Anda di halaman 1dari 24

Edukasi Kesehatan

RSIA NUN Surabaya

TIPS BAYI TIDUR NYENYAK

 Pastikan bayi mendapatkan cukup ASI sepanjang


siang. Ia akan belajar bahwa siang hari adalah
waktu untuk minum, dan malam hari adalah
waktunya tidur. Dengan cara ini ia tak akan sering
terbangun dalam keadaan lapar.
 Tentukan jadwal tidur yang teratur. Rutinitas tidur
yang konsisten pada siang hari juga membantu
mengatur tidur malam
 Kembangkan isyarat “kunci”, yang disebut
Elizabeth Pantley (penulis The No-Cry Sleep
Solution) sebagai sinyal untuk anak bahwa sudah
waktunya tidur. Bisikkan seperti “ssshhhh”, atau
katakan dengan lembut, “Ayo, tidur ya.” Ulangi
bisikan tersebut setiap kali Anda mengajak anak
tidur, atau kembali tidur ketika ia terjaga tengah
malam.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

TIPS MENGATASI EMOSI SAAT HAMIL

 Percaya pada emosi dan tingkatkan kepercayaan


pada diri sendiri.
 Usahakan untuk terus berkomunikasi dengan
pasangan.
 Dapatkan dukungan dari teman, keluarga, dokter,
atau komunitas lainnya.
 Jangan mencoba menjadi pahlawan dalam hal
apa pun. Cukup lakukan yang terbaik, dan selalu
prioritaskan kesehatan Anda dan janin.
 Berendam dalam air hangat selama air ketuban
belum pecah masih dianggap aman. Jika
memungkinkan, cobalah untuk berendam dalam
air hangat untuk melepaskan ketegangan.
 Konsumsi makanan seimbang dan bernutrisi.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya
BABY BLUES SYNDROME #1

 Postpartum Distress Syndrome (Baby Blues)


merupakan suatu kondisi dimana muncul
perasaan gundah atau adanya perasaan sedih
yang dialami oleh para ibu pasca melahirkan
 Biasanya terjadi pada 14 hari pertama pasca
melahirkan dan cenderung memburuk pada 3
atau 4 hari pasca melahirkan
 Jika ibu mengalami kondisi yang sama melebihi
batas normal 2 minggu, maka baiknya ibu
berkonsultasi dengan dokter
 Penurunan secara drastis kadar hormon estrogen
dan progesteron serta hormon lainnya akan
menyebabkan ibu sering mengalami rasa lelah,
depresi dan penurunan mood
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

BABY BLUES SYNDROME #2


(Gejala – Gejala)

 Rasa sedih dan depresi memenuhi perasaan ibu


hingga menyebabkan ibu sering menangis
 Emosi sangat labil, mudah marah, gampang
tersinggung dan sering hilang rasa sabarnya
 Kerap kali ibu merasa kelelahan dan sering
dihinggapi sakit kepala
 Sering merasa kurang percaya diri, cemas, dan
kesulitan tidur
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

BABY BLUES SYNDROME #3

 Lakukan persiapan yang matang sebelum melahirkan.


Persiapan di sini bisa meliputi persiapan fisik
(perlengkapan bayi, dana, dll) maupun persiapan
mental. Karena seorang ibu yang sudah matang dan
siap dalam menghadapi persalinan, maka mental ibu
akan siap ketika ibu memiliki buah hati baru
 Lengkapi pengetahuan ibu akan perawatan dan
kesehatan seputar bayi. Ibu yang telah siap dalam
melakukan perawatan bayi dan telah paham betul
bagaimana cara membesarkan bayi dengan benar bisa
terhindar dari baby blues syndrome.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

BABY BLUES SYNDROME #4

 Support dari keluarga sangat penting terutama dari


suami guna menghindarkan ibu terkena baby blues
syndrome. Berkeluh kesahlah pada suami, berbagi
tugas dan tanggung jawablah dengan suami akan
meringankan beban ibu
 Berisitirahatlah selagi kesempatan untuk beristirahat
itu ada. Merawat bayi memerlukan perhatian ekstra.
Dibutuhkan tenaga dan pikiran yang tidak sedikit yang
dapat membuat ibu sangat letih. Oleh karena itu jika
ada waktu istirahat manfaatkan dengan baik, atau
mintalah pengasuhan sebentar baik oleh suami atau
keluarga lainnya untuk memberikan anda waktu
untuk beristirahat.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

BABY BLUES SYNDROME #5

 Berbagi pengalaman dengan ibu yang lain dipercaya


dapat mengurangi beban ibu pasca melahirkan. Anda
bisa melakukan hal ini dengan berbagai komunitas ibu
yang ada
 Perhatikan pola makan anda. jaga kebutuhan nutrisi
dan vitamin bagi ibu. Selain untuk kualitas ASI, nutrisi
dan vitamin yang terpenuhi akan membuat ibu makin
tampil sehat pula
 Be positive thinking. Buang jauh perasaan negatif
tentang apa pun itu. Hidup akan terasa ringan jika
anda selalu berpikiran positif.
 Jangan lupa berdoa, berserahlah kepada Yang Maha
Kuasa karena segala sesuatu pasti ada di TanganNya.
Berdoalah agar kehidupan anda keluarga, dan anak
anda senantiasa dalam lindungan dan barokahNya
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya
TIPS MEMOMPA ASI PERAH

 Buatlah jadwal rutin memompa ASI disela


aktivitas Anda
 Cobalah Beberapa Menit Untuk Memijat Sebelum
Memompa ASI
 Buat Pikiran Anda Tenang dan Rileks
 Untuk membuat tubuh anda rileks dan mudah
memompa ASI anda dapat menggunakan
perlengkapan bayi anda. Ambilah baju atau
perlengkapan bayi yang mengingatkan anda
sehingga anda tidak berpikir sedang memompa
ASI melainkan memberikan ASI secara langsung.
 Anda dapat menikmati musik favorit Anda saat
Anda memompa, atau mendengarkan suara yang
menenangkan yang dapat membuat anda rileks.
Selain itu aroma terapi dapat mendukung ibu
memompa ASI lebih tenang dan rileks.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

TIPS MEMANDIKAN BAYI

 Mulai dengan membersihkan kelopak mata, dari


dalam keluar, dengan kapas atau kain katun
lembut yang dicelupkan ke dalam air hangat.
Gunakan kain yang berbeda untuk mata yang satu
lagi. Lanjutkan dengan membersihkan hidung,
telinga, dan wajah.
 Jika menggunakan sabun, tuang sedikit saja agar
kulit bayi tidak kering.
 Disarankan untuk menghindari penggunaan
pelembap/lotion hingga bayi berusia setidaknya
satu bulan. Kecuali ada saran dari dokter.
 Air yang bersih tanpa campuran apa pun adalah
yang terbaik untuk memandikan bayi. Maka,
hindari menambahkan apa pun ke dalam cairan
mandinya.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

TIPS BILA SALURAN ASI TERSUMBAT #1

 Mengeluarkan air susu. Ibu bisa menggunakan


breast pump untuk mengeluarkan kelebihan ASI
dari payudara. Agar penyumbatan tidak kembali
terjadi, jangan biarkan ada air susu yang tersisa
usai menyusui bayi. Kiat ini adalah salah satu cara
yang dapat diterapkan ketika saluran ASI
tersumbat
 Mengompres dengan kain hangat. Untuk
meredakan rasa sakit karena tersumbatnya
saluran ASI, kompres payudara dengan handuk
yang telah dicelupkan dalam air hangat.
 Pijatan lembut. Pijat lembut area payudara di
mana penggumpalan air susu terjadi. Pijatan yang
dilakukan harus perlahan dan menuju arah
puting. Biasanya gumpalan ini dapat dirasakan
ketika sedang menyusui bayi.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya
TIPS BILA SALURAN ASI TERSUMBAT #2

 Cukup minum air. Minum cukup air tidak hanya


membantu ibu memproduksi cukup ASI, tetapi
juga dapat mengobati tersumbatnya saluran air
susu. Cukup asupan zat air dapat menormalkan
viskositas air susu sehingga meminimalisasi
terjadinya penyumbatan. Untuk itu, pastikan
minum air minimal delapan gelas per hari.
 Melakukan pengobatan. Pengobatan medis
untuk mengobati tersumbatnya saluran ASI bisa
dilakukan. Meski demikian, mengonsumsi obat-
obatan memiliki efek samping baik untuk ibu
maupun bayi. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu
memilih cara yang lebih alami. Jika terpaksa
melakukan pengobatan, jangan pernah
merancang resep obat sendiri. Berkonsultasilah
pada dokter.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

TIPS BILA SALURAN ASI TERSUMBAT #3

 Mengganti posisi menyusui. Ada berbagai posisi


menyusui yang bisa dipilih oleh ibu. Dengan
melakukan variasi posisi, ibu bisa menghindari
terjadinya penyumbatan saluran ASI. Selain itu,
ibu juga bisa menemukan posisi paling nyaman
untuk bayi.
 Menyusui secara teratur. Ritme menyusui ibu
menjadi tidak teratur karena nyeri pada
payudara, harus bekerja, bayi merasa kenyang,
atau karena bayi tertidur. Padahal salah satu cara
untuk mengatasi penyumbatan saluran ASI adalah
dengan menyusui secara teratur dan lebih sering.
 Meminta saran medis. Jika terus-terusan
mengalami nyeri dan rasa tidak nyaman, bahkan
setelah menerapkan tips di atas, sebaiknya Anda
bertanya pada dokter atau orang yang ahli.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

SEPUTAR KOLOSTRUM ASI

 ASI pertama memang tidak berwarna putih,


melainkan berwarna agak kekuning-kuningan.
 ASI pertama mengandung kolostrum yang kaya
akan protein dan rendah lemak. Hal inilah yang
menjadikan ASI pertama sangat berguna untuk
kesehatan dan tumbuh kembang bayi.
 ASI pertama yang dikonsumsi bayi termasuk
“ramah” bagi pencernaan bayi. ASI pertama
mengandung protein dan vitamin A dalam jumlah
berlimpah.
 Kolostrum memang mengandung banyak sekali
nutrisi dan protein yang baik untuk bayi. Bahkan
kolostrum bermanfaat untuk membersihkan sisa
metabolisme bayi selama ia masih berada di
dalam kandungan
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya
GEJALA BINGUNG PUTING PADA BAYI

 Ketika bayi yang mendapat aliran yang lambat dari


payudara kemudian mendapat aliran yang lebih cepat
dari dot, dia akan memilih mana yang lebih disukainya.
 Bayi membuka mulut tapi tidak  cukup lebar untuk
melekat dengan benar di payudara
 Ketika hendak disusui, bayi menggoyangkan kepala,
mencari-cari puting dan kelihatan bingung
 Bayi menjerit dan/atau melengkungkan punggungnya
saat akan disusui
 Lidah bayi tidak menjulur ke garis gusi bawah tapi
justru terangkat
 Bayi tampak melekat tapi tidak menghisap dengan
benar
 Segera hentikan penggunaan dot. Perbanyak kontak
kulit dan interaksi dengan bayi, seperti tidur dan mandi
bersama bayi untuk  meningkatkan kedekatan dengan
bayi agar ia mau kembali “belajar” menyusu.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya
PENYEBAB BINGUNG PUTING PADA BAYI

 Terlalu dini mengenalkan botol pada bayi


 Berputus asa ketika ASI pertama belum juga
keluar
 Beranggapan bayi tidak menyukai ASI yang
dikeluarkannya
 Beranggapan ASI yang diproduksinya terlalu
sedikit dan tidak mencukupi kebutuhan bayinya
 Beranggapan kandungan susu formula lebih baik
dan lengkap
 Pasrah ketika bayi lebih memilih botol daripada
menghisap payudara ibu
 Tidak dapat menyusui setiap 2-3 jam, sehingga
memberikan ASIP ataupun susu formula
menggunakan botol, yang bisa dilakukan oleh
orang lain
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

MENGATASI BINGUNG PUTING PADA BAYI

 Gunakan sebanyak-banyaknya waktu untuk


mengenalkan puting pada bayi
 Latih bayi Anda untuk melakukan pelekatan yang baik
 Hentikan pemberian susu formula sesegera mungkin
 Jangan biarkan bingung puting terlalu lama. Sering-
seringlah menyusui bayi Anda
 Mengkonsumsi makanan pelancar ASI
 Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang manfaat
ASI
 Gunakan sendok dan gelas dalam proses laktasi.
Sebisa mungkin hindari penggunaan dot.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

RISIKO PENGGUNAAN DOT PADA BAYI

 Gangguan pertumbuhan rongga mulut, rahang,


dan gigi geligi (maloklusi). Bayi yang sedang
menyusu pada payudara harus menggunakan
energi 60 kali lipat dibandingkan bayi yang minum
dari dot. Otot rahang bayi terus berlatih keras
saat menyusu sehingga mendorong pertumbuhan
bentuk rahang dan gigi yang baik.
 Kelainan dan hambatan kemampuan wicara.
Penggunaan dot dapat menyebabkan lidah
mendorong (tongue thrusting). Lidah akan selalu
dalam kondisi datar dan otot-otot lidah
berkembang dalam bentuk diam. Ketika anak
berbicara, lidahnya maju sehingga menyebabkan
kelainan wicara yang disebut ”lisping” yaitu
ketidakmampuan mengucapkan huruf dengan
bunyi berdesis seperti s atau z.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

TIPS MEMPERBANYAK ASI


SECARA ALAMI

 Membersihkan puting dan melakukan pijatan


 Menyusui setiap 2-3 jam
 Memompa ASI
 Skin to skin contact dengan bayi
 Kompres hangat pada payudara
 Konsumsi makanan yang memperbanyak ASI
 Memilih KB yang tepat untuk ibu menyusui
 Minum air putih yang banyak
 Mencoba posisi menyusui yang paling pas
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

MENGAPA IBU HARUS MENYUSUI BAYI


SESERING MUNGKIN
(TIAP 2-3 JAM SEKALI)?

 Produksi ASI pada tubuh wanita mengikuti prinsip


supply dan demand, artinya tubuh memproduksi ASI
sesuai dengan kebutuhan bayi.
 Jadi, bila kita rutin menyusui setiap 2-3 jam sampai
bayi kenyang, payudara akan mengirim perintah ke
otak untuk memproduksi ASI sebanyak kebutuhan
tersebut. Produksi ASI akan bertambah dalam waktu
3-7 hari sesuai instruksi tersebut.
 Habiskan ASI di satu payudara, baru pindah ke
payudara lainnya
 Bila kita tidak konsisten dan jarang menyusui,
produksi ASI pun akan berkurang.

https://id.theasianparent.com/9-cara-memperbanyak-asi/
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

MENGAPA IBU PERLU MEMOMPA ASI?

 Memompa adalah salah satu cara memperbanyak


ASI. Untuk ibu baru, mungkin ketrampilan menyusui
belum cukup memadai. Kesalahan posisi menyusui
dapat menyebabkan proses menyusui tidak efektif
sehingga ASI tidak keluar dengan lancar.
 Gunakan pompa setiap kali selesai menyusui.
Jangan pedulikan berapa banyak ASI yang kita
dapat, karena tujuan memompa adalah untuk
memberikan rangsangan dan simulasi pada
payudara.
 Selain itu, memompa dapat mengosongkan ASI yang
tidak dihabiskan bayi sehingga payudara
memproduksi ASI kembali untuk mengganti ASI
yang sudah keluar.

https://id.theasianparent.com/9-cara-memperbanyak-asi/
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

MENGENALI FIBROADENOMA MAMMAE (FAM)

 Merupakan tumor jinak pada payudara yang paling


umum terjadi. Fibroadenoma umumnya memilliki
ciri-ciri di antaranya, tidak terasa nyeri, dan jika
diraba terasa padat, bulat, sekaligus kenyal dan
dapat bergeser.
 Tumor jinak paling sering dialami wanita usia 20 –
30 tahun. Fibroadenoma terjadi ketika tubuh
membentuk jaringan kelenjar susu berlebihan.
Fibroadenoma umumnya dapat hilang dengan
sendirinya, tapi terkadang dapat juga tinggal dan
membesar, terutama saat hamil.
 Diduga fibroadenoma akibat perubahan kadar
hormon estrogen. Fibroadenoma yang tidak
kunjung hilang umumnya ditangani dengan
operasi/bedah.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

KAPAN PERLU MEMERIKSAKAN BENJOLAN


PAYUDARA KE DOKTER?

 Terdapat benjolan atau penebalan pada payudara


atau di dekat payudara seperti di ketiak yang tetap
terasa setelah masa haid selesai. Benjolan tidak bisa
bergeser ke kanan kiri ketika disentuh.
 Terdapat area yang jelas terasa atau terlihat
berbeda pada salah satu atau kedua bagian
payudara.
 Terjadi perubahan pada bentuk, ukuran, dan kontur
payudara.
 Terjadi perubahan pada kulit payudara atau pada
puting, seperti kemerahan, cekung, berkerut, tanda-
tanda peradangan, atau bersisik.
 Keluar cairan bening atau berdarah dari payudara.
 Payudara atau ketiak terasa nyeri terus menerus.
Edukasi Kesehatan
RSIA NUN Surabaya

Anda mungkin juga menyukai