Anda di halaman 1dari 47

Pedoman Pemberian Makanan

Bayi dan Anak (PMBA)

SEKSI KESGA DAN GIZI MASYARAKAT


DINAS KESEHATAN KABUPATEN BLITAR
1000 HPK dan Stunting
• Salah satu kebijakan nasional dalam upaya perbaikan gizi masyarakat sesuai
UU No 36 tahun 2009
• 1000 HPK : 270 selama kehamilan + 24 bulan setelah lahir
• Mengapa penting? Masa emas untuk mendukung pertumbuhan bayi dan
kesehatan metabolik baik ibu dan anak untuk mencegah obesitas dan
penyakit menular saat dewasa
• Gagal tumbuh pada 1000 hari pertama kehidupan mulai konsepsi sampai
usia 2 tahun merupakan determinan kuat dari tinggi badan saat dewasa
(Victora et al. 2010)
• Stunting pada anak baduta sebagian besar irreversible (tidak dapat
diperbaiki)
• Stunting tidak bisa diobati tapi dapat dicegah
• Anak perempuan yang pendek pada awal kehidupan berpeluang tinggi
menjadi wanita dewasa yang pendek (lingkaran setan terkait masalah
stunting & PTM)
1000 HPK dan Stunting
• Ibu hamil yang KEK dapat menyumbang anak balita stunting sebesar 20%
(WHO 2014)
• Ibu kurang gizi sebelum dan selama kehamilan berkontribusi pada
terhambatnya pertumbuhan janin dan dapat menyebabkan BBLR yang
beresiko menjadi anak stunting
• Ibu yang pendek (TB < 145 cm) meningkatkan resiko small for gestational
age (SGA) dan lahir premature (Black et al. 2013)
• Ibu pendek (<150 cm) beresiko 3 kali mempunyai anak pendek saat usia 2
tahun dan saat dewasa (Addo et al. 2013)
• Kajian ilmiah, pertumbuhan anak selama awal kehidupan (1000 hari
pertama kehidupan) dari mulai konsepsi sampai usia 2 tahun dan
berhubungan perkembangan dan Kesehatan/penyakit jangka panjang
Dampak Stunting

Jangka Pendek Jangka Panjang

Kesehatan : Kesehatan: Tinggi badan saat


Mortalitas dan dewasa pendek; meningkatnya
morbiditas meningkat obesitas dan penyakit penyerta

Perkembangan: Perkembangan: Performa di


sekolah rendah; kapasitas
kognitif, motorik, dan pembelajaran rendah & tidak
Bahasa menurun mencapai potensial

Ekonomi: Ekonomi: Kapasitas bekerja


biaya kesehatan meningkat menurun dan produktiviyas kerja
dan peluang biaya perawatan menurun
anak sakit meningkat

Ref: Stewart CP, Iannotti L, Dewey KG, Michaelsen KF & Onyango AW. Contextualising complementary feeding in a broader framework for stunting
prevention. Maternal and Child Nutrition 2013;9(Suppl 2):27-45
Rekomendasi standar emas PMBA
1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada bayi baru
lahir
2. Pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai
bayi berusia 6 bulan
3. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-
ASI)
4. Melanjutkan Pemberian ASI sampai berusia 2
tahun atau lebih

WHO/UNICEF, 2003
Inisiasi Menyusu Dini
Merupakan Keajaiban Karunia Tuhan
1. IMD menghangatkan bayi

2. IMD memberikan perlindungan


alamiah bagi bayi

3. IMD membentuk kekebalan


tubuh

4. IMD mengurangi pendarahan


pasca persalinan
Keuntungan IMD
Dalam 1 jam pertama segera setelah melahirkan
Rekomendasi WHO dan UNICEF
1. Menstimulasi produksi ASI

2. Meningkatkan aktivitas uterus (Menurunkan risiko


pendarahan dan infeksi)

3. Meningkatkan kedekatan emosi ibu dan anak

4. Meningkatkan durasi menyusui


Mengapa perlu Kolustrum
• Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dalam 1 jam setelah lahir
– Meningkatkan rasa percaya diri ibu untuk menyusui
(bonding ibu dan anak)
– Kontak kulit dan kulit (skin to skin) membantu
menyesuaikan suhu tubuh bayi dan bayi terpapar
bakteri baik/manfaat dari kulit ibu (meningkat
sistem imun bayi)
– Bayi dapat menerima kolustrum yang kaya zat
kekebalan tubuh (efek imunologi) – susu pertama
sebagai faktor protektif (meningkatkan sistem imun
bayi), sumber website WHO
 Kolustrum: ASI pertama dengan warna kekuning
kuningan dan kaya immunoglobin G (Antibodi)
Komponen ASI
• ASI : zat gizi dan bioaktif
• Kandungan zat gizi ASI
– Laktosa dan lemak terbanyak
– Protein
• Kandungan Bioaktif
a. Whey protein (immunoglobulin, lactoferrin, alpha-lactalbumin)
b. Casein protein
c. Immunological factor (anti bodi, sitokin, lysozyme (sekitar 29 zat
imunologi)
d. Human milk Oligosaccarides (HMOs) – terbanyak ketiga setelah laktosa
dan lemak

PMBA_Dinkes Jatim_NMU
Mengapa anak usia 6 bulan pertama sebaiknya
minum ASI saja (ASI eksklusif)?

• ASI ‘makanan terbaik bagi


bayi’
– Manfaat jangka pendek
• Menurunkan resiko dan
keparahan resiko ISPA
• Menurunkan resiko diarea
– Manfaat jangka panjang
• Menurunkan resiko
overweight/obesitas da
penyakit diabetes mellitus
(Victoria, 2016)
• Meningkatkan perkembangan
kognitif (Victoria 2016, Horta,
2013)
PROSES MENYUSUI
• Mengenal Anatomi Payudara
• Posisi & Pelekatan Yang Baik
• Memerah ASI
Anatomi Payudara
• Sel-sel Pengeluaran Air
Susu
• Pembuluh-Pembuluh
• Pembuluh-pembuluh yang
lebih besar
• Puting Susu
• Areola
• Kelenjar Montgomery
• Alveoli
• Ketika Mengisap payudara, stimulasi puting
Bayi
mengakibatkan produksi ASI dan
payudara mengeluarkan atau mengalirkan ASI
• Mengisap dan memerah ASI sangat penting bagi
penyediaan ASI yang baik
• Bila bayi tidak menyusu, maka ASI yg diproduksi akan
lebih sedikit, karena ASI dalam payudara
menghambat produksi ASI.
• Pelepasan/mengalirnya ASI (refleks ejeksi) dapat
dipengaruhi emosi ibu (takut, cemas, rasa sakit, rasa
rikuh, malu)
• Kelenjar Montgomery mengeluarkan cairan
seperti minyak yg berfungsi membersihkan
dan melumasi puting.
• ASI awal mengandung lebih banyak AIR dan
memuaskan dahaga bayi.
• ASI akhir mengandung lebih banyak LEMAK
dan menghilangkan rasa lapar.
POSISI dalam menyusui

Posisi menyusui yang baik akan membantu anak


me nghisap dengan baik dan membantu Ibu dapat
me mproduksi banyak ASI. Posisi dan pelekatan tidak tepat
dapat menimbulkan masalah dalam menyusui.
Empat hal utama tentang posisi bayi adalah:
1. Kepala dan badan bayi berada dalam satu garis lurus.
2. Ibu mendekap badan bayi dekat dengan tubuhnya.
3. Ibu menopang seluruh badan bayi, dan bukan hanya
kepala atau bahu bayi.
4. Wajah bayi menghadap payudara dengan hidung
menghadap puting.

www.company.com
TANDA PELEKATAN BAIK
Empat tanda-tanda pelekatan yang baik
(AMUBIDAPI)
1. Ada lebih banyak aerola di atas mulut bayi dari
pada di bawahnya.
2. Mulut bayi terbuka lebar
3. Bibir bawah bayi memutar keluar.
4. Dagu bayi menyentuh payudara ibu.
5. Pipi membulat

www.company.com
pelekatan menyusu yang baik

Pelekatan menyusui kurang baik

www.company.com
Tanda- Tanda Hisapan Bayi
Yang Efektif
• Bayi menghisap dalam-dalam dan
perlahan, kadang-kadang berhenti.
• Ibu mungkin akan bisa mendengar bayi
menelan setelah satu atau dua hisapan.
• Hisapan itu terlihat nyaman dan ibu tidak akan
merasa kesakitan.
• Saat bayi selesai menyusu, ia akan melepaskan
puting dan terlihat puas dan rileks.
• Payudara Ibu terasa lembut setelah menyusui.
PELEKATAN TIDAK BAIK
• Hanya puting yang berada dalam
mulut bayi, bukan jaringan
payudara.
• Saluran ASI berada di luar mulut
bayi, lidah tidak menjangkaunya.
• Lidah bayi di belakang di
dalam dan tidak menekan saluran
mulut
ASI.
• Akibat: puting retak dan lecet, nyeri
akibat kurangnya aliran ASI dan
produksi ASI rendah
MEMERAH ASI
Kadang Ibu perlu memerah ASI untuk bayinya:
•Bayi terlalu lemah atau terlalu kecil untuk
menghisap aktif
•Bayi perlu waktu lebih lama dari biasanya untuk
menghisap (misal puting terbenam)
•Memberi makan bayi BBLR yang tidak dapat
menyusu
•Memberi makan bayi sakit
• Untuk menutupi kebutuhan ASI ketika ibu
atau bayi sakit
• Melonggarkan saluran ASI yg tersumbat atau
pembesaran payudara
• Ibu harus terpisah dengan bayinya selama
beberapa jam
APA ITU MP-ASI ??

MP-ASI adalah Makanan


Singkatan Pendamping ASI

Makanan yang diberikan pada


Definisi usia 6-24 bulan dan diberikan
bersama dengan ASI.
Zat Gizi Yang Dibutuhkan dalam MP_ASI
KRITERIA 0 – 6 BULAN 6 – 12 BULAN 1 – 3 TAHUN

Berat badan (kg) 5,5 8,5 12

Tinggi badan (cm) 60 71 89

Energy (kkal) 560 800 1.250

Protein (g) 12 15 23

Vitamin A (RE,ug) 350 350 350

Tiamin (mg) 0,3 0,4 0,5

Riboplafin 0,3 0,4 0,6

Niasin (mg) 2,5 3,8 5,4

Vitamin B12 0,1 0,1 0,5

Asam folat 22 32 40

Vitamin c 30 35 40

Kalsium 200 400 500

Fosfor 200 250 250 1


5
MENGAPA PERLU MAKANAN
PENDAMPING ASI (MP-ASI)
Kebutuhan zat gizi dari ASI • Energi ASI
sudah tidak mencukupi • Usia 0-6 bulan : ASI
yaitu : memberikan SELURUH
a. Energi kebutuhan anak
b. Zat besi (Fe) • Usia 6-12 bulan : ASI
c. Vitamin A memberikan SETENGAH
kebutuhan anak
• Usia 12-24 bulan : ASI
memberikan SEPERTIGA
kebutuhan anak
TUJUAN MP-ASI

Melengkapi zat-zat gizi yang kurang dalam ASI

Mengembangkan kemampuan bayi dalam


menerima makanan dari segi rasa dan tekstur.

Mengembangkan kemampuan bayi dalam


mengunyah dan menelan
SYARAT MP-ASI

1. Memenuhi kecukupan energi dan zat gizi lain


sesuai umur
2. Makanan pendamping yang diberikan
disesuaikan dengan gizi seimbang dan bahan
makanan yang digunakan terdapat di
lingkungan sekitar
3. Bentuk dan porsi makanan disesuaikan dengan
daya terima bayi
4. Perhatikan kebersihan perorangan dan
lingkungan
HAL-HAL YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM
PEMBERIAN MP-ASI
Usia

Frekuensi

Jumlah
U-FRE-JU-
Tekstur
TEK-VAR-
Variasi RES-
Pemberian Aktif/ Responsif BERSIH
Kebersihan
SAAT TEPAT 6 BULAN
• Mulai berikan makanan
tambahan ketika anak
berusia 6 bulan
 Frekuensi per hari : 2-3
kali makan ditambah ASI
 Jumlah : mulai 2-3
sendok makan. Mulai
dengan pengenalan rasa
dan secara perlahan
ditingkankan jumlahnya
 Tekstur : bubur kental
USIA 6 SAMPAI 9 BULAN
 Frekuensi per hari : 2-3 kali
makan ditambah ASI dan 1-
2 kali selingan
 Jumlah per kali makan 2-3
sendok makan penuh setiap
kali makan. Tingkatkan
secara perlahan sampai ½
(setengah) mangkuk
berukuran 250 ml.
 Tekstur : bubur cukup kental
(tidak mudah jatuh saat
dituangkan/ makanan
keluarga yang dilumatkan)
USIA 9 SAMPAI 12 BULAN
 Frekuensi per hari : 3-4 Kali
makan ditambah ASI dan 2
kali makan selingan
 Jumlah/ banyak tiap kali
makan :1/2 sampai 3/4
mangkuk berukuran 250
ml.
 Tekstur : makanan keluarga
yang dicincang/ dicacah.
Makanan dengan potongan
kecil yang dapat dipegang.
Makanan yang diiris-iris.
USIA 12 SAMPAI 24 BULAN
• Frekuensi per hari : 3-4
kali makan ditambah ASI
dan 1-2 kali makanan
selingan
• Jumlah/ banyaknya tiap
kali makan : ¾ sampai 1
mangkuk ukuran 250 ml.
• Tekstur : makanan yang
diiris-iris makanan
keluarga.
MAKANAN ANAK KURANG DARI 24 BULAN
YANG TIDAK DIBERI ASI
• Frekuensi : sama dengan anak yang diberi ASI,
tambahkan 1-2 kali makan ekstra dan 1-2 kali makanan
selingan
• jumlah/ banyaknya: sama dengan anak yang diberi ASI
menurut kelompok usia
• Tekstur : sama dengan anak yang diberi ASI menurut
kelompok usia
• Variasi makanan : sama dengan anak yang diberi ASI
dengan penambahan 1-2 gelas susu per hari dan 2-3
kali cairan tambahan terutama di daerah udara panas
VARIASI MAKANAN UNTUK BAYI DAN ANAK
USIA 6-24 BULAN
 ASI (bayi disusui sesering yang
diinginkan).
 Rencanakan Makanan 4 BINTANG:
 makanan pokok (nasi, jagung,
padi-padian, umbi dan makanan
lokal lainnya)
 Kacang-kacangan dan hasil
olahannya (tempe, tahu, kacang
hijau, dll)
 Buah-buahan dan sayuran
(makanan lokal).
 Makanan kaya zat besi bersumber
hewani (ikan, telur, daging, hati,
dll)
 Tabur Gizi/ Taburia jika diperlukan
PEMBERIAN MAKANAN AKTIF/ RESPONSIF
• Bersabarlah dan dorong terus
bayi untuk makan lebih banyak.
• Jika anak menolak makan, terus
dorong untuk makan,
pangkulah bayi sewaktu ia
diberi makan, atau menghadap
ke bayi jika dia dipangku oleh
orang lain.
• Tawarkan makanan baru
berkali-kali, anak-anak mungkin
tidak suka (tidak mau
menerima) makanan baru pada
awalnya.
RESPONSIF ...
• Waktu pemberian makan adalah masa-masa
bagi anak belajar dan mencintai.
Berinteraksilah dengannya dan kurangi
gangguan waktu ia diberi makan.
• Jangan paksa anak untuk makan.
• Bantu anak yang lebih tua untuk makan
sendiri.
KEBERSIHAN
• Berikan makan kepada bayi
dalam mangkuk/ piring bersih,
jangan gunakan botol karena
susah dibersihkan dan dapat
menyebabkan bayi diare
• Cuci tangan dengan sabun
sebelum menyiapkan
makanan, sebelum makan dan
sebelum memberi makan
anak
• Cuci tangan anak dengan
sabun sebelum dan sesudah
makan.
5 KUNCI MAKANAN YANG AMAN
1. Jagalah kebersihan (tangan, tempat kerja,
peralatan)
2. Pisahkan makanan mentah dengan makanan
yang sudah dimasak
3. Gunakan makanan segar dan masak sampai
matang (daging, ayam, telur dan ikan)
4. Simpan makanan dalam suhu yang tepat sesuai
dengan jenis makanannya
5. Gunakan air bersih yang aman.
• MP-ASI yang diolah dirumah
tangga atau yang tersedia
setempat, mudah diperoleh
dengan harga terjangkau
oleh masyarakat dan
MP-ASI memerlukan pengolahan
sebelum dikonsumsi sasaran.
LOKAL
KEUNTUNGAN & KERUGIAN MP-ASI LOKAL
KEUNTUNGAN KERUGIAN
1. Meningkatkan pengetahuan dan 1. Lebih sulit dalam menentukan kebutuhan
kemampuan ibu dalam membuat MP-ASI nutrisi yang sesuai dalam penyajian.
2. Memiliki kendali penuh atas apa yang akan 2. Waktu penyajian yang lebih lama
dimakan oleh anak
3. Harus lebih cermat dalam melakukan hal
3. Membantu dalam hal pengenalan bahan
kebersihan dan cara memasak bahan
makanan
makanan.
4. Menanamkan kebiasaan makan yang sehat
sejak dini
5. Makanan buatan sendiri lebih variatif
6. Makanan buatan sendiri lebih bergizi dan
bebas zat-zat aditif
7. Lebih murah dan mudah
8. Makanan buatan sendiri jauh lebih lezat
dari makanan instan
• MP-ASI komersial
adalah MP-ASI
dalam bungkusan,
MP-ASI kaleng, atau botol.
KOMERSIAL
KEUNTUNGAN & KERUGIAN MP-ASI KOMERSIAL
KERUGIAN
KEUNTUNGAN
1. Harga relatif mahal

1. Cepat dan mudah disajikan


2. Banyak makanan bayi komersial dibuat
untuk bayi berumur 4 bulan. Padahal usia
ini terlalu dini dan dapat mengganggu
produksi ASI dan kerugian lain.
2. Bersih dan aman (jika belum kadaluarsa
dan masih utuh dalam kemasan
SLIDE KUMPULAN MAKANAN LOKAL
4 6 7
1 2 3 5

13 14
8 9 110 11 12

0
15 17 18 20
16 19 21

25
26
27
22 24 28 29
23

30 31 33
32 34
36
35

42 44
39 40
37 38 41
KERJA KELOMPOK:
Tolong Kelompokkan bahan makanan
dari gambar berikut kedalam
kelompok :
•  Makanan pokok/ sumber
karbohidrat
• Protein Hewani atau sumber zat
besi
• Kacang-kacangan/ Protein nabaA
• Sayur dan buah2an
Praktek Membuat MP-ASI dari
Makanan Keluarga (KERJA KELOMPOK)
UNTUK
Usia 6 – 24 Bulan
1 KELAS DIBAGI MENJADI 4 KELOMPOK.
Tolong buat menu 1 x makan, untuk usia anak:
-  6 Bulan
-  6-9 Bulan
-  9-12 Bulan
-  12-24 Bulan
Bahan Yang dibutuhkan untuk Praktek Membuat
MP-ASI
Bahan dari makanan keluarga
• Nasi putih
• Lele goreng , hati ayam, telur rebus.
• Tahu goreng , tempe goreng.
• Sayur sop (wortel, kentang, kubis, dll), sayur bening.
 Buah pepaya, pisang, jeruk.

Bahan untuk Membuat bubur kental dan Encer


- Bahan Nasi putih
- bubur MP-ASI sachet/ kemasan.
TERIMAKASIH 

Anda mungkin juga menyukai