Anda di halaman 1dari 54

PSIKOFARMAKA

Pembimbing : dr Ni Wayan Aini, Sp.KJ

Tubagus Lukmanul S.Ked


Fibra Milita S.Ked
Rizki Kurnia Putri S.Ked
psikofarmaka

ANTIPSI ANTIDEP
KOTIK RESAN

ANTIMA ANTIANS
NIK IETAS
antipsikotik

BERDASARKAN RUMUS KIMIANYA


Fenotiazin : chlorpromazine

Nonfenotiazin : haloperidol

CARA KERJANYA TERHADAP RESEPTOR


DOPAMINE


Dopamine reseptor antagonis (antipsikotik tipikal)

Serotonin dopamine antagonis (antipsikotik atipikal) : risperidon,clozapin,
olanzapin,quetiapin, ziprzidon,dan aripiprazol
antipsikotik

Metabolisme antipsikotik dipengaruhi oleh enzyme inducer
: carbamazepin, phenytoin, ethambutol, barbiturate

Clearance inhibitors seperti SSRI (selective serotonin
receptors inhibitor), TCA (tricyclic antidepresan), beta
blocker

Kondisi stress, hipoalbumin karena malnutrisi, gagal ginjal,
dan gagal hati

FARMAKOKINETIK
antipsikotik

FARMAKODINAMIK

Antipsikotik bekerja sebagai :

Antagonis reseptor dopamine dan serotonin otak,
dengan target untuk menurunkan gejala-gejala
psikotik seperti halusinasi, waham. system dopamine
yang terlibat yaitu system nigrostiatal, system
mesolimbikortikal, dan system tuberoinfundibule
antipsikotik

EFEK SAMPING
Akatisia
Distonia akut
Parkinsonism
Sindrom neuroleptik maligna
antipsikotik
Pengobatan
Pengobatan dimulai
dimulai dari
dari terapi
terapi inisial,
inisial, dilanjutkan
dilanjutkan ke
ke terapi
terapi pengawasan
pengawasan dan
dan kemudian
kemudian diberikan
diberikan terapi
terapi pemeliharaan
pemeliharaan

PRINSIP
PENGOBATAN
antipsikotik
TERAPI INISIAL


Diberikan segera setelah diagnosis ditegakkan, dan dosis dimulai dari dosis anjuran dinaikkan perlahan-lahan secara
bertahap dalam waktu 1-3 minggu, sampai dicapai dosis optimal yang dapat mengendalikan gejala

TERAPI PENGAWASAN


Setelah diperoleh dosis optimal, maka dosis tersebut dipertahankan selama kurang lebih
8-10 minggu sebelum memasuki tahap pemeliharaan

TERAPI PEMELIHARAAN


Dalam tahap pemeliharaan ini dosis dapat dipertimbangkan untuk mulai diturunkan secara bertahap
sampai diperoleh dosis minimal yang masih dapat dipertahankan tanpa menimbulkan kekambuhan
Antipsikosis
Meprosetil Haldol

Trilafon
Anti depresan

SINONIM


Thymoleptics, Psychic Energizers, Antidepresan

OBAT ACUAN


Amitriptylin
ANTI DEPRESAN
Nama obat Dosis anjuran Anti Sedasi Hipertensi Keterangan
mg/h kolinergik ortostatik
Amitriptyline 75-150 +++ +++ +++ +++ = berat
Imipramine 75-150 +++ ++ ++
Clomipramine 75-150 ++ ++ ++ ++ = sedang
Trazodone 100-200 + +++ +
Mirtazapine 15-45 + +++ + + = ringan
Maprotiline 75-150 + ++ +
Mianserin 30-60 + ++ + +/- = tidak
Amoxapine 200-300 + + ++ ada atau
Tianeptine 25-50 +/- +/- +/- minimal
Moclobemide 300-600 +/- + + sekali
Setraline 50-100 +/- +/- +/-
Paroxetine 20-40 +/- +/- +/-
Fluvoxamine 50-100 +/- +/- +/-
Fluoxentine 20-40 +/- +/- +/-
Citalopram 20-60 +/- +/- +/-
ANTI DEPRESAN
Nama obat Efek samping Usia Depresi
Trisiklik Sedatif, otonomik, Pasien usia muda Agitated depression
(Amitriptyline, kardiologik relatif
Imipramine) besar

Tetrasiklik Efek otonomik dan Pasien usia lanjut Anxietas dan insomnia
(Malprotiline, kardiologik relatif yg menonjol
Mianserin) dan kecil tetapi sedatif
Atipikal (Trazodone, relatif besar
Mirtazapine)
Sedasi, otonomik, Dewasa & usia lanjut Retarded depression
SSRI (Fluoxetine, kardiologik sangat
setraline dll) minimal
- -
Hipotensi ortostatik
MAOI-Reversibel
(Moclobemide)
ANTI DEPRESAN
ASENDIN (Amoxapine) ZOLOFT (Sertaraline HCl)

PROZAC (Flouxetine HCl)


Luvox Seroxat Zoloft

AURORIX PROZAC
Anti depresan

INDIKASI PENGGUNAAN
Gejala Sasaran (target syndrome) : SINDROM DEPRESI
Butir-butir diagnostik Sindrom Depresi :
Selama paling sedikit 2 minggu dan hampir setiap hari mengalami
Rasa hati yang murung
Hilang minat dan rasa senang
Kurang tenaga hingga mudah lelah dan kendur kegiatan
Anti depresan

Penurunan konsentrasi pikiran dan perhatian

Pengurangan rasa harga diri dan percaya diri

Pikiran perihal dosa dan diri tidak berguna lagi

Pandangan suram dan pesimistik terhadap masa depan

Gagasan atau tindakan mencederai diri/bunuh diri

Gangguan tidur

Pengurangan nafsu makan

DISERTAI GEJALA-GEJALA
Anti depresan

MEKANISME KERJA
Menghambat ”re-uptake aminergic neurotransmitter”

Menghambat penghancuran oleh enzim ”Monoamine Oxidase”

Sehingga terjadi peningkatan jumlah ”aminergic neurotransmitter”


pada sinaps neuron di SSP
Anti depresan

EFEK

Sedasi : rasa
mengantuk,
kewaspadaan , kinerja
psikomotor ,

SAM
kemampuan kognitif
●Efek

antikolinergik :
mulut kering, retensi
urin, penglihatan kabur,
konstipasi,
takikardi
sinus

●Efek antiadrenergik alfa



PING
: Perubahan EKG,
hipotensi
●Efek

neurotoksik :
tremor halus, gelisah,
agitasi, insomnia
Anti depresan
Gastric
lavage

Diazepam 10
Gastric
lavage

Diazepam
mg (im) 10
mg (im)

TINDAKAN UNTUK
MENANGANI EFEK
SAMPING

Monitoring
kelainan
untuk
Monitoring
kelainan
0,5-1,0 mg

untuk
0,5-1,0 mg

deteksi
Prostigmine

jantung.
deteksi
Prostigmine

jantung.

EKG
EKG
Anti depresan
CARA PENGGUNAAN

• Mengingat profil efek sampingnya, untuk penggunaan pada


sindrom depresi ringan dan sedang yang datang berobat jalan
pada fasilitas pelayanan kesehatan umum, pemilihan obat anti-
depresi sebaiknya mengikuti urutan (step care) :
• Step 1  Golongan SSRI (Sertraline, etc)
• Step 2  Golongan Trisiklik (Amitriptyline, etc)
• Step 3  Golongan Tetrasiklik (Maprotiline, etc)
Golongan ”atypical” (Trazadone)
Golongan MAOI Reversible
Anti depresan

PENGATURAN DOSIS
Onset efek primer: sekitar 2-4 minggu
Onset efek sekunder: sekitar 12-24 jam
Waktu paruh: 12-48 jam
(Pemberian 1-2 x/hari)
Anti depresan

KEGAGALAN TERAPI
Kepatuhan pasien menggunakan
obat, yang dapat hilang oleh karena
adanya efek samping, perlu
diberikan edukasi dan informasi
Tidak cukup lama mempertahankan
pada dosis optimal
Dalam menilai efek obat
terpengaruh oleh persepsi pasien
yang tendensi negatif, sehingga
penilaian menjadi ”bias”
Pengaturan dosis obat belum
adekuat
Anti depresan
KONTRA INDIKASI
Penyakit jantung koroner, MCI khususnya pada usia
lanjut
Glaukoma, retensi urin, hipertrofi prostat, gangguan
fungsi hati, epilepsi
Pada penggunaan obat lithium, kelainan fungsi jantung,
ginjal dan kelenjar thyroid
Wanita hamil dan menyusui tidak dianjurkan
menggunakan TCA, resiko teratogenik besar (khususnya
trimester 1) dan TCA diekskresi melalui ASI
ANTI MANIK

Anti manik

Profilaksis
Mania akut mania
ANTI MANIK

 Sindrom mania
Paling sedikit 4 gejala berikut :
Dalam jangka
waktu satu mgg Peningkatan aktifitas
hampir setiap
Lbh banyak bicara dr biasanya/adanya
hari terdapat dorongan u/ berbicara terus menerus
keadaan :
Flight of ideas
Rasa harga diri yg melambung
Afek (mood,
Berkurangnya kebutuhan tidur
suasana perasaan)
yg meningkat, Mudah teralih perhatian
ekspresif atau
iritabel Aktifitas berlebihan  merugikan
ANTI MANIK

MEKANISME KERJA


Sindrom mania disebabkan oleh tingginya kadar serotonin dalam celah sinaps
neuron, khususnya pada sist.limbik, yang berdampak terhadap “Dopamin receptor
supersensitivity”
ANTI MANIK

Pilihan utama untuk meredakan sindrom mania akut atau


profilaksis terhadap sindrom mania yang kambuhan pada


gangguan afektif bipolar  kemampuan mengurangi
“dopamin receptor supersensitivity” dengan
meningkatkan “cholinergic-muskarinik activity” dan
menghambat “cyclic AMP dan phosphoinositides”

LITHIUM CARBONATE
ANTI MANIK

EFEK SAMPING

Lithium dosis dan kondisi pasien

Gejala efek samping yg dini (kadar serum lithium 0,8-1,2 mEg/L)

Mulut kering, haus, gastrointestinal distress, kelemahan otot, poliuri,
tremor haluslbh nyata pd pasien usia lanjut + neuroleptika +
antidepressan

Tidak ada efek sedasi dan ekstrapiramidal

Gejala intoksikasi (kadar serum lithium > 1,5 mEq/L)
ANTI MANIK

Lithium + diuretik thiazide =
konsentrasi lithium
intoksikasi

ACE inhibitors + lithium =
konsentrasi lithium
Interaksi obat intoksikasi

Haloperidol + lithium = efek
neurotoksis ber +

NSAID + lithium = konsentrasi
lithium  intoksikasi
ANTI MANIK

Pemilihan obat
Mania akut : haloperidol (I.M) + tab lithium carbonat. Lithium carbonate 
muncul efek 7-10 hari
Gangguan afektif bipolar : Lithium carbonate profilaksis
Carbamazepine, valproic acid, Divalproex pengganti Lithium carbonate
ANTI MANIK
PENGATURAN DOSIS
• Pertimbangkan 
– Onset efek primer (efek klinis) : 7-10 hari
– Rentang kadar serum terapetik = 0.8 – 1.2 mEq/L
(Dicapai dgn dosis sekitar 2 atau 3 X 500 mg/hari)
– Kadar serum toksik = > 1.5 mEq/L
• Mulai  Dosis 250-500 mg/h (1-2 X/hari)  dinaikkan
250mg/h setiap minggu  kadar serum lithium berefek klinis
terapetik (0.8-1.2 mEq/L)
• Dosis efektif  berkisar 1000 – 1500 mg/h  dipertahankan
2-3 bulankemudian diturunkan  maitenance
ANTI MANIK
LAMA PEMBERIAN

• Sindom mania akut gejala mereda 


lithium carbonate hrs diteruskan > 6 bulan 
tappering off
• Gangguan afektif bipolar dan unipolar 
beberapa tahun
ANTI MANIK
PERHATIAN KHUSUS

- Dilakukan pem.laboratorium secara periodik


- Kontra indikasi pada wanita hamil 
teratogenik
ANTI MANIK

TEGRETOL (Carbamazepine)

100mg 200mg
Chewable
ANTI-ANXIETAS

SINONIM
SINONIM
Psycholeptics
Psycholeptics
Minor tranquillizers
Minor tranquillizers
Anxiolytics
Anxiolytics drugs
Antianxiety
Antianxiety drugs
Ansiolitika
Ansiolitika
ANTI-ANXIETAS

Efek

Cara kerja Pengikatan ●
Menurunkan ansietas
GABA ke reseptornya ●
Bersifat sedatif dan hipnotik

Antikonvulsan
 efek konduksi klorida ●
Pelemas otot

BENZODIAZEPIN BENZODIAZEPIN


Penggunaan dalam terapi

Gangguan ansietas

Gangguan otot

Kejang

Gangguan tidur

BENZODIAZEPIN


Efek samping

Mengantuk dan bingung

Hati-hati pada pengguna alkohol

BENZODIAZEPIN
ANTI-ANXIETAS
ANTI-ANXIETAS
• CARA KERJA (BARBITURAT)
– Mengganggu transpor natrium dan kalium melewati
membran sel
– Meningkatkan fungsi GABA

• KERJA (BARBITURAT)
– Depresi SSP
– Depresi pernafasan
– Induksi enzim
ANTI-ANXIETAS
• PENGGUNAAN DALAM KLINIS (BARBITURAT)
– Anestesia
– Antikonvulsan
– Ansietas  telah diganti dengan benzodiazepin
ANTI-ANXIETAS
• Zolpidem  bekerja pada reseptor
benzodiazepin
– Tidak mempunyai sifat antikonvulsan / pelemas otot
– Tidak menimbulkan gejala putus obat
– Efek non klinik, mimpi buruk, agitasi

• Buspiron  pengobatan ansietas umum, efeknya


sama dengan benzodiazepin.
– Bekerja melalui mediasi reseptor serotonin
– Efek samping jarang.
ANTI-ANXIETAS
• Hidroksizin  antihistamin dengan aktivitas
antiemetik.
– Untuk pasien ansietas dengan penyalahgunaan obat.
ANTI-ANXIETAS
EFEK SAMPING

• Sedasi (rasa mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja


psikomotor menurun, kemampuan kognitif melemah
• Relaksasi otot (rasa lemas, cepat lelah)
• Potensi menimbulkan ketergantungan obat disbbkan o/efek
obat yg msh dpt dipertahankan stlh dosis terakhir berlangsung
sangat singkat.
• Penghentian obat scr mendadak, akan menimbulkan gjl putus
obat (rebound phenomenon);pasien jd iritabel, bingung, gelisah
ANTI-ANXIETAS

PEMILIHAN OBAT


● Gol. Benzodiazepine sebagai obat anti-anxietas mempunyai ratio terapeutik lebih
tinggi dan kurang menimbulkan adiksi dengan toksisitas yang rendah

● Gol. Benzodiazepine “drug of choice”

● Spektrum klinis benzodiazepine meliputi efek anti-anxietas, anti-konvulsan, anti-
insomnia, premedikasi tindakan operatif.
ANTI-ANXIETAS

PENGATURAN DOSIS


Steady state dicapai setelah 5-7 hari dengan dosis 2-3 kali sehari

Efek klinis terlihat bila kadar obat dalam darah telah mencapai steady state

Mulai dengan dosis anjuran → naikkan dosis setiap 3-5 hari sampai dosis optimal →
pertahankan 2-3 minggu → diturunkan 1/8 x setiap 2-4 minggu → maintenance dose
→ bila kambuh dinaikkan lagi dan bila tetap efektif → pertahankan 4-8 minggu →
tapering off
ANTI-ANXIETAS

LAMA PEMBERIAN


Sindrom anxietas yang disebabkan faktor situasi eksternal, pemberian obat 1-3 bulan

Pemberian sewaktu-waktu dapat dilakukan apabila timbul sindrom anxietas

Penghentian obat harus secara bertahap agar tidak menimbulkan gejala lepas obat
ANTI-ANXIETAS

PERHATIAN KHUSUS

Kontra-indikasi : pasien hipersensitive dengan benzodiazepine,
glaucoma, myasthenia gravis, chronic pulmonary insuffisiency,
chronic renal or hepatic disease

Pemberian obat benzodiazepin pada wanita hamil harus
dihindarkan

Pada penderita usia lanjut dan anak dapat terjadi reaksi yang
berlawanan (paradoxical reaction)
ANTI-INSOMNIA
Sinonim : hypnotic, somnifacient, hipnotika

Penggolongan :
• Benzodiazepine : nitrazepam, flurazepam, estazolam.
• Non-Benzodiazepine : zolpidem

Mekanisme kerja : obat golongan benzodiazepine tidak


menyebabkan REM suppression dan rebound
ANTI-INSOMNIA
EFEK SAMPING
• Supresi SSP pada saat tidur. Pada pasien usia lanjut
dapat terjadi oversadation
• Efek samping dapat terjadi sehubungan dengan
farmakokinetik obat anti-insomnia
• Penggunaan yang lama pada golongan benzodiazepine
dapat terjadi disinhibiting effect yang menyebabkan
rage reaction.
ANTI-INSOMNIA
INTERAKSI OBAT
• Obat anti-insomnia + CNS Depressants : potensiasi
efek supresi SSP
• Obat golongan benzodiazepine tidak meng-induce
hepatic microsomal enzymnes atau produce protein
binding displacement
• Overdosis jarang menimbulkan kematian kecuali bila
disertai CNS depressant, risiko menjadi meningkat
ANTI-INSOMNIA
Pemilihan obat
• Initial insomnia : obat yang dibutuhkan bersifat sleep
inducing anti-insomnia yaitu gol. Benzodiazepine
(short acting)
• Delayed insomnia : prolong latent phase anti-
insomnia yaitu gol. Heterosiklik anti-depresan
• Broken insomnia : sleep maintaining anti-insomnia
yaitu gol. Phenobarbital atau golongan
benzodiazepine (long acting)
ANTI-INSOMNIA
Pengaturan dosis
• Pemberian tunggal dosis anjuran 15’-30’ sebelum
tidur
• Dosis awal dapat dinaikkan menjadi dosis efektif dan
dipertahankan 1-2 minggu, kemudian secepatnya di
tapering off untuk mencegah rebound dan toleransi
obat
• Pada usia lanjut dosis harus lebih kecil
ANTI-INSOMNIA
Lama pemberian
• Sebaiknya sekitar 1-2 minggu agar risiko ketergantungan kecil.
• Kesulitan pemberhentian obat seringkali oleh karena
psychological dependence

Perhatian khusus
• Kontraindikasi :
- Sleep apnoe syndrome
- Congestive heart failure
- Chronic respiratory sindrome
• Penggunaan benzodiazepine pada wanita hamil dapat
menimbulkan teratogenik effect
ANTI INSOMNIA

• Magadon (nitrazepam)
– Kerja : menidurkan, anxiolitik, relaksasi otot
– Penggunaan terapi : Insomnia psikogen, neurotik
atau psikotik, insomnia sebelum pembedahan
– Efek samping : jarang pada dosis terapi

• Esilgan (Estazolam)
– Penggunaan terapi : simple insomnia dan gangguan
psikiatrik
– Efek samping : Tidur berlebihan, lesu, lemah, dll.
TERIMA KASIH