Anda di halaman 1dari 10

Hukum Dan Sumber

Hukum Islam
• Penentuan sebuah hukum baik halal, mandub, mubah, makruh, dan haram
tentu bukan perkara penentuan asal-asalan. Semua didasarkan pada
sumber hukum yang jelas dan memang menjadi acuan agama rahmatan lil
alamiin ini.
a. Sumber Hukum islam
• Al-Qur’an
• Al-Hadith
• Ijtihad
Al-Qur’an
• Kitab suci umat Islam yang mulia ini berisi kalam Allah yang paripurna yang berisi segala
hal yang menjadi panduan Umat Islam dalam menjalankan kehidupan.
• Inilah sumber utama hukum Islam. Sumber-sumber hukum yang lain juga tidak boleh
bertentangan dengan apa yang dikandung dalam Al-Qur’an. Katakanlah Ijma dan Qiyas
tidak boleh melenceng dari sumber utama yaitu Al-Qur’an.
• Walaupun Al-Qur’an menjadi sumber hukum pertama dan utama, tetapi pembahasan di Al-
Qur’an terkait hukum suatu ibadah ataupun muamalah masih dibahas secara umum.
Contohnya adalah shalat. Di Al-qur’an tidak akan ditemukan tata cara shalat dari mulai
takhbiratul ihram sampai salam. Tata-tata cara tersebut hanya ditemukan pada hadist Nabi
SAW.
Al-Hadith
• Sumber hukum islam kedua adalah hadist/sunnah. Hal ini ditegaskan dalam hadist Nabi
SAW, “Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama
berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya”. (Hadits Shahih
Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh
Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).
• Hadist/As-sunnah berasal dari kata “Al-hadits” yang artinya adalah perkataan, percakapan
atau pun berbicara. Dari definisi umum, hadist adalah setiap tulisan yang berasal dari
perkataan atau pun percakapan Rasulullah Muhammad SAW. Termasuk apabila ada
perbuatan sahabat yang didiamkan maka itu juga bisa tergolong ke dalam Sunnah.
• Kata ijtihad berasal dari kata “al-jahd” atau “al-juhd” yang berarti “al-
masyoqot” (kesulitan atau kesusahan) dan “athoqot” (kesanggupan dan
kemampuan) atas dasar pada firman Allah Swt dalam QS. Yunus ayat 9
yang artinya: ..”dan (mencela) orang yang tidak memperoleh (sesuatu
untuk disedekahkan) selain kesanggupan”.
• Tetapi pengertian ijtihad dapat dilihat dari dua segi baik etimologi maupun
terminologi. Dalam hal ini memiliki konteks yang berbeda.
• Ijtihad secara etimologi memiliki pengertian: “pengerahan segala kemampuan untuk
mengerjakan sesuatu yang sulit”. Sedangkan secara terminologi adalah “penelitian
dan pemikiran untuk mendapatkan sesuatu yang terdekat pada kitabullah (syara) dan
sunnah rasul atau yang lainnya untuk memperoleh nash yang ma’qu; agar maksud dan
tujuan umum dari hikmah syariah yang terkenal dengan maslahat.
• Pengertian lain bahwa ijtihad merupakan upaya untuk menggali suatu hukum yang
sudah ada pada zaman Rasulullah Saw. Hingga dalam perkembangannya, ijtihad
dilakukan oleh para sahabat, tabi’in serta masa-masa selanjutnya sampai sekarang ini.
• Sementara Imam al-Amidi mengatakan bahwa ijtihad adalah mencurahkan semua
kemampuan untuk mencari hukum syara yang bersifat dhanni, sampai merasa dirinya
tidak mampu untuk mencari tambahan kemampuannya itu. Sedangkan Imam al-
Ghazali menjadikan batasan tersebut sebagai bagian dari definisi al-ijtihad attaam
(ijtihad sempurna).
Fungsi Ijtihad
• 1) fungsi ijtihad al-ruju’ (kembali):mengembalikan ajaran-ajaran Islam
kepada al-Qur’an dan sunnah dari segala interpretasi yang kurang relevan.
• 2) fungsi ijtihad al-ihya (kehidupan): menghidupkan kembali bagian-
bagian dari nilai dan Islam semangat agar mampu menjawab tantangan
zaman.
• 3) fungsi ijtihad al-inabah (pembenahan): memenuhi ajaran-ajaran Islam
yang telah di-ijtihadi oleh ulama terdahulu dan dimungkinkan adanya
kesalahan menurut konteks zaman dan kondisi yang dihadapi.
Fungsi Hukum Islam Dalam Kehidupan Masyarakat

• Fungsi ibadah
• Dalam adz-Dzariyat: 56, Allah berfirman: “Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia
melainkan untuk beribadah kepadaKu”. Maka dengan daalil ini fungsi ibadah
tampak palilng menonjol dibandingkan dengan fungsi lainnya.
• Fungsi amr makruf naahi munkar (perintah kebaikan dan peencegahan
kemungkaran).
• Maka setiap hukum islam bahkan ritual dan spiritual pun berorientasi membentuk
mannusia yang yang dapat menjadi teladan kebaikan dan pencegah kemungkaran.
• Fungsi zawajir (penjeraan)
• Adanya sanksi dalam hukum islam yang bukan hanya sanksi hukuman dunia, tetapi juga
dengan ancaman siksa akhirat dimaksudkan agar manusia dapat jera dan takut
melakukan kejahatan.
• Fungsi tandzim wa ishlah al-ummah (organisasi dan rehabilitasi masyarakat)
• Ketentuan hukum sanksi tersebut bukan sekedar sebagai batas ancaman dan untuk
menakut-nakuti masyarakat saja, akan tetapi juga untuk rehaabilitasi dan
pengorganisasian umat mrnjadi lebih baik. Dalam literatur ilmu hukum hal ini dikenal
dengan istilah fungsi enginering social.