Anda di halaman 1dari 14

Inventori Probabilistik

• Backorder adalah suatu kondisi dalam pendistribusian barang


dimana barang yang dipesan tidak atau belum dapat
disediakan baik seluruhnya ataupun sebagian. Konsumen mau
menunggu sampai datangnya barang
• Lost Sales  konsumen tidak mau menunggu dan
menggagalkan pembelian
Model ●
Back order
Kontinyu ●
Lost Sales

Model ●
Back order
Periodik ●
Lost sales
Model Kontinyu (Q,r)
Tingkat persediaan

Waktu
Kasus backroder
Kasus lost sales
Model Periodik (T,R)
Tingkat persediaan

Waktu
Kasus backorder
Kasus lost sale
f(x)

0,069

1,87

= 0,069
SOAL LATIHAN 1
Suatu perusahaan agroindustri membutuhkan bahan baku yang
kebutuhan setiap minggunya bersifat tidak pasti tergantung pada
permintaan pasar. Berdasarkan data masa lalu diketahui bahwa
kebutuhan mingguan bahan baku mengikuti sebaran normal,
dengan nilai tengah sebesar 800 unit, dengan simpangan baku
sebesar 40 unit. Harga setiap unit bahan adalah Rp. 2,5 ribu (C)
dan biaya tetap setiap kali pemesanan adalah sebesar Rp. 50
ribu, dengan lama waktu tunggu selama 2 minggu. Setiap
kekurangan bahan baku, perusahaan mengalami kerugian
sebesar Rp 1,1 ribu dan biaya menahan stok adalah 20% dari
nilai persediaan (i) atau h = 0,2 x Rp. 2,5 ribu = Rp 0,5 ribu.
Berdasarkan kondisi tersebut, perusahaan akan menentukan
berapa jumlah pemesanan yang optimal (Q*) dan pada saat
kapan atau pada tingkat persediaan berapa (r*) harus dilakukan
pemesanan.
SOAL LATIHAN 2
Apabila parameter biaya serta keadaan
kebutuhan bahan baku pada kasus (1) tetap,
akan tetapi manajemen menetapkan bahwa
peluang kekurangan persediaan selama masa
tunggu adalah 0,05 atau service level sebesar
95%, maka berapa jumlah pemesanan yang
harus dilakukan dan pada tingkat persediaan
berapa pemesanan harus dilakukan. Hitung pula
Total Cost/Biaya Total-nya.
SOAL LATIHAN 3
Misalkan suatu industri melakukan pemesanan bahan
secara periodik. Kebutuhan bahan dalam setahun
bersifat tidak pasti yang mengikuti sebaran normal
dengan rata-rata atau nilai tengah kebutuhan per tahun
adalah sebesar 500 unit per tahun dan ragam 800 unit.
Oleh karena bahan masih diimpor maka waktu tunggu
hingga pemesanan tiba adalah selama 3 bulan atau
0,25 tahun. Harga bahan adalah $10 per unit dan biaya
penyimpanan per unit (h) adalah sebesar $1,0 sedang
setiap pemesanan memerlukan biaya sebesar $15,0.
Kekurangan persediaan bersifat back-order dan biaya
setiap unit kekurangan sebesar $30,0.
SOAL
A manufacturer of textile products uses a certain chemical in its finishing
process at an expected annual rate of 10,000 gallons. This expected rate is
constant over time; however, the actual demand in a period may vary
randomly. The chemical is purchased and the demand during the
procurement lead time is estimated to be normally distributed with a
mean of 300 gallons and a standard deviation of 40 gallons. The fixed
procurement cost is $70 per order and the variable procurement cost is
$3 a gallon. The company uses an annual carrying cost rate of 20 percent.
Shirtages result in reschedulling production, with the resulting cost
assumed proportional to the size of the shortage. This lost is estimated at
$1.50 per gallon short. A fixed reorder quantity system is to be used.
HINT : this is a backorders case since all the demand for the chemical is
eventually satisfied.