Anda di halaman 1dari 17

PENGANTAR JUSMAN, S.Pd.I., M.Pd.

ILMU JIWA AGAMA


Pengertian Ilmu Jiwa

Ilmu jiwa itu merupakan salah satu disiplin ilmu-ilmu


sosial, tidak dapat dilihat dan tidak bisa dipastikan
di mana letaknya di dalam anatomi fisik kita. Namun
secara konkret tempatnya berada dalam diri kita.
Kita tidak tahu adanya jiwa itu kecuali melalui
gejala kognitif, afektif, dan psikomotorik atau
perilaku yang dipantulkannya.
Pengertian Ilmu Jiwa Menurut Para Ahli

Menurut para Ahli memberikan beberapa defenisi secara bervariasi diantaranya:


a. Menurut Sarlito Wirawan Sarwono, psikologi adalah ilmu yang mempelajari
tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan, yaitu tingkah
laku manusia yang sudah dewasa, sehat, dan beradab.
b. Cifford T. Morgan menjelaskan bahwa psikologi adalah ilmu yang
mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
c. Edwin G. Boring dan Herbert S. Langeveld mengemukakan psikologi adalah
studi tentang hakikat manusia.
d. Samuel Komorita mendefinisikan Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku dan pengalaman organisme sebagai pemrosesan
sistem jiwa, manusia sewaktu mereka berinteraksi dengan lingkungannya)
Pengertian Ilmu Jiwa Secara Umum

Dari beberapa definisi di atas dapatlah diambil pengertian


umum bahwa Ilmu Jiwa/psikologi adalah ilmu pengetahuan
yang meneliti dan mempelajari tingkah laku dan pengalaman
dari organisme manusia tatkala berinteraksi dengan
lingkungan. Baik lingkungan dirinya sendiri, manusia lain,
hewan, tumbuhan biota sungai dari laut maupun benda-benda
di sekitarnya.
Pengertian Agama (1)

pemahaman manusia serta para ahli tentang agama memberikan


beberapa pengertian:
a. Cicero, seorang sarjana Romawi abad ke-5 menguraikan agama =
religion (bahasa Inggris), religie (bahasa Belanda), religio (bahasa
Latin). Maka berdasarkan arti yang pertama, religi bermakna
mengamati terus-menerus tanda-tanda dari hubungan kedewataan
atau ketuhanan atau kesupernaturalan.
b. Servitus juga seorang sarjana Romawi, mengatakan bahwa religi
bukan berasal dan kata re + leg + io, melainkan dari kata re + lig + io,
yang artinya: lig = to bind = mengikat. Dari arti ini, religi dipahamkan
sebagai suatu hubunga yang erat antara manusia dan mahamanusia.
Pengertian Agama (2)

c. Dalam bahasa Sanskerta disebutkan pula arti agama terdiri dari dua
kata, yaitu: a = tidak; gama = kacau. Jadi, agama dimaksudkan sebagai
ajaran yang datang dari Tuhan untuk diamalkan manusia supaya terhindar
dari kekacauan
d. Prof. Dr. Bouquet mendefinisikan agama sebagai hubungan yang tetap
antara diri manusia dengan yang bukan manusia yang bersifat suci dan
supernatural yang berada dengan sendirinya dan mempunyai kekuasaan
absolut yang disebut Tuhan
e. Drs. Sidi Gazalba mendefinisikan agama adalah hubungan manusia
dengan yang mahakudus, hubungan mana menyatakan diri dalam bentuk
kultus dan sikap hidup berdasarkan doktrin-doktrin tertentu.
Pengertian Agama (3)

f. Dalam bahasa Al-Qur’ân, agama sering disebut dengan ad-dîn yang


artinya hukum, kerajaan, kekuasaan, tuntunan, pembalasan, dan
kemenangan.
g. Drs. Abu Akhmadi memberi pengertian agama berarti suatu
peraturan untuk mengatur hidup manusia. Lebih tegas lagi peraturan
Tuhan untuk mengatur hidup dan kehidupan manusia guna mencapai
kesempurnaan hidupnya menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat
kelak.
h. Akta, M.A., mendefinisikan agama ialah kumpulan dari peraturan
atau hukum-hukum yang datangnya dari Tuhan untuk kepentingan
manusia dan masyarakat dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan
akhirat kelak.
Pengertian Agama Secara Umum

Atas dasar definisi dan ulasan para ahli yang telah


disebutkan tadi, dapat disimpulkan bahwa: Agama berarti
suatu ajaran yang mengandung aturan, hukum, kaidah,
historis, i’tibar serta pengetahuan tentang alam, manusia,
roh, Tuhan, dan metafisika (dengan kata lain tentang
natural dan supernatural atau alam riil dan gaib) baik yang
datang atau sumbernya dari manusia ataupun dari Tuhan
yang dipertuhan oleh manusia tertentu atau masyarakat
manusia di lingkungan yang terbatas maupun yang lebih
luas
Pengertian Ilmu Jiwa Agama
Berdasarkan pengertian ilmu jiwa dan agama, para ahli telah membuat
definisi ilmu jiwa agama, sebagai berikut:
a. Menurut Dr. Zakiah Daradjat, ilmu jiwa agama adalah ilmu pengetahuan
yang meneliti pengaruh agama terhadap aktivitas perseorangan.
b. Menurut Akta, M.A., ilmu jiwa agama adalah suatu ilmu pengetahuan
yang menyelidiki, mempelajari dan memba - has gerak gerik manusia,
pengaruh manusia terhadap peraturan dan hukum-hukum Allah
c. Dr. Nico Syukur Dister menggariskan, psikologi agama adalah ilmu yang
menyelidiki pendorong tindakan manusia, baik yang sadar maupun yang
tidak sadar, yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap
ajaran/wahyu “Nan ilahi” (artinya: segala sesuatu yang ber - sifat Allah
atau dewa-dewa) yang juga tidak terlepas dari pembahasan tentang
hubungan manusia dengan lingkungannya
Pengertian Ilmu Jiwa Agama Secara Umum

Dari ketiga definisi di atas, sekali pun satu sama lain ada
segi-segi perbedaan, tetapi dapat ditarik pengertian
umumnya, yaitu Ilmu Jiwa Agama (The Psychology of
Religion) adalah ilmu pengetahuan yang membahas
pengetahuan,sikap dan perilaku seseorang ketika
berinteraksi dengan lingkungannya sehubungan atas
keyakinan terhadap ajaran agama yang dianutnya.
Latar Belakang Mempelajari Ilmu Jiwa Agama

Berdasarkan penjelasan diatas maka dasar mempelajari ilmu jiwa agama dapat
dihubungkan dari beberapa sudut:
1. Usaha Manusia
Manusia terus-menerus mencari nilai suci, sakral, dan abadi demi pedoman
kendali hidupnya, nilai sakral dan abadi ini oleh manusia diyakini berasal dari
Tuhan

2. Eksistensi Manusia
Manusia adalah mahluk yang bertumbuh dan berkembang dari posisi yang lemah
hingga kuat. Dalam usaha pemeliharaan hal seperti ini manusia condong
memedomani ajaran agama yang diyakininya.
Tujuan Umum Mempelajari Ilmu Jiwa Agama
(1)
a. Untuk tahu seberapa jauh pengaruh agama terhadap
aktivitas diri seseorang serta masyarakat pendukung
suatu kebudayaan
b. Untuk dapat diketahui perkembangan jiwa agama pada
setiap fase pertumbuhan fisik dan mental manusia.
c. Untuk mengetahui apa saja aktivitas serta pengalaman
agama yang umum dirasakan dan dipantulkan oleh
masyarakat beragama.
d. Untuk tahu apa sajakah yang mendorong menusia
mengalami perubahan atau konversi agama
Tujuan Umum Mempelajari Ilmu Jiwa Agama
(2)
e. Untuk dapat mengetahui cara mendekati orang beragama
seiring dengan dasar keyakinan mereka
f. Untuk dapat menciptakan suasana hidup rukun damai di
tengah-tengah kehidupan umat seagama, antar-agama, umat
beragama dengan yang tidak beragama dan penyesuaian
pemeluk agama terhadap regulasi pemerintah dalam rangka
menjaga keutuhan bernegara dan berbangsa.
g. Untuk memperkaya khazanah kepustakaan dunia ilmiah
ataupun perguruan tinggi bagi pengkajian serta penerapan
(applied) seperlunya.
Tujuan Khusus Mempelajari Ilmu Jiwa Agama (1)

a. Bagi seorang pendidik, agar tahu perkembangan jiwa agama bagi


anak didik, sehingga dengan itu mereka dapat mencarikan pendekatan,
materi agama, metode, peralatan umum dan peraga serta teknologi-
informasi-komunikasi pembantu proses belajar mengajar serta situasi
yang sesuai untuk masing-masing anak didik.
b. Bagi juru dakwah(da’i)/misionaris/penyampai pelbagai ajaran agama,
agar mengetahui jenis dan kualitas mental agama yang ada dalam
pribadi dan masyarakat beragama.
c. Bagi para politisi, negarawan, petugas keamanan, agar tahu
menciptakan suasana keagamaan yang santun terhadap masyarakat
seiring dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat tentang nilai
agama.
Tujuan Khusus Mempelajari Ilmu Jiwa Agama (2)

d. Bagi para ahli psychotherapy (psychotherapist), supaya dapat


menyembuhkan pasien melalui penggunaan pemahaman atas nilai ajaran
agama yang mereka yakini tanpa intervensi dan benturan.
e. Bagi para pembimbing (guide) dan penyuluh (counselor), agar dapat
menuntun client dalam mempelajari, memilih, serta mengenalkan ajaran
agama yang mereka senangi serta dapat menenteramkan jiwanya.
f. Bagi ahli kesehatan mental (mental hygienist) secara luas, supaya dapat
membuat penilaian serta pengukuran dan mengarahkan kesehatan mental
seseorang dari nilai yang berlaku pada agama yang dianutnya sendiri dan
masyarakat umumnya.
g. Bagi psikiater ‘psychiatrist’ (ahli keabnormalan dan penyembuhan jiwa
dari pihak kedokteran) khususnya, supaya mengetahui penyimpangan jiwa
seseorang dari segi agama.
Kedudukan Ilmu Jiwa Agama
TERIMA KASIH