Anda di halaman 1dari 48

BALAI BESAR PENGEMBANGAN BUDIDAYA AIR TAWAR

Jl. Selabintana 37 Sukabumi Telp.(0266)225211 Fax.(0266)221762


Jawa Barat, E-mail: bbpbats37@yahoo.com
1
CARA PEMBENIHAN IKAN YANG BAIK (CPIB)

BALAI BESAR PENGEMBANGAN BUDIDAYA AIR TAWAR


DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA

2
TUNTUTAN PASAR GLOBAL
PASAR YANG SEMAKIN KOMPETITIF
TUNTUTAN KONSUMEN TERHADAP MUTU
BUDIDAYA YANG BERKELANJUTAN
FOOD SAFETY dan FOOD SECURITY
BEBAS ANTIBIOTIK DAN BAHAN KIMIA
KETERTELUSURAN (TRACEABILITY)
KELESTARIAN LINGKUNGAN SDA
ISU POTENSIAL LAIN
3
PASAR
PASAR EKSPOR
EKSPOR

PERSYARATAN

PRODUK
PRODUKPERIKANAN
PERIKANAN::
BEBAS
BEBASRESIDU
RESIDUANTIBIOTIK
ANTIBIOTIK
BEBAS
FOOD
FOOD BEBASLOGAM
BEBAS
LOGAMBERAT
BEBASBAHAN
BERAT
BAHANBIOLOGI
BIOLOGI TERLARANG
TERLARANG!!!!!!
BEBAS
SAFETY
SAFETY BEBASBAHAN
BAHANKIMIA
KIMIA TERLARANG
TERLARANG!!!
!!!

PRODUK
PRODUKPERIKANAN
PERIKANAN
AMAN
AMANDIKONSUMSI
DIKONSUMSI

4
FOOD SAFETY
Keamanan hasil perikanan diupayakan untuk
dicegah dari kemungkinan adanya cemaran
biologis, kimia dan benda lain yang dapat
mengganggu, merugikan dan membahayakan
kesehatan manusia.
Hasil dan produk perikanan sebagai bahan
makanan protein hewani asal ikan harus
memenuhi persyaratan sanitasi dan tidak
akan membahayakan konsumen

Diterapkan pada sarana dan prasarana serta


penyelenggaraan kegiatan pembudidayaan ikan

5
PELUANG DAN ANCAMAN

PELUANG : ANCAMAN :
Permintaan pasar tinggi Persyaratan Mutu ketat
(Food Safety-Food
Potensi lahan besar
security)
Perubahan pola hidup
Negara pesaing
Konsumsi masyarakat tinggi
Dumping
Peran pemerintah (subsidi)
Harmonisasi sistem
Variasi species
Iklim

6
KEKUATAN DAN KELEMAHAN
KEKUATAN : KELEMAHAN :
Potensi produksi SDM (jumlah & kualitas)
yang tinggi Pemanfaatan lahan masih terbatas
Penyempurnaan regulasi (belum
Export oriented sepenuhnya kebijakan pemerintah
kondusif)
Sudah ada regulasi
Produksi hasil budidaya rendah
Pengembangan High Cost of production
kelembagaan Penanganan pasca panen lemah
Sumber induk/benih masih terbatas
Sarana & prasarana belum memadai
(peralatan laboratoirum)
Sangat terbatas LPK terakreditasi

7
UNIT PEMBENIHAN

BENIH BERMUTU

• Tumbuh cepat
• Seragam
• Sintasan tinggi
• Adaptif thd lingkungan budidaya
• Efisien dlm menggunakan pakan
• Tahan terhadap penyakit
• Tidak mengandung residu obat 8

dan bahan kimia 8


MAKSUD
• Pedoman bagi para pelaku
usaha pembenihan
• Pedoman bagi para pembina
dan auditor

9
9
TUJUAN
• Membantu pelaku usaha
pembenihan dalam meningkatkan
daya saing produk;

• Menjamin keberlangsungan usaha


pembenihan

10
10
LANDASAN HUKUM
• UU No. 31/2004 tentang Perikanan
• PP No. 28/2004 tentang Keamanan, mutu dan gizi pangan
• Kepmen Pertanian No. 26/Kpts/OT/ 210/98 tentang
Pedoman Pengembangan Perbenihan Perikanan Nasional
• Permen KP No. KEP.01/MEN/2007 tentang Pengendalian
Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan
• Kepmen KP.01/MEN/2007 tentang Persyaratan Jaminan
Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pada Proses Produksi,
Pengolahan dan Distribusi
• Permen KP No. PER.02/MEN/2007 tentang Monitoring
Residu Obat, Bahan Kimia, Bahan Biologi dan Kontaminan
pada Pembudidaya Ikan
• Kepmen KP No. KEP.02/MEN/2007 tentang Cara Budidaya
Ikan yang Baik

11
11
ALUR PENYEDIAAN BENIH BERMUTU

PEMULIAAN CPIB/ DJPB/


SISTU LSSM

SERTIFIKASI

INDUK DASAR INDUK POKOK


BROODSTOCK
UPT/UPTD HATCHERY/UPR
CENTER

PENGAWASAN BENIH BERMUTU

MASYARAKAT
PEMBUDIDAYA

12
12
MANFAAT PENERAPAN CPIB
 Meningkatkan efisiensi produksi
dan produktivitas;
 Mampu telusur;
 Memperkecil resiko kegagalan;
 Meningkatkan kepercayaan
pelanggan;
 Meningkatkan daya saing dengan
peningkatan mutu benih serta
menjamin kesempatan ekspor. 13
13
Aspek Keamanan
Pangan
Tidak menggunakan
Aspek Teknis bahan/obat terlarang
-Kelayakan lokasi dan sumber air
-Kelayakan fasilitas
-Proses produksi
-Penerapan biosecurity
- Benih sehat
Aspek Manajemen Unit bermutu
- Struktur Organisasi dan SDM Pembenihan - Bebas residu antibiotik
- Alur proses produksi dan logam berat
-Dokumentasi (SPO teknis) - Aman bagi kesehatan
-Catatan/rekaman :
- Ramah lingkungan
Pemberian pakan
Pemeriksaaan logam berat, kualitas air,
penggunaan obat, bahan kimia dan Aspek lingkungan
pemeriksaan kesehatan telur,benih, Perlakuan bagi
Distribusi benih pembuangan
limbah 14
14
ASPEK TEKNIS
KELAYAKAN LOKASI
• Bebas banjir dan bahan cemaran
• Mempunyai sumber air yang layak, bersih
sepanjang tahun dan bebas cemaran
pathogen, bahan organik dan kimiawi
• Mudah dalam memperoleh tenaga kerja yang
kompeten, berdedikasi tinggi sesuai dengan
kebutuhan
• Mudah dijangkau
• Tersedia sarana pendukung

15
15
KELAYAKAN FASILITAS

• Bangunan
– Laboratorium
– Ruang mesin
– Bangsal panen
– Tempat penyimpanan pakan
– Tempat penyimpanan bahan kimia dan obat-
obatan
– Tempat penyimpanan perlatan
– Kantor/ruang administrasi
• Sarana filtrasi, pengendapan dan bak tandon
• Bak karantina
16
16
KELAYAKAN FASILITAS ….. lanjutan

• Bak/kolam pemeliharaan induk


• Wadah penetasan
• Bak/kolam pemeliharaan benih
• Bak kultur pakan hidup
• Wadah penampungan benih
• Sarana pengolah limbah
17
17
KELAYAKAN FASILITAS …..
lanjutan
• Mesin & Peralatan Kerja
– Peralatan Produksi
– Bahan dan peralatan panen
– Peralatan mesin
– Peralatan laboratorium
• Sarana Biosecurity
– Pagar dan penyekat
– Sarana sterilisasi
– Pakaian dan perlengkapan personil unit produksi

18
18
PROSES PRODUKSI

• Manajemen air sumber dan pemeliharaan


– Air media pemeliharaan harus memenuhi
standar baku mutu air
-Dilakukan proses penjernihan air melalui
pengendapan dan filtrasi
-Dilakukan perlakuan (treatment) air secara
fisik, kimiawi atau biologi
-Monitoring/pemeriksaan air secara berkala

19
19
PROSES PRODUKSI …. lanjutan

• Manajemen induk
– Pemilihan induk (umur, ukuran, kesehatan,
hasil pemuliaan/domestikasi, asal induk)
– Karantina induk
– Pemeliharaan (wadah pemeliharaan,
pengelolaan air, pemberian pakan,
perawatan kesehatan, pengamatan
kematangan gonad, penanganan proses
pemijahan dan penetasan telur)
20
20
PROSES PRODUKSI …. lanjutan

• Manajemen benih
– Unit pembenihan yang hanya melakukan
pemeliharaan larva/nauplius menjadi
benih/postlarva maka larva/nauplius harus
diperoleh dari unit pembenihan yang telah lulus
sertifikasi CPIB/sistem mutu perbenihan atau
diperoleh dari UPT Lingkup Direktorat Jenderal
Perikanan Budidaya.
– Aklimatisasi benih
– Pengelolaan air
– Pemberian pakan (jenis, dosis dan frekuensi)
– Perawatan kesehatan benih
– Pengamatan perkembangan benih 21
21
PROSES PRODUKSI …. lanjutan

• Panen, pengemasan dan distribusi benih


– Panen (umur benih , cara panen, peralatan
panen, pengecekan mutu benih)
– Pengemasan (peralatan dan bahan kemasan)
– Distribusi benih (darat, air dan udara)

22
22
PENERAPAN BIOSECURITY
• Penerapan biosecurity merupakan tindakan yang
dilakukan dengan sengaja sebagai usaha untuk
mencegah masuknya organisme pathogen dalam
lingkungan budidaya yang dapat menginfeksi organisme
yang dibudidayakan.
• Penerapan biosecurity merupakan usaha untuk
mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit dalam
suatu area

23
23
KEGIATAN PENTING DALAM
PENERAPAN BIOSECURITY
• Pengaturan tata letak
– Pengaturan berdasarkan alur produksi
– Pemagaran dan penyekatan
– Penyimpanan bahan
• Pengaturan akses masuk ke lokasi
• Sterilisasi wadah, peralatan dan
ruangan
• Sanitasi lingkungan
• Pengolahan limbah
• Pengaturan personil/karyawan
24
24
25
25
26
26
BIOSECURE AREA

27
27
ASPEK MANAJEMEN

ORGANISASI
UNIT PEMBENIHAN
• Pimpinan unit/Ketua kelompok
• Manajer Pengendali Mutu (MPM), tugas :
– Membuat perencanaan
– Mensosialisasikan penerapan CPIB kepada
para personil unit pembenihan
– Melaksanakan CPIB secara konsisten
• Pelaksana produksi
• Pelaksana administrasi
• Pelaksana pemasaran 28
28
DOKUMEN DAN REKAMAN
• Manfaat dokumentasi :
– Mudah mengakses informasi proses produksi
– Dapat diperoleh bukti obyektif tentang
kesesuaian proses produksi dengan CPIB
– Mampu telusur
• Jenis dokumentasi CPIB yang dipersyaratkan:
– Standar Operasional Prosedur (SPO)
– Formulir
– Rekaman

29
29
SPO
• Merupakan petunjuk baku tentang pengoperasian
suatu proses kerja dalam unit pembenihan
• Tujuan : untuk memastikan proses berjalan
secara terkendali dan sistem pengendalian
dijalankan secara konsisten
• Jenis SPO, a.l. :
– Manajemen air, induk, benih, pakan hidup dan buatan,
penggunaan obat dan bahan kimia, biosecurity,
pemanenan benih, pengemasan dan distribusi
– Pemeriksaan kualitas air, kesehatan induk dan benih
– Sanitasi lingkungan pembenihan

30
30
FORMULIR
• Merupakan sarana yang digunakan untuk
merekam penerapan CPIB
• Fungsi : untuk mengumpulkan dan
mengkomunikasikan data dan informasi
dalam format tertentu
• Manfaat :
– Menjamin semua data yang dibutuhkan
dapat ditampilkan
– Menjaga konsistensi data yang dibutuhkan
– Memberikan petunjuk data yang harus
dimasukkan

31
31
REKAMAN

• Merupakan bukti obyektif dari suatu unit


pembenihan untuk menunjukkan efektivitas
penerapan CPIB;

• Manfaat rekaman untuk memudahkan dalam


ketertelusuran penerapan CPIB

32
32
Rekaman yang dipersyaratkan
• Rekaman proses produksi, seperti Pemberian
pakan, Pemeriksaaan logam berat, kualitas air,
penggunaan obat, bahan kimia dan pemeriksaan
kesehatan telur,benih sertaDistribusi benih

• Unit pembenihan bebas mengembangkan


catatan/rekaman lain yang mungkin diperlukan
untuk menunjukkan kesesuaian dari proses-
proses, produk dan CPIB

33
33
SERTIFIKASI CPIB
Ditjen Perikanan
Budidaya rekomendasi

Tim
Teknis
sertifikas
i
Permohonan Sertifikat
sertifikasi
Komisi Approval

Unit Pembenihan
Survaile
n

Pengawas
Benih Ikan Pengawasan

34
MEKANISME SERTIFIKASI
Ya
UP ber PEMBINAAN Lap. Hasil
MPM Pembinaan
CPIB
“komitmen

Blm Tidak Ya

PEMBINAAN Aplikasi
-Teknis (SNI,CPIB) Permohonan
-Motivasi Sertifikasi
CPIB

Tidak

Pelaksanaan
SERTIFIKASI
Lap. Hasil
CPIB
Pembinaan

Penerbitan
Pelatihan
MPM
SERTIFIKAT
CPIB
SERTIFIKASI SISTEM MUTU
“sangat baik"
35
Peran pimpinan UPTD dalam penerapan
CPIB dan sertifikasi
• Mengirimkan staf untuk mengikuti pelatihan MPM dan berkomitmen
menunjuk MPM dan rencana menjalankan CPIB secara konsisten
• Memberikan kewenangan kepada MPM (yg telah bersertifikat dr
Ditjen PB) yang ditunjuk untuk menjalankan tugasnya (untuk
mengelola, memantau, mengevaluasi dan mengkoordinasikan
penerapan CPIB di lapangan). MPM tidak diperkenankan merangkap
sbg manajer produksi atau pimpinan
• Membentuk Tim CPIB
• Membuat struktur organisasi dg wewenang dan tanggungjawab yang
jelas
• Menyelenggarakan sosialisasi rencana penerapan CPIB kepada
seluruh karyawan
• Melaksanakan pelatihan kepada seluruh karyawan agar adanya
pemahaman terhadap persyaratan dan penerapan CPIB dengan
tujuan memberikan kesadaran mutu & pemahaman persyaratan
termasuk dokumentasi.
• Menerapkan CPIB dilengkapi dengan dokumen mutu
• Mengajukan permohonan sertifikasi
36
PERSYARATAN AWAL SERTIFIKASI
PERBENIHAN

• mempunyai MPM;
• mempunyai dokumen mutu;
• sudah menerapkan CPIB minimal 1 siklus
sebelum mengajukan permohonan
sertifikasi.

37
DOKUMEN YANG DILAMPIRKAN DALAM
PERMOHONAN SERTIFIKASI PERBENIHAN

• Fotocopy IUP/Tanda Pencatatan dari


Dinas Kelautan dan Perikanan
• Fotocopy sertifikat Manajer Pengendali
Mutu
• Dokumen pendukung berupa data umum
unit pembenihan, struktur organisasi dan
tanggung jawab, daftar fasilitas dan
SDM, daftar SPO teknis dan daftar
rekaman

38
PERMOHONAN SERTIFIKASI CARA PEMBENIHAN
IKAN YANG BAIK
Nama unit Pembenihan:
Pimpinan Unit :
Alamat
desa/kelurahan :
kecamatan :
kabupaten :
propinsi :
Telepon/Fax :
E mail :
Dengan ini kami mengajukan permohonan sertifikasi cara pembenihan ikan yang
baik untuk produksi induk/benih…….........
Dalam pelaksanaan sertifikasi ini, kami menyatakan bersedia mengikuti dan
mematuhi ketentuan sistem penilaian yang berlaku.
Bersama ini dilampirkan :
–Fotocopy sertifikat MPM
–Fotocopy surat izin usaha perikanan/tanda pencatatan
–Data umum unit pembenihan
–Struktur organisasi, tanggung jawab dan wewenang
–Alur proses produksi
–Daftar fasilitas unit pembenihan
–Jumlah, pendidikan, pelatihan, ketrampilan dan pengalaman tenaga unit
pembenihan
– Daftar SPO/IK proses produksi
–Daftar rekaman
Tanda
Tangan Pimpinan Unit Pembenihan

39
TAHAPAN PENILAIAN
1. Penilaian Pendahuluan

Auditor Ditjen Perikanan Budidaya/UPT


akan melakukan pemeriksaan kecukupan
dokumen mutu pemohon. Penilaian
dinyatakan cukup apabila seluruh
persyaratan tercakup dalam dokumen
mutu.

40
2. Penilaian Lapangan

Auditor CPIB akan melakukan:


• Pengumpulan data dan bukti;
• Penilaian dokumen terkait;
• Pemeriksaan kegiatan dan kondisi di lokasi;
• Penilaian kesesuaian dengan persyaratan/ standar
yang diacu;
• Diskusi, menyimpulkan hasil penilaian, penyampaian
semua temuan kepada pemohon dan tindakan
koreksi yang perlu dilakukan oleh unit pembenihan
atas ketidak sesuaian yang ditemukan.

41
PERINGKAT KELULUSAN
CARA PEMBENIHAN IKAN YANG BAIK

PERINGKAT KETIDAKSESUAIAN

MINOR MAYOR SERIUS KRITIS

Sangat Baik 0 -6 0–5 0 0

Baik ≥7 6 – 10 1–2 0

Cukup NA* ≥ 11 3–4 0

Tidak lulus NA* NA* ≥5 ≥1

42
MASA BERLAKU SERTIFIKAT CPIB

Masa berlaku sertifikat CPIB perbenihan


berdasarkan pada peringkat kelulusan unit
pembenihan, yaitu :
– Sangat Baik : 3 (tiga) tahun sejak tanggal
penerbitan Sertifikat CPIB ;
– Baik : 2 (dua) tahun sejak tanggal penerbitan
Sertifikat CPIB;
– Cukup : 1 (satu) tahun sejak tanggal
penerbitan Sertifikat CPIB.

43
PENYERAHAN SERTIFIKAT

• Sertifikat CPIB diterbitkan berdasarkan


rekomendasi Panitia Teknis dan Komisi
Aproval yang menyatakan bahwa pemohon
memenuhi kriteria dan persyaratan sesuai
ketentuan/ pedoman sertifikasi;
• Sertifikat harus memberikan informasi yang
jelas tentang identitas, ruang lingkup,
legalitas sertifikat dan tanggal efektif masa
berlakunya.

44
PASCA SERTIFIKASI PERBENIHAN

• Perlu dilakukan pengawasan (survailen)


untuk menjamin bahwa unit pembenihan
tetap menerapkan CPIB sesuai
persyaratan dan melaksanakannya
secara konsisten dalam proses produksi
• Pengawasan dilakukan oleh auditor
Ditjen Perikanan Budidaya/UPT/Dinas
minimal 1 tahun sekali
45
...................……..lanjutan pasca sertifikasi
perbenihan

Sanksi
Unit Pembenihan yang melanggar ketentuan
akan diberi sanksi oleh Ditjen Perikanan
Budidaya berupa peringatan, penundaan atau
pencabutan/pembatalan sertifikat.

46
PERPANJANGAN SERTIFIKAT

• Unit pembenihan mengajukan permohonan


perpanjangan sertifikat kepada Direktur Jenderal
Perikanan Budidaya cq. Direktur Perbenihan,
dengan tembusan ke Dinas Propinsi/Kabupaten/
Kota yang membidangi Kelautan dan Perikanan,
paling lambat 30 hari sebelum berakhirnya masa
berlaku sertifikat

• Prosedur pelaksanaan penilaian untuk


perpanjangan sertifikat sama dengan prosedur
penerbitan sertifikat baru
47
48