Anda di halaman 1dari 24

|  |

 

   


i     

    
    

     
   
 
| ! " # $




ã Hubungan dokter-Pasien (HDP)


ã Aspek Etika HDP
ã Aspek Hukum HDP
ã Malpraktik Medik
Hubungan Dokter-Pasien
DAHULU: Traditional ͚HDP͛
ã Established since Hippocrates (460 ʹ
377 BC)
ã Doctor ʹPatient : Unequal
ã Doctor : Paternalistic & Dominantü
˜   

ã Liability to moral & professional
ethics
ã No regulation or government
authority
ã Based on traditional ethics principle :
Beneficence
Non Malefiscence
HUBUNGAN DOKTER-PASIEN MASA KINI:
1. HUBUNGAN KEPERCAYAAN
2. HUBUNGAN KEBUTUHAN
3. HUBUNGAN KEPROFESIAN
4. HUBUNGAN HUKUM

Hubungan kebutuhan: masyarakat butuh pertolongan


dokter, dokter butuh masyarakat sebagai subjek
profesinya.
Hubungan kepercayaan: masyarakat percaya dokter
akan merahasiakan segala sesuatu tentang dirinya.
Hubungan keprofesian: interaksi dan kerjasama antara
profesional dengan penerima jasa profesional itu
Hubungan hukum: hubungan antara subjek hukum
dengan subjek hukum lainnya.
Contemporary ͚HDP͛

a. Changing values
ã Universal declaration of human rights
ã Advances in education & information
ã System: medical knowledge is widely
open
ã Decrease in autonomy of medical
profession
ã Democratization in social life,
economy and education
Contemporary ͚HDP͛

Based on contemporary
ethical principle
ã Respect for autonomy
ã Non maleficence
ã Beneficence
ã Justice
Kapan Hubungan Dokter-Pasien dimulai?

ã Aspek etik dan hukum.


ã Kontrak medik/terapeutik
ã Suatu kontrak adalah pertemuan pikiran (  )
dari dua orang mengenai satu hal (solis).
Hubungan Dokter-Pasien mempunyai dua
ciri:
1. Adanya suatu persetujuan (h  

  )
2. Adanya suatu kepercayaan ( h )
üSyarat syahnya suatu
persetujuan
( Pasal 1320 KUH Perdata )

Sepakat antara mereka


yang mengikat dirinya
Kecakapan untuk
membuat suatu perikatan
Suatu hal tertentu
Suatu sebab yang halal
Ô 
j 


HIPPOCRATES͛S TENET
(460-335 BC)
The Doctors character:
ã Altruism
ã Accountable
ã Excellence
ã Life long learning
ã Responsible of duty
ã Honor and Integrity
ã Respect for others
MEDICAL MALPRACTICE
ã | h  hh    
 h    h    
  h     
 h  
  h   
 
   h  h   
 
 h  hh  
     .

X rld Medical Ass ciati n, 1992


PENGERTIAN MALPRAKTIK

ã KATA MALPRAKTIK TIDAK ADA DALAM


PERATURAN PER-UU-AN DI INDONESIA

ã Pasal 55 ayat (1) UU No 23 tahun 1992


tentang Kesehatan : ͞     
    
      
 =.
MALPRAKTEK

ã ͞INTENTIONAL= (secara sadar)


 Ô 
 | ˜
ã NEGLIGENCE
 |


|



 


ã LACK OF SKILL
 DI BAWAH STANDAR KOMPETENSI
 DI LUAR KOMPETENSI
PROFESSIONAL MISCONDUCT
ã PELANGGARAN DISIPLIN PROFESI
 PELANGGARAN STANDAR SECARA SENGAJA



  )
 PELANGGARAN PERILAKU PROFESI
ã PIDANA UMUM:
 PEMBOHONGAN (FRAUD / MISREPRESENTASI)
 KETERANGAN PALSU
 PENAHANAN PASIEN
 BUKA RAHASIA KEDOKTERAN TANPA HAK
 ABORSI ILEGAL
 EUTHANASIA
 PENYERANGAN SEKSUAL
LACK OF SKILL
ã KOMPETENSI KURANG ATAU DI LUAR
KOMPETENSI / KEWENANGAN
 SERING MENJADI PENYEBAB
  ATAU
KELALAIAN
 SERING DIKAITKAN DENGAN KOMPETENSI
INSTITUSI
 KADANG DAPAT DIBENARKAN PADA SITUASI-
KONDISI LOKAL TERTENTU ( 


|
˜
 
)
ã TUNTUTAN DAPAT BERUPA KELALAIAN
KELALAIAN MEDIK

ã JENIS MALPRAKTIK TERSERING


ã BUKAN KESENGAJAAN
ã TIDAK MELAKUKAN YG SEHARUSNYA
DILAKUKAN, MELAKUKAN YG SEHARUSNYA
TIDAK DILAKUKAN OLEH ORANG2 YG
SEKUALIFIKASI PADA SITUASI DAN KONDISI
YG IDENTIK
SYARAT KELALAIAN (4D)
ã DUTY (Duty of care)
 KEWAJIBAN PROFESI
 KEWAJIBAN AKIBAT KONTRAK DG PASIEN
ã DERELICTION / BREACH OF DUTY
 PELANGGARAN KEWAJIBAN TSB
ã DAMAGES
 CEDERA, MATI ATAU KERUGIAN
ã DIRECT CAUSALSHIP
 HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT, SETIDAKNYA
Ô |


O 
 "$!&
"$"""
'"#"(& ($!
O  

  !"# 
$%$$!""

 O O
O O


 O O
 O

 O
 O  OOO O OO
    

&þþ

'(þ!  &

!" # Ô Ô 



! þ   Ô 


 þ þ þ 


 þ 
  

   

 þ
 þ
þ  þ!  
þ!  
þ 
 
 ## 
þ!  
! "$þ % ! " 
þþþ &!
$!þ&þ#
$ þ þ
JADI, MALPRAKTIK:
ã DINILAI BUKAN DARI ͞HASIL= PERBUATANNYA,
MELAINKAN DARI ͞PROSES= PERBUATANNYA.

ã Dugaan adanya malpraktik kedokteran harus


ditelusuri dan dianalisis terlebih dahulu untuk dapat
dipastikan ada atau tidaknya malpraktik, kecuali
apabila faktanya sudah membuktikan bahwa telah
terdapat kelalaian ʹ yaitu pada     
    )
Mencegah malpraktik
ã Tabligh = Informatif ã Shiddiq = Truth telling
ã Amanah = Veracity ã Uswatun hasanah =
ã Ukhuwah = Kooperatif beneficence
ã Fathonah = Life long ã Rahimah =
study/ learning Nonmaleficence
ã Ikhlas = Responsible ã Yaqin = Accountable
ã Kaffah = Holistik ã Adil = Juctice
ã Daulat = Respect to
Autonomy
ã Istiqomah = Excellence