Anda di halaman 1dari 43

AURELYA MERPATI 03

HANIDA PUTRI S 11
INTAN AYU C 12
RAHMA PUTRI V 20
TRI SEPTINA P 26

KELOMPOK
3
ANALISIS
PERMINTAAN
DAN
PENAWARAN
AGREGAT
Permintaan angregat adalah jumlah barang akhir dan
jasa perekonomian yang di minta pada berbagai
tingkat harga yang berbeda. Penawaran agregat
adalah jumlah barang akhir dr jasa dalam
perekonomian yang ingin di jual oleh perusahaan
pada berbagai tingkat harga yang berbeda.
Permintaan agregat
Analisis permintaan dan penawaran adalah kurva permintaan agregat yang
menjelaskan hubungan antar jumlah output agregar yang di minta dengan
tingkat harga ketidak semua variable lain dianggap konstan. Ada du acara
untuk menurukan kurva permintaan agregat. Pendekatan pertama dan yang
paling sederhana didasarkan pada teori jumlah uang di mana permintaan
agregat ditentukan semata – mata oleh jumlah uang. Pendeketan kedua di
dasarkan pengujian perilaku bagian – bagian komponen permintaan agregat:
konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor bersih.
Keterangan untuk rumus ini adalah
Vt  untuk kecepatan peredaran uang
Pendekatan teori jumlah uang
yang ingin dicari dalam jangka
terhadap pemintaan angregat
waktu tertentu, P untuk tingkat
Konsep percepatan uang harga, T total transaksi dalam kurun
waktu tertentu, dan M untuk total
uang dalam sirkulasi.
Konsep persamaan pertukaran
Analisis persamaan pertukaran diubah menjadi
suatu teori mengenai bagaimana pengeluaran
agregat ditentukan dan disebut sebagai teori
jumlah uang B. Tingkat harga
Deflator PDB: triwulan ukuran komprehensif
tingkat harga
Output agregat, pengangguran, dan tingkat harga Indeks harga konsumen (IHK) : bulanan IHK
merupakan ukuran tingkat harga untuk
A.Output agregat dan pengangguran konsumsi
PDB rill : triwulan di terbitkan tiga atau empat Indeks harga produsen ( IHP ): bulanan IHP
minggu setelah akhir satu triwulan ( januari – adalah ukuran tingkat harga grosir rata- rata
maret ) yang diubah oleh produsen dan diterbitkan
Produksi industry : bulanan produksi industry bersamaan dengan data produksi industry
mengukur output agregat tetapi tidak selengekap  
PDB rill Dengan demikiran teori jumlah uang
Tingkat pengangguran : bulanan angka bulan menyimpulkan bahwa perubahan
sebelumnya biasanya diterbitkan setiap jumat pengeluaran agregat teruatama ditentukan
minggu pertama bulan berikutnya oleh perubahan uang beredar.
Kurva permintaan agregat
Kurva permintaan agregat
digambarkan untuk tingkat
uang beredar yang di tetapkan.
Kenaikan uang beredar dari $1
triliun menjadi $2 triliun
menyebabkan pergeserab pada
kurva pemintaan agregar dari
AD1 ke AD2
 
Menurukan permintaan agregat dari perilaku bagian – bagian
komponenya. Menurukan kurva agregat pemrintaan dapat di lihat 4
komponen
1. Pengeluaran konsumen : jumlah permintaan akan barang dan jasa
konsumen
2. Pengeluaran investasi yang direncanakan : jumlah pengeluaran yang
direncanakan oleh perusahaan atau mesin, pabrik, dan barang modal
lain yang abru ditambah pengeluaran yang direncanakan atas rumah
baru.
3. Pengeluaran pemerintahan : pengeluaran oleh semua jajaran
pemerintahan atas barang dan jasa
4. Ekspor bersih : pengeluaran luar negeri bersih atas barang dan jasa
domestic sama dengan ekspor di kurang i impor.
 
Menurukan kurva permintaan agregat
Permintaan agregat Pendekatan komponen, seperti pendekatan
teori jumlah menjelaskan bahwa kurva
permintaan
agregat mempunyai kemiringan menurun,
karena semakin rendah tingkat harga (P ↓),
dengan
jumlah uang nominal yang konstan,
menyebabkan jumlah uang riil ( dalam arti
barang dan jasa yang dapat dibeli, (M/P↑)
yang semakin besar. Semakin besar jumlah
uang dalam arti riil(M/P ↑) yang dihasilkan
dan tingkat harga yang semain rendah
menyebabkan suku bunga menurun (i ↓ ).
Biaya investasi yang murah untuk
membeli modal fisik baru
membuat investasimenjadi lebih
menguntungkan dan menstimulasi
pengeluaran investasi yang
direncanakan. Karena kenaikan
pengeluaran investasi yang
direncanakan secara langsung
menambah permintaan agregat
(Yαd ), tingkat harga yang lebih
rendah mengakibatkan tingkat
jumlah output agregat yang
diminta lebih tinggi (P↓ →Yαd↑ ),
secara sistematis, persamaan itu
dapat
dituliskan sebagai berikut :
Mekanisme lain yang menghasilkan kurva permintaan agregat mempunyai
kemiringan yangmenurun beroperasi melalui perdagangan luar negeri. Karena
tingkat harga yang lebih rendah,mengakibatkan jumlah uang dalam arti riil yang
lebih besar dan menurunkan suku bunga. Halini menyebabkan penurunan nilai aset
dollar relatif terhadap nilai mata uang lain. Nilai dollaryang semakin rendah
membuat barang-barang domestik relatif menjadi lebih murah terhadap barang
barang luar negeri.
KURVA
PERMINTAAN
AGREGAT JANGKA
PANJANG
Jumlah output yang dapat dihasilkan dalam perekonomian dalam jangka panjang
ditentukan oleh jumlah modal dalam perekonomian, jumlah tenaga kerja yang
ditawarkan dalam kondisi tingkat pengerjaan penuh (full employment). Beberapa
pengangguran tidak dapat dibantu karena pengangguran bersifat friksional
ataupun structural.
Tingkat pengangguran alamiah (natural rate of unemployment) adalah dimana
perekonomian memercayai bahwa tingkat pengangguran alamiah sekitar 5%.
Tingkat output agregat yang dihasilkan pada tingkat pengangguran alamiah
disebut tingkat output natural (natural rate of output)
Faktor-faktor Yang Menggeser Kurva
Permintaan Agregat
Pergeseran Kurva
Penawaran
Agregat Jangka
Pendek
Kurva penawaran agregat jangka
pendek bergeser ke kiri ketika
biaya produksi meningkat ke kanan Penawaran jangka pendek
dan ketika biaya menurun Faktor yang menyebabkan kurva jangka
pendek bergeser adalah yang
mempengaruhi biaya produksi yaitu :

1. Tingkat kelakuan pasar tenaga kerja


Faktor fakt 2. Perkiraaan inflasi
or yang
menggeser 3. Upaya tenaga kerja untuk mendorong
kurva :
upah riil mereka
4. Perubahan biaya produksi yang tidak
berkaitan dengan upah
 
Kurva Penawaran Jangka Panjang
Dampak kelakuan pasar tenaga kerja pada
kurva penawaran agregat jangka pendek adalah
ketika output agregat berada ditingkat alamiah,
kurva penawaran agregat jangka pendek
bergeser kekiri, ketika output agregat berada
dibawah tingkat alamiah, kurva penawaran
agregat jangka pendek bergeser ke kanan.
Kurva Penawaran Jangka Pendek
- Kenaikan perkiraan tingkat harga
menyebabkan kurva penawaran bergeser ke
kiri, semakin besar perkiraan kenaikan
tingkat bunga maka semakin besar
pergeserannya.
- Dorongan upah oleh pekerja akan
menyebabkan kurva penawaran agregat
bergeser kekiri.
- Guncangan penawaran negative yang
menaikkan biaya produksi menggeser kurva
penawaran agregat ke kiri, sedangkan
guncangan penawaran positif yang
menurunkan biaya produksi menggeser
kurva penawaran agregat kekanan.
 
Keseimbangan dalam analisis penawaran dan permintaan
agregat

Ketika tingkat harga berada dibawah tingkat harga keseimbangan , maka jumlah
output yang diminta lebih besar dari kumlah output yang ditawarkan.
Keseimbangan dalam
Jangka Panjang
● agregat
Ketika jumlah output   yang diminta
sama dengan jumlah yang ditawarkan,
dorongan-dorongan beroperasi yang dapat
menyebabkan keseimbangan bergerak
sepanjang waktu jika Y ≠
 Ketika Y > pasar tenaga kerja ketat ,
biaya produksi meningkat pada
tingkat harga tertentu, dan kurva
penawaran agregat jangka pendek
ke kiri ketika Y > pasar tenaga
kerja longgar, biaya produksi
menurun pada tingkat harga
tertentu, dan kurva penawaran
agregat bergeser ke kanan. Hanya
Kurva penawaran agregat jangka pendek tidak ketika output agregat dan
akan tetap diam ketika output agregat dan pengangguran berada pada
pengangguran berbeda dengan tingkat tingkat alamiahnya tidak terdapat
alamiahnya.
tekanan dari pasar tenaga kerja
untuk menaikkan atau
menurunkan upah.
Isu penting bagi pembuat kebijakan adalah seberapa cepat mekanisme koreksi
diri ini bekerja. Banyak ekonom mempercayai bahwa mekanisme koreksi diri
memakan waktu yang lama, sehingga pendekatan menuju keseimbangan jangka
panjang lambat. Pandangan ini dicerminkan dalam pernyataan Keynes yang
sering dikutip, “Dalam jangka panjang kita semua mati.” Para ekonom
memandang mekanisme koreksi diri lambat karena upah tidak fleksibel, terutama
untuk penyesuaian yang menurun ketika pengangguran tinggi.
Hal menonjol dari kedua panel
Figur 5 adalah bahwa terlepas
dimana output awalnya berada,
secara perlahan-lahan output
kembali ke tingkat alamiahnya.
Sifat ini dijelaskan dengan
mengatakan bahwa perekonomian
mempunyai mekanisme koreksi
diri (self-correcting mechamism).
Perubahan Keseimbangan yang disebabkan oleh Guncangan
Permintaan Agregat

●  
Pengeluaran pemerintah (G), dan kenaikan ekspor bersih (NX), penurunan pajak (T),
atau kenaikan keinginan konsumen dan perusahaan untuk berbelanja karena mereka
menjadi lebih optimis (C, I), Figur tersebut telah dibuat sehingga perekonomian pada
awalnya berada pada keseimbangan jangka panjang di titik 1, dan output maupun
harga meningkat.
Meskipun dampak awal jangka
pendek dari pergeseran ke
kanan kurva permintaan
agregat adalah kenaikan
tingkat harga dan output,
dampak akhir jangka panjang
hanya berupa kenaikan tingkat
harga.
Perubahan Keseimbangan yang Disebabkan oleh Guncangan
Penawaran Agregat

●  
Perekonomian akan bergerak dari titik 1 ke titik 2, dimana tingkat harga
meningkat tetapi output agregat menurun. Pada titik 2, output berada dibawah
tingkat alamiah, sehingga upah menurun dan menggeser kurva penawaran
agregat jangka pendek kembali ke posisi awal .
Meskipun dampak awal jangka
pendek dari pergeseran ke kanan
kurva permintaan agregat adalah
kenaikan tingkat harga dan output,
dampak akhir jangka panjang
hanya berupa kenaikan tingkat
harga
Pergeseran Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang: Teori
Siklus Usaha Riil dan Histeresis
●  
Asumsi umum bahwa ketika melakukan analisis permintaan dan penawaran
adalah bahwa pergeseran pada kurva permintaan agregat ataupun kurva
penawaran agregat tidak mempunyai dampak terhadap tingkat output alamiah
( yang tumbuh pada tingkat yang konstan.

Teori siklus usaha riil (real business cycle theory), dimana guncangan penawaran
agregat (riil) memengaruhi tingkat output alamiah .
APLIKASI
MENJELASKAN
EPISODE SIKLUS
USAHA DI MASA
LALU
PEMBANGUNAN PERANG VIETNAM 1964 – 1970

Keterlibatan Amerika pada Vietnam mulai meningkat pada awal 1960-an, dan
setelah 1964, AS berada pada pernag skala penuh. Apa yang telah dinyatakan oleh
analisis permintaan dan penawaran agregrat yang terjadi pada output agregat dan
tingkat harga akibat pembangunan Perang Vietnam.

Akibatnya, output agregat akan meningkat, pengangguran akan menurun, dan


tingkat harga akan meningkat, pengangguran akan menurun dan tingkat harga akan
meningkat. Tingkat pengangguran menurun secara perlahan dari 1964 ke 1969, tetap
berada dibawah apa yang sekarang dipikirkan ekonom sebagai tingkat pengangguran
alamiah selama periode tersebut sekitar 5% dan inflasi mulai meningkat.
GUNCANGAN PENAWARAN NEATIF 1973-1975
DAN 1978-1980
Pada 1973, perekonomian AS terkena serangkaian guncangan
penawaran negative. OPEC mampu merekayasa harga minyak empat
kali lipat dengan membatasi produksi minyak.
Serangkaian kegagalan panen di seluruh dunia menyebabkan kenaikan
pengendalian upah dan harga di AS pada 1973 dan 1974, yang
menyebabkan dorongan kenaikan upah oleh pekerja yang dicegah oleh
pengendalian. Tiga peristiwa ini menyebabkan kurva penawaran
agregat bergeser secara tajam ke kiri dan sebagaimana diprediksi oleh
grafik permintaan dan penawaran agregat.
GUNCANGAN PENAWARAN YANG MENDUKUNG 1995 –
1999

Pada Februari 1994, Fedral Reserve mulai menaikkan suku bunga, karena
the Fed percaya bahwa perekonomian akan mencapai tingkat output dan
pengangguran alamiah pada 1995 dan mungkin menjadi overhear
setelahnya. Perekonomian terus tumbuh secara cepat dengan tingkat
pengangguran turun di bawah 5% terus tumbuh secara cepat dengan
tingkat pengangguran turun di bawah 5%, jauh di bawah yang banyak
dipercayai oleh para ekonom sebagai tingkat alamiah, dan inflansi terus
menurun di sekitar 2%. Guncangan penawaran yang mendukung
memukul perekonomian pada akhir 1990-an
GUNCANGAN PERMINTAAN NEGATIF 2001-2004

Pada 2000, perekonomian AS mengalami boom siklus usaha ketika AS


terkenal serangkaian guncangan negative permintaan agregat. Kedua,
11 September 2001, serangan teroris melemahkan kepercayaan
konsumen maupun pengusaha. Hasilnya adalahh bahwa suku bunga
obligsai korporat meningkat membuat lebih mahal bagi korporat untuk
membiayai investasi mereka. Semua guncangan ini menurunkan
pengeluaran rumah tangga dan bisnis, menyebabkan penurunan
permintaan agregat dan menggeser kurva permintaan agregat kiri.
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai