Anda di halaman 1dari 8

NERVUS I-VI

David Christian Ronaldtho


112019011
N.1 Olfaktori

• Fungsi: saraf sensorik, untuk penciuman


• Cara Pemeriksaan: memenjamkan mata, membedakan bau yang dirasakan (Kopi,
teh dll)

N.2 Optikus

• Fungsi: Saraf sensosrik, untuk pengelihatan


• Cara Pemeriksaan: Snellen Chart, Test Konfrontasi/ lapang pandang, buta warna,
funduskopi

Cara sederhana adalah memakai jari-jari tangan (Finger Counting) dimana secara
normal dapat dilihat pada jarak 60 m dan gerakan tangan 300 m (Hand Movement)
Finger Counting Hand Movement
• Meminta pasien untuk menentukan jumlah jari yang
diacungkan oleh pemeriksa dari jarak 6 meter, bila • Pasien diminta untuk menentukan
pasien mampu maka visus pasien adalah 6/6 atau
normal
arah lambaian tangan pemeriksa
• Goyangkan tangan, ke atas-bawah
• Bila pasien tidak mampu menentukan jumlah jari
pemeriksa tersebut, maka pemeriksa memajukan
atau kanan-kiri dari jarak 1 meter,
langkahnya 1 meter dan kembali mengacungkan terus mundur ke belakang 2
jarinya dan meminta pasien untuk menentukannya lagi
meter, 3 meter, dst. Jika penderita
• Pemeriksa terus melangkah maju tiap 1 meter bila dapat melihat goyangan tangan
pasien tersebut belum mampu untuk menentukan jari pada jarak 1 meter, berarti
pemeriksa
visusnya 1/300 (artinya orang
• Bila hingga 1 meter pasien belum mampu menentukan normal dapat melihat goyangan
jari pemeriksa, maka pemeriksaan diganti dengan tangan pada jarak 300 meter).
menggunakan lambaian tangan pemeriksa (Hand
Movement)
Test Konfrontasi
• Pasien diminta untuk menutup satu mata, kemudian menatap mata
pemeriksa sisi lainnya
• Mata pemeriksa juga ditutup pada sisi yang berlawanan dari pasien, agar
sesuai dengan lapang pandang pasien
• Letakkan jari tangan pemeriksa atau benda kecil pada lapang pandang
pasien dari 8 arah
• Pasien diminta untuk menyatakan bila melihat benda tersebut.
Bandingkan lapang pandang pasien dengan lapang pandang pemeriksa
• Syarat pemeriksaan tentunya lapang pandang pemeriksa harus normal
N.3 Okulomotorius

• Fungsi: Saraf Motorik, untuk mengangkat kelopak mata , kontraksi pupil


• Cara Pemeriksaan: Inspeksi kelopak mata, Tes akomodasi, dan refleks pupil
(cahaya langsung/ tidak langsung reflek konsensual )

N.4 Trochlearis

• Fungsi: Saraf Motorik , untuk gerakan bola mata ke bawah dan ke arah dalam
• Cara Pemeriksaan: berbarengan dengan pemeriksaan nervus 6
N.6 Abdusens

• Fungsi otot bola mata dinilai dengan keenam arah utama yaitu lateral.
Lateral atas, medial atas, medial bawah, lateral bawah, keatas dan
kebawah.
• Pasien disuruh mengikuti arah pemeriksaan yang dilakukan pemeriksa
sesuai dengan keenam arah tersebut. Normal bila pasien dapat
mengikuti arah dengan baik. Terbatas bila pasien tidak dapat mengikuti
dengan baik karena kelemahan otot mata. 
• Nistagmus bila gerakan bola mata pasien bolak balik involunter/secara
spontan
• Exopthalmus pada proses abnormalitas mekanis retroorbital
• Strabismus dan deviasi conjungtiva
N.5 Trigeminus

Merupakan syaraf yang mempersarafi sensoris wajah dan otot pengunyah. Alat yang digunakan :
kapas, jarum, botol berisi air panas, kuliper/jangka dan garpu penala. 
a. Sensibilitas wajah :
• Rasa raba : pemeriksaan dilakukan dengan kapas yang digulung memanjang, dengan
menyentuhkankapas kewajah pasien dimulai dari area normal ke area dengan kelainan.
Bandingkan rasa raba pasien antara wajah kiri dan kanan. 
• Rasa nyeri : dengan menggunakan tusukan jarum tajam dan tumpul. Tanyakan pada klien
apakahmerasakan rasa tajam dan tumpul. Dimulai dari area normal ke area dengan kelainan. 
• Rasa sikap : dilakukan dengan menutup kedua mata pasien, pasien diminta menyebutkan area
wajah yang disentuh (atas atau bawah). 
• Rasa getar : pasien disuruh membedakan ada atau tidak getaran garpu penala yang disentuhkan
kewajah pasien. 

b. Otot mengunyah Cara : pasien disuruh mengatup mulut kuat-kuat kemudian dipalpasi kedua
otot pengunyah (muskulusmaseter dan temporalis) apakah kontraksinya baik, kurang atau tidak
ada. Kemudian dilihat apakahposisi mulut klien simetris atau tidak, mulut miring.

c. Reflek
Pasien diminta melirik ke arah laterosuperior, dari arah berlawanan tepi kornea disentuhkan
benda. (+) apabila mata ditutupkan
(a) (b)

(C)