Anda di halaman 1dari 28

REKAYASA JALAN REL

Modul 1 : Pendahuluan
Fredy Jhon Philip.S,ST,MT

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


OUTLINE :
1) Pendahuluan
2) Gerak dinamik Jalan rel
3) Komponen struktur jalan rel & Pembebanan
4) Wesel
5) Penambat rel dan balas
6) Bantalan
7) Tanah dasar dan badan jalan rel
UJIAN TENGAH SEMESTER
8) Drainase jalan rel
9) Persyaratan teknis jalan rel
10) Alinemen horisontal jalan rel
11) Alinemen vertikal jalan rel
12) Operasional Stasiun dan emplasemen
13) Pemeliharaan jalan rel
14) Mekanisasi jalan rel
UJIAN AKHIR SEMESTER

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


Penilaian :

• Tugas (termasuk tugas besar) : 40 %


• UTS : 25 %
• UAS : 35 %

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PENDAHULUAN

• Sejarah jalan rel di dunia dan Indonesia


• Peranan jalan rel
• Karakteristik transportasi jalan rel
• Fungsi angkutan jalan rel
• Sasaran dan tujuan manajemen
angkutan jalan rel
• Arus kegiatan operasional jalan rel
• Tolak ukur kinerja
• Perkembangan transportasi jalan rel di
masa depan

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


SEJARAH JALAN REL

Abad 19 : kereta di atas rel


Tahun 1630 di Inggris mulai ditarik dengan lokomotif
digunakan untuk angkutan uap di beberapa negara
batubara menggunakan kereta (Perancis, Belgia, Belanda,
yang ditarik kuda jerman , Austria , Rusia dan Tahun 1925 : Lokomotif diesel
MASALAH : INDONESIA mulai digunakan di New Jersey,
AS
Jalan yang dilalui cepat rusak
dan kapasitas angkut rendah Jalur kereta pertama di dunia
dibangun antara Liverpool -
Manchester

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


SEJARAH JALAN REL INDONESIA

• Di mulai pada jaman Hindia Belanda pada 17 Juni 1864


sepanjang 26 km oleh NV Nederlandsch Indische Spoorweg
Maatschappij (NIS) , menghubungkan Kemijen – Tanggung
dengan lebar sepur 1435 mm oleh Ir. J.P de Bordes
• Pembangunan jalan drel di Jawa dimulai tahun 1875
ditandai dengan dibentuknya Undang-undang
pembangunan jalan rel oleh pemerintah Hindia Belanda
• Pertumbuhan pembangunan sangat pesat hingga tahun
1900 telah dibangun sepnajang 3338 km
• Diikuti pembangunan di Sumatera Utara (1886) , Aceh
(1874), Sumatera Barat (1891), SumateraSelatan (1914)
dan Sulawesi (1922)
• Sampai tahun 1939 , panjang jalan KA di Indonesia
mencapai 6811 km, namun pada tahun 1950 berkurang
menjadi 5910 km

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


SEJARAH JALAN REL INDONESIA

• Jenis jalan rel KA di Indonesia dibedakan dengan lebar


sepur 1067 mm, 750 mm (Aceh) dan 600 mm di beberapa
lintas cabang dan trem kota
• Pada masa pendudukan Jepang, dilakukan pembongkaran
sepanajng 473 km dan dibangun 83 km antara Bayah –
Cikara dan 220 km antara Pekanbaru – Muaro
• Setelah Indonesia merdeka, karyawan KA yang tergabung
dalam AMKA (angkatan Moeda Kereta Api) mengambil
kekuasaan dari Jepang, terjadi pada tanggal 28 September
1945 --- diperingati sebagai hari Kereta Api Indonesia serta
dibentuknya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia
(DKARI)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


DKA,PNKA PJKA (1953-1988)

PJKA (1988-1990)

Perumka dan
PT.KAI (1991-
2011)

2011-sekarang

Wahana daya pertiwi

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


KARAKTERISTIK TRANSPORTASI KERETA API

• Jangkauan pelayanan jarak pendek/sedang/panjang


• Penggunaan energi relatif kecil
• Kehandalan keselamatan lebih baik
• Kehandalan dalam ketepatan waktu
Kelebihan • Ekonomis dalam penggunaan ruanguntuk jalurnya
• Polusi dan kebisingan sangat kecil
• Aksesibilitas lebih baik dibandingkan transportasi air
dan udara

• Memerlukan fasilitas sarana dan prasarana yang


khusus
• Membutuhkan biaya investasi , perawatan dan
Kekurangan operasional yang besar
• Pelayanan barang dan penumpang hanya terbatas
pada jalurnya

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


ALASAN ORANG NAIK KERETA API ????

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


KARAKTERISTIK TRANSPORTASI KERETA API

HAL YANG
JALAN RAYA JALAN REL
DIBANDINGKAN

door to door ( tidak mebutuhkan layanan membutuhkan angkutan awal dan


PELAYANAN
pra dan purna angkutan -mobilitas tinggi) angkutan lanjutan - mobilitas rendah

segala macam lalu lintas (dari pejalan kaki


JENIS LALU LINTAS khusus digunakan untuk kereta api
sampai truk)
karena digunakan oleh berbagai kendaraan,
karena tidak ada penghambat, maka
KECEPATAN maka kecepatan harus dibatasi dan sangat
kecepatan dapat diatur lebih tinggi
tergantung volume lalu lintas

menguntungkan untuk jarak dekat kerena menguntungkan untuk jarak jauh karena
BIAYA ANGKUTAN
menghemat waktu serta biaya biaya operasi relatif lebih murah

membutuhkan pemeliharaan yang teliti


BIAYA PEMELIHARAAN relatif lebih murah
sehingga biaya relatif lebih mahal

PERPINDAHAN JALUR sangat mudah dan leluasa harus melalui konstruksi khusus

beban berat dari lokomotif dan gerbong


beban tegangan diteruskan ke tanah dasar
PEMBEBANAN diterima oleh sepur , sehingga
melalui susunan lapis perkerasan
membutuhkan struktur sepur yang kuat

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PERANAN TRANSPORTASI KERETA API
 PERANAN DALAM ASPEK SOSIAL
Tujuan manusia melakukan pergerakan untuk memenuhi kebutuhannya
seperti bekerja, sekolah, berbelanja maupun kegiatan sosial lainnya
 PERANAN DALAM ASPEK EKONOMI
Berkaitan erat dengan proses produksi, distribusi dan konsumsibatang
dan jasa

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PERANAN TRANSPORTASI KERETA API
 PERANAN DALAM ASPEK LINGKUNGAN
Pada umumnya selalu dianggap negatif, yaitu menghasilkan polusi udara,
kebisingan, getaran, dan penggunaan energi.

Konsumsi penggunaan energi BBM pada berbagai moda transportasi

Volume Konsumsi Konsumsi


No Moda transportasi angkutan energi BBM energi BBM
(orang) (liter/km) (liter/orang)

1 Kereta api 1500 3 0.002

2 pesawat terbang 500 40 0.08

3 Kapal laut 1500 10 0.006

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PERANAN TRANSPORTASI KERETA API

Besarnya daya yang diperlukan moda transportasi untuk memindahkan


satu ton barang
Daya untuk memindahkan 1 ton barang
No Moda transportasi
(tenaga kuda)
1 Pesawat jet 300

2 truk jalan raya 20

3 Kapal laut 2

4 Kereta Api 3

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


SASARAN MANAJEMEN ANGKUTAN KERETA API

Meningkatkan efisiensi seluruh sistem angkutan kereta api

Memberikan jasa angkutan yang efisien kepada pelanggan

Mendorong industri pada wilayah jaln rel

Jasa angkutan sesuai dengan nilai dasarnya harus tepat waktu, aman,
handal, nyaman

Menyediakan mutu jasa angkutan yang sesuai dengan tarif yang dibebankan
kepada pelanggan dan selalu berorientasi kepada pasar sehingga memberikan
konstribusi kepada pendapatan yang maksimal

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FUNGSI TRANSPORTASI KERETA API

1) Menyediakan sarana dan prasarana untuk mengangkut barang


dan penumpang dari satu tempat awal ke lokasi tujuan dengan
tepat waktu
2) Merawat dan memperbaiki sarana dan prasarana yang
dioperasikannya
3) Mengendalikan dan mempersiapkan sarana agar mampu berjalan
layak secara aman
4) Mengendalikan persediaan dan penggunaan bahan bakar atau
sumber tenaga yang dipakainya.
5) Mampu mendukung aspirasi sosial/masyarakat dari segi angkutan,
menunjang pengembangan ekonomi wilayah, budaya dan
keamanan pertahanan.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PROSES BISNIS PT.KAI

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


ARUS KEGIATAN OPERASIONAL KA

FINANSIAL

IMPLEMENTASI PERALATAN

OPERASIONAL
KERETA API

ORGANISASI
PERUSAHAAN PEMASARAN

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PERALATAN

Sarana

lokomotif kereta

gerbong (KA barang) Peti kemas

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PERALATAN

Prasarana

Jalan rel jembatan terowongan

Terminal Gorong-gorong

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PERALATAN

Alat penunjang pemeliharaan

Balai konstruksi
depo
jembatan

Balai yasa mekanik Balai yasa

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
KINERJA OPERASIONAL KERETA API

Unutk mengukur tingkat efisiensi penguasahaan kereta api , maka


setiap jenis kegiatan perlu dibuat unit standar performansi operasional,
baik sarana, prasarana perlu dipelihara sehingga tidak seluruhnya
mampu dioperasikan

STRUKTUR MODEL PELAYANAN

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


KINERJA DI BIDANG PERALATAN

1) Armada, jumlah satuan unit sarana (A)


2) Siap Guna Operasi (SGO), perbandingan antara jumlah sarana dikurangi
jumlah yang dikonservasi (K) dan yang dipelihara di Balai Yasa (PBY)

  𝐴 − 𝐾 − 𝑃 𝐵𝑌
𝑆𝐺𝑂= ×100 %
𝐴

3) Siap Operasi (SO), perbandingan antara jumlah sarana


dikurangi jumlah yang dikonservasi (K) dan yang dilakukan
perawatan baik di balai Yasa maupun di dipo (PBY+D)

  = 𝐴 − 𝐾 − 𝑃 𝐵𝑌 +𝐷 ×100 %
𝑆𝑂
𝐴

4) Pembatasan kecepatan (Taspat), dilakukan pada suatu petak


jalur jalan rel yang tidak mampu dilalui dengan kecepatan yang
dijanjikan akibat kerusakan atau perbaikan konstruksi jalan rel

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


KINERJA DI BIDANG OPERASIONAL

Angkutan penumpang Angkutan barang

Volume penumpang Volume barang (ton)

Penumpang KA Ton .km

Kepadatan penumpang =
k.A km barang
(penumpang.km/td.km)

Kelambatan keberangkatan/kedatangan KA
KA .km kiriman barang
(menit)

Kereta per KA – pnp = kereta.km/ka.pnp.km Gerbong yang dimuati

Gerbong per KA barang = gerbong .km/


ka.km.barang

Kelambatan keberangkatan/kedatangan KA
(menit

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PERKEMBANGAN BISNIS KERETA API DI INDOENSIA

Peningkatan mutu pelayanan tiket KA untuk pelanggan dengan :

• Mesin cetak tiket mandiri (CTM) dan E-Ticketing pada KRL


Jabodetabek dengan sistem tarif progresif dan kartu multi trip

Integritas angkutan KA dengan sistem moda lainnya seperti bandara


dan pelabuhan

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PERKEMBANGAN BISNIS KERETA API DI INDOENSIA

Pengembangan bisnis properti :


Pengembangan bisnis properti
merupakan upaya untuk
mengoptimalkan aset sekaligus
mendukung usaha angkutan
penumpang maupun barang.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


PERKEMBANGAN BISNIS KERETA API DI INDOENSIA

Pembangunan jaringan rel baru untuk meningkatkan kapasitas lintas

Penerapan Good Coorporate Government (GCG)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL