Anda di halaman 1dari 14

WAWASAN LINGKUNGAN

HIDUP

Nama : Winda
Kelas : XI.IPS.1
Sumber : https://www.slideshare.net/mobile/Nastyachila/ppt-
geografi-berwawasan-lingkungan
A. PENGERTIAN LINGKUNGAN HIDUP
Lingkungan hidup merupakan semua benda dan
kondisi dalam ruang (spasial) yang mempengaruhi
kehidupan manusia.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
23 Tahun 1997 tentang ketentuan-ketentuan pokok
pengelolahaan lingkungan hidup dinyatakan bahwa
lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda,
daya keadaan, dan mahluk hidup, termasuk didalamnya
manusia, dan prilakunya yang mempengaruhi kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk
hidup lainnya.
1. Lingkungan Biotik Dan Lingkungan
Abiotik
Secara umum lingkungan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a. Lingkungan biotik atau lingkungan abiotik
Lingkungan biotik adalah semua mahluk hidup yang menempati bumi,
terdiri atas tumbuhan , hewan dan manusia.
Menurut fungsinya faktor biotik dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai
berikut:
1). Produsen: organisme yang dapat menghasilkan makanannya sendiri,
yang disebut autotrofik.
2). Konsumen: organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang di
sediakan oleh organisme lain. Kelompok konsumen disebut heterotrofik.
3). Pengurai: organisme yang berperan menguraikan sisa-sisa atau
mahluk hidup yang telah mati, seperti bakteri dan jamur.
Faktor-faktor biotik yang membentuk satuan
ekosistem:
1). Individu adalah sebutan mahluk hidup yang tunggal.
2). Populasi adalah sekelompok individu sejenis yang
menempati suatu daerah tertentu .
3). Komunitas adalah seluruh populasi mahluk hidup yang
hidup bersama-sama disuatu daerah tertentu.
b. Lingkungan abiotik atau lingkungan anorganik
Adalah benda-benda mati , tetapi mempunyai pengaruh
pada kehidupan mahluk hidup yang ada di dalamnya,
antara lain, udara, tanah, air, dan sinar matahari.
Komponen-komponen lingkungan yang ada di sekitar kita
merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi
antara komponen yang satu dengan komponen yang lain
yang di sebut ekosistem. Ilmu yang mempelajari timbal
balik antara komponen biotik dengan komponen abiotik
dalam ekosistem disebut ekologi.
2.Kualitas Lingkungan Hidup
Kualitas lingkungan hidup dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai
berikut;
a. Lingkungan Biofisik
Lingkungan biofisik adalah lingkungan abiotik dan biotik yang
berhubungan secara simbiosis.
Lingkungan biofisik dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
1). Lingkungan biofisik yaitu tanah, batuan, mineral, udara, air,
energi matahari, dan proses yang berbeda didalamdan permukaan
bumi.
2). Lingkungan biofisik biotik yaitu, semua mahluk hidup mulai
dari mikroorganisme sampai tumbuhan, hewan, dan manusia
Lingkungan biofisik terjadi bila berlangsungnya
hubungan secara simbiosis antara lingkungan abiotik dan
biotik, sehingga sistem interaksi menimbulkan kehidupan
yang serasi. Jika salah satu unsur rusak atau hilang, maka
kehidupan akan terganggu dan tidak harmonis.
b. Lingkungan Sosial Ekonomis
Manusia secara individual maupun kelompok adalah mahluk sosial,
kualitas sosial ekonomi baik jika terpenuhi semua kebutuhan manusia.
Kualitas sosial ekonomi dapat tercipta bila mereka memiliki sumber
pendapatan yang memadai.
c. Lingkungan Budaya
Adalah segala kondisi berupa materi dan nonmateri yang dihasilkan
manusia melalui aktivitas dan kreativitasnya.
Lingkungan budaya meliputi:
1). Materi seperti bangunan, peralatan senjata, pakaian dan lain-lain.
2). Nonmateri seperti nilai, norma, prantara, peraturan hukum, sistem ekonomi,
sistem politik, kesenian dan lain-lain
B. KOMPONEN EKOSISTEM
Ekosistem adalah suatu wilayah yang didalamnya terdapat unsur-unsur
hayati dan fisik yang saling mempengaruhi dan tidak bisa dipisahkan
antara unsur yang satu dengan unsur yang lain.
1).Berdasarkan susunannya, ekosistem terdiri atas empat komponen, yaitu
sebagai berikut:
a. Produsen adalah mahluk hidup penghasil makanan, biasanya adalah
tumbuhan hijau yang mampu menghasilkan makanan sendiri.
b. Konsumen adalah mahluk hidup yang sangat tergantung kepada hasil
mahluk hidup lain, karena tidak dapat menghasilkan makanan sendiri.
c. Pengurai 9decomposer) adalah mikroorganisme yang mampu
menguraikan mahluk hidup yang telah mati menjadi bahan anorganik.
d. Non hayati(Abiotik)adalah komponen fisik yang mengandung
kehidupan mahluk hidup misalnya, air, udara, dan tanah.
2). Menurut fungsinya, komponen ekosistem terdiri atas:
a. Komponen autrotopik adalah mahluk hidup yang mampu
memproduksi makanan secara mandiri. Biasanya jenis mahluk
hidup autrotopik adalah tumbuhan yang mampu mengubah zat
organik menjadi organim dengan bantuan sinar matahari.
b. Komponen hetrotopik adalah mahluk hidup yang tida
mampu membuat makanan sendiri, tetapi memanfaatkan
bahan-bahan yang telah dibuat oleh mahluk lainnya. Contonya:
manusia dan hewan.
C.PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Pembangunan berkelanjutan adalah
pembangunaan yang memenuhi kebutuhan masa kini
tanpa harus mengurangi kemampuannya untuk
memenuhi kebutuhan dari generasi yang akan
datang . Untuk menjaga kelestarian lingkungan agar
kualitas lingkungan agar tetap terjaga , maka
pembangunan berkelanjutan harus memperhatikan
pemanfaatan lingkungan hidup dan kelestariannya.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah
usaha-usaha dalam rangka meningkatkan kualitas
hidup manusia dengan memperhatikan faktor
lingkungan.
Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan kebutuhan
manusia dengan memanfaatkan sumber daya secara
bijak sana ,efisien,dan memperhatikan pemanfaatan
untuk masa kini.
Ciri-Ciri Pembangungan Berkelanjutan
1. Menjamin pemerataan dan keadilan
2. Menghargai keanekaragaman hayati
3. Menggunakan pendekatan integratif
4. Menggunakan wawasan dan pandangan ke
depan.
Kesimpulan

Dengan demikian pembangunan wawasan lingkungan hidup


yang dilakukan selain meningkatkan kualitas hidup manusia,
juga harus dapat mendukung prinsip-prinsip kehidupan
berkelanjutan, prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut:
1. Menghindari sumber daya yang tida dapat diperbaharui.
2. Mengubah sikap dan gaya hidup perorangan.
3. Melestarikan daya hidup dan keragaman bumi.
4. Memperbaiki kualitas hidup manusia, sehingga
pembangunan tida mengganggu keutuhan sumber daya alam
dan lingkungan disekitarnya.
5. Menciptakan kerjasama secara global.