Anda di halaman 1dari 20

Mengajar Generasi Z

Ragam Inovasi Pembelajaran


Karya : Dr. Abi Sujak, M.Sc

Presented by : Dini Wahyu


Mulyasari, S.Pd
STUDI KASUS
membaca dan mendiskusikan secara menyeluruh
terhadap kasus yang terjadi secara nyata.

Mengembangkan keterampilan berpikir analitis


(analytical thinking) dan berlatih membuat
keputusan intuitif (reflective judgment)
ATURAN DASAR
ATURAN 1 ATURAN 6
MENCERITAKAN RIWAYAT KASUS
memiliki relevansi secara pedagogik

ATURAN 2 ATURAN 7
fokus ke isu yang meningkatkan minat belajar memacu perbedaan pendapat; memacu pembuatan
keputusan

ATURAN 3
berlangsung sekitar 5 tahun terakhir
ATURAN 7
memiliki keterkaitan dengan konsep-konsep yang
bisa diterima berbagai pihak yang menggunakan
kasus
ATURAN 4
karakter atau pelaku utama dalam kasus menarik
empati

ATURAN 8
ATURAN 5 kasus tidak terlalu panjang.

mencakup kutipan langsung dari karakter atau pelaku


dalam kasus
KAPAN STUDI KASUS
DIGUNAKAN?
• permasalahan kompleks
• topik-topik yang bersifat interdisipliner
• isu-isu yang tidak memiliki pemecahan masalah
secara “benar atau salah”
• situasi di mana siswa perlu mengevaluasi dan
memutuskan dengan penjelasan yang menantang
Belajar Melalui
Pemagangan
(Appenticeship)
Magang (apprenticeship) merupakan
salah satu bentuk dari Learning by
doing
PEKERJAAN
SEBAGAI
DORONGAN
UTAMA

Ciri-ciri Belajar
Pemagangan

Guru dan kegiatan


pengajaran hampir Kegiatan belajar
Berawal dari
sama sekali tidak difokuskan pada
keterampilan
tampak. kinerja
yang mudah
(Experiential Learning)

konsep: doing (melakukan), reflecting


(refleksi), understanding (memaha-mi),
dan applying (menerapkan).

Kolb et al.
Important Point
Kegiatan refleksi
Pembelajaran
dengan Rekaman
Video
pembelajaran klasikal yang kemudian
direkam dan memberi kesempatan kepada
siswa untuk mempelajari lagi dengan
membuka rekaman tersebut yang ada di
akses online
Komunitas Inkuiri
(Community of Inquiry)

kerja sama dalam mendalami tujuan pembelajaran


tertentu, melakukan refleksi untuk membangun
makna, dan menyepakati pemehaman tertentu.
3 ELEMEN PENTING

Social presence Teaching Proses sosial


presence
kemampuan partisipan desain, fasilitasi, mengarahkan mempercayai makna yang
meng-identifikasi tujuan proses kognitif diperoleh seseorang dan
kajian mempercayai hasil belajar
yang dianggapn bermakna
https://wise.berkeley.edu/ http:https://coi.athabascau.ca/
berisi beberapa topik yang menjelaskan gambaran keadaan
permasalahan seperti perubahan iklim global yang meminta siapa
pun yang akan bergabung untuk mempelajari dan menjawab komunitas yang mendiskusikan tentang isu-isu pendidikan
pertanyaan ilmiah yang telah disediakan

(https:// www.collide.info/) http://www. celekt.info/


riset yang dilakukan bersama-sama oleh berbagai angggota komunitas dari berbagai institusi yang melaksanakan riset bersama-sama
dengan agenda riset tertentu misalnya Go-Lab yang berisi kegiatan dari tempat masing-masing sesuai agenda riset yang telah ditetapkan oleh
tentang pengembangan laboratorium riset daring yang ditujukan pengelola
untuk dapat digunakan oleh pelajar.
Komunitas Praktik
(Communities of
Practice)
perpaduan dari experiential learning, social
constructivism, connectivism.

kesamaan kepentingan atau kesamaan aktivitas yang


ditekuni dan mempelajari agar menjadi lebih baik
ikatan aktivitas
yang mereka
laksanakan
(misalnya,
pertemuan,
diskusi),

Ciri-ciri
Komunitas
Praktik
memiliki minat
anggota komunitas
yang sama yang
menginformasikan:
menjadi pengikat
• kegiatan
hubungan
• hal-hal yang
kebersamaan
dipelajari
• manfaat mereka
Pembelajaran Mikro
(Micro Learning)
dilaksanakan dalam waktu yang sangat
pendek; memerlukan usaha yang
ringan untuk menguasainya; berisi
topik spesifik
Kelebihan Kekurangan
• SPESIFIK
TIDAK COCOK UNTUK
• INGATAN KUAT
MATERI HOLISTIK
• FELSIBEL WAKTU
DAN ALAT