAL LBH PDK MAL GI BRK KRG MAL GZ LBH
LBH
JML % JML % JML % JML %

SUNUA 2 21 147 8 1 16 160 0 0 12 154 8 2 2 178 23 12.92 17 9.55 12 6.74 0 0.00


1
PADANG
4 19 123 1 0 6 141 0 5 12 128 2 0 0 147 23 15.65 6 4.08 17 11.56 5 3.40
2 BINTUNGAN
PAUAH KAMBA 3 32 363 19 4 39 373 1 1 13 364 33 5 1 417 35 8.39 43 10.31 14 3.36 1 0.24
3
KAPALO KOTO 5 12 82 3 3 7 92 0 2 9 86 2 3 0 102 17 16.67 10 9.80 11 10.78 2 1.96
4
KURAI TAJI 7 33 458 14 5 25 477 4 1 24 442 35 6 4 512 40 7.81 30 5.86 25 4.88 1 0.20
5
PDG KDG PULAU
AIE 0 2 74 0 0 0 76 0 0 2 72 2 0 0 76 2 2.63 0 0.00 2 2.63 0 0.00
6
SUNUA TANGAH 6 14 131 2 3 15 134 1 2 9 137 4 1 0 153 20 13.07 18 11.76 11 7.19 2 1.31
7
SUNUA BARAT 1 13 125 2 1 16 124 0 0 4 130 5 0 2 141 14 9.93 17 12.06 4 2.84 0 0.00
8
KURAI TAJI TIMUR 1 10 123 4 2 9 126 1 1 4 126 7 0 0 138 11 7.97 11 7.97 5 3.62 1 0.72
9
JUMLAH 29 156 1626 53 19 133 1703 7 12 89 1639 98 17 9 1864 185 9.92 152 8.15 101 5.42 12 0.64
REKAP STATUS GIZI BALITA PUSKESMAS PAUH KAMBAR
HASIL PENIMBANGAN MASSAL AGUSTUS 2021
BB/U TB/U BB/TB
BALITA
BALITA BALITA GIZI
UNDERWEI STUNTING WASTING BURUK
JML GHT (TB/U) (BB/TB) (BB/TB)
RESI DI (BB/U)
NO POSYANDU SGT BB RESI SGT NOR TIN GZ GZ NOR KO GZ OBE TIM
KRG NOR KO PDK
KRG MAL LBH PDK MAL G GI BRK KRG MAL GZ LBH S BAN
LBH G

JML % JML % JML % JML %


SUNUA 3 17 143 8 0 18 153 0 1 6 150 8 3 3 171 20 11.70 18 10.53 7 4.09 1 0.58
1
PADANG
4 17 113 2 1 13 122 0 2 12 121 0 1 0 136 21 15.44 14 10.29 14 10.29 2 1.47
2 BINTUNGAN
PAUAH KAMBA 2 20 374 23 3 31 379 3 1 7 372 31 6 0 419 22 5.25 34 8.11 8 1.91 1 0.24
3
KAPALO KOTO 3 9 88 3 2 10 91 0 2 6 88 6 1 0 103 12 11.65 12 11.65 8 7.77 2 1.94
4
KURAI TAJI 4 13 468 11 2 21 469 3 1 8 454 29 2 1 496 17 3.43 23 4.64 9 1.81 1 0.20
5
PDG KDG
0 1 67 1 0 0 69 0 1 1 66 1 0 0 69 1 1.45 0 0.00 2 2.90 1 1.45
6 PULAU AIE
SUNUA
4 5 119 3 0 5 126 0 3 6 117 3 2 0 131 9 6.87 5 3.82 9 6.87 3 2.29
7 TANGAH
SUNUA BARAT 4 19 122 0 0 24 121 0 1 11 127 5 1 0 145 23 15.86 24 16.55 12 8.28 1 0.69
8
KURAI TAJI
3 11 124 3 2 13 125 1 2 7 128 4 0 0 141 14 9.93 15 10.64 9 6.38 2 1.42
9 TIMUR
JUMLAH 27 112 1618 54 10 135 1655 7 14 64 1623 87 16 4 1811 139 7.68 145 8.01 78 4.31 14 0.77
PREVALENSI BALITA STUNTING PUSKESMAS PAUH
KAMBAR
PENIMBANGAN MASSAL AGUSTUS 2021
TB/U
BALITA
STUNTING
JML DI (TB/U)
NO POSYANDU SGT NORMA TIM
PDK TING GI BANG
PDK L

JML %
1 SUNUA 0 18 153 0 171 18 10.53
PADANG
1 13 122 0 136 14 10.29
2 BINTUNGAN
PAUAH KAMBA 3 31 382 3 419 34 8.11
Berdasarkan
3
4 KAPALO KOTO 2 10 91 0 103 12 11.65
tabel
5 KURAI TAJI 2 21 470 3 496 23 4.64 disamping, ke
6
PDG KDG PULAU
AIE 0 0 69 0 69 0 0.00 9 Nagari, rata2
7 SUNUA TANGAH 0 5 126 0 131 5 3.82 prevalensi
8 SUNUA BARAT 0 24 121 0 145 24 16.55 stuntingnya
KURAI TAJI TIMUR 2 13 125 1 141 15 10.64
9
JUMLAH 10 135 1659 7 1811 145 8.01
dibawah 20%
PREVALENSI BALITA WASTING PUSKESMAS PAUH KAMBAR
PENIMBANGAN MASSAL AGUSTUS 2021

RESI BALITA
GZ BRK GZ KRG NORM KO GZ GZ LBH OBES
AL
LBH JML DI
WASTING
(BB/TB)
Berdasarka
NO POSYANDU TIM
BANG
n tabel
           
JML % disamping
1
SUNUA 1 6 150 8 3 3 171 7 4.09 dari 9
PADANG
BINTUNGAN 2 12 121 0 1 0 136 14 10.29 Nagari, ada
2
PAUAH KAMBA 1 7 374 31 6 0 419 8 1.91
2 nagari
3
dengan
KAPALO KOTO 2 6 88 6 1 0 103 8 7.77
4 prevalensi
5
KURAI TAJI 1 8 455 29 2 1 496 9 1.81
wasting
6
PDG KDG PULAU
AIE 1 1 66 1 0 0 69 2 2.90 diatas 7,8
7
SUNUA TANGAH 3 6 117 3 2 0 131 9 6.87 %
SUNUA BARAT 1 11 127 5 1 0 145 12 8.28
8
KURAI TAJI TIMUR 2 7 128 4 0 0 141 9 6.38
9
JUMLAH 14 64 1626 87 16 4 1811 78 4.31
PREVALENSI BALITA UNDERWEIGHT PUSKESMAS
PAUH KAMBAR
PENIMBANGAN MASSAL 2021
BB/U
BALITA Berdasark
UNDERWEIGHT
NO POSYANDU
JML DI (BB/U) an tabel
BB RESI KO TIM
SGT KRG KRG
NORMAL LBH BANG disamping
JML % dari 9
1 SUNUA 3 17 143 8 171 20 11.70 nagari, 4
2 PADANG BINTUNGAN 4 17 113 2 136 21 15.44
nagari yg
3 PAUAH KAMBA 2 20 374 23 419 22 5.25
prevalensi
4 KAPALO KOTO 3 9 88 3 103 12 11.65
underwei
KURAI TAJI 4 13 468 11 496 17 3.43
5 ght diatas
PDG KDG PULAU AIE 0 1 67 1 69 1 1.45
6 10 %
7 SUNUA TANGAH 4 5 119 3 131 9 6.87

8 SUNUA BARAT 4 19 122 0 145 23 15.86

9 KURAI TAJI TIMUR 3 11 124 3 141 14 9.93


JUMLAH 27 112 1618 54 1811 139 7.68
ANALSIS MASALAH GIZI PUSKESMAS PAUH
KAMBAR BERDASARKAN EPPGBM AGUSTUS 2021

Dari 9 Nagari di Puskesmas


No NAGARI Pauh Kambar, hanya 2 Nagari
% % MASALAH SKORI
STUNTNG WASTING GIZI NG dengan kategori baik utk
1 SUNUA 10.53 4.09 kategori stunting maupun
KRONIS 3
2 PADANG BINTUNGAN 10.29 10.29 wasting. Untuk Kategori
AKUT-KRONIS 1 Stunting ada 5 Nagari
3 PAUAH KAMBA 8.11 1.91 memiliki masalah gizi Akut-
BAIK 8
4 KAPALO KOTO 11.65 7.77 Kronis dan ada 7 Nagari yang
AKUT-KRONIS 6
memilki masalah gizi akut –
5 KURAI TAJI 4.64 1.81 BAIK 7 kronis untuk kategori
6 PADANG KANDANG 0.00 2.90 Wasting . Ini perlu dilakukan
PULAU AIE BAIK 9
7 SUNUA TANGAH 3.82 6.87
intervensi lanjutan, baik
KRONIS 2
spesifik mapun sensitif,
8 SUNUA BARAT 16.55 8.28 AKUT-KRONIS 4 karena lebih ari 50 % Nagari
9 KURAI TAJI TIMUR 10.64 6.38
AKUT KRONIS 5
yg ada di wilker Puskesmas
Pauh Kambar
JUMLAH 8.01 4.31
 
ANALSIS MASALAH GIZI PUSKESMAS PAUH
KAMBAR BERDASARKAN EPPGBM AGUSTUS 2020

Dari 9 Nagari di Puskesmas


No NAGARI
% % MASALAH SKORI Pauh Kambar, hanya 2 Nagari
STUNTNG WASTING GIZI NG
dengan kategori baik utk
1 SUNUA 11.93 13.14 AKUT-
KRONIS 3 kategori stunting maupun
wasting. Untuk Kategori
2 PADANG BINTUNGAN 21.19 8.00
AKUT-KRONIS 1 Stunting ada 5 Nagari memiliki
3 PAUAH KAMBA 4.50 1.57
BAIK 8 masalah gizi Akut & Kronis dan
4 KAPALO KOTO 8.49 14.95
ada 7 Nagari yang memilki
AKUT 6 masalah gizi akut & kronis
5 KURAI TAJI 10.24 8.94 untuk kategori Wasting . Ini
AKUT 7
6
PADANG KANDANG
0.00 2.53 perlu dilakukan intervensi baik
PULAU AIE BAIK 9 spesifik mapun sensitif, karena
7 SUNUA TANGAH 13.77 12.57 lebih ari 50 % Nagari yg ada di
AKUT-KRONIS 2
8 SUNUA BARAT 11.64 9.59 wilker Puskesmas Pauh Kambar
AKUT-KRONIS 4
memiliki masalah gizi (Kronis
9 KURAI TAJI TIMUR 12.03 9.49
AKUT-KRONIS 5 dan atau akut)
JUMLAH 9.98 8.04
 
PERBANDINGAN 2021 & 2020
TAHUN 2021 TAHUN 2020
No NAGARI % % MASALAH RANG % % MASALAH RANG
KING KING
STUNTNG WASTING GIZI STUNTNG WASTING GIZI
1 SUNUA 10.53 4.09 KRONIS 5 11.93 13.14 AKUT-KRONIS 3
2 PADANG BINTUNGAN 10.29 10.29 21.19 8
AKUT-KRONIS 1 AKUT-KRONIS 1
3 PAUAH KAMBA 8.11 1.91 BAIK 8 4.5 1.57 BAIK 8
4 KAPALO KOTO 11.65 7.77 AKUT - KONIS 3 8.49 14.95 AKUT 7
5 KURAI TAJI 4.64 1.81 BAIK 7 10.24 8.94 AKUT 6
PADANG KANDANG
6 PULAU AIE 0 2.9 0 2.53
BAIK 9 BAIK 9
7 SUNUA TANGAH 3.82 6.87 KRONIS 6 13.77 12.57 AKUT-KRONIS 2
8 SUNUA BARAT 16.55 8.28 AKUT-KRONIS 2 11.64 9.59 AKUT-KRONIS 5
9 KURAI TAJI TIMUR 10.64 6.38 KRONIS 4 12.03 9.49 AKUT-KRONIS 4
JUMLAH 8.01 4.31     9.98 8.04    
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN
MASALAH GIZI
Faktor Determinan % Faktor Determinan Masalah
Merokok Riwayat Ibu Penyakit
JKN / Air Bersih Kecacinga Jamban Imunisasi (Keluarga Tidak Imunis Keluar
No Desa/Kelurahan BPJS n Sehat ) Hamil Penyerta JML Tidak Tidak Dengan ada asi Riwaya Penyak
ga t Bumil it
Puya ada air Kecacin Jamba Tidak Merok
Tida Tida Tida Tida JKN besih gan n lengka ok KEK Penyer
Ya Tida Ada k Ya Tida Ada k Ya Tida Ada k KEK NON Ada k Sehat p
ta
k Ada k Ada k Ada KEK Ada
JUMLAH 43 331 372 2 2 372 362 12 334 40 357 17 19 246 0 0 374 88.50 0.53 0.53 3.21 10.70 95.45 5.08 0

10 SUNUA 4 31 35 0 0 35 34 1 30 5 34 1 3 22 0 0 35 88.57 0 0 2.86 14.29 97.14 8.57 0

11 PADANG 4 28 32 0 1 31 31 1 29 3 32 0 0 26 1 0 32 87.50 0 3.13 3.13 9.38 100 0 3.13


BINTUNGAN

12 PAUAH KAMBA 6 75 81 0 0 81 78 3 70 11 79 2 5 43 0 0 81 92.59 0 0 3.70 13.58 97.53 6.17 0

13 KAPALO KOTO 1 18 19 0 1 18 19 0 18 1 18 1 0 17 1 0 19 94.74 0 5.26 0 5.26 94.74 0 5.26

14 KURAI TAJI 7 88 95 0 0 95 93 2 87 8 86 9 2 67 1 0 95 92.63 0 0 2.11 8.42 90.53 2.11 1.05

PADANG
15 KANDANG 0 8 8 0 0 8 8 0 8 0 7 1 0 5 0 0 8 100 0 0 0 0.00 87.50 0.00 0
PULAU AIE

16 SUNUA TANGAH 8 27 34 1 0 35 32 3 31 4 33 2 5 18 0 0 35 77.14 2.86 0 8.57 11.43 94.29 14.29 0

17 SUNUA BARAT 2 25 27 0 0 27 26 1 22 5 26 1 1 16 0 0 27 92.59 0 0 3.70 18.52 96.30 3.70 0

18 KURAI
TIMUR
TAJI 11 31 41 1 0 42 41 1 39 3 42 0 3 32 0 0 42 73.81 2.38 0 2.38 7.14 100 7.14 0
HASIL ANALISIS FAKTOR
DETERMINAN
Dari 374 Balita yg bermasalah gizi ditemukan dari Feb –
Sept 2021 :
• 331 Balita tidak memiliki JKN
• 372 Balita sudah memliki sarana Air Bersih
• Masih ada 12 Balita tidak memiliki Jamban sehat
• 2 Balita yg memiliki gejala kecacingan
• 40 balita tidak imunisasi lengkap
• Hampir seluruh balita bermasalah gizi dengan
keluarga merokok
• 19 balita dengan riwayat ibu hamil KEK
• 2 Balita dg penyakit penyerta (Microsephalus Jantung
bawaan
PROGRAM GIZI YANG
DILAKUKAN
• Pemantauan Pertumbuhan Balita di Posyandu
• Pelacakan dan Pemantauan Balita Kurang gizi / Gizi Buruk
• Pemberian Vit A Balita dan Bulin
• Pemberian MT Balita gizi Kurang dan Bumil KEK
• Kelas Ibu ASI da PMBA
• Kelas ibu hamil
• Kelas Balita
• Pemberian TTD Ibu Hamil, Ibu Nifas & Rematri
• Edukasi Gizi : Penyuluhan gizi di posyandu, Konseling Gizi Catin. Sosialisasi
Piring Makan ku disekolah
• Pembentukan dan Pembinaan Duta Gizi di sekolah
• Pelaksanaan SDIDTK Balita ( Posyandu Paud)
• Pusat Pemulihan Gizi Buruk (PPG / TFC)
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai