Anda di halaman 1dari 13

2

Keperawatan
GERONTIK
TEORI PSIKOLOGIS LANSIA
ANGGOTA KELOMPOK
● Lataniya Auliya Rizky 1914301051
● Yeni Nur Jamil Azizah 1914301052
● Tasya Dwinta 1914301056
● Sri Wahyuni Lubis 1914301074
● Putra Zulfijar Febiantoni 1914301078
● Evitha Adhe Rahma Efendi 1914301079
● Qurrota A’yun Nurhasanah 1914301096
● Selpi Tiara Ariska 1914301057
● Rely Alfina 1914301070
● Gustia Mega Nanda 1914301060
● Sindi Artika 1914301065
● Sanoval Aji Pandwi 1914301083
02

Psikologis
Lansia
Keperawatan Gerontik
TEORI PSIKOLOGIS LANSIA
Sejalan dengan bertambahnya usia maka setiap manusia akan mengalami proses penuaan,
sehingga setiap manusia akan berada pada tahap lanjut usia dan lanjut usia merupakan tahap
kehidupan yang tidak dapat dihindari oleh siapapun Teori psikologi menjelaskan bagaimana
seorang merespon perkembangannya. Perkembangan seseorang akan terus berjalan walaupun
seseorang tersebut telah menua. Teori psikologi terdiri dari teori hierarki kebutuhan manusia
maslow (maslow’s hierarchy of human needs), yaitu tentang kebutuhan dasar manusia dari
tingkat yang paling rendah (kebutuhan biologis/fisiologis/sex, rasa aman, kasih saying dan
harga diri) sampai tingkat paling tinggi (aktualisasi diri).
01 02
Activity Theory Continuty Theory
Aktivitas atau Kegiatan Kepribadian berlanjut

03
MY Disengagement
Theory
Teori Pembebasan
Penjelasan
A. Aktivitas atau Kegiatan (Activity Theory)
Seseorang yang dimasa mudanya aktif dan terus memelihara keaktifannya
setelah menua. Sense of integrity yang dibangun dimasa mudanya tetap
terpelihara sampai tua. Teori ini menyatakan bahwa pada lansia yang sukses
adalah mereka yang aktif dan ikut banyak dalam kegiatan sosial (Azizah dan
Ma’rifatul, L., 2011).

B. Kepribadian berlanjut (Continuity Theory)


Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lansia. Identity pada
lansia yang sudah mantap memudahkan dalam memelihara hubungan
dengan masyarakat, melibatkan diri dengan masalah di masyarakat, kelurga
dan hubungan interpersonal (Azizah dan Lilik M, 2011).
C. Teori Pembebasan (Disengagement Theory)
Teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya
usia, seseorang secara pelan tetapi pasti mulai
melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau
menarik diri dari pergaulan sekitarnya (Azizah dan
Lilik M, 2011).
Faktor yang mempengaruhi
Psikologis lansia
Simak Penjelasan berikut
Faktor-faktor tersebut antara lain:
 Penurunan Kondisi Fisik
Semakin tua seseorang maka semakin jelas pula perubahan fisik yang
terlihat, misalnya energi yang berkurang, kulit semakin keriput, gigi yang
yang mulai rontok ataupun tulang yang semakin rapuh. Penurunan kualitas
fisik secara drastis akan terjadi ketika sesorang memasuki masa lansia..
 Penurunan Fungsi
Seksualitas Penurunan fungsi sekualitas berhubungan dengan gangguan fisik
seperti gangguan jantung, gangguan metabolisme, seperti diabetes melitus,
vaginitis, kekurangan gizi yang dikarenakan permasalahan pencernaan yang
menyebabkan menurunnya nafsu makan.
 Perubahan Aspek Psikososial
Pemicu perubahan aspek psikososial pada lansia adalah menurunya fungsi kognitif
dan psikomotor. Fungsi kognitif yang merupakan proses belajar, pemahaman ataupun
perhatian sehingga menyebabkan reaksi dan prilaku lansia melambat. Sedangkan
psikomotorik adalah dorongan kehendak meliputi, gerakan, tindakan, dan koordinasi
yang berakibat lansia menjadi kurang cekatan.

Perubahan Peran Sosial di Masyarakat


Dengan semakin lanjut usia, biasanya lansia akan melepaskan diri dari kehidupan
sosialnya dikarenakan segala keterbatasan yang ia miliki. Keadaan ini berdampak
pada menurunnya interaksi sosial para lansia, baik secara kualitas maupun kuantitas.
● Faktor psikologis yang menyertai usia tua antara lain:
■ Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan
seksual pada lansia.
■ Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang
menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya.
■ Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi
dalam kehidupannya
■ Pasangan hidup telah meninggal
Pada umumnya setelah orang memasuki lansia maka ia
mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Fungsi
kognitif meliputi proses belajar, persepsi, pemahaman,
pengertian, perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan
reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. Sementara
fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang
berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan,
tindakan, koordinasi, yang berakibat bahwa lansia menjadi
kurang cekatan.