Anda di halaman 1dari 8

KOMUNIKASI PADA LANSIA

OLEH : AMIRA P.S. TARIGAN, S.KEP, NS, M.KES.


Pengertian
Komunikasi merupakan proses tercapainya kesamaan
pengertian antara individu yang bertindak sebagai sumber
(perawat atau pemberi asuhan) dan individu yang bertindak
sebagai penerima asuhan (Nugroho, 2009:11).

Komunikasi gerontik adalah suatu proses penyampaian


pesan/gagasan dari perawat atau pemberi asuhan kepada
lansia dan diperoleh tanggapan dari lansia, sehingga
diperoleh suatu kesepakatan bersama tentang isi pesan
komunikasi (Nugroho, 2009:14).
FAKTOR YANG 1. Kebisingan
MEMPENGARUHI 2. Keadaan psikologis komunikan
KOMUNIKASI 3. Kekurangan komunikator atau
komunikan
4. Kesalahan penilaian komunikator
5. Kurangnya pengetahuan komunikator
atau komunikan
6. Bahasa
7. Isi pesan berlebihan
8. Bersifat satu arah
9. Kepentingan atau interest
10. Prasangka
ASERTIF

RESPONSIF

FOKUS
TEKNIK
KOMUNIKASI
SUPORTIF
DENGAN LANSIA

KLARIFIKASI

SABAR
 Menjaga tingkat kebisingan minimum
Menjadi pendengar yang baik
 Menjamin alat bantu dengar yang berfungsi
Jangan berbicara dengan keras atau berteriak,
PRINSIP Bicara dari arah telinga yang dapat mendengar
BERKOMUNIKASI dengan lebih baik
DENGAN LANSIA  Berdiri didepan klien
Pertahankan penggunaan kalimat yang pendek
dan sederhana
Berbicara pada tingkat pemahaman klien
 Selalu menanyakan respons, terutama ketika
mengajarkan suatu tugas atau keahlian
Pendekatan Psikologis
Metode dalam komunikas
Karena pendekataan ini sifatnya
terapeutik pada lansia
abstrak dan mengarah pada
perubahan perilaku, maka umumnya
Pendekatan Fisik
membutuhkan waktu yang lebih
Mencari informasi tentang
lama. Untuk melaksanakan
kesehatan obyektif, kebutuhan,
pendekatan ini komunikator
kejadian yang dialami,
berperan sebagai konselor, advokat,
perubahan fisik organ tubuh,
ENTER TITLE supporter, interpreter terhadap
tingkat kesehatan yang masih Pendekatan Sosial
sesuatu yang asing atau sebagai
bisa dicapai dan dikembangkan Pendekatan ini dilakukan untuk
penampung masalah-masalah yang
serta penyakit yang dapat meningkatkan keterampilan
pribadi dan sebagai sahabat yang
Pendekatan Spiritual
dipecah progresifitasnya. berinteraksi dalam lingkungan.
akrab bagi klien.
Tenaga kesehatan
Pendekatan haruslebih
ini relatif bisa Mengadakan diskusi, tukar
memberikan kepuasan
mudah dilaksanakan batin
dan dalam
dicari pikiran, bercerita, bermain, atau
hubungannya dengan
solusinya karena Tuhan atau
riil dan mengadakan kegiatan-kegiatan
DAFTAR PUSTAKA
Aspiani, Ns Reny Yuli. 2014. Buku Ajar Asuhan
Keperawatan Geronti. Jakarta:Trans Info Media
Dalami, Ermawati. 2010. Buku Saku Komunikasi
Keperawatan. Jakarta:Trans Info Media
Lalongkoe, Maksimus Ramses. 2014. Komunikasi Terapeutik
: Pendekatan Praktis Praktisi Kesehatan.
Yogyakarta:Graha Ilmu
Nugroho, H. Wahyudi. 2011. Komunikasi dalam Keperawatn
Gerontik. Jakarta:EGC
ENTER TITLE
Nugroho, H. Wahyudi. 2012. Keperawatn Gerontik &
Geriatrik. Jakarta:EGC
Seldon, Lisa Kennedy. 2015. Komunikasi Untuk
Keperawatan. Jakarta:Erlangga
THANKS