Anda di halaman 1dari 20

PEMFIGUS VULGARIS

PRESENTAN:
BERNIKE YURISKA M 0610019
INTAN MERDEKADINI G 0610175
DEFINISI PEMFIGUS
KLASIFIKASI
EPIDEMIOLOGI
PEMFIGUS VULGARIS
ETIOLOGI

AUTOIMU
N
PATOGENESIS
Antibodi IgG
Patogenesis
Schematic Representation of Sites of
Blister Formation

C. In a subepidermal
B. In a suprabasal blister,
A. In a subcorneal blister, blister, the entire
a portion of the epidermis
the stratum corneum epidermis separates from
including the stratum
forms the roof of the bulla the dermis (bulous
corneum forms the roof
(pemphigus foliaceus) pemphigoid and dermatitis
(pemphigus vulgaris)
herpetiformis)_
GEJALA KLINIS
Pemfigus Vulgaris
PEMERIKSAAN PENUNJANG
DIAGNOSIS BANDING

Dermatitis herpetiformis

Pemfigoid bulosa
Komplikasi
1. Infeksi 2nd.
2. Malignansi dari penggunaan imunosupresif.
3. Growth retardation
4. Supresi sumsum tulang
5. Osteoporosis
6. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit .
Penatalaksanaan
 Non Farmakologis
- mandi, pakaian nyaman
- koreksi keseimbangan cairan dan elektrolit
- follow up ESO dan perkembangan lesi
 Farmakologis
- Prednisone 2-3 mg/kgBB sampai tak terjadi bula
dan tanda Nikolsky (-)  turunkan 1 ̸2 dosis inisial
sampai mencapai dosis pemeliharaan minimal
penatalaksanaan
Terapi imunosupresif yang bisa digunakan
bersama glukokortikoid :
 Azatioprin 2-3 mg/kgBB

 Metotreksat 25-35 mg/mgg po atau im

 Siklofosfamid 100-200 mg/hr

 Plasmaperesis

 Mycophenolate mofetil 2x1gr per hari

 Imunoglobulin dosis tinggi 2 gr/kgBB tiap 3-4 mgg

 Rituximab 4mgg sekali iv


Prognosis
 Quo ad vitam : dubia ad bonam
 Quo ad functionam : ad bonam
 Quo ad sanationam : dubia