Anda di halaman 1dari 11

CAIRAN TUBUH

Kelompok 4
Aisyah prasetyo
Ani rahmawati
Dea amelia m
Dede widayanti
Dimas agung p
Gilang ramandani n
Rias sri utami
Siska putri n f
PENGERTIAN CAIRAN TUBUH
Cairan tubuh adalah cairan yang terdiri dari air dan zat terlarut (Price,
2006).Kemudian elektrolit itu sendiri adalah zat kimia yang menghasilkan
partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam
larutan (Price, Silvia, 2006).
fungsi cairan tubuh

■ Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel


■ Mengeluarkan buangan-buangan sel
■ Membantu dalam metabolisme sel
■ Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit
■ Membantu memelihara suhu tubuh
■ Membantu pencernaan
■ Mempemudah eliminasi
■ Mengangkut zat-zat seperti (hormon, enzim, SDP, SDM)
Komposisi cairan tubuh
■ Komposisi Cairan Tubuh :
■ Total body water (TBW) : 50-70%
– Cairan intracellular : 40%
– Cairan extracellular : 20%
■ Cairan intravascular : 5%
■ Cairan extravascular : 15% (lymph, interstitial, bone fluid, fluid or body cavities)
Tubuh manusia terdiri dari cairan antara 50%-60% dari berat badan.
Komposisi Cairan tubuh, Cairan yang bersirkulasi diseluruh tubuh didalam  ruang cairan
intrasel dan ekstrasel mengandung:
1. Elektrolit
2. Mineral yang dicerna sebgai senyawa
3. Sel
Kompartemen Cairan

Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu:


1. cairan intraselular (CIS)
2. cairan ekstra selular (CES)
Pada orang normal dengan berat 70 kg, Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya
sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L.
Persentase ini dapat berubah, bergantung pada umur, jenis kelamin dan derajat
obesitas. ( Guyton & Hall, 1997).
1. Cairan interstisial (CIT)
2. Cairan intravaskular (CIV)
3. Cairan Transelular (CTS)
Perpindahan Cairan Tubuh

Pergerakan Cairan tubuh, Cairan tubuh tidak statis, Cairan dan


elektrolit berpindah dari satu kompartemen kekompartemen
lain untuk memfasilitasi proses proses yang terjadi didalam
tubuh, seperti oksigenasi jaringan, respon terhadap penyakit,
keseimbangan asam basa, dan respon terhadap terapi obat.
Cairan tubuh dan elektrolit berpindah melalui difusi, osmosis,
transportasi aktif, atau filtrasi. Perpindahan tersebut bergantung pada
permeabilitas membrane sel atau kemampuan membrane untuk
ditembus cairan dan elektrolit.
1. Difusi
Partikel (ion atau molekul) suatu substansi yang terlarut selalu bergerak
dan cenderung menyebar dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke
konsentrasi yang lebih rendah sehingga konsentrasi substansi partikel
tersebut merata, perpindahan partikel seperti ini disebut difusi.
2. Osmosis
Bila suatu substansi larut dalam air, konsentrasi air dalam larutan tersebut lebih
rendah dibandingkan konsentrasi air dalam larutan air murni dengan volume yang
sama. Hal ini karena tempat molekul air telah ditempati oleh molekul substansi
tersebut. Jadi bila konsentrasi zat yang terlarut meningkat, konsentrasi air akan
menurun. Bila suatu larutan dipisahkan oleh suatu membran yang semipermeabel
dengan larutan yang volumenya sama namun berbeda konsentrasi zat yang terlarut,
maka terjadi perpindahan air / zat pelarut dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut
yang rendah ke larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi. Perpindahan
seperti ini disebut dengan osmosis.
3. Filtrasi

Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara dua ruang yang
dibatasi oleh membran. Cairan akan keluar dari daerah yang bertekanan
tinggi ke daerah bertekanan rendah. Jumlah cairan yang keluar
sebanding dengan besar perbedaan tekanan, luas permukaan membran,
dan permeabilitas membran. Tekanan yang mempengaruhi filtrasi ini
disebut tekanan hidrostatik.
4. Transportasi aktif
Transport aktif diperlukan untuk mengembalikan partikel yang telah
berdifusi secara pasif dari daerah yang konsentrasinya rendah ke daerah
yang konsentrasinya lebih tinggi. Perpindahan seperti ini membutuhkan
energi (ATP) untuk melawan perbedaan konsentrasi.
Gangguan keseimbangan cairan

1. Defisit volume cairan ( fluid volume defisit[FVD])


Defisit volume cairan adalah suatu kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi
cairan dan elektrolit di ruang ekstrasel, namun proporsi antara keduanya (cairan dan elektrolit)
mendekati normal

2. Volume cairan berlebih ( fluid volume eccess[FVE])


Volume cairan berlebih (overhidrasi) adalah kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan
kelebihan (retensi) cairan dan natrium di ruang ekstrasel. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah
hipervolemia. Overhidrasi umumnya disebabkan oleh gangguan pada fungsi ginjal.
TERIMA KASIH

ADA YANG MAU DI TANYA KAN ?