Perencanaan Kebutuhan Material Perencanaan Kebutuhan Material

( (Material Requirement Planning Material Requirement Planning) )
Material Requirement Planning Material Requirement Planning (MRP) (MRP)
Definisi Definisi
Suatu prosedur logis berupa aturan keputusan Suatu prosedur logis berupa aturan keputusan
dan teknik transaksi berbasis komputer yang dan teknik transaksi berbasis komputer yang
dirancang untuk menterjemahkan jadwal induk dirancang untuk menterjemahkan jadwal induk
produksi menjadi "kebutuhan bersih¨ untuk produksi menjadi "kebutuhan bersih¨ untuk
semua semua item item
%ujuan %ujuan
Penjadwalan item pada saat dibutuhkan (tidak Penjadwalan item pada saat dibutuhkan (tidak
lebih awal dan tidak terlambat) lebih awal dan tidak terlambat)
tem dependen dan diskrit tem dependen dan diskrit
Produk kompleks Produk kompleks
Job shop Job shop
Assemble to order Assemble to order
8um8i dalam MRP 8um8i dalam MRP
ead time ead time untuk seluruh untuk seluruh item item yang yang
diketahui atau dapat diperkirakan diketahui atau dapat diperkirakan
Setiap persediaan selalu dalam kontrol Setiap persediaan selalu dalam kontrol
Semua komponen untuk suatu perakitan Semua komponen untuk suatu perakitan
harus tersedia pada saat suatu pesanan harus tersedia pada saat suatu pesanan
untuk perakitan tersebut dilakukan untuk perakitan tersebut dilakukan
Pengadaan dan pemakaian terhadap Pengadaan dan pemakaian terhadap
persediaan bersifat diskrit persediaan bersifat diskrit
Proses pembuatan suatu Proses pembuatan suatu item item dengan dengan
item item yang lain bersifat yang lain bersifat idependen idependen
nput dan Output MRP nput dan Output MRP
Master Production Schedule Master Production Schedule !$ !$
PS menentukan prosedur #P dengan PS menentukan prosedur #P dengan
jadwal pemenuhan produk jadi jadwal pemenuhan produk jadi
PS menunjukkan jumlah produksi PS menunjukkan jumlah produksi bukan bukan
demand demand
PS bisa merupakan kombinasi antara PS bisa merupakan kombinasi antara
pesanan langsung konsumen dan pesanan langsung konsumen dan
peramalan demand peramalan demand
PS menunjukkan jumlah yang harus PS menunjukkan jumlah yang harus
diproduksi, diproduksi, bukan bukan jumlah yang bisa jumlah yang bisa
diproduksi diproduksi
Master Production Schedule Master Production Schedule !$ !$
PS tem Period
1 2 3 4 5 6 7 8
Clipboard 86 93 119 100 100 100 100 100
Lapboard 0 50 0 50 0 50 0 50
Lapdesk 75 120 47 20 17 10 0 0
Pencil Case 125 125 125 125 125 125 125 125
ill Of Material ill Of Material (BO) (1) (BO) (1)
stilah lain dari stilah lain dari ill Of Material ill Of Material (BO) adalah (BO) adalah
Struktur Produk Struktur Produk
Struktur produk berisi informasi tentang Struktur produk berisi informasi tentang
hubungan antara komponen hubungan antara komponen- - komponen dalam komponen dalam
suatu perakitan suatu perakitan
ill Of Material ill Of Material (BO) (2) (BO) (2)
ependen8i Vertical dan Horizontal ependen8i Vertical dan Horizontal
atatan per8ediaan atatan per8ediaan
Catatan keadaan persediaan Catatan keadaan persediaan
menggambarkan status semua menggambarkan status semua item item
yang ada dalam persediaan yang ada dalam persediaan
Catatan persediaan untuk keperluan Catatan persediaan untuk keperluan
#P harus #P harus akurat akurat

agaimana agar akurat? agaimana agar akurat?
Penyimpanan yang baik Penyimpanan yang baik
Bangun dan jalankan prosedur Bangun dan jalankan prosedur
pengambilan inventori pengambilan inventori
Catat transaksi inventori Catat transaksi inventori
itung secara reguler jumlah fisik itung secara reguler jumlah fisik
inventori inventori
Cocokkan segera bila terjadi Cocokkan segera bila terjadi
perbedaan antara catatan dan hasil perbedaan antara catatan dan hasil
perhitungan fisik perhitungan fisik
Output Si8tem MRP Output Si8tem MRP
#encana pemesanan atau rencana #encana pemesanan atau rencana
produksi yang dibuat atas dasar produksi yang dibuat atas dasar lead lead
time time
erupakan tindakan pengendalian erupakan tindakan pengendalian
persediaan dan penjadwalan persediaan dan penjadwalan
produksi produksi
Mekani8me MRP (1) Mekani8me MRP (1)
etting etting
erupakan proses perhitungan kebutuhan bersih erupakan proses perhitungan kebutuhan bersih
( (net requirement net requirement) yang besarnya merupakan ) yang besarnya merupakan
selisih antara kebutuhan kotor ( selisih antara kebutuhan kotor (gross requirement gross requirement) )
dengan jadwal penerimaan persediaan ( dengan jadwal penerimaan persediaan (schedule schedule
order receipt order receipt) dan persediaan awal yang tersedia ) dan persediaan awal yang tersedia
( (beginning inventory beginning inventory) )
Offsetting Offsetting
erupakan proses yang bertujuan menentukan erupakan proses yang bertujuan menentukan
saat yang tepat untuk melakukan pemesanan saat yang tepat untuk melakukan pemesanan
dalam memenuhi kebutuhan bersih dalam memenuhi kebutuhan bersih
Mekani8me MRP (2) Mekani8me MRP (2)
otting otting
erupakan suatu proses untuk menentukan erupakan suatu proses untuk menentukan
besarnya jumlah pesanan optimal untuk setiap besarnya jumlah pesanan optimal untuk setiap
item item secara individual didasarkan pada hasil secara individual didasarkan pada hasil
perhitungan kebutuhan bersih yang telah perhitungan kebutuhan bersih yang telah
dilakukan dari proses dilakukan dari proses netting. netting.
ploding/plotion ploding/plotion
ploding ploding merupakan proses perhitungan merupakan proses perhitungan
kebutuhan kotor untuk kebutuhan kotor untuk item item pada level yang lebih pada level yang lebih
bawah Perhitungan ini didasarkan pada bawah Perhitungan ini didasarkan pada
pemesanan pemesanan item item- -item item produk pada level yang produk pada level yang
lebih atas lebih atas
Mekani8me MRP (3) Mekani8me MRP (3)
ontoh ka8u8 ontoh ka8u8
Order Order 25 25
Persediaan: Persediaan:
Lamps Lamps 33
Base assemblies Base assemblies 77
Shaft Shaft 44
%ubing %ubing 16 16
(setiap shaft (setiap shaft membutuhkan membutuhkan
2 feet tubing) 2 feet tubing)
etting etting
Lamp Lamp
Permintaan kotor Permintaan kotor 25 25
Persediaan Persediaan - - 33
Permintaan bersih Permintaan bersih 22 22
Base assembly Base assembly
Permintaan kotor Permintaan kotor 22 22
Persediaan Persediaan - - 77
Permintaan bersih Permintaan bersih 15 15
Shaft (1 per Base assembly) Shaft (1 per Base assembly)
Permintaan kotor Permintaan kotor 15 15
Persediaan Persediaan - - 44
Permintaan bersih Permintaan bersih 11 11
%ubing (2 feet per shaft assembly) %ubing (2 feet per shaft assembly)
Permintaan kotor Permintaan kotor 22 22
Persediaan Persediaan - - 16 16
Permintaah bersih Permintaah bersih 66
Offsetting Offsetting
ead time: ead time:
Lamps Lamps 2 minggu 2 minggu
Base assembly Base assembly 1 minggu 1 minggu
Shaft Shaft 2 minggu 2 minggu
%ubing %ubing 3 minggu 3 minggu
minggu minggu
otting otting
%eknik yang dipergunakan dalam #P untuk %eknik yang dipergunakan dalam #P untuk
memperoleh ukuran memperoleh ukuran ot ot pengorderan yang paling pengorderan yang paling
ekonomis ekonomis
%eknik %eknik ot Sizing ot Sizing: :
ot For ot ot For ot (LFL) (LFL)
east Unit Cost east Unit Cost (LUC) (LUC)
east Total Cost east Total Cost (L%C) (L%C)
!art !eriod alancing !art !eriod alancing (PPB) (PPB)
!eriod Order Quantity !eriod Order Quantity (POQ) (POQ)
conomic Order Quantity conomic Order Quantity (EOQ) (EOQ)
Fied !eriode Requirement Fied !eriode Requirement (FP#) (FP#)
Fied Order Quantity Fied Order Quantity (FOQ) (FOQ)
MRP hart (1) MRP hart (1)
Periode
PD 1 2 3 4 5 6 7 8
Cross requirements 25 15 120 0 60 0 15 0
Scheduled receipts
Projected on hand 50 25 10 0 0 0 0 0 0
Aet requirements 110 60 15
Planned order receipts 110 60 15
Planned order releases 110 60 15
ead time 2
Ukuran lot
Safety 8tock
nventory 5
MRP hart (2) MRP hart (2)
Periode
PD 1 2 3 4 5 6 7 8
Cross requirements 10 15 15 10 15 10 15 10
Scheduled receipts 25 25
Projected on hand 30 20 5 15 5 15 5 15 5
Aet requirements 10 10
Planned order receipts 25 25
Planned order releases 25 25 25 25
ead time 3
Ukuran lot 25
Safety 8tock
nventory 3
Perbandingan Teknik otting (1) Perbandingan Teknik otting (1)
1 Lot for Lot (L4L) 1 Lot for Lot (L4L)
Pesan sejumlah yang diperlukan Pesan sejumlah yang diperlukan
(tidak ada (tidak ada on hand inventory on hand inventory) )
engasumsikan bahwa order dapat engasumsikan bahwa order dapat
dilakukan untuk jumlah berapapun dilakukan untuk jumlah berapapun
Contoh kasus, jika lead time 2, Contoh kasus, jika lead time 2,
ongkos set up $ 575, dan ongkos ongkos set up $ 575, dan ongkos
simpan $ 005, maka: simpan $ 005, maka:
Perbandingan Teknik otting (2) Perbandingan Teknik otting (2)
Ongkos set up Ongkos set up : 9 x $ 575 : 9 x $ 575 = $ 5175 = $ 5175
Ongkos simpan Ongkos simpan : : = 0 = 0
+ +
Ongkos total Ongkos total = $ 5175 = $ 5175
00 11 22 33 44 55 66 77 88 99
G# G#
12 12 15 15 99 17 17 88 10 10 16 16 77 11 11
S# S#
12 12 15 15
PO PO
00 00 00 00 00 00 00 00 00 00
PO#ec PO#ec
99 17 17 88 10 10 16 16 77 11 11
PO#el PO#el
99 17 17 88 10 10 16 16 77 11 11
Periode Periode
Perbandingan Teknik otting (3) Perbandingan Teknik otting (3)
2 Least Unit Cost (LUC) 2 Least Unit Cost (LUC)
Pilih ongkos per unit terkecil selama Pilih ongkos per unit terkecil selama
periode berurutan periode berurutan
Contoh kasus, jika lead time 2, Contoh kasus, jika lead time 2,
ongkos set up $ 575, dan ongkos ongkos set up $ 575, dan ongkos
simpan $ 005, maka: simpan $ 005, maka:
Perbandingan Teknik otting (4) Perbandingan Teknik otting (4)
Ongkos set up Ongkos set up : 2 x $ 575 : 2 x $ 575 = $ 1150 = $ 1150
Ongkos simpan Ongkos simpan : : = $ 955 = $ 955
+ +
Ongkos total Ongkos total = $ 2105 = $ 2105
00 11 22 33 44 55 66 77 88 99
G# G#
12 12 15 15 99 17 17 88 10 10 16 16 77 11 11
S# S#
53 53
PO PO
00 41 41 26 26 17 17 00 44 44 34 34 18 18 11 11 00
PO#ec PO#ec
52 52
PO#el PO#el
52 52
Periode Periode
Perbandingan Teknik otting (5) Perbandingan Teknik otting (5)
Periode Jumlah
Order
Ongko8
Set up
Ongko8
Simpan
Ongko8
Total
Ongko8
Per Unit
1 12 575 0 575 0479
1 - 2 27 575 15 x 005 = 075 650 0240
1 - 3 36 575 15 x 005 + 9 x 01
= 165
740 0205
1 - 4 53 5.75 15 x .5 + 9 x .1 +
17 x .15 = 4.2
9.95 .188
1 - 5 61 575 580 1155 0189
5 8 575 0 575 0719
5 - 6 18 575 10 x 005 = 05 625 0343
5 - 7 34 575 10 x 005 + 16 x 01
= 21
785 0230
5 - 8 41 575 10 x 005 + 16 x 01 +
7 x 015 = 315
890 0217
5 - 9 52 5.75 5.35 11.1 .213
Perbandingan Teknik otting (6) Perbandingan Teknik otting (6)
3 Least %otal Cost (L%C) 3 Least %otal Cost (L%C)
Pilih ongkos total minimum Pilih ongkos total minimum
(menggabungkan kebutuhan sampai (menggabungkan kebutuhan sampai
ongkos simpan mendekati ongkos ongkos simpan mendekati ongkos
pesan) pesan)
Contoh kasus, jika lead time 2, Contoh kasus, jika lead time 2,
ongkos set up $ 575, dan ongkos ongkos set up $ 575, dan ongkos
simpan $ 005, maka: simpan $ 005, maka:
Perbandingan Teknik otting (7) Perbandingan Teknik otting (7)
Ongkos set up Ongkos set up : 2 x $ 575 = $ 1150 : 2 x $ 575 = $ 1150
Ongkos simpan Ongkos simpan : 179 x $ 005 = $ 895 : 179 x $ 005 = $ 895
+ +
Ongkos total Ongkos total = $ 2045 = $ 2045
00 11 22 33 44 55 66 77 88 99
G# G#
12 12 15 15 99 17 17 88 10 10 16 16 77 11 11
S# S#
61 61
PO PO
00 49 49 34 34 25 25 88 00 34 34 18 18 11 11 00
PO#ec PO#ec
44 44
PO#el PO#el
44 44
Periode Periode
Perbandingan Teknik otting (8) Perbandingan Teknik otting (8)
Perhitungan untuk penyelesaian L%C Perhitungan untuk penyelesaian L%C
Jadi, kebutuhan untuk periode 2 sampai 5 harus dipesan pada Jadi, kebutuhan untuk periode 2 sampai 5 harus dipesan pada
periode 1 adalah 12 + 15 + 9 + 17 + 8 = 61 periode 1 adalah 12 + 15 + 9 + 17 + 8 = 61
Perhitungan yang sama akan menghasilkan pemesanan pada Perhitungan yang sama akan menghasilkan pemesanan pada
periode 6 sebanyak 44 periode 6 sebanyak 44
Periode Unit !eriods
Carried
!eriod Carrying Cost umulatif
1 12 0 12 x 005 x 0 = 000 000
2 15 1 15 x 005 x 1 = 075 075
3 9 2 9 x 005 x 2 = 090 165
4 17 3 17 x 005 x 3 = 255 420
5 8 4 8 x 005 x 4 = 160 580
Perbandingan Teknik otting (9) Perbandingan Teknik otting (9)
4 Part Period Balancing (PPB) 4 Part Period Balancing (PPB)
Suatu variasi L%C Suatu variasi L%C
onversi ongkos pesan menjadi onversi ongkos pesan menjadi equivalent part equivalent part
periods periods (EPP) (EPP)
EPP = s/k EPP = s/k
s = ongkos pesan s = ongkos pesan
k = ongkos simpan per unit per periode k = ongkos simpan per unit per periode
periods part 115
period part 0.05
5.75
EPP
Perbandingan Teknik otting (1) Perbandingan Teknik otting (1)
Periode ebutuhan !eriods
Carried
!art !eriods umulatif
1 12 0 0 0
2 15 1 15 15
3 9 2 18 33
4 17 3 51 84
5 8 4 32 116
6 10 5 50 166
116 mendekati EPP (=115) 116 mendekati EPP (=115)
MRP hart dan Struktur Produk (1) MRP hart dan Struktur Produk (1)
Periode
PD 1 2 3 4 5 6 7 8
Cross requirements 25 15 120 0 60 0 15 0
Scheduled receipts
Projected on hand 50 25 10 0 0 0 0 0 0
Aet requirements 110 60 15
Planned order receipts 110 60 15
Planned order releases 110 60 15
L% = 2 L% = 2
MRP hart dan Struktur Produk (2) MRP hart dan Struktur Produk (2)
Periode
PD 1 2 3 4 5 6 7 8
Cross requirements 220 120 30
Scheduled receipts 30 30
Projected on hand 225 35 35 0 0 0 0 0 0
Aet requirements 85 30
Planned order receipts 85 30
Planned order releases 85 85 30 30
L% = 1 L% = 1
erupakan perencanaan erupakan perencanaan prioritas kapasitas prioritas kapasitas
yang berperan dalam pengembangan PS yang berperan dalam pengembangan PS
#CCP melakukan validasi terhadap PS, #CCP melakukan validasi terhadap PS,
guna menetapkan sumber guna menetapkan sumber- -sumber spesifik sumber spesifik
tertentu khususnya yang diperkirakan akan tertentu khususnya yang diperkirakan akan
menjadi hambatan potensial adalah cukup menjadi hambatan potensial adalah cukup
untuk melaksanakan PS (Gaspersz, 2002) untuk melaksanakan PS (Gaspersz, 2002)
Rough Cut Capacity Planning Rough Cut Capacity Planning (RP) (RP)
Perhitungan #CCP digunakan tiga metode (Fogarty Perhitungan #CCP digunakan tiga metode (Fogarty
Dkk, 1991): Dkk, 1991):
Capacity !lanning using Overall Factors Capacity !lanning using Overall Factors (CPOF) (CPOF)
etode yang menggunakan data masa lalu untuk etode yang menggunakan data masa lalu untuk
menentukan menentukan prosentase jam produksi total pada prosentase jam produksi total pada
stasiun kerja Prosentase ini stasiun kerja Prosentase ini digunakan untuk digunakan untuk
memperkirakan kapasitas kerja pada setiap stasiun memperkirakan kapasitas kerja pada setiap stasiun
kerja untuk setiap waktu jadwal induk produksi kerja untuk setiap waktu jadwal induk produksi
ill of abor Approach ill of abor Approach (BOLA) (BOLA)
etode yang menggunakan pendekatan daftar etode yang menggunakan pendekatan daftar
tenaga kerja menggunakan rincian data pada waktu tenaga kerja menggunakan rincian data pada waktu
standar untuk setiap produk standar untuk setiap produk pada stasiun kerja pada stasiun kerja
Metode RP (1) Metode RP (1)
Resources profile approach Resources profile approach (#PA) (#PA)
Pendekatan metode ini terdapat perbedaan Pendekatan metode ini terdapat perbedaan
dengan kedua metode di atas yaitu terletak dengan kedua metode di atas yaitu terletak
pada alokasi jam pada alokasi jam- -jam produksi mingguan pada jam produksi mingguan pada
stasiun kerja individual stasiun kerja individual oad profile oad profile sebagai sebagai
tampilan dari kebutuhan tampilan dari kebutuhan kapasitas mendatang kapasitas mendatang
berdasarkan pesanan berdasarkan pesanan- -pesanan yang pesanan yang
direncanakan dan dikeluarkan sepanjang suatu direncanakan dan dikeluarkan sepanjang suatu
periode waktu tertentu Perhitungan periode waktu tertentu Perhitungan
sumberdaya kritis adalah penggunaan jam sumberdaya kritis adalah penggunaan jam
mesin untuk membuat laporan kebutuhan mesin untuk membuat laporan kebutuhan
kapasitas waktu dari proses produksi kapasitas waktu dari proses produksi
berdasarkan analisis #CCP untuk uji kelayakan berdasarkan analisis #CCP untuk uji kelayakan
jadwal induk produksi jadwal induk produksi
Metode RP (2) Metode RP (2)
Proses penentuan jumlah tenaga kerja Proses penentuan jumlah tenaga kerja
dan mesin yang dibutuhkan untuk dan mesin yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan kegiatan produksi menyelesaikan kegiatan produksi
Suatu perincian membandingan kapasitas Suatu perincian membandingan kapasitas
yang diperlukan oleh #P oleh pemesanan yang diperlukan oleh #P oleh pemesanan
sekarang dalam proses verifikasi yang sekarang dalam proses verifikasi yang
mendasari dalam membuat suatu akhir mendasari dalam membuat suatu akhir
penerimaan terhadap pengendali jadwal penerimaan terhadap pengendali jadwal
produksi (PS) (Fogarty dkk, 1991) produksi (PS) (Fogarty dkk, 1991)
Capacity Requirement Planning Capacity Requirement Planning (RP) (RP)
Tujuan utama RP Tujuan utama RP
enunjukkan perbandingan antara enunjukkan perbandingan antara
beban yang ditetapkan pada pusat beban yang ditetapkan pada pusat- -
pusat kerja melalui pesanan kerja pusat kerja melalui pesanan kerja
yang ada dan kapasitas dari setiap yang ada dan kapasitas dari setiap
pusat kerja selama periode waktu pusat kerja selama periode waktu
tertentu (Garpezs, 1998) tertentu (Garpezs, 1998)
nput RP nput RP
nput untuk menjalankan C#P adalah nput untuk menjalankan C#P adalah
!lanned order releases !lanned order releases : merupakan salah : merupakan salah
satu output dari #P satu output dari #P
C#P menerjemahkan C#P menerjemahkan !lanned order !lanned order
releases releases menjadi jam kerja di setiap menjadi jam kerja di setiap Work Work
center center dalam setiap periode dalam setiap periode
nformasi yang diperlukan untuk C#P nformasi yang diperlukan untuk C#P
adalah: adalah: operations number, operation, operations number, operation,
planned work center, possible alternate planned work center, possible alternate
work center, standard setup time, work center, standard setup time,
standard run time per unit, tooling needed standard run time per unit, tooling needed
at each work center, at each work center, dan lain dan lain- -lain lain
Output RP Output RP
Laporan beban pusat kerja ( Laporan beban pusat kerja (Work center Work center
load report load report) Laporan ini menunjukkan ) Laporan ini menunjukkan
hubungan antara kapasitas dan beban hubungan antara kapasitas dan beban
Perbaikan Perbaikan Schedule of planned factory Schedule of planned factory
order releases order releases Perbaikan jadwal ini Perbaikan jadwal ini
menggambarkan bahwa output dari #P menggambarkan bahwa output dari #P
disesuaikan terhadap disesuaikan terhadap Specific release Specific release
dates dates untuk untuk factory orders factory orders berdasarkan berdasarkan
perhitungan keterbatasan kapasitas perhitungan keterbatasan kapasitas
Metode Pengukuran Kapa8ita8 (1) Metode Pengukuran Kapa8ita8 (1)
Theoretical Capacity Theoretical Capacity ( (Maimum Capacity Maimum Capacity) )
merupakan kapasitas maksimum yang merupakan kapasitas maksimum yang
mungkin dari sistem manufakturing yang mungkin dari sistem manufakturing yang
didasarkan pada asumsi mengenai adanya didasarkan pada asumsi mengenai adanya
kondisi ideal seperti: tiga kondisi ideal seperti: tiga shif shif per hari, per hari,
tujuh hari per minggu, tidak ada tujuh hari per minggu, tidak ada
downtime downtime mesin dll mesin dll Theoretical capacity Theoretical capacity
diukur berdasarkan pada jam kerja yang diukur berdasarkan pada jam kerja yang
tersedia untuk melakukan pekerjaan, tersedia untuk melakukan pekerjaan,
tanpa suatu kesempatan untuk berhenti tanpa suatu kesempatan untuk berhenti
atau istirahat, atau istirahat, downtime downtime mesin, atau mesin, atau
alasan lainnya alasan lainnya
Metode Pengukuran Kapa8ita8 (2) Metode Pengukuran Kapa8ita8 (2)
emonstarted Capacity emonstarted Capacity ( (Actual Capacity Actual Capacity) )
merupakan tingkat output yang dapat diharapkan merupakan tingkat output yang dapat diharapkan
berdasarkan pada pengalaman, yang mengukur berdasarkan pada pengalaman, yang mengukur
produksi secara aktual dari pusat kerja di waktu produksi secara aktual dari pusat kerja di waktu
lalu, yang biasanya diukur menggunakan angka lalu, yang biasanya diukur menggunakan angka
rata rata- -rata berdasarkan beban kerja normal rata berdasarkan beban kerja normal
Rated Capacity Rated Capacity ( (Calculated Capacity Calculated Capacity) diukur ) diukur
berdasarkan penyesuaian kapasitas teoritis berdasarkan penyesuaian kapasitas teoritis
dengan faktor produktivitas yang telah dengan faktor produktivitas yang telah
ditentukan oleh ditentukan oleh emonstrated Capacity emonstrated Capacity Dihitung Dihitung
melalui penggandaan waktu kerja yang tersedia melalui penggandaan waktu kerja yang tersedia
dengan faktor utilisasi dan efisiensi dengan faktor utilisasi dan efisiensi
Ke8impulan Ke8impulan
1 1 #P merupakan prosedur yang dirancang untuk #P merupakan prosedur yang dirancang untuk
menterjemahkan jadwal induk produksi menjadi menterjemahkan jadwal induk produksi menjadi
kebutuhan bersih semua kebutuhan bersih semua item item
2 2 nput dari #P adalah nput dari #P adalah inventory record, bill of inventory record, bill of
material, master production schedule material, master production schedule
3 3 Output dari #P adalah Output dari #P adalah !lanned order release !lanned order release
4 4 elancaran proses produksi (terkendalinya elancaran proses produksi (terkendalinya
perencanaan kebutuhan material/komponen) perencanaan kebutuhan material/komponen)
tidak lepas dari terintegrasinya peran #P, tidak lepas dari terintegrasinya peran #P,
#CCP, dan C#P #CCP, dan C#P

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful