Anda di halaman 1dari 22

PERILAKU MENCEDERAI

DIRI: BUNUH DIRI

MUSTIKASARI, SKp., MARS


KELOMPOK KEILMUAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN-UI

Askep BD/titi 1
Pendahuluan
Manusia Stresor
-Lingkungan
-Diri sendiri
-Pikiran

Stres

Adaptasi Koping

Askep BD/titi 2
Pengertian
 Bunuh diri bukan diagnosis/
gangguan yaitu perilaku mencederai
diri langsung.
 Bunuh diri merupakan kedaruratan
psikiari (Stuart dan Laraia, 1998)
 Penyebab stress
 kegagalan mekanisme
koping
Askep BD/titi 3
Rentang Respon
Risiko Bunuh Diri
Respon Respon
adaptif maladaptif

Peningkatan Pertumbuhan Perilaku Pencederaan Bunuh


diri Peningkatan Destrukti diri diri
berisiko f
Diri tidak
langsung

Gbr. 1. Rentang respon bunuh diri


(Stuart dan Sundeen, 1995)

Askep BD/titi 4
Pengkajian

 Faktor penyebab
(predisposisi)
 Faktor pencetus (presipitasi)
 Tingkatan bunuh diri
 Tingkah laku klien
 Mekanisme koping

Askep BD/titi 5
Faktor Penyebab (Predisposisi)

1. Teori psikologi
 Marah yang diahkan pada diri sendiri 
Freud
 Keputusasaan
 Kehilangan harapan dan perasaan
bersalah
 Riwayat agresi dan kekerasan
 Perasaan malu dan penghinaan
 Kegagalan atau stressor perkembangan

Askep BD/titi 6
2. Teori sosial
 Bunuh diri egoistik 
 hubungan sosial buruk
 integrasi sosial buruk
 Bunuh diri altruistik  ikatan agama,
budaya, politik, dan adat istiadat
 Bunuh diri anomik  lingkungan tidak
nyaman

Askep BD/titi 7
Faktor Pencetus (Presipitasi)

1. Status demografi
a. Status pernikahan
 Belum menikah 2X > menikah

 Sendiri, janda/duda, cerai 4-5X >


menikah
b. Jenis kelamin
 Laki-laki 70%

 Perempuan 30%

Askep BD/titi 8
c. Usia
 Kecendrungan bunuh diri
 Laki-laki :
- Remaja
- 30 – 40 tahun
-  65 tahun setelah itu 
 Perempuan : menetap
d. Status sosial ekonomi
 Status sosial tinggi dan rendah
> status sosial menengah

Askep BD/titi 9
2. Faktor risiko lain
a. Gang. alam perasaan (depresi
mayor & gang. bipolar) > gang.
Psikiatri lain
b. Psikoaktif dgn NAPZA,
skizofrenia, gang. organik pada
otak
c. Psikosis dgn halusinasi

Askep BD/titi 10
3 (tiga) Tingkatan dalam Risiko
Bunuh Diri
Suicide threat (ancaman bunuh diri)
 Berupa ucapan pasien yang berisi keinginan
mati disertai rencana mengakiri hidup dan
persiapan alat yang akan digunakan
Suicide gesture (isyarat diri)
 Berupa perilaku secara tidak langsung ingin
bunuh diri. Berupa perasaan seperti
bersalah/sedih/marah/putus asa/tidak
berdaya/hal-hal negatif tentang diri (harga diri
rendah)
Suicide attempt (percobaan bunuh diri)
 Aktif mencoba bunuh diri

Askep BD/titi 11
Tingkah Laku Klien
 Ada ide-ide bunuh diri
 Ada data usaha bunuh diri sebelumnya
 Laporan/ hasil observasi:
 Depresi
 Harga diri rendah
 Halusinasi
 Keputusasaan
 Ketidakberdayaan
 Kepedihan emosional
 Kurangnya sistem pendukung
 Bermusuhan

Askep BD/titi 12
Mekanisme Koping
 Rasionalisasi
Mengemukakan penjelasan yang tampak
logis dan dapat diterima masyarakat u
menghalalkan/ membenarkan impuls,
perasaan, perilaku & motif yang tidak dapat
diterima
 Intelektualisasi
Penggunaan logika & alasan yang berlebihan
untuk menghidnari pengalaman yg
mengganggu perasaannya
 Regresi
Kemunduran akibat stres terhadap perilaku &
merupakan ciri khas dari suatu taraf
perkembangan yang lebih dini
Askep BD/titi 13
Masalah Keperawatan
Masalah keperawatan yang mengikuti:
1. Keputusasaan
2. Ketidakberdayaan
3. Kecemasan
4. Gangguan konsep diri: harga diri rendah
5. Gangguan sensori persepsi: halusinasi

6. Berduka disfungsional
7. Koping keluarga in efektif:
ketidakmampuan merawat klien
Askep BD/titi 14
Pohon Masalah
Risiko bunuh diri

Gangguan konsep diri: harga diri rendah

Diagnosa keperawatan:
1. Risiko bunuh diri

Askep BD/titi 15
Pendekatan Utama Tindakan
Keperawatan pada Klien Risiko
Bunuh Diri

1. Melindungi
 Cegah klien melukai diri
 Tempat aman bukan isolasi
 Awasi dengan ketat
 Tindakan : krisis intervensi

Askep BD/titi 16
2. Tingkatkan harga diri klien
 Bantu klien untuk ekspresikan
perasaan
 Berikan pujian
 Identifikasi kepuasan dan aktivitas
 Tuliskan hasil yang dicapai

3. Tingkatkan koping
 Kuatkan koping
 Modifikasi koping

Askep BD/titi 17
4. Eksplorasi perasaan
 Bantu klien kenal perasaan
 Cari faktor penyebab/risiko

5. Menggerakkan dukungan sosial


 Gerakkan dukungan sosial
  pola & kualitas komunikasi
 Pendidikan kesehatan
keluarga

Askep BD/titi 18
RINGKASAN TINDAKAN KEPERAWATAN PASIEN BERISIKO
BUNUH DIRI BERDASARKAN PERILAKU BUNUH DIRI

Perilaku bunuh diri Tindakan Kep. pada Tindakan Kep. pada


pasien keluarga
1. Isyarat bunuh diri Mendiskusikan cara Melakukan
mengatasi pendidikan
keinginan bunuh diri kesehatan tentang
 harga diri pasien cara merawat
 Kemampuan anggota keluarga
yang ingin bunuh
pasien dlm
menyelesaikan diri
masalah
2. Ancaman bunuh Melindungi pasien Melibatkan keluarga
diri untuk mengawasi
3. Percobaan pasien secara keta
bunuh diri
Askep BD/titi 19
Evaluasi
 Merupakan kesinambungan dari pengkajian
hingga tujuan akhir yang akan dicapai
 Tujuan akhir untuk pasien dan keluarga adalah:
 Kembangkan dan pertahankan konsep diri
yang positif
 Belajar efektif untuk mengungkapkan
perasaan
 Sukses dalam membina hubungan dengan
orang
 Mempunyai rasa memiliki dan menerima
 Pasien tetap aman dan selamat

Askep BD/titi 20
Askep BD/titi 21
LATIHAN KASUS PERILAKU MENCEDERAI DIRI:
BUNUH DIRI

 Ibu B, dirawat di RS Jiwa Pekanbaru karena tidak mau makan


dan mengurung diri di kamar. Hasil wawancara perawat
didapatkan klien mengatakan “ hidup saya sudah tidak berguna,
saya ingin mati saja, saya malu karena telah diperkosa oleh
tetangga saya. Hasil observasi didapatkan: klien lebih banyak
diam/ tidak melakukan aktivitas, melamun, senang di kamar dan
ada bekas luka pada pergelangan tangan.
 Berdasarkan kasus di atas :
 Klasifikasikan data berdasarkan data subjektif dan objektif
 Buatlah pohon masalah pada kasus tersebut
 Tentukan masalah keperawatan pada pasien tersebut
 Role playkan interaksi antara perawat dengan pasien (salah
satu teman menjadi perawat dan teman lainnya menjadi
pasien)
Askep BD/titi 22