Anda di halaman 1dari 183

MATERI PRESENTASI

PANITIA MUTU DAN TIM KESELAMATAN PASIEN


RSJD. PARIPURNA
PADA ACARA

SURVEI AKREDITASI
KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT
(KARS)

RSJD. PARIPURNA
17-19 Desember 20xx
RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Profi
l
PELAKSANAAN PROGRAM
PENINGKATANMUTU &
KESELAMATANPASIEN
RSJD. PARIPURNA

PMKP
PENGORGANISASI

DIREKTUR

TIM
TIM KOMITE KOMITE KOMITE
PANITIA
PANITIA
KESELAMATAN MUTU MEDIK KEPERAWATAN PPIRS
PASIEN RUMAH
RUMAH
SAKIT
SAKIT

UNIT KERJA
KEGIATANPOKOK
PROGRAMPENINGKATAN MUTU
RSJD.RM.SOEDJARWADI

1 Standarisasi asuhan klinis secara bertahap


2 Monitoring indikator mutu prioritas
3 Pemantauan pelaksanaan program Keselamatan Pasien
4 Pemantauan mutu unit kerja
5 Monitoring peningkatan mutu SDM
6 Manajemen Resiko terintegrasi
7 Pemantauan penilaian kontrak kerja
8 Monitoring Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
9 Penilaian kinerja pegawai

5
PROSES PENINGKATAN MUTU

Validasi & Monitoring &


Pengumpulan Evaluasi
Analisis
Data Perbaikan
Data

6
1 Standarisasi asuhan klinis secara bertahap

PENETAPAN FOKUS AREA KLINIS

Audit Fokus Area


PPK klinis
Medik
DIREKTUR Bersama Komite Medik dan Panitia Mutu melakukan
telaah Fokus Area Klinis

Dasar penetapan Fokus Area Klinis:


High volume , high risk, high cost

Ditetapkan 5 Fokus Area Klinis

7
FOKUS AREA KLINIS

No FOKUS AREA KLINIS SMF

1 SCHIZOPHRENIA JIWA

2 SCHIZOAFEKTIF TYPE MANIK JIWA

3 DEPRESI BERAT DENGAN GEJAL JIWA


PSIKOTIK

4 STROKE INFARK NON JIWA (saraf)

5 STROKE HAEMORHAGIC NON JIWA (saraf)


2
Monitoring indikator mutu prioritas

PEMILIHAN INDIKATOR

PENGUMPULAN DATA METODE


TETAPKAN STATISTIK
FREKUENSI
NYA
ANALISIS DATA

DIBANDINGKAN:
VALIDASI DATA - DI DALAM RS / TREND
- - DENGAN RS LAIN
- - DENGAN STANDAR
LAPORAN & REKOMENDASI

TINDAK LANJUT

9
PEMILIHAN INDIKATOR MUTU PRIORITAS
RSJD. PARIPURNA

• INDIKATOR 76 INDIKATOR MUTU


INDIKATOR
UNIT KERJA MUTU PRIORITAS : 33
• SPM Terdiri Dari :
Area Klinis : 9
indikator
Area Manajerial : 10
Kriteria Pemilihan : indikator
High Risk Area SKP : 7 indikator
High Volume International Library :
High Cost 7 indikator
PEMILIHAN INDIKATOR MUTU PRIORITAS

INDIKATOR JUMLAH

PRIORITAS AREA KLINIS 9

PRIORITAS AREA MANAJERIAL 10


PRIORITAS SASARAN KESELAMATAN PASIEN
(SKP) 7

LIBRARY OF MEASUREMENT 7
INDIKATOR MUTU UNIT 43
TOTAL 76

11
METODE YANG DIGUNAKAN DALAM PENINGKATAN MUTU

PLAN DO STUDY ACT

IDENTIFIK
IDENTIFIK
ASI
ASI MONITORIN
MONITORIN EVALUASI
EVALUASI
PERNYATAA
PERNYATAA G
MASALAH
MASALAH IMPLEMENTA
IMPLEMENTA G PERBAIKAN
PERBAIKAN
N
N DAN
DAN
DAN
DAN SI
SI ANALISA
ANALISA BERKELANJ
BERKELANJ
TUJUAN
TUJUAN
PERENCAN
PERENCAN EVALUASI
EVALUASI UTAN
UTAN
AAN
AAN

12
PEMILIHAN INDIKATOR PRIORITAS RSJD paripurna KLATEN

INDIKATOR AREA KLINIS


AREA INDIKATOR
Asesmen pasien; Angka kelengkapan diagnosis awal
IK-1   medis rawat inap

Pelayanan laboratorium Respon time pelaporan hasil


IK-2a
critical value
IK-2b
Tidak ada kesalahan input data dan
hasil laboratorium
Pelayanan radiologi dan Angka pengulangan pemeriksaan
IK-3
diagnostic imaging; Radiologi

- Prosedur bedah TDD

IK-4 Penggunaan antibiotika dan Angka penulisan resep dengan


obatlainnya; polifarmasi.
Lanjutan …. INDIKATOR AREA KLINIS
AREA INDIKATOR

Kesalahan penyerahan obat dari


Kesalahan medikasi (medication error) dan farmasi ke rawat inap.
IK-5 Kejadian Nyaris Cedera(KNC);

Pemantauan efek samping /


komplikasi perpanjangan apneu pada
IK-6 Penggunaan anestesi dan sedasi;
pasien ECT

TDD
Penggunaan darah dan produk darah;
Waktu penyediaan dokumen
Ketersediaan, isi dan penggunaan rekam medis rekammedik rawat jalan.
IK-7 pasien;

Angka infeksi jarum infuse


Pencegahan dan pengendalian infeksi, surveilans
IK-8 dan pelaporan;

Riset klinis; TDD

14
CAPAIAN INDIKATOR MUTU
AREA KLINIS

15
IK-1 Angka kelengkapan diagnosis awal medis rawat inap

100 100 100 100

90 82
81
80
70
60
50 capaian
40 Column1
33
30
20
10
0
September Oktober November
IK-1 Angka kelengkapan diagnosis awal medis rawat inap

Plan Do Study Action

Mengupayakan Komite Medik Capaian target 1. Supervisi ruang


capaian target dan Kepala bulan Nopember rawat inap
angka Ruang 82 % 2. Himbauan oleh
menghimbau
kelengkapan Dokter IGD dan Komite Medik
diagnosis awal DPJP melengkapi dalam rapat rutin
medis 100% diagnosis awal 3. Penyampaian hasil
medik capaian oleh
panitia mutu

17
IK-2a Respon time pelaporan hasil critical value laboratorium

100 100 100 100 100 100


100 100
100
90
80
70
60
50 capaian
40 Column1

30
20
10
0
Agustus September Oktober November
IK-2a
Respon time pelaporan hasil critical value

Plan Do Study Action


Mengupayakan Kepala Instalasi Capaian target Membuat
capaian target senantiasa dalam 3 bulan Indikator baru
angka mengingatkan terakhir 100 %
supaya petugas
kelengkapan laboratorium
diagnosis awal melaporkan
medis 100% Critical value
dalam waktu
kurang dari 30
menit

Kesembuhan dan kepuasan anda


19
adalah kebahagiaan kami
IK-2b Tidak ada kesalahan input data dan hasil laboratorium
IK-2b

100
100 100
100
90 82
83 89
80
70
60
50
40 capaian
30 Column1
20
10
0
September
Oktober
November
IK-2b Tidak ada kesalahan input data dan hasil laboratorium
IK-2b Tidak ada kesalahan input data dan hasil laboratorium

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Apabila dalam satu Dalama 3 bulan Supervisi oleh Ka.
tidak ada kesalahan shift petugas terakhir ada Inst. Laboratorium
input data dan hasil laboratorium lebih kenaikan capaian dan Panitia Mutu
dari satu yang lain
lboratorium mengecek input sampai bulan
data Nopember sebesar
2. Petugas shift pagi 89 %
senantiasa
mengecek input
data

Kesembuhan dan kepuasan anda


21
adalah kebahagiaan kami
IK-3
Angka Pengulangan Pemeriksaan Radiologi

3.0 3.02

2 2 2.46
2.0 2 2 2 2
1.67 2 2 2.14
1.37 2

1.0 capaian
1.13
Column2
0 0
0.0
Feb 0
Maret April
Mei Juni Juli Agust Sept
Okt
IK-3
Angka Pengulangan Pemeriksaan Radiologi

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Petugas Radiologi Pada bulan Juni, 1. Supervisi oleh Ka.
melakukan Agustus, Oktober Inst. Radiologi dan
angka pemeriksaan
pengulangan angka pengulangan Kepala Ruang
radiologi sesuai
SOP pemeriksaan 2. Meningktkan
pemeriksaan
radiologi lebih dari kepatuhan SOP
radiologi di 2. Supervisi Kepala 2% pemeriksaan
Ruang terhadap
bawah 2% kepatuhan SOP 3. Mengupayakan
3. Mengupayakan stabilisasi aliran
stabilisasi aliran listrik dengan
listrik dengan berkoordinasi
berkoordinasi
dengan ISPRS dengan ISPRS
4. Revisi SOP jika
diperlukan

Kesembuhan dan kepuasan anda


23
adalah kebahagiaan kami
IK-4
Angka Penulisan Resep < 7 macam obat

100%
100% 96%100% 99% 100%
89% 99% 100%
90%
80%
70%
60%
50%
40% capaian
standar
30%
20%
10%
0%
Juli
Agustus
September
Oktober
IK-4
Angka Penulisan Resep < 7 macam obat

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Koordinasi Pada bulan xxxx 1. Koordinasi
capaian target antara Ka. sampai Oktober antara Ka. Inst.
100% Inst. Farmasi terjadi kenaikan Farmasi dengan
dengan Komite Medik
Komite Medik capaian sampai 2. Himbauan oleh
2. Himbauan dengan 99 % Komite Medik
oleh Komite di setiap
Medik di pertemuan
setiap rutin
pertemuan
rutin

Kesembuhan dan kepuasan anda


25
adalah kebahagiaan kami
IK-5 Kesalahan Penyerahan Obat dari Farmasi ke rawat Inap

2 ,

1
1
Kejadian
Standar

0 0
0
0 0
0 0 0
0 Standar
Juni 0
Juli
Agustus Kejadian
September
Oktober
Kesalahan
IK-4
Penyerahan
Kesalahan Obat
Penyerahan Obatdari
dari Farmasi
Farmasi ke
ke rawat
rawat Inap
Inap

Plan Do Study Action

Mengupayakan 1. Melakukan Pada bulan xxxx 1. Melakukan


pengecekan ulang sampai Oktober pengecekan ulang
tidak terjadi sebelum sebelum
kesalahan tidak ada kejadian
menyerahkan menyerahkan obat
obat kesalahan 2. Pemberian label
penyerahan obat
2. Pemberian label penyerahan obat pada obat-obat
pada obat-obat LASA dan High Alert
LASA dan High 3. Peletakan obat obat
Alert LASA tidak
3. Peletakan obat berdampingan
obat LASA tidak
berdampingan

Kesembuhan dan kepuasan anda


27
adalah kebahagiaan kami
IK-6
Pemantauan Efek Samping Perpanjangan
Apneu Pada Tindakan ECT Premedikasi
,
5
4
3
2
1 0 0
0 0 0 0
0 0 0 0 1
0 0 0 0 0
0 0 0
RI RI 0 0
UA
UA R ET RIL EI I
N N I Kejadian
JA E BR M
A AP M JU JU
L
US R
P S T BE BER
U M O
AG PT E KT
SE O
IK-6 Pemantauan Efek Samping Perpanjangan Apneu
Pada Tindakan ECT Premedikasi
Plan Do Study
, Action

Mengupayakan 1. Dokter Pada bulan 1. Dokter Anaestesi


Anaestesi dan Agustus terjadi 1 dan Penata
pemantauan Penata Anaestesi
ketat efek pasien dengan
Anaestesi senantiasa
perpanjangan
samping senantiasa melakukan
melakukan apneu pengisian blanko
perpanjangan
pengisian blanko monitoring pasien
apneu pada monitoring ECT Premedikasi
pasien ECT pasien ECT 2. Berhati-hati
premedikasi Premedikasi terhadap reaksi
2. Berhati-hati interaksi obat
terhadap reaksi 3. Melakukan
interaksi obat rujukan bila perlu
4. Mengusulkan
ruang ICU

Kesembuhan dan kepuasan anda


29
adalah kebahagiaan kami
IK-7
Waktu Penyediaan Dokumen
Rekam Medik Rawat Jalan
100% 100%
100% 100%
90% , 100%

80%
70%
60%
50%
40% Capaian
Standar
30%
20%
10%
0%
Agustus
September
Oktober
Nopember
IK-7
Waktu Penyediaan Dokumen Rekam
Medik Rawat Jalan
Plan Do , Study Action

Mengupayakan 1. Penambahan Capaian target 1. Mempertahankan


capaian target 100 tenaga 100% dari bulan capaian
% 2. Perbaikan ruangan Agustus sampai 2. Usulan indikator
3. Penambahan rak baru
4. Revisi profil Nopember
indikator
5. Meningkatkan
kedisiplinan
pegawai

Kesembuhan dan kepuasan anda


31
adalah kebahagiaan kami
IK-8 Angka Infeksi Jarum Infus/Phlebitis
2% 1.8% 1.8% ,

1.1%
1.0%
1% 0.9% 0.9%
0.7%
Hasil
Column1
0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
0.0% 0.0% 0.0%
asil
0% H
A RI ARI ET RIL EI NI ULI US ER ER
U RU AR AP M J U J ST M B T OB
N M U E
JA PEB AG EPT OK
S
IK-8 Angka Infeksi Jarum Infus/Phlebitis
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Meningkatkan hanya di bulan 1. Meningkatkan
tidak ada kepatuhan terhadap Januari, Maret kepatuhan terhadap
kejadian plebitis SOP memasang dan September SOP memasang infus
infus 2. Kepatuhan cuci
2. Kepatuhan cuci tidak terjadi tangan
tangan kejadian plebitis 3. Mengusulkan
3. Mengusulkan pengadaan iv cateter
pengadaan iv sesuai standar
cateter sesuai 4. Pemberian tanggal
standar dan jam pada dressing
4. Pemberian tanggal 5. Penggantian infus tiap
dan jam pada 3 hari
dressing 6. Usulan memperbaiki
5. Penggantian infus penerangan di IGD
tiap 3 hari
6. Usulan
memperbaiki
penerangan di IGD

Kesembuhan dan kepuasan anda


33
adalah kebahagiaan kami
INDIKATOR AREA MANAJERIAL
Area INDIKATOR
IM-1 1. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat Ketersediaan obat di instalasi farmasi yang sesuai
penting untuk memenuhi kebutuhan pasien; formularium.
IM-2 2. Pelaporan aktivitas yang diwajibkan oleh Pemantauan maintenance APAR
peraturan perundang-undangan;  
IM-3 3. Manajemen risiko; Kalibrasi alat medis.
IM-4 4. Manejemen penggunaan sumberdaya; Pelaksanaan preventive maintenance alat medis
Ketepatan waktu menanggapi kerusakan alat
IM5 5. Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga; Indeks Kepuasan Masyarakat
IM-6 6.Harapan dan kepuasan staf; Laporan hasil survey kepuasan karyawan
terhadap organisasi
IM-7 7. Demografi pasien dan diagnosis klinis; 10 diagnosis terbanyak
IM-8 8. Manajemen keuangan; Cost recovery
IM-9 9.Pencegahandan pengendalian dari kejadian yang Angka pasien lari
dapat menimbulkan masalah bagi keselamatan  
pasien, keluarga pasien dan staf
CAPAIAN INDIKATOR MUTU
AREA MANAJERIAL

35
IM-1
Ketersediaan Obat di Instalasi Farmasi sesuai
Formularium
,
100% 100%
100% 100% 100%
90%
80%
70%
60%
50% Capaian
40% Standar
30%
20%
10%
0%
September
Oktober
IK-1
Ketersediaan Obat di Instalasi Farmasi
sesuai Formularium
,
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Memperbaiki capaian target 1. Mempertahankan
Perencanaan 2 bulan capaian.
capaian target pengadaan obat
100% terakhir 100 % 2. Memperbaiki
2. Membuat sistem / Perencanaan pengadaan
SOP untuk obat
penanganan 3. Membuat sistem / SOP
apabila obat habis untuk penanganan
3. Pengecekan stok apabila obat habis
obat. 4. Pengecekan stok obat.
4. Pengusulan 5. Pengusulan pengadaan
pengadaan obat obat segera apabila
segera apabila obat habis
obat habis

Kesembuhan dan kepuasan anda adalah


37
kebahagiaan kami
IM-2 Pemantauan Maintenance APAR
100
90
90
,
90 90
75 90
80 75 80
70 75
60
50
40 Capaian
Standar
30
20
10
0
Agustus
September
Oktober
Nopember
IK-2 Pemantauan Maintenance APAR
,
Plan Do Study Action
Mengupayak 1. Pemantauan capaian 1. Pemantauan
capaian indikator belum capaian target
an capaian target oleh Ka oleh Ka Ins
mencapai target
target 90% Ins Sanitasi 90 %, capaian Sanitasi dan K3
dan K3 bulan Agustus 2. Usulan
2. Usulan s/d Nopember penambahan
penambahan berkisar 75 % - tenaga.
tenaga. 80 %

Kesembuhan dan kepuasan anda adalah


39
kebahagiaan kami
IM-3
Kalibrasi Alat medis
,
100%
100.0%
90.0%
80.0%
70.0%
60.0%
50.0% 99.2%
Capaian
40.0% Standar
30.0%
20.0%
10.0%
0.0%

Tahun 2014
IM-3
Kalibrasi Alat medis
,
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Segera mengusulkan capaian target 1. Segera mengusulkan
alat yang belum tahun ini 99 % alat yang belum
capaian target terkalibrasi. terkalibrasi.
100% 2. Pendataan ulang 2. Pendataan ulang
seluruh alat yang seluruh alat yang
belum terkalibrasi belum terkalibrasi
3. Supervisi ruangan 3. Supervisi ruangan
terhadap semua alat terhadap semua alat
di ruangan masing – di ruangan masing –
masing. masing.

Kesembuhan dan kepuasan anda adalah


41
kebahagiaan kami
Pelaksanaan Preventif Maintenance Alat Medis
100% 100%
100% 100% 100%

80%

60%

Capaian
40% Series 3

20%

0%
Juli
Agustus
September
Oktober
Pelaksanaan Preventif Maintenance Alat Medis
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Pendataan Capaian 1. Mempertahankan
ulang seluruh indikator selama capaian 100 %
capaian target peralatan di
100% bulan Agustus, 2. Mengusulkan
rumah sakit indikator baru
2. Bekerja sama September,
dengan kepala Oktober sudah
unit untuk mencapai target
melaporkan alat 100 %
yang belum di
maintenance

Kesembuhan dan kepuasan anda adalah


43
kebahagiaan kami
Ketepatan Waktu Menanggapi Kerusakan Alat
100% 100%
1 95.3% 100% 100%
96.3%
94.0%
0.9
80.2%
0.8
0.7
0.6
0.5
0.4 Capaian
Standar
0.3
0.2
0.1
0
Agustus
September
Oktober
November
Ketepatan Waktu Menanggapi Kerusakan Alat
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Meningkatkan Capaian indikator 1. Meningkatkan
kualitas supervisi bulan Oktober kualitas supervisi
capaian target oleh kepala oleh kepala instalasi
100% sudah mencapai
instalasi 2. Meningkatkan
2. Meningkatkan 94 %, perlu Koordinasi antar
Koordinasi antar peningkatan petugas IPSRS di
petugas IPSRS di capaian menjadi lapangan
lapangan 100% 3. Menginventarisir
3. Menginventarisir nomor contact teknisi
nomor contact supplier
teknisi supplier 4. Meningkatkan
4. Meningkatkan kemampuan teknis
kemampuan teknis petugas
petugas

Kesembuhan dan kepuasan anda adalah


45
kebahagiaan kami
Indeks Kepuasan Masyarakat
Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
RSJD. PARIPURNA tahun 20xx secara keseluruhan adalah
75,91 Artinya nilai rata-rata dari 14 unsur
penilaian masing-masing unit pelayanan masuk
dalam kategori B, dengan mutu pelayanan juga
Baik.
PENGUKURAN
INDEKS KEPUASAN
MASYARAKAT
( IKM )
Keputusan MENPAN
No: Kep/xx/M.PAN/2/2004
14 UNSUR PENILAIAN
1. Prosedur Pelayanan
2. Persyaratan Pelayanan
3. Kejelasan Petugas Pelayanan
4. Kedisiplinan Petugas Pelayanan
5. Tanggungjawab Petugas Pelayanan
14 UNSUR PENILAIAN
6. Kemampuan Petugas Pelayanan
7. Kecepatan Pelayanan
8. Keadilan Mendapatkan Pelayanan
9. Kesopanan & Keramahan Petugas
10. Kewajaran Biaya Pelayanan
11. Kepastian Biaya Pelayanan
12. Kepastian Jadwal Pelayanan
13. Kenyamanan Lingkungan
14. Keamanan Pelayanan
NILAI INTERVAL KONVERSI
NO SKOR MUTU KINERJA

1 xx – 43,75 D Tidak Baik

2 43,76 – 62,50 C Kurang Baik

3 62,51 – 81,xx B Baik

4 81,26 - 100 A Sangat Baik


NILAI INTERVAL KONVERSI
Plan Do Study Action

Mengupayakan Meningkatkan Nilai Indeks Kepuasan 1. Mempertahankan


kualitas Masyarakat (IKM) dan meningkatkan
capaian SKOR pelayanan pada kualitas pelayanan
IKM minimal RSJD. PARIPURNA
14 unsur penilaian pada 14 unsur
menurut kriteria secara keseluruhan penilaian menurut
62,51 / BAIK
MENPAN /IKM adalah 75,91. Artinya kriteria MENPAN
nilai rata-rata dari 14 /IKM
unsur penilaian
masing-masing unit
pelayanan masuk
dalam kategori B,
dengan mutu
pelayanan juga Baik.

Kesembuhan dan kepuasan anda adalah


51
kebahagiaan kami
Laporan Hasil Survey Kepuasan
Karyawan Terhadap Organisasi
Capaian

9%
39%
3%
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas
Tidak Puas

49%
Laporan Hasil Survey Kepuasan
Karyawan Terhadap Organisasi
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Meningkatkan kualitas Tingkat kepuasan 1. Mempertahankan dan
kepemimpinan pegawai kategori meningkatkan capaian
kategori CUKUP 2. Meningkatkan kualitas 2. Meningkatkan kualitas
PUAS dan PUAS hubungan antar unit CUKUP PUAS dan kepemimpinan
di atas 90% 3. Meningkatkan PUAS tahun 20xx 3. Meningkatkan kualitas
kesejahteraan pegawai mencapai 88,1% hubungan antar unit
4. memberikan 4. Meningkatkan
kesempatan untuk kesejahteraan pegawai
meningkatkan 5. memberikan
kemampuan kerja kesempatan untuk
melalui pelatihan dan meningkatkan
pendidikan tambahan kemampuan kerja
melalui pelatihan dan
pendidikan tambahan

Kesembuhan dan kepuasan anda adalah


53
kebahagiaan kami
Laporan 10 Besar Diagnosis
Rawat Inap bulan Nopember 20xx
No KODE DIAGNOSIS
1 F.20 SKIZOFRENIA
2 I.63 STROKE INFARK
3 I.61 STROKE HAEMORRHAGIC
4 F.xx SKIZOAFEKTIF TIPE MANIK
5 F.32 DEPRESI BERAT DENGAN GEJALA PSIKOTIK
6 I.67 STROKE ISKEMIK
7 S.06 INTRAKRANIAL INJURY
8 F.23.2 PSIKOTIK LIR SKIZOFRENIA AKUT
9 F.09 GANGGUAN MENTAL ORGANIK
10 F.03 DEMENTIA
Cost Recovery
(Manajemen keuangan)
100%
90%
80% 81%
70%
60%
50%
40% 40% Capaian
40% 40% Standar
27% 32% 40%
30% 30%
20%
10%
0%
2011
2012
2013
2014
Cost Recovery
(Manajemen keuangan)
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Meningkatkan kinerja Capaian 1. Mempertahankan
capaian target pelayanan target Cost capaian
Cost recovery
2. Meningkatkan kinerja recovery
2. Meningkatkan
pegawai standar capaian
sebesar 40% 3. Meningkatkan promosi Tahun 20xx target menjadi 50%
sesuai standar rumah sakit sebesar
Pergub 4. Pelatihan service excelent 81 %
5. Meningkatkan
kompetensi pegawai
6. Melengkapi jenis
pelayanan
7. Melengkapi sarana dan
prasarana pendukung
pelayanan

Kesembuhan dan kepuasan anda adalah


56
kebahagiaan kami
ANGKA PASIEN LARI

5
4
4

3
2
2 Kejadian
1 1 Standar
1
0 0 0 0 0 0
0
RI RI E T IL EI NI LI S R ER
UA UA
AR AP
R M JU J U
S T U BE O B
N R U M T
JA PE B M
AG PTE OK
SE
ANGKA PASIEN LARI
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Memperbaiki kinerja Selama 1. Diadakan rapat koordinasi
angka kejadian pengawasan terhadap tahun 20xx Direktur, Struktural, perencanaan,
pasien lari 0%
pasien oleh perawat ada 8 keperawatan, ISPRS dan satpam
2. Memperbaiki tata ruang untuk membuat sistem
bangsal kejadian pengendalian kejadian lari yang
3. Pemasangan gerendel di pasien lari lebih baik
jendela bagian luar pada 2. Memperbaiki kinerja pengawasan
bangsal baru (xxxxxx) terhadap pasien oleh perawat
4. Meminimalisir akses 3. Memperbaiki tata ruang bangsal
keluar lingkungan RS 4. Pemasangan gerendel di jendela
bagian luar pada bangsal baru
(xxxxxx)
5. Meminimalisir akses keluar
lingkungan RS
6. Usulan dilakukan FMEA th depan

Kesembuhan dan kepuasan anda adalah


58
kebahagiaan kami
CAPAIAN INDIKATOR MUTU
KESELAMATAN PASIEN

59
AREA SASARAN KESELAMATAN PASIEN
AREA INDIKATOR
1. Ketetapan identifikasi pasien Kepatuhan identifikasi pasien dengan nama dan
tanggal lahir sebelum memberikan obat.
 
Keluarga / pasien mengerti maksud
pemasangan gelang identifikasi

2. Peningkatan Komunikasi yang efektif Angka verifikasi oleh DPJP setelah komunikasi
melalui telpon.

3. Peningkatan Keamanan Obat yang perlu Angka ketepatan penyimpanan dan pemberian
diwaspadai label pada obat2 LASA
4. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat Angka kejadian salah pasien pada tindakan ECT
pasien operasi premedikasi
5. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan Kepatuhan cuci tangan
kesehatan
6. Pengurangan risiko jatuh Kelengkapan Assesmen resiko jatuh setiap
pasien rawat inap

60
Kepatuhan Identifikasi Pasien dengan Nama dan Tanggal Lahir
Sebelum Memberikan Obat
100% 100% 100%
100% 98%
90%
80%
70%
60%
50% 47%
Capaian
40% Standar
30%
20% 8%
10% Standar
0%
September Capaian
Oktober
Nopember
Kepatuhan Identifikasi Pasien dengan Nama dan Tanggal Lahir
Sebelum Memberikan Obat

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Sosialisasi Capaian target 1. Mempertahankan
capaian target kepatuhan dalam 3 bulan dan meningkatkan
100% terhadap SPO terakhir standar capaian
identifikasi pasien hingga 100%
2. Supervisi kepala mengalami 2. Sosialisasi kepatuhan
unit peningkatan terhadap SPO
3. Pelatihan mutu sampai dengan identifikasi pasien
dan keselamatan 98% 3. Supervisi kepala unit
pasien untuk 4. Pelatihan mutu dan
semua pegawai keselamatan pasien
untuk semua
pegawai

62
Keluarga / Pasien Mengerti Maksud
Pemasangan Gelang Identifikasi
100% 100%
100% 96% 100%
90%
80%
70%
60%
50% 43% Capaian
40% Series 3
30%
20% 10%
10%
0%
September
Oktober
Nopember
Keluarga / Pasien Mengerti Maksud
Pemasangan Gelang Identifikasi
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Sosialisasi Capaian target 1. Mempertahankan
capaian target kepatuhan dalam 3 bulan dan meningkatkan
100% terhadap SPO terakhir standar capaian
pemasangan hingga 100%
gelang identifikasi mengalami 2. Sosialisasi kepatuhan
2. Supervisi kepala peningkatan terhadap SPO
unit sampai dengan pemasangan gelang
3. Pelatihan mutu 96% identifikasi
dan keselamatan 3. Supervisi kepala unit
pasien untuk 4. Pelatihan mutu dan
semua pegawai keselamatan pasien
untuk semua
pegawai

64
Angka Verifikasi oleh DPJP Setelah Komunikasi
Melalui Telepon
100% 100% 100%
100%
90% 92%
80%
74%
70%
60%
50% Capaian
40% 36% Standar
30%
20%
10%
Standar
0%
September
Oktober Capaian
Nopember
Angka Verifikasi oleh DPJP Setelah Komunikasi
Melalui Telepon
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Sosialisasi kepada Capaian target dalam 1. Mempertahankan dan
capaian target 100% DPJP tentang bulan Nopember meningkatkan standar
verifikasi mencapai 90%
capaian hingga 100%
Rekomendasi 2. Sosialisasi kepada DPJP
konsultasi tentang verifikasi
2. Perawat ruangan Rekomendasi konsultasi
mengingatkan DPJP 3. Perawat ruangan
untuk memverifikasi mengingatkan DPJP
rekomendasi untuk memverifikasi
konsultasi rekomendasi konsultasi
3. Pelatihan mutu dan 4. Pelatihan mutu dan
keselamatan pasien keselamatan pasien
untuk semua pegawai untuk semua pegawai
Angka Ketepatan Pemberian Label pada
Obat LASA
100% 100%
100%
90% 85%
80%
70%
60%
42% Capaian
50%
Standar
40%
30%
20%
10%
0%
Oktober
Nopember
Angka Ketepatan Pemberian Label pada
Obat LASA
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Sosialisasi SOP Capaian target 1. Mempertahankan
capaian target penyimpanan dan dalam bulan dan meningkatkan
100%
pemberian Label Nopember
standar capaian
pada obat LASA hingga 100%
2. Supervisi oleh mencapai 85% 2. Sosialisasi ulang SOP
kepala Instalasi penyimpanan dan
atau kepala ruang. pemberian Label
3. Supervisi oleh pada obat LASA
PKRS. 3. Supervisi oleh kepala
4. Ronde Instalasi atau kepala
Keselamatan ke ruang.
Ins. Farmasi 4. Supervisi oleh PKRS.
5. Ronde Keselamatan
ke Ins. Farmasi

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


68
kebahagiaan kami
Tidak Adanya Kejadian Salah Pasien
pada Tindakan ECT Pre Medikasi
5

2 Kejadian
Standar

1
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 i an
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 jad
0 Ke
RI RI E T IL EI NI LI S R ER
UA UA
AR AP
R M JU J U
S T U BE O B
N R U M T
JA P E B M
AG PTE OK
SE
Tidak Adanya Kejadian Salah Pasien
pada Tindakan ECT Pre Medikasi
Plan Do Study Action

Mengupayakan 1. Kepatuhan Capaian target 1. Mempertahankan


capaian target terhadap SOP dalam bulan dan meningkatkan
100%
Identifikasi pasien. Nopember
standar capaian
hingga 100%
mencapai 85%

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


70
kebahagiaan kami
Kepatuhan Cuci Tangan
100% 100% 100%
100% 92%
90%
80% 74%
70%
60%
50% Capaian
40% 36% Target
30%
20%
10%
0%
September Oktober Nopember
Kepatuhan Cuci Tangan
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Sosialisasi Capaian target 1. Mempertahankan
capaian target kepatuhan cuci kepatuhan cuci dan meningkatkan
100%
tangan pada tangan dalam
standar capaian
waktu apel, rapat, hingga 100%
dan pertemuan bulan Nopember 2. Mengintensifkan
lain. mencapai 92% sosialisasi dan
2. Supervisi oleh supervisi
Kepala Unit 3. Telusur internal
3. Sosialisasi di kepatuhan cuci
ruangan oleh PPI tangan
4. Lomba cuci tangan
5. Pemasangan
banner kepatuhan
cuci tangan

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


72
kebahagiaan kami
Kelengkapan Assesmen resiko jatuh setiap pasien rawat inap

100 100 100 100


100
90
90
80 77
70
60 55
50 Capaian
40 Column3
30
20
10 0
0
Agustus September Oktober November
Kelengkapan Assesmen resiko jatuh setiap pasien rawat inap

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Mengadakan / Capaian target 1. Mempertahankan
capaian target Memperbaiki sampai dengan dan meningkatkan
100%
blanko monitor bulan Nopember
standar capaian
assesment resiko hingga 100%
jatuh mencapai 90% 2. Mengintensifkan
2. Sosialisasi sosialisasi dan
assesment resiko supervisi oleh kepala
3. Supervisi oleh unit
Kepala Unit

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


74
kebahagiaan kami
CAPAIAN INDIKATOR MUTU
AREA INTERNATIONAL LIBRARY

75
Area International Library

1. Lama tindakan restrain pengikatan dalam jam pasien rawat inap


gangguan jiwa
2. Lama pasien jiwa di tempatkan dalam ruang isolasi dalam jam.
3. Angka pasien jatuh dengan atau tanpa cedera
4. Angka pasien jatuh dengan cedera > level 2.
5. Angka penggunaan obat antitrombotik pada pasien SNH
6. Angka pemberian edukasi pada pasien rawat inap stroke.
7. Angka rehabilitasi medic pada pasien rawat inap stroke

76
Lama Tindakan Restrain Pengikatan Dalam Jam Pasien
IL -1
Rawat Inap Gangguan Jiwa

jam
600 548 534
468
500
400 401
378
300 322

200 jam
100
0
MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER
IL -1
Lama Tindakan Restrain Pengikatan Dalam Jam Pasien
Rawat Inap Gangguan Jiwa

Plan Do Study Action


Mengupayakan Usulan dari SMF Jiwa Ada 1. Evaluasi
penurunan lama menggunakan obat- kecenderungan penggunaan jenis
tindakan
obatan psikiatri penurunan lama
obat oleh SMF Jiwa
generasi baru 2. Evaluasi clinical
restrain restrain pathway
pengikatan pengikatan dari
angka tertinggi
548 jam menjadi
322 jam

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


78
kebahagiaan kami
IL-2
Lamanya Pasien Ggn Jiwa Dirawat
Diruang Isolasi
lama jam
1586
1600 1454
1340
1400 1188
1200 1056
1000
800 lama jam
600 372
400
200
0
EI NI LI US R ER
M JU J U
ST BE O B
U M T
AG PTE O K
SE
IL-2
Lamanya Pasien Ggn Jiwa Dirawat
Diruang Isolasi
Plan Do Study Action
Mengetahui Usulan dari SMF Jiwa Ada 1. Evaluasi
gambaran Lama menggunakan obat- kecenderungan penggunaan jenis
pasien
obatan psikiatri penurunan lama
obat oleh SMF Jiwa
generasi baru 2. Evaluasi clinical
gangguan jiwa pasien jiwa pathway kalau
yang diisolasi di dirawat di ruang perlu
ruang isolasi isolasi dari
angka tertinggi
di bulan xxxx
1586 jam
menjadi 372 jam
di bulan Oktober

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


80
kebahagiaan kami
IL -3 Pasien Jatuh Dengan / Tanpa Cidera

5
4
4
3
3
2 2 2
2
1 1 1
1 R T
D A
0 0 A N
0 ST
A R I
A RI
ET RIL EI NI
ULI US ER ER
R
AP M JU J T B B
A NU BRU M
A US
E M T O
J PE AG EPT OK
S
IL -3 Pasien Jatuh Dengan / Tanpa Cidera

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Membuat blanko Selama tahun 20xx Menindaklanjuti hasil
monitoring assesment investigasi sederhan dan
tidak ada insiden resiko jatuh ada 16 kejadian
pasien jatuh pasien jatuh
RCA setiap kejadian
2. Meningkatkan
kepatuhan assesment pasien jatuh
dengan atau tanpa
resiko jatuh cedera
3. Supervisi oleh kepala
unit
4. Supervisi oleh PKRS
5. Memberi handle
pegangan tangan di
bangsal Geriatri
6. Menjaga lantai ruang
perawatan selalu
kering
7. Modifikasi bed
8. Usulan bed elektrik

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


82
kebahagiaan kami
Pasien Jatuh Dgn
Level Cidera > 2 (Minor)

2 2 2

1 Hasil
Standar
1

0 0 0 0 0 0
0
RI RI E T IL EI NI LI S R ER
UA UA
AR AP
R M JU J U
S T U BE O B
N R U M T
JA PE B M
AG PTE OK
SE
Pasien Jatuh Dgn
Level Cidera > 2 (Minor)
Plan Do Study Action
Mengupayakan 1. Membuat blanko Selama tahun 20xx Menindaklanjuti hasil
tidak ada insiden monitoring ada 16 kejadian RCA setiap kejadian
pasien jatuh
assesment resiko pasien jatuh pasien jatuh
jatuh
2. Meningkatkan dengan atau tanpa
kepatuhan cedera
assesment resiko
jatuh
3. Supervisi oleh
kepala unit
4. Supervisi oleh PKRS
5. Memberi handle
pegangan tangan di
bangsal Geriatri
6. Menjaga lantai
ruang perawatan
selalu kering

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


84
kebahagiaan kami
Angka Penggunaan Anti Trombotik pada Pasien
Stroke Infark Setelah Dirawat (Pulang)
100.00% 98% 100.00%
92%
100%
90%
80%
70%
60%
Capaian
50% standar
40%
30%
20%
10%
0%
September Oktober
Angka Penggunaan Anti Trombotik pada Pasien
Stroke Infark Setelah Dirawat (Pulang)

Plan Do Study Action


Mengupayakan 1. Sosialisasi hasil Capaian target 1. Sosialisasi hasil
capaian target audit clinical dalam bulan audit clinical
pathway pada pathway pada
100% Oktober
rapat Komite rapat Komite
Medik mencapai 98% Medik
2. Meningkatkan 2. Meningkatkan
kepatuhan DPJP kepatuhan DPJP
terhadap clinical terhadap clinical
pathway pathway

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


86
kebahagiaan kami
Angka Pemberian Edukasi pada Pasien
Rawat Inap Stroke
100% 100% 100%
100%
90%
80% 72%
70%
60%
50% Capaian
Series 3
40%
30%
20%
10% 0% 0%
0%
September Oktober Nopember
Plan Do Study Action

Mengupayakan 1. Himbauan DPJP Capaian target 1. Mempertahankan


capaian target penyakit syaraf dalam bulan dan meningkatkan
100%
saat pertemuan Nopember
standar capaian
rutin KOMDIK hingga 100%
untuk melengkapi mencapai 95% 2. Himbauan DPJP
form edukasi penyakit syaraf saat
2. Meningkatkan pertemuan rutin
kepatuhan KOMDIK untuk
terhadap clinical melengkapi form
pathway. edukasi.
3. Meningkatkan
kepatuhan terhadap
clinical pathway.
4. Audit kepatuhan CP
disampaikan saat
rapat KOMDIK.

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


88
kebahagiaan kami
Angka Rehabilitasi Medik Pada Pasien
Rawat Inap Stroke
100% 100% 100%
100% 95%
89% 90%
90%
80%
70%
60%
50% Capaian
Standar
40%
30%
20%
10%
0%
September Oktober November
Angka Rehabilitasi Medik Pada Pasien Rawat Inap
Stroke
Plan Do Study Action

Mengupayakan 1. Himbauan hasil Capaian target 1. Mempertahankan


capaian target audit clinical dalam bulan dan meningkatkan
100%
pathway kepada Nopember
standar capaian
DPJP penyakit hingga 100%
syaraf saat mencapai 95% 2. Meningkatkan
pertemuan rutin kepatuhan terhadap
KOMDIK clinical pathway.
2. Meningkatkan 3. Audit kepatuhan CP
kepatuhan disampaikan saat
terhadap clinical rapat KOMDIK.
pathway.

Kesembuhan dan kepuasn anda adalah


90
kebahagiaan kami
3 Pemantauan pelaksanaan program Keselamatan Pasien

Permenkes 1691/MENKES/PER/VIII/2011

Panduan Penerapan :
Nasional Pencatatan Insiden :
7 Standar
Keselamatan Keselamatan
Pasien Pasien Sentinel, Pengawasan :
Rumah 7 Langkah KTD,
Sakit, Edisi Menuju
KTC ,
2, Depkes Keselamatan
Pasien KNC
2008
6 Sasaran
Keselamatan KPC
Pasien

91
PENGERTIAN KESELAMATAN PASIEN
PATIENT SAFETY
Suatu sistem dimana rumah sakit
membuat asuhan pasien lebih aman
meliputi :
• asesmen risiko
• identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan
risiko pasien
• pelaporan dan analisis insiden
• kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya
• implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko
PROGRAM KESELAMATAN PASIEN
RSJD.RM.SOEDJARWADI
Penerapan 7 langkah menuju keselamatan pasien
1. Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien Deklarasi Keselamatan
Pasien
2. Pimpin dan dukung staf anda tim mutu, Quality Champion, Ronde
Keselamatan Pasien
3. Integrasikan aktivitas pengelolaan resiko  Risk Assessment
4. Kembangkan sistem pelaporan  Incident report
5. Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien Libatkan keluarga
6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien  Sosialisasi
dan pelatihan RCA
7. Cegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien  FMEA

93
KEGIATAN KESELAMATAN PASIEN
RSJD.RM.SOEDJARWADI
1 Pembentukan tim KPRS
2 Pelatihan patient safety
3 Deklarasi keselamatan pasien
4 Pelatihan BLS
5 Lomba Cuci Tangan
6 Ronde Keselamatan Pasien
7 Sosialisasi keselamatan pasien untuk meningkatkan laporan terutama KNC
8 Menerima laporan tiap unit
9 Analisis Akar Masalah dengan RCA
10 Evaluasi dan monitoring pedoman, program kegiatan, dan pelaksanaan
pasien safety
11 Analisis masalah dengan Failure Mode Efek Analisis
(FMEA)

94
KEGIATAN BERKAITAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN

SKP 1 SKP 2 SKP 3

SKP 4 SKP 5 SKP 6


KEGIATAN KESELAMATAN PASIEN

Deklarasi Keselamatan Workshop Internal Patient


Pasien Safety

Banner IPSG
Ronde Keselamatan
pasien
97
ALUR PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

UNIT ATASAN LANGSUNG TIM KP RS DIREKSI KKP PERSI


LAPORAN
KEJADIAN
(2X24 JAM)
INSIDEN
KNC/KTD
ATASAN
LANGSUNG
TANGANI
SEGERA LAPORAN
GRADING KEJADIAN
HASIL IVESTIGASI
BIRU MERAH
HIJAU KUNING ANALISA
REGRADING
INVESTIGASI
SEDERHANA
RCA
REKOMENDASI
FEED PEMBELAJARAN
BACK KE LAPORAN LAPORAN
REKOMENDASI
UNIT

98
ANALISIS INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

SENTINEL RCA

MERAH &
KTD KUNING

RISK
GRADING BIRU &
HIJAU
KNC
INVESTIGASI
SEDERHANA

99
laporan insiden keselamatan pasien bulan Januari sd November 20xx
14

12

10

6 Column1

0
A RI A RI E T RIL EI NI
Ju
li
tu s
b er b er b er
U U AR AP M JU us m to
N B R M A g te k v em
JA E p O
F Se No
Trend Insiden Semester 1 20xx

Administrasi

Pasien jatuh

Keterlambatan pemberian obat; 1 Agresif


Keterlambatan pemeriksaan penunjang;
1
Salah pemberian diet; 1 Administrasi; 4 Medical error
Pasien jatuh; 4
Infeksi jarum infus; 3
Kekerasan sexual; 1 Salah identifikasi

Melarikan diri; 2
Melarikan diri

Kekerasan sexual
Agresif; 3

Salah identifikasi; 1
Infeksi jarum infus
Medical error; 10

Salah pemberian diet

Keterlambatan pemeriksaan
penunjang

Keterlambatan pemberian obat


TREN JENIS INSIDEN 20xx

40 37

35
30
25
19
20 Tipe Insiden

15
10 6
4
5
0
KTC KNC KTD Sentinel
RCA PASIEN JATUH

TIM KPRS
RSJD. PARIPURNA
Root Cause Analisis
• Adalah Proses terstruktur yang menggunakan
metode analitik yg dikenal Memungkinkan kita
untuk bertanya “bagaimana” dan “mengapa”
dengan cara yg obyektif untuk mengungkap faktor
kausal yg menyebabkan insiden keselamatan pasien
• Belajar bagaimana mencegah insiden serupa tidak
terjadi lagi
Laporan Insiden ke Tim KP RS
• Tanggal : xx xxxxxxx 20xx
• pasien jatuh di depan kamar mandi
• Nama :TN R A N
• No RM : 0659XX
• Ruangan : XXXXXX
• Band risiko: Extreme (merah) (pasien cidera frekuensi
terjadi beberapa kali dalam setahun)
TIM
• Ketua : dr. Setiawan (ka inst. IGD)
• Anggota :
1. yana, S.Kep. (ka sie perawatan)
2. Dr sari ningsih SpKJ, M.Kes (dr konsulen)
3. Dr anita tin (Ka inst. lab/dr jaga)
4. anto S.Kep.Ners (ka ruang Flamboyan)
5. yono S.Kep.Ners (ruang IGD)
• Notulen : narto, S.Kep.Ners (sekretaris KPRS)
HASIL INVESTIGASI
SUMBER INVESTIGASI
• laporan insiden: tanggal xx xxxxxxx 20xx
• Data dari status pasien : xx xxxxxxx20xx
• Interview :xx xxxxxxx 20xx
Dilakukan kepada DPJP, Perawat
ruangan dan cleaning service
• Observasi: xx xxxxxxx 20xx
Observasi lokasi kejadian: tempat
lokasi tidak licin
HASIL INVESTIGASI
• Pasien masuk Rumah Sakit melaluhi IGD RSJD. paripurna pada tanggal 21 xxxxxxx 20xx,
TD: 110/70 mmHg S: 36.2 N: 88 x/mnt BB tidak ada, berdasarkan hasil
penelusuran distatus dengan diagnosis medis psikosis, jam pasien datang saat di IGD
tidak ditulis. Dari hasil interview perawat R XXXXXX pasien masuk R XXXXXX jam
00.05 wib.
• Tanggal : 22 xxxxxxx 20xx, jam 00,05 Wib pasien dpindah diruang XXXXXX dengan
kondisi: gelisah, tegang, Bloking, Rawat diri kurang, obsesi pulang ++, makan/minum
menolak, dilakukan fixasi longgar, obesitas dari hasil interview kondisi pasien tidak
kooperatif hasil laborat AL : 17.500
• Tgl 22 xxxxxxx 20xx, jam 08,00 Wib dengan kondisi: fiksasi dilepas, bloking, tidak mau
makan, rawat diri -, ganti pakaian dibimbing, Ngompol, hipoaktif, menyendiri, interaksi
sosial kurang, pasien puasa mulai jam 20,00 Wib untuk pemeriksaan laborat darah rutin,
cholesterol total, HDL, LDL, TG, GDS, ureum, creat, GOT/GPT, Dari hasil interview
pasien tidak bisa di tensi karena manset tidak mencukupi karena pasien terlalu gemuk. BB
Pasien tidak diukur. Dari riwayat kontrol di poli penyakit dalam tgl BB pasien
148 kg
• Tgl 23 xxxxxxx 20xx, JAM 08,00 WIB dengan kondisi: bloking, rawat diri -, pasif,
perilaku non kooperatif, pemeriksaan darah, pasien mau makan 3 sdm, minum 1 gelas,
mau ikut kegiatan TAK.
• Jam 08,30 WIB dr SPKJ visite pasien jalan kekamar mandi, kemudian pasien terjatuh,
pasien dalam kondisi pingsan dan pucat
TD : 190/110 S: 37,6 N: 144 x/mnt
Hasil interview dengan perawat dan CS kondisi lantai kering dan tidak licin
Tindakan yang dilakukan di ruang XXXXXX
• Meletakkan pasien di TT dengan kepala dinaikkan 15
• Pasang 02 3 LPM
• Pasang bedside monitor
• Pasang infus RL 20 tpm
• Obat oral captopril 12.5 mg
• Cek EKG
• Cek cito gds: 119
• Observasi TTV, KU dan kesadaran
• Hasil tindakan:
• Pasien menolak minum dan obat captopril 12.5 mg tidak masuk
• TD : 190/110 S: 38,7 N: 144 x/mnt
• Hubungi keluarga, ± 30 menit keluarga datang
• Kemudian pasien dirujuk ke RSST
LANGKAH 4 KRONOLOGI KEJADIAN
TUBULAR TIMELINE
WAKTU/ Tgl 21-xx-20xx Tgl 22-xx-20xx Tgl 22-xx-20xx Tgl 22-xx-20xx Tgl 22-xx-20xx Tgl 23-xx-20xx Tgl 23-xx-20xx
KEJADIAN Jam 23.30 WIB Jam 00.05 WIB Jam 08.30 WIB Jam 14.00 WIB Jam 20.00 WIB Jam 08.00 WIB Jam 08.30 WIB
KEJADIAN Tn RAN Tn RAN Tn RAN Tn RAN   Tn RAN  

MRS dengan Di pindah dari 1. Masih dirawat Di Masih dirawat Di Ruang Masih dirawat Di
Diagnosa medis ruang IGD KE R Ruang IPIP IPIP ditempatkan Ruang IPIP
Obs. Psikosis IPIP ditempatkan diruang diruang isolasi fixasi dipindahkan dari
  isolasi fixasi dilepas dilepas ruang isolasi
2. Pasien mengeluh
ampeg (sesak)
INFORMASI Keadaan pasien: Tn RAN Keadaan pasien: Keadaan pasien: Keadaan pasien:  Blocking Pasien jalan ke kamar mandi
TAMBAHAN Pasien terjatuh
Bicara sendiri, Di R IPIP  Bicara kurang terarah  Mondar-mandir  Mondar-mandir  Pasif Pingsan saat kejadian
impulsive, emosi ditempatkan  Bicara sendiri  Obsesi Pulang  Obsesi Pulang  Sikap non Pucat
labil, sikap non diruang isolasi  WBC 20.8 ribu T  Gelisah  Gelisah kooperatif TD 190/110 mmHg S:376˚ C N:144x/mnt
 
kooperatif dan dilakukan 37.5 C  Sikap non kooperatif  Bicara sendiri  Makan 3 sdm
fixasi  Mondar-mandir  Bicara sendiri  Bingung  Minum 1 gelas
Hasil pemeriksaan  Tidak mau makan  Bingung  TD:
lab belum diambil  Menyendiri  Face tegang 140/80mmHg
dan petugas  Hipoaktif t :? N: ? R:?
laborat blm  Gelisah  Makan 5
laporan sendok, minum
1 cangkir
GOOD Sampel   Advis dr: Instruksi balance cairan     Dilakukan penganan di tempat kejadian:
PRACTICE Atur Head up 15˚
laboratorium  Cek EKG Observasi TTV O2 3 LPM
sudah diambil di  Foto Thorax Infus RL TPM
IGD  Cek ulang laborat: Pasang bed side monitor
Menghubungi keluarga
lengkap
Pasien dirujuk KE RSST

MASALAH Penulisan status 1. Critical value 1. Tensi tidak diukur VS belum diukur Nadi, Suhu dan Pasien ikut kegiatan
PELAYANAN
pasien tidak pemeriksan 2. Dr umum tidak visite Belum Dapat terahpy respirasi tidak TAK belum ada
lengkap jam laborat belum   untuk keluhan fisik diukur asesmen risiko jatuh
kedatangan tidak dilaporkan
ditulis 2. Tidak dilakukan
TTV Ulang
LANGKAH 5
CROUD MANAGEMEN PROBLEM
NO CMP TOOLS

1 Penulisan status pasien tidak lengkap jam kedatangan tidak ditulis 5 Why

2 Dokumentasi tidak lengkap 5 Why

3 Hasil pemeriksaan laboratorium tidak dilaporkan 5 Why

4 Tidak dilakukan pemeriksaan TTV Fish bone

5 Dr Umum penanggung jawab tidak visit 5 Why

6 Belum dilakukan tindak lanjut temuan klinis 5 Why

7 Pasien gelisah dengan keluhan fisik berisiko jatuh dilakukan TAK 5 Why
LANGKAH 6
CMP 1: Penulisan status pasien tidak lengkap
jam kedatangan tidak ditulis dengan 5 Why
 
1
Petugas lupa menulis
 
2
Tidak ada kolom tanggal dan jam kedatangan dilembar
pemeriksaan status pasien
 
3  
Belum dilakukan evaluasi form RM secaraberkala
 
4
Panitia RM Belum bekerja secara maksimal
 
AAM
CMP 2 Dokumentasi pasien tidak lengkap
 
1
Tidak ada hasil pemeriksaan TTV
 
2
Tidak dilakukan pemeriksaan TTV
 
3  
Alat tidak bisa mengukur pasien dengan obesitas
 
4
Alat yang dimodifikasi disimpan dialmari dalam
keadaan terkunci
 
5
Kunci dibawa 1 orang
 
AAM
CMP 3
Hasil pemeriksaan laborat tidak dilaporkan DPJP
 

Tidak tahu bahwa nilai laborat tertentu harus lapor


1 dokter
 
Belum ada protap tentang laporan hasil laboratorium 
2

 
3 Tidak ada kebijakan tentang critical value
 
AAM
CMP 5 : Dr Umum Ruang
rawat tidak visit
1 Bertugas di unit lain 

Tidak tahu uraian tugas di bangsal 


2

Belum ada uraian tugas dr umum


3
di rawat inap 
AAM CMP 6: Belum dilakukan tindak lanjut
temuan klinis
1 Belum dikonsulkan SPPD

2 Tidak bisa dihubungi

3 Bekerja ditempat yang lain

4 Dokter tamu

5 RSJD PARIPURNA belum punya SpPD


CMP 7: Pasien gelisah dengan keluhan
fisik: berisiko jatuh dilakukan TAK

Tidak dilakukan asesmen risiko jatuh


1  

Petugas belum tahu


2

3 Belum dilakukan sosialisasi risiko jatuh

4 Belum ada tools asesmen risiko jatuh ,kriteria


pasien
CMP 4
FISH BONE TIDAK DILAKUKAN PEMERIKSAAN TTV

METHODE MAN
SOP PENGUKURAN Beban kerja tinggi
TD

Lupa menulis
malas

SOP observasi
Lupa menyimpan
alat Tidak
dilakukan
TTV
Pasien banyak
Alat Rusak
Pasien Gelisah
Ruangan tidak
standar

Manset Terlalu
kecil Obesitas

MATERIAL ENVIRONMEN
LANGKAH 7
RECOMENDASI DAN RENCANA TINDAK LANJUT
NO Akar Masalah Tindakan Tingkat Penanggung Waktu Sumber Daya Bukti penyelesaian
Rekomendasi Jawab
1 Panitia RM Belum Mengusulkan ke direktur Direktur Ketua panitia RM 10 Hari Menyediakan Format RM Baru dan
bekerja secara untuk melakukan evaluasi cetakan form RM form assessment resiko
maksimal form RM termasuk jatuh
assessment RI
2 Kunci peralatan Meletakkan peralatan medis Kepala ruang Kepala ruang IPIP 3 Hari Troli/tempat Peralatan medis mudah
medis dibawa 1 ditempat yang mudah diakses IPIP peralatan medis diakses Semua petugas
orang semua petugas
3 Tidak ada kebijakan Membuat critical value hasil Direktur Ka Instalasi 10 Hari Sudah ada critical critical value hasil
tentang critical value laboratorium value hasil pemeriksaan
pemeriksaan laborat, pemeriksaan laboratorium sudah
sosialisasi critical value hasil laboratorium
pemeriksaan laboratorium disosialisasikan
5 Belum dilakukan Koordinasi dengan DR SpPD Direktur Komite medik 30 Hari Koordinasi dengan Jadual konsultasi
tindak lanjut temuan untuk jadual konsultasi DPJP jadual
klinis konsultasi
6 Dilakukan kegiatan  Membuat tools Assesmen Ka ruang IPIP Ka ruang IPIP 30 Hari Asesmen risiko Sudah tersedia form
Teraphi Aktifitas risiko jatuh jatuh dan form asesmen risiko jatuh
kelompok pada  Menyusun pedoman evaluasi risiko dan evaluasi risiko jatuh
pencegahan risiko jatuh
pasien IPIP tidak jatuh dan implementasikan
 Melakukan edukasi pada
dilakukan asesmen pasien dan keluarga
risiko jatuh  Memasang penanda risiko Form Penanda risiko
jatuh jatuh
BUKTI TINDAK LANJUT RCA PASIEN JATUH
Panss EC salah satu indikator menentukan kegiatan pasien
Assesmen risiko jatuh saat di IGD
Uraian tugas dr Ruangan
SOP NILAI KRITIS PEMERIKSAAN LAB DAN PELAKSANAAN
FASILITAS PENDUKUNG PENCEGAHAN RISIKO JATUH

Tempat tidur menggunakan bed side rel dan tinggi Bed (60 cm)
Fasilitas di RS mendukung pencegahan risiko jatuh
Hand riil diruangan yang direhab
Unit tertentu terpasang hand riil
Penambahan Alas sehingga lantai tidak licin
HAND RIIL
INSIDEN PASIEN LARI

RSJD paripurna PROVINSI JAWA


TENGAH
TAHUN 20xx
Laporan Insiden ke Tim KP RS
• Tanggal : 20xx
• Pasien lari
• Nama :TN
• No RM : XX
• Ruangan : Heliconia
• Band risiko: Extreme (merah) (pasien tidak
ditemukan frekuensi terjadi beberapa kali
dalam setahun)
TIM RCA PASIEN LARI
• Ketua : dr. usman
• Anggota :
1. jiyana, S.Kep. (ka sie perawatan)
2. Dr andar SpKJ (dr konsulen)
3. (Ka inst. lab/dr jaga)
4. anto S.Kep.Ners (ka ruang )
5. yani S.Kep.Ners (ruang IGD)
• Notulen : Tinarto, S.Kep.Ners (sekretaris KPRS)
HASIL INVESTIGASI
SUMBER INVESTIGASI
• laporan insiden: tanggal xx xxxxxxx 20xx
• Data dari status pasien : xx xxxxxxx20xx
• Interview :xx xxxxxxx 20xx
Dilakukan kepada DPJP, Perawat
ruangan dan satpam
• Observasi: xx xxxxxxx 20xx
Observasi lokasi kejadian: tempat
kejadian tidak ada kuncinya
• Identitas :
• Umur : > 30 tahun – 65 tahun.
• Jenis Kelamin : perempuan.
• Penanggung biaya pasien : PBI dinsos Purworejo
Hasil investigasi
• xx xxxx 20xx jam 21.00 WIB
• Perawat mengecek jumlah pasien, jumlah pasien sesuai. Perawat menganjurkan untuk
istirahat malam.
• xx xxxx 20xx jam 01.00 WIB
• Perawat istirahat dan masih melihat pasien masih di kamar perawatan
• 26 xxxx 20xx jam 03.00 WIB
• Pasien melarikan diri dari Ruang xxxxxx. Perawat R.xxxxxx mendapat informasi via phone dari
satpam bahwa pasien melarikan diri yang terpantau melalui CCTV. Perawat mengecek dan
mengidentifikasi pasien yang lari.pasien melarikan melaui jendela yang tidak ada kuncinya.
• 26 xxxx 20xx jam 03.10-04.00 WIB
• Satpam dan perawat melakukan pengejaran sekitar lingkungan rumah sakit, hujan deras
menyulitkan pencarian.pasien tidak ditemukan.
• 26 xxxx 20xx jam 10.00 WIB
• Lapor keswamas dan dinsos purwokerto serta dilanjutakan pengisian incident report.Menurut
perawat R. xxxxxx selama ini pasien menunjukkan gejala pasif, jarang bekomunikasi dan
membatasi pergaulan. Tidak ditemukan tanda-tanda bahwa pasien berkeinginan melarikan
diri atau ingin pulang. Selama ini tida ada prosedur untuk asesmen resiko melarikan diri.
Band resiko = 4 (sering) x 4 (mayor)= 16 extreme

Warna Bands : merah


( Sangat tinggi/ Ekstrim ) = RCA
LANGKAH 4
FORM TABULAR TIMELINE
WAKTU/ xx xxxx 20xx j xx xxxx j 01.00 26 xxxx j 03.00 26 xxxx jam 03.15 26 xxxx jam 26 xxxx j 10.00
KEJADIAN 21.00 05.30 WIB
KEJADIAN Perawat masih Perawat istirahat Perawat mendapat Perawat dan Perawat dan Pembuatan
  melihat pasien dan melihat informasi via satpam melakukan satpam kembali incident report
ada di dalam pasien masih di phone bahwa ada pencarian ke RS dan pasien
kamar perawatan kamar perawatan pasien melarikan tidak ditemukan
diri

INFORMASI Perawat Perawat Perwawat Pencarian   Pelaporan ke


TAMBAHAN menganjurkan menganjurkan melakukan dilakukan sekitar keswamas dan
  untuk untuk istirahat pengecekan dan lingkungan rumah Dinsos Purworejo
istirahat.tidak ada mengidentifikasi sakit hingga jalan
gerak gerik pasien yang bendogantungan
melarikan diri melarikan diri,
jendela dalam
keadaan tertutup
tidak ada kunci

GOOD PRACTICE     Satpam melapor      


  pada perawat
adanya pasien yg
melarikan diri

MASALAH SOP observasi Tidak ada bukti Kunci jendela tidak Jumlah personel    
PELAYANAN tidak ada dilakukannya ada pencarian kurang
  observasi
LANGKAH 5
LANGKAH 5
CMP CMP

NO CMP TOOLS

1
SOP tidak sesuai 5 Why
2 Tidak ada bukti dilakukannya 5 Why
observasi

3
Kunci jendela tidak memadai 5 Why
4 Jumlah personel pencarian 5 Why
kurang
LANGKAH 6
5 Why
SOP tidak sesuai
Melakukan pengecekan/tidak???
Tidak ada kriteria waktu tertentu untuk melakukan
pengecekan

Tidak SOP ada yang jelas


SOP tidak direvisi
CMP 2: Tidak ada bukti dilakukannya observasi

Tidak ada bukti dilakukannya observasi

Tidak melakukan pengecekan secara rutin

Tidak ada form tertentu utk pengecekan


CMP 3: 5 Why

Kunci jendela tidak memadai

Mudah dibuka

Kunci hanya dari dalam

Tidak ada kunci tambahan dari luar

Sudah diusulkan tetapi belum terpasang


LANGKAH 7
RECOMENDASI DAN RENCANA TINDAK LANJUT
NO Akar Tindakan Tingkat Penanggung Waktu Sumber Bukti paraf
Masalah Rekomendasi Jawab Daya penyelesaian

1 SOP tidak Mengusulkan Direktur Komite 10 Hari Menyediaka SOP Observasi  


direvisi revisi SOP tentang keperawata n cetakan pasien jiwa
observasi pasien n form SOP

2 Tidak ada Membuat form Panitia RM Kepala 10 Hari Menyediaka Form observasi  
form tertentu observasi ruang n cetakan
untuk form
observasi

3 Sudah Memasang kunci Kasi Kepala 10 Hari Alat kunci Terpasang kunci  
diusulkan keperawatan ruang pengaman dari luar
pemasngan dari luar
kunci tetapi
belum
dipasang
BUKTI TINDAK LANJUT RCA PASIEN LARI
BUKTI TINDAK LANJUT RCA PASIEN LARI
BUKTI TINDAK LANJUT RCA PASIEN LARI
BUKTI TINDAK LANJUT RCA PASIEN LARI

• FOTO SOP PENGAWASAN PASIEN RESIKO LARI


TINGGI
BUKTI TINDAK LANJUT RCA PASIEN LARI

• FOTO LEMBAR REKAM MEDIS ASESMEN


PASIEN LARI
FMEA

(FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS)

RESTRAIN FISIK PADA PASIEN JIWA


Risk priority
  RISIKO DAMPAK P F A R KRITERIA KETERANGAN PENGENDALIAN RISIKO

Resiko terjadi luka Kerugian


1 fiksasi/restrain pengikatan pada pasien
6 4 3 72 Substansial Mengurangi resiko Desain alat restrain yang baru

tindakan perbaikan dapat


Resiko pasien melarikan Kerugian dijadwalkan kemudian dan Mereview SPO , mengurangi akses
2 diri pada pasien
6 3 3 54 Menengah
penanganan cukup dilakukan keluar rumah sakit.
dengan prosedur yang ada

tindakan perbaikan dapat


Kerugian dijadwalkan kemudian dan
3 Resiko cidera/menciderai pada pasien 6 3 3 54 Menengah penanganan cukup dilakukan SPO Observasi, ruang isolasi
dengan prosedur yang ada

tindakan perbaikan dapat


Kerugian dijadwalkan kemudian dan
4 Resiko pasien jatuh
pada pasien
3 4 2 36 Menengah
penanganan cukup dilakukan
assesmen dan evaluasi risiko jatuh
dengan prosedur yang ada

tindakan perbaikan dapat


Kesalahan pemberian obat Kerugian dijadwalkan kemudian dan
5 injeksi pada pasien
6 2 4 36
penanganan cukup dilakukan
pemberian obat 6 benar, double cek
dengan prosedur yang ada
Menengah
LANGKAH FMEA
1. Pilih proses yang paling beresiko
2. Gambarkan proses.
3. Lakukan brainstorming terhadap potensi kegagalan
dan dampaknya
4. Prioritaskan modus kegagalan
5. Lakukan RCA terhadap modus kegagalan
6. Lakukan proses redisign
7. Lakukan analisis dan uji terhadap proses baru
8. Laksanakan dan monitoring terhadap redesign proses
FLOWCHART RESTRAIN

Pasien gaduh Pengkajian


gelisah Awal

Penempatan
pasien di ruang
isolasi

Pengikatan Pelaporan
/restrain DPJP
RISK PRIORITY NUMBER

Likelihood
Potential Failure Potential Causes of Potential Current Controls Recommended

Detection
Severity
Mode Failure Effects of Action
Failure

RPN
1 Alat fiksasi kaku Bahan dan jenis cidera Alat fiksasi tidak 5 4 4 80 Remodifikasi
alat fiksasi kurang dicek alat fiksasi
baik
2 Metode Belum adanya cidera SPO belum ada 5 4 3 60 Pembuatan
pengikatan pelatihan dan SPO SPO
belum mengenai cara
terstandarisasi pengikatan
3 SPO kurang Perawat kurang cidera SPO 2belum 4 3 4 48 Pembuatan
detail memahami SPO tersosialisasi SPO dan
sosilaisasi
4 Jumlah alat Alat restrains Cidera Pengadaan alat 3 4 2 24 Pengadaan
tidak memadai banyak yang hilang belum maksimal alat fiksasi
atau rusak serta buku
cek alat
Sub proses Pengikatan/restrain

• Alat fiksasi putus atau lepas, kaku


• Metode pengikatan belum
terstandarisasi
• SPO kurang detail
• Jumlah alat tidak memadai
ACTION PLAN
Failure cause Recomend Action achive Implement Impl Impleme Reso Resourc Evidence of
mode ation Recomendati ation by eme ntation urce e completion
on Whom ntati of the requi require
How on Place red d
by where (Time (Money
Whe ) )
n

Alat fiksasi Bahan dan jenis Remodifi Modifikasi Medis XXX Rawat 1 Anggar Alat
putus/lep alat fiksasi kasi alat alat dan XXX Inap Bula an RS Restrain
as kurang baik fiksasi Restrain Keperawa n terstandari
tan sasi

Metode Belum adanya Pembuat SOP baru Medis Rawat 1 Anggar Perawat
Pengikata pelatihan dan an SPO dan Inap bula an RS memehami
n belum SPO mengenai Keperawa n dan
terstandar cara restrain tan menjalank
isasi an SPO

SPO Perawat kurang Pembuat Pembuatan Medis Rawat 1 Anggar Perawat


kurang memahami SPO an SPO SOP dan dan Inap bula an RS memehami
detail dan sosialisasi keperawa n dan
Sosialisas tan menjalank
i an SPO

Jumlah Alat restrain Pengadaa Penyediaan pengadaa Rawat 1 Alat


alat tidak banyak n alat n Inap Bula restrain
memadai hilang/rusak fiksasi n terpenuhi
TAKING ACTION

Alat
Rest
rain
baru
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN FMEA
RESTRAIN PENGIKATAN PASIEN JIWA

NO KEGIATAN 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1
1 Pembentukan v
tim
2 Langkah 1 & 2 v
3 Langkah 3 & 4 v
4 Langkah 5 & 6 v
5 Langkah 7 v v
6 Langkah 8 v
ANGKA KEJADIAN LUKA / CIDERA
AKIBAT RESTRAIN

6
5
4
3 STANDART
HASIL
2
1
0
EI I LI S
N U U BE
R ER BE
R
BE
R
M JU J S T O B
M
U
TE
M T E EM
AG P OK V E S
SE NO D
4 Pemantauan mutu unit kerja

1. Identifikasi indikator yg sudah dipergunakan di unit kerja


2. Pilih dan tetapkan indikator unit kerja
3. Penyusunan prosedur pencatatan, pelaporan, analisa & feedback data
indikator mutu unit kerja
4. Edukasi PJ/PIC pengumpul indikator
5. Menyusun kuesioner evaluasi keluhan pasien
6. Melakukan cost analysis biaya di unit pelayanan
7. Pengumpulan data
8. Analisa data
9. Pelaporan
10. Feedback
11. Rencana Tindak Lanjut (RTL)

TOTAL 77 INDIKATOR

164
5 Monitoring peningkatan mutu SDM

WORKSHOP PATIENT SAFETY DAN MANAJEMEN RESIKO KLINIS


NARA SUMBER : KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT (KARS)
WORKSHOP PATIENT SAFETY DAN MANAJEMEN RESIKO KLINIS
KERJASAMA DENGAN BAGIAN DIKLIT RSUD Dr. MOEWARDI

166
PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE

167
SOSIALISASI
PROGRAM MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
UNTUK SELURUH PEGAWAI
RSJD paripurna

168
6 Manajemen Resiko terintegrasi

Menetapkan lingkup
Manajemen risiko
Kajian risiko (risk assessment)

Identifikasi risiko Monitoring,


Komunikasi audit
dan dan
Konsultasi Analisis risiko Tinjauan
pada (review)
stakeholders Dukungan
Evaluasi risiko
internal
tdk
ya

Tindakan/treatment
terhadap
risiko
DAFTAR RESIKO RSJD paripurna
NO RISIKO DAMPAK P F A R KRITERIA KETERANGAN PENGENDALIAN RISIKO
Mengganti atau membeli alat,
Resiko terjadi luka mengembangkan sisten informasi,
Kerugian
1 fiksasi/restrain pada pasien 6 4 3 72 Substansial Mengurangi resiko melaksanakan perbaikan prosedur
pengikatan dan penyegaran materi serta
ketrampilan, perbaikan SPO
tindakan perbaikan dapat merencanakan bangunan yang
Resiko pasien Kerugian dijadwalkan kemudian dan mencegah pasien lari, Mereview
2
melarikan diri pada pasien
6 3 3 54 Menengah penanganan cukup SPO yang sudah ada kemudian
dilakukan dengan prosedur melakukan prosedur sesuai
yang ada dengan SPO
tindakan perbaikan dapat
dijadwalkan kemudian dan
3 Resiko Kerugian 6 3 3 54 Menengah penanganan cukup pengawasan pasien
cidera/menciderai pada pasien
dilakukan dengan prosedur
yang ada
tindakan perbaikan dapat
Kerugian dijadwalkan kemudian dan Pengawasan pasien, penggunaan
4 Pasien cidera / terluka
pada pasien
6 2 3 36 Menengah penanganan cukup
dilakukan dengan prosedur obat anti psikotik generasi baru
yang ada
tindakan perbaikan dapat Melengkapi asesmen resiko jatuh,
dijadwalkan kemudian dan
Kerugian pemberian gelang resiko jatuh,
5 Resiko pasien jatuh
pada pasien
3 4 2 36 Menengah penanganan cukup
tempat tidur yang rendah, lantai
dilakukan dengan prosedur kering , hand riil
yang ada
tindakan perbaikan dapat
dijadwalkan kemudian dan
Kesalahan pemberian Kerugian pelabelan obat LASA,, DOUBLE
6 obat injeksi pada pasien Menengah penanganan cukup CEK, memberi label HIGH ALERT
dilakukan dengan prosedur
6 2 4 36 yang ada
Stok obat di RS Perlu langkah dari manajemen
Kerugian
7 pada pasien Menengah Mengurangi resiko untuk mengurangi resiko termasuk
tidak ada 6 4 2 36 prosedur pengadaan obat
tindakan perbaikan dapat
dijadwalkan kemudian dan
Resiko kesalahan Kerugian
8 pemberian obat pada pasien 6 4 1 32 Menengah penanganan cukup pelabelan obat LASA,
dilakukan dengan prosedur
yang ada
tindakan perbaikan dapat
Insiden kesalahan Kerugian dijadwalkan kemudian dan pelabelan obat LASA,, DOUBLE
9 penyerahan obat pada 3 1 7 21 Menengah penanganan cukup
pasien IRNA pada pasien dilakukan dengan prosedur CEK, memberi label HIGH ALERT
yang ada
7 Pemantauan penilaian kontrak kerja

Jenis Kerja sama


Renovasi Ruang C CV. AD
Asuransi barang milik daerah PT. AS
Pengadaan cetak kebutuhan akreditasi PT. RIZQI CEND
Jasa cleaning service CV. NUS
Cetakan Pelayanan Rumah Sakit CV. SI
Pengamanan kantor PT. GARU
Renovasi Ruang Tunggu CT SCAN CV. SEKA
Pengadaan alat listrik dan elektronik CV. PANDU
pelayanan rumah sakit

172
HASIL KERJA

• Kualitas pekerjaan baik sesuai dengan spek


• Hasil kerja tepat waktu
• Respon terhadap keluhan cepat

173
TINDAK LANJUT
• Kerjasama dapat dilanjutkan
• Diadakan evaluasi ulang berkala
• Melibatkan unit pengguna untuk memonitor
hasil kerjasama
• Melibatkan bagian pengaduan / IPKH2I untuk
untuk menampung complain dari pelanggan
internal dan external

174
8 Monitoring Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

1. Monitoring Hand Hygiene


2. Survei Infeksi
3. Monitoring penggunaan APD
4. Monitoring pengelolaan Limbah
5. Monitoring pengelolaan Makanan
6. Monitoring pementauan Kualitas Air
7. Monitoring Infection Cotrol Risk Assessment HAIs dan
Bangunan/Renovasi
8. Pengelolaan Laundry dan linen
9. Pendidikan dan Pelatihan Staff

175
LOMBA DANCE 6 LANGKAH CUCI TANGAN
tingkat RSJ
SOSIALISASI HAND HIGYENE
saat apel pagi
LOMBA DANCE 6 LANGKAH CUCI TANGAN
tingkat JATENG-DIY
TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI SELURUH CIVITAS HOSPITALIA
RSJD paripurna
MARI BERSAMA MEMBUDAYAKAN CUCI TANGAN

Cuci tangan masal Direktur mempraktekkan cuci tangan Sosialisasi cuci tangan

Lomba cuci tangan Demo Cuci tangan Semua cuci tangan


KEGIATAN IHT: Patient Safety Dan Manajemen Resiko
KEGIATAN IHT: Patient Safety Dan Manajemen Resiko
9. PENILAIAN KINERJA
INDIVIDU
SA

D
SA
RA
N

P
KIN
ERJ
A
PE

3
GA
WAI
(SK
P)

Kesembuhan dan kepuasan anda adalah


182
ebagiaan kami
TERIMA KASIH