Anda di halaman 1dari 47

PENCEGAHAN DAN

PENGENDALIAN INFEKSI
TUBERKULOSIS(TB)

PERKUMPUAN PENGENDALI INFEKSI INDONESIA


(PERDALIN)
TUJUAN
PEMBELAJARAN
■ Mengenalkan PPI TB agar difahami petugas kesehatan untuk
dilaksanakan dalam pengendalian infeksi TB di Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama (FKTP) sesuai kebijakan
■ Memahami pelaksanaan pemeriksaan BTA di FKTP

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


POKOK
BAHASAN
■ PENDAHULUAN
■ PENULARAN TB
■ PELAYANAN TB SAAT PANDEMI COVID-
19
■ PPI TB DI FKTP
■ PEMERIKSAAN BTA DI FKTP

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PENDAHULUAN
WHO pada tahun 1995 mendeklarasikan TB sebagai suatu global
health emergency
■ Laporan WHO (2010) memperkirakan ada 8,8 juta pasien TB baru
dan 2,6 juta diantaranya adalah pasien dengan Basil Tahan
Asam (BTA) positif dengan 1,1 juta angka kematian pasien
pertahun di seluruh dunia
■ Bertambahnya jumlah kasus kekebalan ganda kuman TB terhadap
OAT lini pertama atau disebut Multidrug Resistance TB (MDR) bahkan
Extensively atau Extremely Drug Resistance (XDR), yaitu resistensi
terhadap OAT lini kedua

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PENDAHULUAN
Risiko infeksi TB pada petugas
Insiden infeksi TB pada petugas kesehatan adalah 69 -
5,780/100,000.
Angka kejadian infeksi TB pada health care workers atau
kelompok berisiko tinggi, terus meningkat. Sehingga infeksi
TB menjadi penyakit akibat kerja (occupational disease), yang
mempengaruhi kinerja dan produktivitas kerja mereka.
Risiko infeksi TB adalah 0.5 -14.3% per tahun

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PENULARAN TB
■ Melalui partikel kecil<5mm membawa mikroba bersama aliran udara >2
m dari sumber. droplet nuclei saat seseorang batuk, bersin, berbicara,
berteriak atau bernyanyi, partikel kemudian terhirup (airborne
transmission)
■ Dampak penularan tergantung dosis, lama paparan, daya tahan individu
dan virulensi Mycobacterium TB
■ Faktor yang mempengaruhi penularan TB:
– Frekuensi kontak langsung
– Lama kontak
– Kontak dengan pasien yang belum terdiagnosis dan belum diobati
– Ventilasi yang tidak memadai
– Status bakteriologis sumber penular
PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC
PENULARAN TB
■ Beberapa keadaan TB paru yang dapat meningkatkan risiko
penularan:
 Batuk produktif
 BTA positif
 Kavitas
 Tidak menerapkan etika batuk (tidak menutup hidung atau mulut
saat batuk dan bersin)
 Tidak mendapat OAT
 Dilakukan tindakan intervensi (induksi sputum, bronkoskopi,
suction)

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PENULARAN TB
■ Unit / bagian Fasyankes yang berisiko lebih tinggi terjadinya penularan
adalah:
– Unit DOTS
– Poli paru
– Ruang tunggu / antrian
– Tempat kultur dan DST
– Tempat pengumpulan dahak
– Laboratorium pemeriksaan dahak BTA, Kultur BTA dan DST
– Tempat pelayanan MDR
■ Risiko penularan TB di fasyankes dapat diturunkan dengan PPI TB, diagnosis
dini, dan pengobatan secepatnya

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


CARA TRANSMISI TB DAN COVID-
19
TB COVID-19
• Transmisi Airborne • Transmisi droplet dan kontak

• Pasien • AGP bisa transmisi airborne

batuk,bersin,berteriak,menyanyi • Hirup Droplet pasien covid 19 atau


menyentuh permukaan benda mati
MTB dalam droplet nuclei tetap yang terkontaminasi
ada di udara  terhirup orang droplet,mentransmisikan dengan
terinfeksi tangan menyentuh mata,hidung dan
mulut
• Konsentrasi di udara menurun
• Terhirup droplet diudara saat ada
bila ventilasi ruangan baik, dan tindakan yg potensi menimbulkan
terkena sinar matahari aerosol
PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC
PELAYANAN PASIEN TB SELAMA PANDEMI COVID-
19 ■
Penting
pencegahan TB dan layanannya tidak terputus pada saat
pandemi
■ Komunikasi dengan RS/faskes harus tetap terjaga agar pasien TB
terutama yang vulnerable, harus mendapatkan perhatian saat
dibutuhkan, saat terjadi efek samping, komorbid, masalah nutrisi,
stok obat, support mental
■ Mekanisme pemberian obat, pengambilan sample untuk monitor
terapi dirumah
■ Minimalkan datang ke RS/faskes,relawan bantu terapi ke rumah,
juga TBMDR
■ Cegah transmisi COVID ke pasien TB dan sebaliknya

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PELAYANAN PASIEN TB SELAMA PANDEMI COVID-
19
■ Semua pasien TB dihimbau untuk tetap tinggal di rumah, menjaga social
distancing
dan menghindari tempat tempat yang dikunjungi banyak orang
■ Pasien TB sensitive obat pada fase pengobatan intensif, pemberian OAT diberikan
dengan interval tiap 14 - 28 hari.
■ Pasien TB sensitive obat pada fase pengobatan lanjutan, pemberian OAT diberikan
dengan interval tiap 28 - 56 hari.
■ Pasien TB resistan obat pada fase pengobatan intensif, pemberian OAT oral
diberikan dengan interval tiap 7 hari.
■ Pasien TB resistan obat pada fase pengobatan lanjutan, pemberian OAT oral
diberikan dengan frekuensi tiap 14 - 28 hari dengan memperkuat PMO dan
menggunakan modalitas teknologi digital dalam memantau pengobatan.
■ Interval pemberian OAT bisa diperpendek melihat kondisi pasien

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PPI TB DI
FKTP
■ PPI TB merupakan bagian dari PPI pada fasyankes.
■ Kegiatan berupa upaya pengendalian infeksi dengan 4 pilar yaitu :
– Manajerial
– Pengendalian administratif
– Pengendalian lingkungan
– Pengendalian dengan Alat Pelindung Diri

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PENGENDALI TUJUAN TARGET: SIAPA?
AN DIMANA?
1.Manajerial Komitmen manajer untuk Pasien, petugas, pengunjung
mendukung program dengan
mendukung anggaran, fasilitas,
sosialisasi, monev
2.Administratif Menurunkan risiko ekspose Suspek TB,
TemPO yang berisiko ekspose,
TB infeksius,
TB yg resisten OAT
3.Lingkungan  Mencegah penyebaran dan Tempat yang optimal untuk
menurunkan konsentrasi dari meminimalkan risiko
droplet nuklei
 Mengontrol sumber infeksi
 Mendilusi dan mengeluarkan Jaga udara terkontaminasi
udara yg terkontaminasi harus bergerak keluar
 Mengkontrol aliran udara

4.Perlindungan diri Menurunkan risiko saat ekspos penanganan khusus untuk


dengan menggunakan APD yang risiko tinggi
www.perdalin.com
PPI TB DI
FKTP
DUKUNGAN MANAJERIAL
• Membentuk tim PPITB:
(buat perencanaan, buat SOP, sosialisasi, surveilans,
monev)
• Fasilitasi dengan anggaran dan kebijakan
• Peningkatan budaya kerja petugas dalam pelaksanaan PPITB
• Membangun & melaksanakan sistem PPITB
• Pemantauan & evaluasi pelaksanaan PPITB

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PPI TB DI
FKTP
PENGENDALIAN ADMINISTRATIF
■ Melaksanakan triase & pemisahan kasus berpotensi infeksius
■ Menerapkan ‘etika batuk’ untuk mencegah transmisi patogen
■ Mengurangi waktu pasien berada di fasilitas pelayanan
kesehatan.

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PPI TB DI
FKTP
■ Lima Langkah Penatalaksanaan pasien Untuk Mencegah Infeksi TB Pada
Tempat Pelayanan
1. Triase
2. Penyuluhan
3. Pemisahan
4. Pemberian pelayanan segera
5. Investigasi/Pengobatan TB

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


TemP
O
◾ Temukan pasien batuk
(Finding TB Patients Actively)
◾ Pisahkan secara aman
(Separate safely)
◾ Obati dengan tepat
(Treatment)

Bagian dari pilar


administratif PPITB
www.perdalin.com
Langkah strategi TemPO
bagi FKTP
– Temukan pasien batuk
petugas surveilans batuk untuk mengidentifikasi terduga TB
segera mencatat di TB 06 dan mengisi TB 05 dan dirujuk ke
laboratorium.

– Pisahkan secara aman


Petugas surveilens batuk mengarahkan pasien batuk ke tempat area
ventilasi yang baik, terpisah dari pasien lain,serta
diberikan masker.
pasien yang batuk harus didahulukan dalam antrian (prioritas).

www.perdalin.com
Tugas Surveyor
batuk
■ Survey aktif pasien batuk
■ Diberi masker bedah
■ Menanyakan : apakah batuk > 2 minggu,pasien baru ? Lama?
Diagnosis yg lama? Apakah telah periksa BTA ?
■ Di edukasi: etika batuk, dipersilahkan menunggu ditempat terpisah
dari pasien lain
■ Rencana akan berdiri di dekat mesin ambil antrian di BPJS
dengan banner yang membantu pertanyaan yang perlu
ditanyakan

www.perdalin.com
No Warna Prioritas diperuntukkan
1 Merah Utama 1. Terduga TB
2. Pasien TB BTA positif
3. Pasien TB BTA positif setelah fase
intensif belum konversi
4. Pasien TB BTA positif sudah konversi
pada bulan ke-2, positif kembali di
bulan ke-5
5. TB dengan gambaran foto toraks
kavitas
6. TB Laring

2 Biru Sedang Pasien TB BTA positif sudah konversi pada


bulan ke-2
3 Hijau Ringan 1. Pasien TB BTA negatif
2. Pasien TB extra paru tanpa kelainan
paru

www.perdalin.com
Petugas Loket
■ Mengenali pasien dengan tanda kalung merah,biru untuk dipercepat
pelayanannya

Klinisi
■ Mengenali pasien berkalung merah biru atau hijau
■ Membantu mempercepat layanan pemeriksaan pasien
■ Recheck apakah APD pasien telah dipakai saat dianamnesakarena bila
merahinfeksius
■ Bila merawat pasien TB/TB MDR perlu mengenakan respirator
partikulatwww.perdalin.com
( dianggarkan oleh Tim PPI TB)
PPI TB DI
FKTP
PENEMPATAN PASIEN
1. Ruangan khusus/ Isolasi
 ideal: ruang bertekanan negatif
 alternatif: pakai kipas angin dan ekshaus diatur ACH min
12x/jam, jendela dg engsel disamping
 Pengunjung mengenakan APD yang sesuai
 Di pintu diberi keterangan perlunya APD,sesuai cara transmisinya

2. Kohorting
 kumpulkan pasien dgn diagnosis yg sama
 Jarak minimal 1,8 m  gunakan sekat fiberglas/ korden plastik agar
mudah dibersihkan /antibakteri

www.perdalin.com
PPI TB DI
FKTP
PENGENDALIAN LINGKUNGAN
Isolasi/spacing
Penggunaan Sistem Ventilasi:
- Alamiah
- Mekanik
- Campuran (hybrid): alamiah ditambah peralatan mekanik
Penggunaan Radiasi Ultraviolet
Hepafilter bila udara akan diresirkulasi

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PPI TB DI
FKTP
PENGENDALIAN LINGKUNGAN
Pemantauan Sistem Ventilasi harus memperhatikan 3 unsur dasar:
– Laju ventilasi (Ventilation Rate): Jumlah udara luar gedung yang
masuk ke dalam ruangan pada waktu tertentu
– Arah aliran udara (airflow direction): Arah aliran udara dalam
gedung dari area bersih ke area terkontaminasi
– Distribusi udara atau pola aliran udara (airflow pattern):
Udara luar perlu terdistribusi ke setiap bagian dari ruangan
dengan cara yang efisien dan udara yang terkontaminasi
dialirkan keluar dengan cara yang efisien

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PPI TB DI
FKTP
PENGENDALIAN LINGKUNGAN

Rekomendasi WHO tentang ventilasi ruangan:


1. Ventilasi yang adekuat di semua area pelayanan pasien
2. Untuk fasilitas yang menggunakan ventilasi alamiah, perlu dipastikan bahwa
angka rata-rata ventilation rate per jam yang minimal tercapai
3. Rancangan ventilasi alamiah di rumah sakit, perlu memperhatikan, bahwa
aliran udara harus mengalirkan udara dari sumber infeksi ke area di mana
terjadi dilusi udara yang cukup dan lebih diutamakan ke arah luar gedung.
4. Di ruangan di mana dilakukan prosedur yang menghasilkan aerosol berisi
patogen potensial menular, maka ventilasi alamiah harus paling sedikit mengikuti
rekomendasi nomor 2 diatas. Bila agen infeksi ditransmisikan melalui airborne,
hendaknya diikuti rekomendasi 2 dan 3.

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PPI TB DI
FKTP
PENGENDALIAN LINGKUNGAN
Rekomendasi WHO tentang ventilasi ruangan:
Angka rata-rata ventilation rate per jam yang minimal:
■ 160/l/detik/pasien untuk ruangan yang memerlukan kewaspadaan airborne (dengan
ventilation rate terendah adalah 80/l/detik/pasien) contoh: Bangsal perawatan MDR TB.
■ 60/l/detik/pasien untuk ruangan perawatan umum dan poliklinik rawat jalan
■ 2,5/l/detik untuk jalan/selasar (koridor) yang hanya dilalui sementara oleh pasien. Bila
pada suatu keadaan tertentu ada pasien yang terpaksa dirawat di selasar Rumah
Sakit, maka berlaku ketentuan yang sama untuk ruang kewaspadaan airborne atau
ruang perawatan umum
Desain ruangan harus memperhitungkan adanya fluktuasi dalam besarnya ventilation rate.
Bila ventilasi alamiah saja tidak dapat menjamin angka ventilasi yang memadai sesuai
standar diatas, maka dianjurkan menggunakan ventilasi campuran.
PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC
Contoh Perhitungan ACH
- Luas jendela terbuka:
tinggi 0.5 m x lebar 0.5m = 0.25m2
- Kecepatan udara lewat jendela : 0.5 m/detik
- Volume ruangan :
Panjang 3 m x lebar 5 m x tinggi 3 m = 45
m Perhitungan ACH :
= Luas jendela X kecepatan udara lewat jendela X
3600detik/jam Volume ruangan
= 0.25m 2 x 0.5m/detik x 3600 detik/jam = 10 ACH
45m3
www.perdalin.com
Pertukaran udara perjam (ACH) & waktu yang
dibutuhkan untuk bersihkan kontaminan airborne

ACH WAKTU yg dibutuhkan untuk membersihkan (menit)


99% 99,9 %
2 138 207
4 69 104
6 46 69
12 23 35
15 18 28
20 7 14
50 3 6
400 <1 1
www.perdalin.com
PPI TB DI
FKTP
PENGENDALIAN LINGKUNGAN
■ Pembersihan area sekitar pasien menggunakan klorin 0,05%, atau
H2O2 0,5-1,4%, bila ada cairan tubuh menggunakan klorin 0,5 %-1%
■ Pembersihan permukaan sekitar keberadaan pasien harus dilakukan
secara rutin setiap hari, termasuk setiap kali pasien pulang/keluar
dari fasyankes
■ Pembersihan juga perlu dilaksanakan di area yang sering disentuh
bersama,mis pegangan pintu, tepi tempat tidur / bed rails, tiang infus,
tombol telpon, permukaan meja kerja, anak kunci, mouse, keyboard
dicover plastic wrapping dll.

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PPI TB DI
FKTP DENGAN PERLINDUNGAN DIRI
PENGENDALIAN
1. Pemakaian APD termasuk respirator partikulat
(N-95)
2. Edukasi & fasilitasi etika batuk(wastafel, tisu, sabun cair,
tempat sampah)
3. Keselamatan & Keamanan Laboratorium TB
4. Keamanan cara pengumpulan sputum
5. Proteksi saat transportasi pasien (masker
bedah )

www.perdalin.com
PPI TB DI
FKTP DENGAN PERLINDUNGAN DIRI
PENGENDALIAN
Respirator partikulat:

Mengurangi inhalasi droplet infeksius melalui pernapasan ,
menyaring dengan efektif (0.3 mikron) < 5 mikron
■ Petugas kesehatan menggunakan respirator bila berhadapan
dengan pasien TB, terutama TB-MDR/XDR
■ Memilih jenis yang spec nya sesuai,ukuran sesuai wajah, N95,
1870 atau 1860 (rekomendasi WHO)
■ Ditentukan petugas kesehatan yang bekerja di tempat dengan
risiko tinggi
■ SPO penggunaan respirator
■ Menempel erat pada wajah tanpa ada kebocoran  Fit tes

www.perdalin.com
PEMAKAIAN RESPIRATOR
PARTIKULAT

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


Perlindungan Petugas (TB)

- Support kesehatan petugas.


- Data surveilans berapa petugas yg mengidap TB 2016-
2019
- Monitoring kesehatan berkala terutama petugas area
risiko tinggi
pem fisik 2x/thn
Foto thorax 1x/thn
Pemeriksaan
penunjang
- Tata laksana
www.perdalin.com
PEMERIKSAAN BTA DI
FKTP BAHAN PEMERIKSAAN
PENGAMBILAN
■ Hati-hati saat transport sputum, BAL...pengumpulan sputum, transporting,
membuka
■ Waspada terhadap kemungkinan tertular TB maupun Covid 19
■ Pengumpulan sputum dirumah harus diberikan instruksi yang jelas
– diluar rumah,di udara terbuka, jauh dari orang lain, bila tidak
memungkinkan
– di sputum booth di faskes (petugas TIDAK berdiri didekat
Pasien)
■ Pemeriksaan sputum dalam BSC, pakai N95 respirator, handwashing, sarung
tangan, googles/face shield, apron tahan air, dekontaminasi permukaan rutin,
jarak aman antar petugas, ruang dengan ventilasi baik
■ Petugas pembawa sputum waspada cegah tertular TB seperti spesimen COVID-
19

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PEMERIKSAAN BTA DI
FKTP
PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN
■ Sputum dikumpulkan di sputum booth, atau udara terbuka terkena matahari diluar Gedung
Puskesmas
■ Jangan mengambil sputum di ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk, mis:
❖ Kamar kecil / toilet
❖ Ruang kerja (ruang pendaftaran, ruang pengumpulan sampel, laboratorium,
dsb)
❖ Ruang tunggu, ruang umum lainnya
■ Syarat pot sputum yang ideal
 Sekali pakai; bahan kuat, tidak bocor, tidak mudah pecah. Tutup berulir,
dapat menutup rapat.
 Plastik jernih/ tembus pandang. Mulut lebar, diameter 6 cm. Dapat ditulisi
dengan pena
PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC
SPUTUM BOOTH

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PEMERIKSAAN BTA DI
FKTP
■ ! Keamanan kerja
■ ! Labeling dg identitas pasien yg lengkap & benar (nama, alamat,
jenis spesimen, tgl &jam pengambilan)
■ ! Form isian data pasien ( identitas pasien: nama, sex, umur, alamat,
pendidikan, pekerjaan; historis penyakit & pengobatan)
■ Dokumen:
TB. 06 : Register Suspek TB
TB. 05 : Formulir permintaan pemeriksaan dahak mikroskopis
TB. 04: Register Laboratorium
TB. 12: Formulir untuk mengirimkan sediaan untuk keperluan
uji silang
PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC
PEMERIKSAAN BTA DI
FKTP
■ SOP yang harus ada:
– Prosedur tetap pengumpulan dahak
– Prosedur tetap pembuatan sediaan
– Prosedur tetap fiksasi
– Prosedur tetap pewarnaan
– Prosedur tetap pembacaan mikroskopis
– Prosedur tetap pencatatan & pelaporan
– Prosedur tetap pengolahan limbah

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


1. Good microbiological practice and procedure
(GMPP)
•Best
Neverpractice
store food or drink, or personal items such as coats and bags in the laboratory. Activities such as eating, drinking, smoking, and applying
cosmetics are only to be performed outside the laboratory.
• Never put materials, such as pens, pencils or gum in the mouth while inside the laboratory, regardless of having gloved hands or not.
• Wash hands thoroughly, preferably with warm running water and soap, after handling before leaving the laboratory or when hands
contaminated.
• Ensure open flames or heat sources are never placed near flammable supplies and are never left unattended.
• Ensure that cuts or broken skin are covered before entering the laboratory.
• Before entering the laboratory, ensure that there are adequate supplies of laboratory equipment and consumables, including reagents, PPE
and disinfectants, and that these items are suitable for the activities envisaged.
• Ensure that supplies are stored safely and according to storage instructions to reduce accidents and incidents such as spills, trips and falls. .
• Protect written documents from contamination using barriers (such as plastic coverings), particularly those that may need to be removed from
the laboratory.
• Ensure that the work is performed with care and without hurrying. Avoid working when fatigued.
• Keep the work area tidy, clean and free of non-essential objects and materials.
• Prohibit the use of earphones, which can distract personnel and prevent equipment or facility alarms from being heard.
• Cover or remove any jewellery that could tear gloves, easily become contaminated or become fomites. Cleaning and decontamination of
jewellery or spectacles should be considered, if such items are worn regularly. discard specimens and cultures for disposal in leak- proof containers
with the tops appropriately secured before disposal
PPI DASAR in dedicated waste containers;
-FKTP.PERDALIN.DOC
PEMERIKSAAN BTA DI
FKTP
■ Semua prosedur lab harus terukur risikonya. Sesuai SPO.
■ Sistim ventilasi dalam laboratorium dilengkapi ekshaust, udara TIDAK di
resirkulasi ke ruang lain atau tempat lain dalam Gedung. Udara dilengkapi Hepa
filter bila dilengkapi AC dan diresirkulasi.
■ Keluaran udara dari laboratorium, harus jauh dari Gedung yang dipakai layanan dan
udara bersih yang dimasukkan. udara keluar setelah di filtrasi dengan hepa
■ Bekerja dalam BSC, menggunakan APD (sarung tangan,gaun lengan panjang,
topi, scrub suits, apron lengan panjang bisa ditambahkan; sepatu tertutup bisa
dilapis shoe cover, goggles / face shield).
■ Pakai N95 ( fit tes dahulu)
■ Modifikasi BSC: box acrylic/kaca dilubangi 2 bulat untuk tangan, box dihubungkan dengan 1
exhaust dari box di ducting keluar ruangan dan 1 ekshaust diujung ducting

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PEMERIKSAAN BTA DI
FKTPAPUS YANG BAIK
SEDIAAN
■ Ambil dan pilih bagian dari dahak yang purulen yang telah
didekontaminasi dengan menggunakan ose atau lidi
■ Letakkan sputum yang terdapat pada ose ke kaca sediaan.
■ Sediaan dibuat tersebar merata, ukuran 2 x 3 cm, dan tidak terlalu tipis
untuk menghindari apusan menjadi kering sebelum diratakan
■ Ratakan sediaan dengan membuat spiral-spiral kecil sewaktu apusan
setengah kering dengan menggunakan lidi lancip sehingga didapat sebaran
leukosit lebih rata dan area baca lebih homogen. Jangan membuat spiral-
spiral kecil
■ pada apusan yang sudah kering, karena dapat terkelupas dan menjadi
aerosol yang berbahaya

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PEMERIKSAAN BTA DI
FKTP
SEDIAAN APUS YANG BAIK

■ Berasal dari dahak mukopurulen, bukan air liur/saliva


■ Berbentuk spiral-spiral kecil berulang (coil type), yang tersebar
merata, ukuran 2 x 3 cm.
■ Tidak terlalu tebal atau tipis.
■ Setelah dikeringkan sebelum diwarnai, tulisan pada surat kabar 4 - 5
cm di bawah sediaan apus masih terbaca.

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PEMERIKSAAN BTA DI
FKTP
SEDIAAN APUS YANG BAIK
■ Keringkan apusan di udara bebas
■ Lakukan fiksasi apusan dengan pemanasan:
 Pastikan apusan menghadap ke atas
 Lewatkan 3 X melalui api dari
lampu spiritus
 Gunakan pinset atau penjepit kayu untuk
memegang kaca
■ (pemanasan yang berlebihan akan merusak
hasil)
■ Setelah pembacaan  tata kelola limbah

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PEMERIKSAAN BTA DI
FKTP
DAYA TAHAN MTB
■ 95% ethanol membunuh basil MTb dalam tubercle di sputum dalam 15 detik
■ Iodium tinctur : 5 menit
■ phenol (3%) : 45-60 menit
■ isopropanol (70%/vol) : 5 menit
■ sinar matahari langsung: 2 jam
■ sinar UV : beberapa menit (tergantung panjang gelombang lampu UV )
■ dalam dahak tahan : 8 - 10 hari
■ dalam biakan di suhu kamar : 6-8 bulan
■ dalam 20 C : 2 tahun
PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC
KESIMPULAN
- Risiko penularan TB pada petugas kesehatan cukup tinggi, perlu
surveilance dan dilaporkan ke kemenkes
- Tujuan PPI TB: mencegah & mengendalikan penularan TB
- 4 pilar dalam PPI TB: dukungan pimpinan/ manajerial,
pengendalian administrasi, lingkungan & perlindungan diri
- Penempatan pasien rawat: ruangan terpisah atau kohorting
- Pelayanan TB di masa pandemi Covid-19 tidak boleh berhenti tetapi
harus diatur supaya tetap aman.
- Pemeriksaan BTA dijalankan dengan memperhatikan prinsip PPI
untuk menjamin kualitas pemeriksaan dan melindungi petugas

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


REFERENS
I■ Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Tuberkulosis di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan, Kementerian Kesehatan, 2012
■ Joshi R, Reingold AL, Menzies D, Pai M (2006) Tuberculosis among Health-
Care Workers in Low- and Middle-Income Countries: A Systematic Review
■ WHO Tuberculosis laboratory biosafety manual, 2012
■ WHO Tuberculosis and Covid-19:consideration for tuberculosis case, 2020
■ WHO Laboratory biosafety guidance related to covid-19, interim guidance,
2020

PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC


PPI DASAR -FKTP.PERDALIN.DOC