Anda di halaman 1dari 11

GIZI ANAK SEKOLAH

NIKSON SITORUS
Latar belakang
Keberhasilan pembangunan nasional suatu bangsa
ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia
(SDM) yang berkualtias.
WHO memberi batasan anak usia sekolah adalah
anak dengan usia 6-12 tahun.
Zat gizi adalah bahan dasar yang menyusun
bahan makanan. Zat gizi yang dikenal ada lima
yaitu Karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan
mineral.
Definisi anak usia sekolah menurut WHO
adalah anak dengan usia 6-12 tahun. Anak usia
sekolah berbeda dengan orang dewasa, karena
anak mempunyai ciri yang khas yaitu selalu
tumbuh dan berkembang, sampai berakhirnya
masa remaja.
Untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia
sekolah dapat dengan cara melihat standar
angka kebutuhan gizi rata- rata yang dianjurkan
(perorang).
Angka kecukupan energi (AKE)
Fungsi energi di dalam tubuh sebagai energi basal,
untuk melakukan kegiatan, membantu sistem
pencernaan, pertumbuhan, dan adaptasi serta
pengatur suhu tubuh
- Usia 4-6 tahun, BB 17 kg dan tinggi 110 cm, butuh
AKE 1,550 kkal/hr.
- Usia 7-9 tahun, BB 25 kg dan tinggi 120 cm, butuh
AKE 1.800 kkal/hr.
- Usia 10-12 (pria), BB 35 kg, tinggi 138 cm, butuh AKE
2.000 kkal/hr.
Angka kecukupan protein (AKP):
- Usia 4-6 tahun dengan BB 18 kg, AKP-nya 22 gr.
- Usia 7-9 tahun, BB 25 kg, AKP-nya 29 gr.
- Usia 10-12 tahun (pria), BB 35 kg, AKP-nya 40 gr.
Untuk menerapkan upaya pelayanan gizi di sekolah oleh direktorat
bina kesehatan anak Depkes tahun 2007, ada 4 kegiatan gizi yang
dapat dilakukan yaitu:
1. Pemantauan status gizi masyarakat sekolah.
2. Pemanfaatan halaman/ pekarangan
3. Pengawasan pengelolaan makanan di sekolah
4. Penanggulangan masalah gizi di sekolah.
 Menurut Depkes tahun 2007, Hingga saat ini
di Indonesia dikenal 4 masalah gizi utama
yaitu:
1. Gaki atau gangguan akibat kekurangan
iodium
2. Anemia gizi (kekurangan zat besi)
3. KEP (kurang energy protein)
4. Kekurangan vitamin A
Faktor – faktor yang mempengaruhi kekurangan gizi
pada anak sekolah :
1. Faktor social ekonomi
2. Faktor Pengetahuan dan Pendidikan
3. Faktor Kesehatan ( Penyakit )
4. Dll.