Anda di halaman 1dari 14

SOSIALISASI

SWAMEDIKASI

POKJA PELAYANAN KEFARMASIAN


DAN PENGGUNAAN OBAT

INSTALASI FARMASI_RUMAH SAKIT BHAYANGKARA LEMDIKLAT POLRI


SWAMEDIKASI
PENGERTIAN

Disebut juga dengan Menurut WHO


pengobatan sendiri adalah suatu solusi
atau self medication mudah, murah dan
cepat untuk
mengatasi keluhan
yang bersifat ringan
seperti demam, nyeri,
pusing, batuk,
influenza, sakit maag,
cacingan, diare, dsb
DASAR HUKUM
Permenkes No: 919/MENKES/PER/X/1993 mengenai
Kriteria Obat

Kriteria 1 Kriteria 2 Kriteria 3 Kriteria 4 Kriteria 5


Tidak Tidak memberikan Penggunaannya Penggunaannya Obat yang
dikontraindikasikan resiko pada tidak memerlukan diperlukan untuk dimaksud memiliki
untuk penggunaan kelanjutan cara dan atau alat penyakit yang rasio khasiat
pada wanita hamil, penyakit. khusus yang harus prevalensinya keamanan yang
anak dibawah usia dilakukan oleh tinggi di Indonesia dapat
2 tahun dan tenaga kesehatan dipertanggungjawa
orangtua diatas 65 bkan untuk
tahun pengobatan sendiri.
ASAS TERAPI RASIONAL
Merupakan salah satu sasaran keselamatan pasien dengan memperhatikan 12 BENAR pemberian obat

1 • BENAR PASIEN
2 • BENAR OBAT
3 • BENAR DOSIS
4 • BENAR CARA PEMBERIAN
5 • BENAR WAKTU PEMBERIAN
6 • BENAR DOKUMENTASI
7 • BENAR PENDIDIKAN KESEHATAN PERIHAL MEDIKASI PASIEN
8 • HAK PASIEN UNTUK MENOLAK
9 • BENAR PENGKAJIAN
10 • BENAR EVALUASI
11 • BENAR REAKSI TERHADAP MAKANAN
12 • BENAR REAKSI TERHADAP OBAT LAIN
PERTIMBANGAN SWAMEDIKASI
PERAN TENAGA
KESEHATAN SANGAT
BESAR

 Pasien lebih nyaman


 Terapi lebih cepat
 Biaya terapi lebih ringan

Peran apoteker :
1. Menyediakan produk obat yang terbukti keamanan, berkhasiat, dan berkualitas.
2. Memberikan informasi yang dibutuhkan atau konseling.
KATEGORI DAPAT DIOBATI SENDIRI
SEPUTAR KELUHAN-KELUHAN RINGAN

78%
NYERI

52%
BATUK, FLU, SAKIT TENGGOROKAN

45%
ALERGI

37% SALURAN CERNA

21% DIARE
10%
MAS
ALA
H
KULI
T
GOLONGAN OBAT

Penandaan :
 berdasarkan S.K. Menkes RI No. 2380/A/SKA/I/1983 yaitu berupa lingkaran
berwarna biru dengan garis tepi berwarna hitam.
 berdasarkan S.K. Menkes RI No. 2380/A/SKA/I/1983 yaitu bulatan berwarna
hijau dengan garis tepi warna hitam.
 berdasarkan Kepmenkes RI No. 02396/A/SKA/III/1986 yaitu lingkaran bulat
berwarna merah dengan garis tepi berwarna hitam dengan huruf K yang
menyentuh garis tepi
TAKARAN SENDOK OBAT
 Takaran sendok obat setara 5 ml
 Takaran sendok teh setara 5 ml
 Takaran sendok bubur setara 10 ml
 Takaran sendok makan setara 15 ml
 Takaran mg dengan ml berbeda
PENGGUNAAN INHALER YANG TEPAT
PENGGUNAAN INHALER YANG TEPAT
Jika menggunakan lebih
dari satu isapan per dosis,
harus memberikan jeda
waktu di antara setiap
isapan. Jika Anda
menggunakan bronkodilator
Jangan menarik dan
kerja cepat, berikan jeda 3-5 Duduk tegak atau Kocok inhaler dengan
menit. Untuk jenis lainnya, membuang napas
berdiri tegak saat baik sebelum
berikan jeda 1 menit dengan terlalu cepat di
menggunakan inhaler menghirupnya
antara setiap isapan

Tahan napas selama Langsung tarik napas


Berkumur setelah
Bersihkan inhaler. minimal 10 detik begitu Anda menekan
menggunakan
setelah menghirupnya inhaler
INSULIN
PEMBERIAN INFORMASI INSULIN
 GUNAKAN JARUM YANG TEPAT SESUAI DENGAN JENIS PEN
 PENYIMPANAN INSULIN
BELUM TERPAKAI SUHU 2-8 DERAJAT CELCIUS HINDARI FREEZER
SUDAH TERPAKAI SUHU 25-30 DERAJAT CELCIUS TERLINDUNG DARI
CAHAYA MATAHARI
 ROTASI SAAT PENYUNTIKAN
PENGGUNAAN INSULIN YANG TEPAT

LANGKAH 1. PASANG JARUM LANGKAH 2. PRIMERING

LANGKAH 3. ATUR DOSIS LANGKAH 4. SUNTIKAN


Badai Pasti Berlalu
Semangat Terus Tenaga Kesehatan

TERIMA KASIH