Anda di halaman 1dari 16

UJIAN TENGAH SEMESTER

PEMECAHAN MASALAH
OLEH :
Monika Sari Sinum (602180039)
Dosen Pembimbing :
dr. Dedy Nugroho MARS

Program Pascasarjana Program Studi Administrasi Rumah Sakit


Universitas Respati Indonesia
2021
DESKRIPSI
MASALAH ??
Lebihnya waktu tanggap di IGD RS X
Proses Pemecahan Masalah
dan Pengambilan Keputusan
1. Menginventarisasi masalah.
2. Menentukan masalah prioritas.
3. Mengidentifikasikan factor penyebab masalah.
4. Menentukan penyebab utama.
5. Membuat alternative pemecahan.
6. Membuat alternative yang paling baik.
7. Mengidentifikasi hal – hal yang mungkin terjadi.
8. Menetukan tindakan pencegahan.
Tabel Faktor
No Faktor Why 1 Why 2 Why 3
Kurang teliti dalam membaca Jumlah SDM tidak sesuai beban kerja serta apoteker Resep dokter sulit dibaca
resep dan assiten apoteker kebanyakan First Graduate, serta
1 Manusia kerja perawat yang simultan untuk pengantaran obat
 

Belum adanya sistem E-Resep  


2 Metode   -

Komputer dan software Proses budgeting


pendukung E-Resep belum
3 Mesin -
memadai

Tinta kertas resep buram. Kolom kertas resep kurang


4 Bahan -

Pasien complain ingin cepat


5 Lingkungan - -
mendapatkan obat
Alur Pelayanan
Instalasi Gawat Darurat
mulai

Pasien Pasien

triase
Rawat
Rawat jalan
jalan
Konsultasi
Konsultasi
spesialis
spesialis
Anamnesa
Anamnesa dan
dan
Rujuk PX.FISIK
PX.FISIK Pemeriksaan
Pemeriksaan
penunjang
penunjang

meninggal diagnosis

Tindakan
Tindakan
medis
medis

administrasi
administrasi Rawat
Rawat jalan
jalan

mulai
Diagram Fish Bone
Manusia Metode Mesin
Kurang Teliti Pendukung E-Resep
Belum ada E-Resep
belum memadai
Jumlah SDM tidak sesuai

pemberian
pemberian obat
Kerja perawat simultan Proses budgeting

Kesalahan
Kesalahan
Resep sulit dibaca

pasien
pasien
Tinta kertas buram

obat
Pasien BANYAK

Kolom kertas kurang

Bahan Lingkungan
• Staf farmasi kurang teliti atau terburu- buru saat
membaca resep
• Kurangnya jumlah staf farmasi yang dinas
MANUSI •
(terutama hari minggu)
Tulisan dokter sulit dibaca atau dokter

A •
menggunakan singkatan yang tidak lazim
Staf yang dinas adalah orang baru yang belum
berpengalaman
Kurang teliti membaca
resep

Jumlah SDM tidak sesuai


beban kerja Koreksi
1. Pertimbangkan penggunaan e-resep oleh dokter langsung
Resep dokter sulit 2. Komunikasi dengan dokter langsung saat resep tidak terbaca
dibaca 3. Adanya pengecekan ulang oleh orang kedua yaitu
apoteker
4. Shift diatur agar staf yang baru dipasangkan dengan staf yang lama
5. Evaluasi dan pengaturan jumlah anggota saat shift dinas
• Belum adanya sistem e-resep yang
terdata di komputer

MESIN • Masih memakai resep kertas

Belum ada system Koreksi


E-Resep Pertimbangkan penggunaan e-resep agar
pendataan lebih jelas dan memudahkan
penyimpanan rekam medis
• Apoteker tidak melaksanakan
identifikasi 7 benar saat
memberikan obat atau kurang teliti
saat menyesuaikan obat dengan
resep dokter
• Dua jenis obat sirup diletakkan
METODE dalam satu kolom rak tanpa sekat

Identifikasi
kesesuaian resep
tidak dilakukan

Letak obat berdekatan Koreksi


tanpa sekat 1. Apoteker harus melakukan SOP identifikasi ulang
obat dengan prinsip 7 benar sebelum menyerahkan
obat
2. Penyekatan obat yang berada dalam satu kolom
rak penyimpanan obat
3. Sosialisasi rutin SOP identifikasi 7 benar
dan
prosedur tata letak obat kepada seluruh staf
• Ukuran kertas resep kurang
sehingga kolom kurang
• Tinta kertas resep buram sehingga
tulisan dokter kurang jelas

BAHAN
Tinta kertas
resep buram
Koreksi
1. Mengganti ukuran kertas resep dengan
Kolom kertas
kolom lebih banyak
resep kurang 2. Dokter langsung memasukkan resep ke sistem
e-resep untuk menghindari kesalahan
pembacaan resep

Material
Akar Masalah
Pada kasus ini menggunakan teori USG di dapat kan sebagai berikut.

No Masalah Urgency Seriousness Growth Total Prioritas

1 Tenaga dokter dan perawat yang kurang 3 3 4 10 III

2 Pola penempatan petugas yang terganggu 3 3 3 9 IV

3 Rak penyimpanan obat tidak tersusun rapi 4 4 4 12 I

Tidak tersedianya stretcher untuk kasus-kasus


4 3 4 4 11 II
pasien gawat

5 Akses fisik yang sulit 3 3 3 9 IV


Prioritas Masalah

No Masalah Total Prioritas

1 Rak penyimpanan obat tidak tersusun rapi 12 I

Tidak tersedianya stretcher untuk kasus-kasus pasien


2 11 II
gawat

3 Tenaga dokter dan perawat yang kurang 10 III


PDCA
Masalah Plan Do Check Action
1 Pengajuan tambahan tenaga Terealisasinya Terpenuhi sumber daya Monitoring dan evaluasi
Tenaga dokter dan kesehatan di IGD terutama penambahan tenaga manusia (petugas IGD) berkala
perawat yang kurang perawat dan dokter  

2 Merubah tatanan Terlaksananya perubahan tidak terganggunya transport Monitoring dan evaluasi
penempatan petugas penempatan yang strategis pasien dan tindakan medis di berkala
Pola penempatan
Kesehatan di IGD IGD
petugas yang terganggu

3 Tidak tersedianya obat Sosialisasi kepada seluruh Terealisasinya sosialisasi Teratur nya pemberian obat, Monitoring dan evaluasi
& Rak penyimpanan petugas IGD untuk kepada seluruh petugas rak selalu rapi, order obat berkala
obat tidak tersusun rapi meningkatkan kerapian IGD emergency dari Apotik
obat & pengecekan obat berkurang
emergency setiap shift jaga
Alternatif Pemecahan Masalah
Metode alternatif pemecahan masalah teori Tapisan Mac Namara

No Masalah Efektiftas Efisiensi Kemudahan Total

1 Tenaga dokter dan perawat yang kurang 5 4 4 13

2 Pola penempatan petugas yang terganggu 5 4 4 13

Tidak tersedianya obat & Rak penyimpanan


3 obat tidak tersusun rapi 5 5 4 14

Keterangan :
1 : Sangat kecil
2 : Kecil
3 : Sedang
4 : Besar
5 : Sangat besar
KESIMPULAN

didapatkan hasil pemecahan masalah efektif, efisien dan kemudahan dengan


total nilai tertinggi adalah tidak tersedianya obat & rak penyimpanan obat
tidak tersusun rapi diikuti tenaga dokter dan perawat yang kurang, pola
penempatan petugas yang terganggu.
 
TERIMA
KASIH